"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 (hari pertama)
Pagi ini Viona bangun tepat pukul 5 pagi, dengan cepat gadis itu mulai membereskan kamar dan melipat selimut serapi mungkin, setelah itu barulah ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan juga menggosok gigi
5 menit pun berlalu, kini gadis itu sudah siap untuk mulai memasak di dapur, ia mengucir rambut nya dengan asal-asalan, ada beberapa helai rambut yang tidak ikut ke kuncir tetapi malah menambah kesan manis pada wajah cantik Viona
Dengan langkah pasti, ia mulai berjalan ke arah dapur, tetapi seperti nya ia kalah start dari bik Sari, karena wanita itu sudah lebih dulu ada di sana dengan celemek yang sudah sedikit kotor
menandakan bahwa wanita itu sudah lama ada di sana, wajah Viona yang awal nya menyala kini seketika meredup, dengan langkah gontai ia menghampiri Sari yang sedang sibuk dengan wajan dan kompor
"Yahh, Kirain aku orang pertama yang bangun, gak tau nya bik Sari yang duluan" Keluh Viona yang membuat wanita itu tersenyum
"Emang nya kamu mau ngapain bangun pagi-pagi? Kan sekolah nya masuk jam setengah delapan?" Tanya Sari
"Aku kan di sini jadi pembantu bik, ya bangun pagi buat masak, masa mau senam" Canda Viona dengan wajah yang terlihat sangat lucu
Sari terkekeh geli mendengar ucapan Viona, wanita itu memberikan beberapa sayuran untuk gadis itu cuci
"Ya udah, ini cuci terus di iris-iris" Titah Sari
Viona mengambil sayuran itu dan segera mencuci nya, Sari sendiri menyiapkan makanan yang baru saja ia buat untuk di taruh di dalam mangkok
Kedua nya bekerja dengan canda tawa yang menggelegar, Salma yang melihat keakraban mereka berdua hanya bisa tersenyum tipis, kini rumah nya menjadi ramai karena kehadiran mereka berdua
Meskipun di dalam relung nya yang paling dalam, ia sangat merindukan putri nya itu
"Andai dulu kamu nurut apa kata mama, pasti mama gak akan usir kamu dari rumah ini" Batin nya dengan sendu
Setelah semua nya beres, Viona izin untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah, karena jam sudah menunjukan pukul 6 lewat 30
Ia bersenandung kecil sembari memainkan rambut nya sembari berjalan menaiki anak tangga, perasaan nya saat senang, karena nanti pulang sekolah Viona bisa mengajak ibu nya untuk tinggal di rumah ini
"Semoga nanti di sekolah gak ketemu sama Baskara" Gumam nya memohon
10 menit pun berlalu, kini gadis itu telah siap dengan seragam nya, rambut panjang ia ikat setinggi mungkin hingga memperlihatkan leher jenjang nya, tak lupa ia juga meletakan kacamata nya yang biasa ia pakai setiap hari
"Dah beres, waktu nya berangkat!!" Seru nya dengan semangat membara
Kaki nya melangkah kecil menuju meja makan, ia melihat Salma sedang menikmati sarapan nya dengan tenang dan nikmat
"Nek, aku berangkat sekolah dulu"
Viona mengulurkan tangan kanan nya, Salma menyambut uluran tangan gadis itu dengan tersenyum manis
"Kamu enggak sarapan dulu? Ini masakan kamu enak banget loh" Puji wanita itu yang membuat Viona salah tingkah
"Ahh nenek terlalu berlebihan, kalo di bandingin sama masakan bik Sari gak ada apa-apa nya itu nek" Ucap Viona
Sari yang mendengar nya hanya bisa mencibir dan menggerutu, entah itu sebuah pujian atau hinaan untuk diri nya, tetapi wanita itu sama sekali tak peduli dan terus mengunyah makanan nya hingga bersih tak tersisa
"Liat tuh Sari, udah nambah 2 kali dia, kata nya masakan kamu enak banget, ngalahin restoran bintang lima" Ucap Salma seraya memberikan satu jari jempol tangan nya
"Bener apa yang di ucapin nenek, masakan kamu emang enak, kapan-kapan ajarin bibik resep nya ya" Pinta Sari dengan mengerlingkan sebelah mata nya
Hal itu membuat Viona dan Salma tertawa bersamaan karena tingkah Sari yang menurut mereka sangat lucu
"Siap bik, aku juga perlu banyak belajar sama bibik, soal nya bibik kan udah banyak pengalaman nya"
Sari tidak langsung menjawab ucapan Viona, wanita itu meraih piring dan juga gelas yang ia gunakan untuk sarapan dan membawa nya ke wastafel
"Iya, nanti bibik bakal ajarin kamu semua nya, sekarang berangkat sana, ini udah siang"
Viona melihat jam arjoli nya dan benar apa yang di ucapkan oleh Bik Sari, kini jam sudah menunjukan pukul 7, yang di mana setengah jam lagi kelas akan di mulai
Gadis itu melangkah maju untuk mengambil bekal yang sebelum nya sudah di siap kan oleh Bik Sari
"Aku berangkat dulu nek, dan makasih buat bekal nya bik" Ucap Viona sembari berjalan tergesa-gesa
Kedua wanita itu mengangguk dan terus menatap kepergian Viona dengan perasaan pilu
"Kasian ya Sar, harus nya dia menikmati masa muda nya buat fokus belajar, bukan nya malah cari uang buat berobat ibu nya" Ucap Salma yang sudah mengetahui kehidupan Viona sebelum nya
"Iya nek, tapi mau gimana lagi, mungkin ini jalan yang udah di takdir in Tuhan buat dia"
Sari yang mendengar bagaimana kehidupan Viona merasa sangat prihatin dan juga sedih, dulu ia juga memiliki anak perempuan, tetapi karena sebuah insiden kecelakaan yang ia alami beberapa tahun yang lalu membuat putri nya meninggal dunia
Sejak saat itu kehidupan Sari benar-benar berubah, suami nya yang dulu sangat menyayangi nya kini mulai acuh dan tak peduli, bahkan ia kerap di kdrt dengan alasan yang tidak masuk akal
Dan karena Sari sudah tak sanggup lagi, akhirnya ia memutuskan untuk bercerai dan memilih bekerja sebagai pembantu demi untuk bertahan hidup
Selama perjalanan ke sekolah, bibir Viona tak henti-henti nya tertarik ke atas, ia berjanji setelah lulus nanti akan bekerja lebih lagi, agar ke depan nya bisa menjadi orang yang sukses