NovelToon NovelToon
Hidayat Bersaudara

Hidayat Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:682
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Guntur Hidayat dan Ali Hidayat awalnya bersekolah di SMA yang mayoritas dihuni anak orang kaya. Karena keterbatasan biaya, keduanya terpaksa putus sekolah. Mereka lalu membantu kakak tertua mereka, Faris Hidayat — sosok yang disegani, ahli memperbaiki dan memodifikasi motor, serta diam-diam pandai mengembangkan uang lewat saham terindeks. Bersama orang tua mereka, Bapak Wijaya Hidayat dan Simbok Arum Sari, ketiga bersaudara ini berjuang membangun masa depan lewat bengkel kecil mereka. Membuktikan: keberhasilan tidak harus selalu lewat bangku sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Ngopi, Rokok, dan Cerita Sekolah Dulu

Sore itu, suasana di teras rumah terasa sangat damai dan hangat. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma tanah basah sisa hujan pagi tadi. Di atas meja kayu tua yang sudah mulai kusam, ada teko teh hangat, beberapa cangkir, dan sebungkus rokok Gajah Baru Kertek yang tadi pagi baru saja dibeli Guntur. Semua anggota keluarga sudah berkumpul lengkap: Bapak Wijaya, Ibu Arum Sari, Faris, Guntur, Ali, dan si kembar Maya serta Miya.

Mereka duduk melingkar santai. Faris menyulut sebatang rokok, menghisap pelan-pelan lalu mengembuskan asapnya ke udara, diiringi tegukan kopi hitam pekat yang panas. Rasa nikmat itu menjalar ke seluruh tubuh, rasanya semua beban dan lelah pelan-pelan hilang berganti rasa syukur. Dia menatap kedua adik kembarnya yang duduk manis bersebelahan, matanya bersinar lembut penuh harapan.

"Maya... Miya... sini dekat-dekat sama Abang, ada yang mau Abang omongin serius tapi santai kok," panggil Faris sambil tersenyum, meletakkan cangkir kopinya pelan di meja.

Kedua gadis kecil itu langsung maju sedikit, menatap Abangnya dengan perhatian penuh. "Ada apa Bang? Masih soal pindah ke Gedangan ya?" tanya Maya penasaran.

Faris mengangguk pelan, lalu melanjutkan bicaranya sambil sesekali memainkan rokok di jari tangannya. "Iya, masih soal masa depan kalian berdua. Dulu kan kalian sempat berhenti sekolah karena kita lagi susah banget ya? Nah, nanti kalau kita sudah sampai di Gedangan, Abang mau daftarkan kalian masuk Sekolah MI ya. Bagus lho dik, sekolah MI itu bukan cuma belajar baca tulis berhitung biasa aja kayak sekolah umum. Di sana itu kayak sekolah pondok kecil, banyak pelajaran agamanya juga. Nanti teman-temannya banyak, lingkungannya bagus, anak-anak pada sopan dan rajin semua di sana."

Mata Maya dan Miya langsung berbinar-binar. "Wah, asik Bang! Berarti bisa belajar ngaji lebih dalam juga ya? Kami suka kalau gitu," seru Miya antusias.

"Iya dong. Sekolah MI itu bagus banget buat dasar kalian. Terus nanti lulus MI, lanjut lagi ke MTs. Jadi urutannya nanti: masuk MI kelas 1 sampai 6, habis itu lanjut ke MTs kelas 7, 8, sama 9. Gitu urutannya dik. Tenang aja, nanti Abang yang urus semua pendaftarannya. Abang juga Insyaallah kenal sama guru-gurunya di sana. Dulu kan Abang sendiri sekolah di situ, jadi banyak kenalan, nanti kalian aman, enak, dan diperhatikan terus sama Bapak Ibu Guru," jelas Faris panjang lebar sambil tersenyum bangga.

Dia diam sebentar, menghisap rokoknya lagi dalam-dalam, lalu menatap jauh ke depan, seolah melihat kembali masa kecilnya dulu. Suaranya jadi agak pelan tapi jelas terdengar semua orang.

"Kalian tahu nggak dik? Dulu Abang juga sekolahnya di situ kok. Mulai dari kecil, masuk MI, lanjut terus sampai MTs. Jadi Abang paham betul seluk-beluk sekolahnya, cara ngajarnya, semuanya. Dulu Abang cuma tamat sampai MTs doang, nggak lanjut ke SMP atau SMA kayak anak-anak lain. Waktu itu kebetulan Bapak mulai sakit-sakitan, ekonomi kita jatuh bangun, jadi Abang harus berhenti sekolah terus langsung kerja bantuin keluarga. Jadi iya dik, iya... Abang itu lulusan MTs aja. Nggak tinggi-tinggi banget pendidikannya kalau dilihat orang lain."

