Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11: Perjamuan Musim Dingin dan Siasat Baru
Meilin tidak terintimidasi oleh tuduhan langsung tersebut. Ia justru terkekeh pelan. Kekehannya terdengar renyah namun dingin, berbaur dengan suara gesekan daun pinus di halaman luar. "Tuan, menuduh seseorang tanpa bukti tertulis di ibukota ini bisa membuatmu dituntut atas pencemaran nama baik keluarga bangsawan. Toko obat ini dibeli murni dengan menggunakan sisa uang perak dari warisan ibundaku yang kusimpan diam-diam."
Long Feng tidak mendesak lebih jauh untuk meminta pengakuan. Ia tahu rubah kecil di depannya ini memiliki pertahanan mental yang luar biasa kuat dan tidak akan pernah mengaku dengan mudah sebelum terpojok sepenuhnya. Pria itu menegakkan kembali tubuh tingginya, memberikan sedikit ruang napas bagi Meilin.
Ia meraba pinggangnya, mengambil sebuah lencana perak kecil berbentuk oval dengan ukiran kepala serigala hitam yang sedang melonglong dengan sangat detail. Long Feng meletakkan lencana seberat beberapa ons itu di atas meja kayu balkon di samping Meilin.
"Lencana ini adalah simbol otoritas dari Pasukan Serigala Hitam, unit pengawal bayangan pribadi kekaisaran," kata Long Feng, suaranya kini berubah menjadi sangat serius, kehilangan nada bercandanya yang tadi. "Menteri Hua dan Selir Hua saat ini sedang mengerahkan pemburu bayaran pasar gelap untuk melacak uang perak mereka yang hilang. Jika tokomu ini mendadak diganggu oleh preman atau pejabat lokal yang disuap oleh mereka, tunjukkan lencana ini pada komandan militer kota. Anggap saja ini sebagai biaya konsultasi medis dan bayaran atas obat penawar yang kau berikan padaku waktu itu."
Meilin menatap lencana perak tersebut di bawah cahaya lampion. Di dunia kuno yang penuh dengan penindasan kelas sosial dan hukum yang tumpang tindih ini, memiliki pelindung atau tameng dari pihak militer kekaisaran adalah aset yang sangat krusial untuk melindungi bisnis bayangannya yang baru berdiri. Meskipun ia tahu pria di depannya ini penuh dengan rahasia berbahaya dan motif tersembunyi, Meilin bukanlah orang yang naif untuk menolak keuntungan finansial dan keamanan yang diberikan secara gratis.
Ia mengulurkan tangan, mengambil lencana perak yang terasa dingin itu, lalu menyimpannya dengan rapi di balik lipatan lengan baju jubah jubah abu-abunya. "Baiklah, aku hargai kebaikan hatimu dan kuterima hadiah ini. Namun, jangan harap kau akan mendapatkan diskon atau perlakuan khusus jika suatu hari nanti kau datang sebagai pasien biasa di tokomu ini, Tuan Sipir."
Long Feng tertawa lepas mendengar julukan baru yang diberikan Meilin padanya. Suara baritonnya yang jantan dan berwibawa terdengar sangat lepas, memenuhi keheningan malam balkon lantai dua. Keaslian tawa pria itu adalah sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh para menteri di ruang sidang istana.
Namun, sebelum Meilin sempat mengantisipasi pergerakan berikutnya, Long Feng tiba-tiba bergerak secepat kilat. Tangan kanannya yang besar melesat maju, mencengkeram tengkuk leher Meilin dengan lembut namun tegas, mengunci posisinya agar tidak bisa menghindar. Sebelum Meilin sempat menarik belatinya, Long Feng menundukkan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan yang cepat, hangat, namun penuh penekanan tepat di kening wanita itu.
Cup.
Meilin tertegun sejenak di tempatnya berdiri, matanya membelalak kaget dengan tubuh yang mendadak kaku. Ini adalah pertama kalinya sepanjang hidupnya—baik di kehidupan masa lalu sebagai agen top The Ghost maupun di kehidupan saat ini—ada seorang pria yang berani mengambil keuntungan fisik darinya tanpa berakhir dengan patah tulang atau kematian yang mengenaskan. Saraf bertarungnya terlambat merespon karena otaknya sempat mengalami blank sesaat akibat tindakan tidak terduga tersebut.
