Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.
Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.
Bagaimana kisah selanjut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Jack ? "
" Mau apa dia mengirimkan pesan?" batin Dewi
"Ada ada saja " Dewi mengabaikan pesan dari calon adik iparnya itu.
Menemani kedua anaknya tanpa Randi ternyata sangat menyenangkan,.dia melihat Yan duduk bersama mereka sampai pukul 22.00..Dewi mengelus lembut rambut anak lelakinya itu.
"Kak.... kenapa pesan saya nggak di balas ?"
Dewi membaca pesan itu tapi tidak ada sama sekali niatnya untuk membalas.
Dewi memilih membuka media sosialnya, kali ini dia menggunakan akun lama nya yang jarang di buka, setelah menikah dengan Randi, membuat akun baru. Tak ada yang tau tentang akun ini milik Dewi. Hanya Amalia dan beberapa orang yang tahu. Dewi melihat lihat sebentar sebelum tidur.
"Jalan jalan ke kota seberang bersama kesayangan ku semua " Video dengan status yang baru di upload 46 menit yang lalu. Status kak Rani. Rupanya kak Rani sengaja menghapus pertemanan dengan Dewi. Tapi mereka juga tidak tahu akun Dewi yang lama berteman dengan mereka.
Dewi tau jika dia tidak bisa melihat postingan Rani dan Reni ketika dia melihat dia tidak lagi berteman dengan mereka dan profile mereka di kunci. Dewi juga berpura pura tidak tahu.
Dewi bisa melihat Randi sedang duduk di belakang dan memeluk seseorang. Jantung Dewi berdetak kencang saat melihat wanita yang sedang di peluk oleh Randi, sekarang terlihat jelas wajah wanita itu.. Mariam !
Dewi terkejut, ternyata Mariam yang bakal jadi calon adik madunya. Semua keanehan sikap mereka, kembali berputar di kepala Dewi.
"Pantas saja mereka begitu pandai menyembunyikan tentang Mariam " Batin Dewi
"Baiklah kak... saya ikuti saja keinginan kamu, saya ingin minta cerai saat ini rasanya nggak mungkin " Dewi mengingat Rama yang sedang mencarinya setelah sekian lama meninggalkan dia dan kedua anaknya.
Dewi tidak ingin Rama masuk dalam kehidupannya lagi, jika Dewi berpisah dengan Randi, dia ingin hidup bersama kedua anaknya saja. Tapi saat ini dia akan mencoba bertahan bersama Randi dan berpura-pura bersikap tidak tahu tentang semuanya.
"Ayo bermain main kak Randi, Kakak ingin menjadikan Mariam ibu dari anak anakmu dan saya akan menjadikan kalian tameng untuk melindungi saya dan kedua anak saya dari gangguan kak Rama" Batin Dewi dengan sebuah senyuman sinis di wajah Dewi.
Satu notifikasi pesan masuk di messenger Dewi.
Dewi terpaku menatap pengirim pesan ini, Setidaknya Dewi beruntung memiliki jantung yang kuat. Karena akhir akhir ini dia melihat banyak kejadian yang membuat jantung nya berdetak kencang terus.
"Wi...Saya ingin bicara denganmu" Dewi tidak membuka sama sekali pesan itu karena Dewi sudah tahu siapa. Dewi memilih mengabaikan pesan dari orang yang ingin sekali ia hindari.
Tanpa menunggu lama, setelah Dewi screenshot video yang nampak Randi dan Mariam berpelukan, Dewi menutup akun lamanya.
Dewi tersenyum melihat kedua anaknya yang masih menonton.
"Kakak, adek.. Bobok yuk.. "
" Iya ma, Arum udah ngantuk sekali"
Setelah mereka berada dalam kamar mereka masing-masing, Dewi juga ingin tidur.
Dewi memejamkan matanya tapi getaran ponselnya membuatnya harus membuka kembali matanya.
"Jack ?"