Faris tersenyum kecut tapi tetap tegar, menatap kedua adiknya bergantian. "Tapi percaya deh dik... ilmu yang Abang dapat dari MI sama MTs dulu itu yang jadi bekal paling kuat sampai sekarang. Ilmu agama, ilmu berhitung, ilmu menghargai orang, ilmu kerja keras, semuanya dasar-dasarnya dapet dari situ. Makanya Abang pengen kalian juga sekolah di sana. Biar pinter, biar berilmu, biar punya bekal masa depan yang kuat. Sekolah yang pinter ya dik, jangan malu, jangan takut. Abang aja yang cuma tamat MTs bisa begini, bisa berjuang, bisa bangun usaha, bisa cari jalan rezeki. Apalagi kalian nanti sekolahnya lebih rajin, pasti bisa jauh lebih sukses dari Abang."

Guntur sama Ali yang duduk di samping cuma mengangguk-angguk paham. Mereka juga tahu betul sejarah pendidikan Abang mereka. Bapak Wijaya yang dari tadi diam menyimak, mengelus jenggotnya pelan sambil tersenyum bangga.

"Betul kata Abang kalian itu," sela Bapak Wijaya pelan, suaranya parau tapi tegas. "Sekolah itu bukan cuma soal kertas ijazah, tapi soal ilmu dan akhlak. Faris cuma tamat MTs, tapi ilmunya luas, akhlaknya mulia, otaknya jalan terus sampai bisa berdagang saham, bisa benerin motor rumit, bisa atur rencana besar. Itu bukti kalau diajarin dengan benar dan diterapkan dengan sungguh-sungguh, sekolah di mana aja hasilnya luar biasa."

Ibu Arum Sari ikut menimpali sambil menuangkan kopi lagi ke cangkir Faris. "Iya itu, Nak. Abang kalian itu contoh paling nyata. Dulu susah, berhenti sekolah muda banget, tapi nggak pernah berhenti belajar. Makanya kalian berdua, Maya Miya, ikut apa kata Abang. Sekolah yang rajin, yang pinter, nanti kalau sudah besar mau jadi apa aja kalian bisa. Ibu sama Bapak cuma bisa doain, tapi Abang kalian yang bakal jalanin semuanya buat kalian."

Maya dan Miya mengangguk mantap, wajah mereka kelihatan serius dan bertekad kuat. "Siap Bang! Kami janji nanti sekolahnya rajin banget. Mau masuk MI, mau masuk MTs, kami ikut aja Abang. Kami bangga kok kalau sekolah di tempat Abang dulu sekolah. Nanti kalau ketemu guru-gurunya, kami bilang 'ini adiknya Mas Faris Hidayat lho Pak Bu', pasti mereka ingat kan Bang?" canda Maya bikin seisi teras tertawa renyah.

Faris ikut tertawa lebar, ketegangan dan beban di pundaknya rasanya hilang seketika melihat kebahagiaan keluarga kecilnya itu. Dia menenggak sisa kopi di cangkir sampai habis, lalu mematikan puntung rokoknya di asbak.

"Pasti ingatlah. Dulu Abang itu anaknya rajin, cuma sering bolos kalau lagi ada kerjaan bantu Bapak hehe. Tapi tenang aja, nanti Abang kenalin resmi, biar kalian diurus sama baiknya. Pokoknya nanti di Gedangan, urusan sekolah kalian beres, urusan bengkel Abang sama Guntur Ali beres, urusan warung Ibu sama Bapak juga beres. Kita mulai semuanya dari nol lagi, tapi modalnya udah jauh lebih besar: ada ilmu, ada pengalaman, ada kebersamaan, dan ada rezeki halal yang Allah kasih."

Faris melirik ke arah GL Herk warna pink yang terparkir gagah di sudut halaman, lalu kembali menatap keluarganya. Di dalam hatinya, rahasia besar itu masih tersimpan indah: rumah dan tanah di Gedangan itu sudah jadi milik mereka. Nanti saat sampai di sana, kejutan itu bakal jadi kado terindah buat pendidikan dan masa depan adik-adiknya.

Sore itu ditutup dengan obrolan panjang, tawa renyah, dan harapan yang makin membara. Sekolah MI, lanjut MTs, usaha makin besar, semua rencana sudah tersusun rapi di kepala Faris Hidayat. Dia percaya, dengan niat baik dan perjuangan mati-matian, masa depan keluarganya bakal jauh lebih cerah, jauh lebih indah dari apa pun yang pernah mereka bayangkan.

1
falea sezi
semangat nanti q kirim hadiah
falea sezi
author orang mana
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Sidoarjo
total 1 replies
falea sezi
bima kn otaknya kosong🤣 cm ngandalin harta orang tua nya aja😒
Ilham
BG jangan gantung gtu cerita nya npa bg
FARIZARJUNANURHIDAYAT: Siap Kak Ilham
😌 Jangan khawatir… cerita ini nggak bakal jadi ,gantungan kunci doang, bakal lurus sampai garis finis persis di lintasan balap Nanti bab-babnya menyusul cepat kok 😂
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut bg👍
Ilham
lanjut BG jangan gantung bg
Ilham
lanjut bg
Ilham
lanjut BG cerita dari awal mantap bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!