"Sampai jumpa lagi di permainan berikutnya, Lin Meilin. Jaga toko obatmu ini dengan baik agar tidak hancur sebelum aku kembali," bisik Long Feng tepat di depan bibir Meilin, memberikan senyuman penuh kemenangan yang sangat menyebalkan bagi Meilin.
Dalam sekejap mata berikutnya, sebelum Meilin sempat melayangkan pukulan ke arah ulu hatinya, tubuh tinggi besar sang Kaisar melompat dari pagar balkon lantai dua, melesat ringan ke atas atap rumah-rumah penduduk di seberang jalan, dan menghilang sepenuhnya di balik kegelapan malam musim dingin bagai hantu malam.
Meilin berdiri mematung di balkon selama beberapa detik. Ia mengangkat tangan kanannya, perlahan menyentuh keningnya yang masih terasa hangat dan menyisakan aroma tipis kayu cendana milik pria itu. Sebuah umpatan kecil dalam bahasa kode modern keluar dari bibirnya yang mengatup rapat.
Namun, sedetik kemudian, kekesalan di wajah cantiknya menguap, digantikan oleh senyuman penuh perhitungan yang sangat tajam. Tatapan matanya beralih ke arah langit barat, tempat Istana Utama Kencana berdiri megah di kejauhan.
"Kaisar Long Feng... atau siapa pun kau yang mengendalikan pasukan bayangan kekaisaran," gumam Meilin sambil mengeratkan genggaman tangannya pada lencana serigala di balik lengan bajunya. "Jebakan situasi romantis yang kurancang ternyata menarik perhatian ikan yang jauh lebih besar dari dugaanku. Mari kita lihat, siapa yang pada akhirnya akan merangkak memohon ampunan di bawah kaki siapa ketika seluruh topeng ini terbuka."
Dengan jaring kekuasaan di luar istana yang mulai terbentuk dan perhatian dari lingkaran dalam kekaisaran yang berhasil ia amankan, Lin Meilin tahu bahwa waktu pengasingannya di Istana Dingin akan segera berakhir dengan sebuah ledakan intrik politik yang besar.
Toko Obat Seribu Penawar resmi dibuka di sudut sibuk pinggiran ibukota, dan dalam waktu singkat langsung mengguncang pasar ekonomi. Sesuai strategi bisnis modern yang dirancang Lin Meilin, ramuan detoksifikasi dan kecantikan dijual dengan harga setinggi langit kepada para nyonya bangsawan, sementara obat luka luar dan penawar racun dasar dijual sangat murah untuk rakyat jelata. Strategi subsidi silang ini terbukti genius; kas rahasia Meilin terisi penuh dalam hitungan hari, sementara jaringan informasi dari rakyat bawah mulai mengalir masuk ke lantai dua tokonya melalui Paman Chen.
Namun, ketenangan bisnis Meilin di luar tembok istana terusik oleh pergerakan baru di dalam harem belakang.
Sore itu, salju turun lebih lebat dari biasanya, membungkus atap-atap Istana Dingin dengan lapisan putih yang tebal. Cui Er menyelinap masuk ke paviliun utama Meilin dengan napas memburu, wajahnya tampak cemas di balik jubah berbulunya.
"Permaisuri, Selir Agung Hua telah mengambil tindakan baru," lapor Cui Er sambil berlutut dengan khidmat di depan Meilin yang sedang meneliti formula racun baru. "Karena kehilangan tiga puluh ribu keping perak tempo hari, posisi finansial ayahnya—Menteri Hua—sedikit goyah. Untuk mengembalikan wibawa keluarganya dan merebut kembali perhatian penuh dari Yang Mulia Kaisar, Selir Hua telah membujuk Ibu Suri untuk mengadakan Perjamuan Berburu Musim Dingin tiga hari lagi."
Meilin meletakkan kuas tintanya perlahan. "Perjamuan Berburu? Lalu apa hubungannya dengan istana dingin ini?"
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?
Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.
Hamba butuh dukungan kalian
semangat thor nulisnya nya🤭
kalo berkenan mampir thor😉