"Ada apa ini? Dia sepertinya menganggu sekali" Batin Dewi, Dewi memilih mengabaikan pesan dan panggilan masuk dari Jack.
*
Sementara di tempat lain, di sebuah rumah tingkat. Jack sedang menahan amarahnya. Dia tidak pernah di abaikan seperti ini oleh wanita manapun. Apalagi ini seorang perempuan seperti Dewi.
Jack sering melihat Dewi keluar masuk di hotel langganan nya juga.
"Hei...kenapa kayak cacing tanah yang kena siram garam kau ?" Tanya kakak Jack yang masih bujang juga.
"Coba lihat cewek ini ?" Jack menunjukkan Dewi pada kakaknya
"Wuih cantik sekali, kenalin dong Jack "
"Ah kakak, ini bakal gebetan saya"
"Istri orang?" di balas anggukan kepala dari Jack
"Gila kau ya, udah punya anak berapa?"
"2 orang anak "
"Wah.. emak emak the best deh "
"Kakak tau, dia juga kakak ipar Reni"
"Apa....... ?"
Jack tersenyum puas melihat reaksi terkejut kakaknya.
"Jack... Kamu tu gila ya, Gimana kalau Reni tahu. Bisa batal kamu kawin sama dia "
"Reni nggak bakalan tau kak, karena dia ini juga pemain kak"
"Maksud kamu?"
"Saya udah dua kali melihat dia di hotel itu dengan cowok yang sama, bukan suaminya "
"Masa sih? Coba lihat lagi fotonya?"
Jack memberikan ponselnya yang ada gambar Dewi.
Kakak Jack terus menatap wajah cantik itu di ponsel adiknya.
"Jangan terlalu lama di lihat kak, ntar kakak naksir beneran. Ini istri orang kak"
Di mata Kakak Jack tak terlihat dia seperti wanita yang suka dengan berganti ganti pasangan. Tapi kenapa Jack bisa seyakin itu.
"Udah kak... Jangan terlalu dipikirkan nanti kakak beneran naksir orang nya" Ejek Jack yang melihat kakaknya tiba-tiba diam.
"Kamu yakin Jack dia bakalan mau sama kamu ?" Tanya si kakak Jack sedikit ragu.
"Kak Yogi Ardiansyah dengar baik baik ya kak, perempuan sekelas kak Shasha saja saya ajak bolak balik ke hotel nggak pernah nolak. Apalagi kak Dewi ini " Jawab Jack sedikit sombong.
"Ye...kan kamu tau, Shasha udah lama suka sama kamu Jack, lagian Sasha tu belum punya anak sama suaminya jadi mau kamu apain juga dia mau mau aja "
"Ini juga sama, dia juga pasti mau"
"Lah terus gimana cara Pedekate nya" Tanya Yogi penasaran
"Ini lagi ngirim pesan kak, Tapi anehnya kok nggak di balas. Padahal kan saya udah bilang siapa saya ?"
"Hahaha.....hahaha....Jack.. Jack, kamu tu ya "
"Apaan sih kak"
"Jack...dia berbeda sama Sasha. Dia wanita rumahan itu Jack.. Kamu aja yang nggak peka "
"Tapi saya di diamkan kayak gini, saya semakin penasaran kak " Jawab Jack
"Ah terserah kamu aja deh, udah saya kasih tau, dia berbeda dari Shasha. Kamu coba aja terus."
Sang kakak ingin keluar dari kamar Jack, namun dia diam karena melihat sekarang Jack lagi yang termenung.
2 tahun pacaran sama Reni, Jack hanya bertemu Dewi beberapa kali pada acara keluarga Reni. itupun tanpa bicara hanya tersenyum.
Dua kali melihatnya di hotel dan bicara langsung dengan Dewi membuat Jack bisa melihat Dewi dengan jelas.
"Dia jauh lebih cantik dari Reni " Batin Jack.
Yogi penasaran dengan sosok Dewi yang membuat adiknya seperti orang gila saat ini.
