Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siaran langsung
Liam mengunggah semua hubungan antara kasino dan Bento Arison, dan dengan bantuan Ai Mr park, yang mengendalikan jaringan sosial, berita itu menyebar kemana-mana.
Tanpa butuh waktu lama, internet dipenuhi dengan diskusi tentang keluarga Arison, yang ikut andil dalam bisnis kasino.
Banyak keluarga besar yang memiliki bisnis ini, dan itu sudah menjadi rahasia umum. Orang-orang juga tidak bodoh, mereka mengetahui hal itu. Tapi setelah melihat jumlah transaksi, yang mencapai miliaran rupiah setiap bulannya, semua orang tercengang.
Hanya dari satu kasino saja, keluarga Arison sudah meraup untung miliaran rupiah per bulan. Lalu bagaimana dengan bisnis kasino di kota lain?, bahkan jika itu lebih rendah, tetap bukan hal yang remeh.
Hal itu membuat perbincangan di dunia Maya semakin memanas, banyak orang-orang yang penasaran, apalagi orang-orang yang ahli dalam hal itu, menyelidiki yang lain.
Setelah penyelidikan, muncul lagi berita bahwa keluarga Arison memiliki 12 kasino di seluruh negri.
Hal itu membuat orang-orang murka, dan orang-orang yang murka itu kebanyakan ibu-ibu atau setiap istri yang memiliki suami penjudi.
Mereka sudah mengalami penderitaan di keluarga, karena banyak uang hasil jerih payahnya habis untuk judi.
Sehingga terjadi kekacauan, banyak orang-orang menelpon layanan darurat disetiap kota.
Hal itu membuat setiap polisi yang ada di seluruh negri kebingungan, telpon layanan darurat mereka tak henti-hentinya berbunyi.
Setiap laporan hanya membahas hal yang sama, yaitu mengusut tuntas kasus kasino ini, dan jika kasino itu tidak ditutup, para polisi akan menyaksikan kekejaman ibu-ibu di seluruh negri.
Tak berselang lama kemudian, stasiun televisi di seluruh negri telah menyiarkan banyak berita tagi. Berita itu hanya seputar kasino, dan ibu-ibu di setiap kota yang sedang bersiap-siap.
Liam takjub melihat semua berita itu, dia tidak menyangka akan memberikan kehebohan sebesar itu.
Jika beritanya sudah sebesar ini, Liam sudah bisa menjamin bahwa besok, puluhan kasino milik keluarga Arison akan di selidiki.
Melihat semua kejadian yang dilakukannya ini, sebagai dalang utama, Liam hanya tersenyum sinis.
Dia menutup komputer nya, lalu berjalan keluar ruangan. Menuruni tangga, dia sudah melihat seluruh keluarganya sedang duduk di meja makan, dan melihat Yuna yang hendak berdiri untuk memanggil nya.
Tapi melihat Liam yang sudah berjalan mendekat, Yuna hanya tersenyum menyapa, "sayang ayo makan malam."
Meski hubungan mereka masih canggung, tapi melihat pria yang menjaga kata-kata ini, dan menepati semua janjinya, Yuna sudah mulai menyukai Liam dengan tulus.
Apalagi setelah mendengar dari ayahnya, bahwa Liam telah mendukung usaha ayahnya, dengan mengeluarkan modal yang besar. Rasa cintanya terhadap suaminya ini semakin dalam.
Melihat senyum manis Yuna yang tulus, Liam sudah mengerti sesuatu. Lalu dia menatap ayah mertuanya yang tampak berantakan.
Sepertinya, ayah mertuanya ini sangat serius dalam membangun bisnisnya, hingga tampak begitu kelelahan.
Kemudian dia menatap ke arah dapur, dan melihat ibu serta ibu mertuanya, yang sedang bekerja sama memasak beberapa hidangan lagi.
Liam duduk di depan ayah mertuanya sembari menyantap, "ayah tampak sangat kelelahan," ucapnya.
"Ohh... Apakah sangat jelas, tapi ayah mertua mu ini sedang sangat bahagia, semua berjalan sangat baik hari ini," balas Arya Wiguna.
Mendengar perkataan Arya, Liam menjadi penasaran. "Ohh, apakah ayah mendapatkan hasil yang bagus ketika membeli tanah itu?," tanya Liam penasaran.