"Kamu masih menunggu balasan dari Cewek itu?"
"Iya,.Kenapa nggak balas. cuman di baca doang "
"Coba aja kamu tunggu besok"
"Nggak pernah saya di diamkan sama cewek kayak gini "
"Kalau dia diam terus, artinya dia ngga seperti pikiran kamu itu ".
"Nggak, Saya harus dapetin dia kak"
"Kamu gila ya, sebentar lagi kamu sama Reni tunangan. Kamu nggak takut apa malah jadi masalah untuk kamu "
"Ahh.. Bodoh amat kak"
Si kakak hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adiknya sudah seperti orang yang gila.
Dia ingat, sama Reni dulu dia tidak seperti ini. Reni adalah teman kerja ibunya Jack. Beberapa kali Reni menemani ibu Jack, hingga mereka saling kenal. Mulai lah ibu Jack mendekat kan mereka.
Ibu Jack suka dengan Reni karena Reni sangat baik dan sopan.
"Sebaiknya nggak usah di tunggu, kamu nggak bakalan bisa tidur Jack " Kata kakaknya sambil berlalu pergi dari kamar Jack.
Jack diam menatap gambar Dewi, entah sejak kapan dia punya gambar Dewi di ponselnya.
Jack terus menatap wajah cantik itu, wajah itu seperti blasteran. Hidung dan mata Dewi layaknya seperti orang arab.. Kulit yang putih ciri khas keluarga mereka karena Reni juga memiliki kulit yang putih.
"Kak... Kenapa nggak di balas? Kakak udah baca, harusnya di balas"
Jack mengirimkan pesan itu, Jack menunggu.. Satu menit,dua menit hingga satu jam tak ada balasan sama sekali, di baca pun tidak. Jack kesal dia melempar ponselnya ke atas ranjang.
Pesan dari Reni tak ada satupun yang di balas nya, di baca saja tidak sama sekali.
Besok dia berniat mencari Dewi di hotel itu lagi. Jack sudah seperti orang yang tidak berpikir normal lagi.
Pagi ini Dewi tidak masuk kerja karena kemarin dia sudah selesai dengan pekerjaannya. Hari ini dia akan mengantarkan beberapa barang pesanan orang.
Sementara itu pukul 10 pagi Jack sudah di lobi hotel. Dia masih berharap bisa melihat Dewi. Entah sejak kapan dia penasaran pada Dewi.
Tiba-tiba Jack melihat resepsionis yang kemarin.". Permisi mbak...saya mau tanya. Tamu salah satu hotel yang kemarin udah pulang ya ?"
"Tamu?"
"Oh iya....saya temannya juga, cuman di hubungi nomer nya nggak aktif " Jawab Jack sengaja.
"Siapa namanya pak?"
"Dewi Ratna"
Si resepsionis menatap wajah Jack sangat lama, ini mengingatkan padanya kalau dulu juga pernah ada orang yang berpikiran Dewi adalah tamu hotel. Dengan tersenyum dia mengambil ponselnya, menyalahkan rekaman suara.
"Maaf pak tadi nama teman nya siapa?"
"Dewi Ratna"
"Oh... tamu bernama Dewi Ratna dia ke sini hanya menemui temannya juga "
"Oh begitu, emang dia selalu ke sini ya mbak?"
"Sering, semingu bisa tiga sampai empat kali pak "
"Wahh......."
"Kalau dia ke sini bisa nggak mbak hubungi saya? Mohon bantuannya ya mbak "
"Oh boleh, pak simpan saja nomor nya di sini ya pak ". resepsionis itu menyerahkan buku kecil. Lalu dia menulis nama di situ " tamu Dewi ".
.
.
.
.
Bersambung.....
Hai..... jangan lupa tinggalkan jejak ya dan jangan lupa 🌟🌟🌟🌟🌟 5 nya juga..
Makasih, semoga suka ceritanya ☺️
sudahlah miskin belagu pulak tuh