Mendengar itu, lalu mengingat kembali kejadian tadi siang, membuat Arya kembali tertawa lebar. "Hahaha.. kamu sungguh tidak tahu, hari ini adalah pembukaan yang sempurna buat ku," ucap Arya senang.
Ternyata Arya sudah melakukan banyak hal kali ini, setelan berangkat pagi tadi, dia langsung pergi mengurus surat pendirian perusahaan.
Setelah itu, dia kembali menelpon kontak-kontak lamanya, yang sudah berjuang bersama.
Karna sudah menjadi teman lama, dan mendengar bahwa kali ini Arya memiliki pendukung yang kuat. Semua teman lamanya itu setuju untuk bekerja dengannya, hingga perusahaan dan kariawan selesai di urus dalam satu hari.
Setelah mengurus semua itu, Arya kembali pergi untuk mengurus pembelian lahan yang ditetapkan.
Karna kode zonasi, kode pembangunan serta batasan penggunaan lahan, Arya hanya bisa membeli paling banyak 10 hektar luas tanah.
"10 hektar sudah sangat banyak, dengan batasan penggunaan lahan, saya tidak menyangka kalau ayah dapat membeli sebanyak itu," ucap Liam dengan heran.
"Tentu saja, jika bukan karna beberapa teman lama saya, mungkin kita hanya dapat 5 hektar saja," ucap Arya dengan sedikit bangga.
Meski dia tidak memiliki bisnis, tapi hidup selama bertahun-tahun ini, Arya sudah mendapatkan cukup banyak koneksi.
Jadi, kalau hanya sekedar membeli lahan di desa, dia masih sanggup untuk membeli lebih.
"Bagaimana ayah akan menggunakan lahan ini?", tanya Liam penasaran.
"Ohh, saya berencana membangun kompleks mewah, bagaimana menurutmu?," tanya Arya kembali.
"Apakah ada larangan untuk tinggi bangunan?," tanya Liam.
Mendengar pertanyaan itu, Arya langsung paham apa yang Liam ingin bilang.
"Maksudmu, lebih baik kita membangun apartemen?," ucap Arya.
"Jika memang tidak ada larangan untuk tinggi bangunan, lebih baik ayah mertua menggunakan satu hektar lahan untuk membangun apartemen. Itu bisa menjadi bisnis jangka panjang anda," ucap Liam menyarankan.
Arya juga paham apa yang dimaksud Liam, jika hanya membangun kompleks yang akan di jual, maka keuntungan mereka hanya sebatas hasil menjual semua kompleks yang akan di bangun.
Tapi jika ada satu bangunan apartemen tinggi dan mewah, bisnis mereka akan berlanjut disana, sembari menyewakan apartemen.
Jika memang tempat itu akan menjadi pembangunan sekolah tingkat elit itu. Maka, dalam beberapa tahun kemudian, tempat itu akan menjadi pusat pembangunan yang baru, dan kemungkinan besar akan menjadi kota baru.
Jika itu sudah menjadi kota, dari harga menyewa apartemen saja sudah sangat menguntungkan.
"Baiklah, sepertinya saranmu cocok untuk di coba," ucap Arya.
Perbincangan mereka berdua terganggu, karna Liam melihat Yuna yang sangat sibuk.
Dia tampak sedang mondar-mandir, mengotak-atik tripod dan meletakkan diatas meja, sembari mencari sudut yang bagus untuk angle wajahnya.
"Kamu sedang ngapain sayang?," tanya Liam heran.
"Aku sudah lama tidak siaran langsung, aku mau siaran langsung hari ini, boleh kan?," tanya Yuna yang seperti meminta ijin, tapi tindakan seperti dia tidak memperdulikan ijin Liam sama sekali.
"Kamu bertanya boleh kan?, tapi kamu sudah menyiapkan semuanya, kalau begini, buat apa kamu masih bertanya?," ucap Liam.
"Ohhh, hanya basa-basi saja," ucap Yuna sambil sibuk menyalakan kamera hp nya.
"Biarkan saja, kami sudah terbiasa dengan tingkah lakunya," ucap Arya dengan menggelengkan kepalanya. Dia mengatakan itu, karna melihat wajah Liam yang tidak menunjukkan ekspresi tidak setuju, dan hanya senyum kasih sayang saja yang tampak di wajahnya.