NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Penyesalan Suami: Mengejar Mantan Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Berbaikan
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dalam hidupnya Arkana punya satu rasa penyesalan yang teramat sangat. Bahkan dia tidak tahu ketika berpisah dengan Kanaya, wanita itu sedang dalam keadaan hamil.

Sampai suatu hari Arkana bertemu kembali dengan Kanaya, mantan istrinya. Karena ingin menebus rasa bersalahnya, Arkana ingin rujuk dan membangun pernikahan yang sesungguhnya.

Namun, Kanaya yang masih menyimpan luka, enggan rujuk.

Apakah Arkana berhasil mendapatkan hati Kanaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Cari siapa?" tanya Abinaya ketika membuka pintu.

Mata Arkana terbelalak begitu pintu terbuka sepenuhnya. Untuk beberapa saat, ia hanya bisa berdiri mematung di tempatnya. Jantungnya berdetak begitu keras hingga terasa menyesakkan dada. Anak laki-laki yang berdiri di hadapannya itu membuat seluruh pikirannya mendadak kosong.

Anak itu memiliki rambut hitam kecokelatan yang sedikit bergelombang, bentuk alis yang tegas, serta sorot mata yang begitu familiar. Semakin lama Arkana memperhatikan wajahnya, semakin besar pula keterkejutannya. Bentuk hidung, garis rahang, bahkan ekspresi wajah anak itu terasa sangat mirip dengannya. Seolah-olah ia sedang melihat versi kecil dirinya sendiri yang berdiri di depan pintu.

Arkana sampai lupa bagaimana caranya bernapas dengan normal. "Kenapa dia mirip sama aku?" batinnya

Sementara itu, Abinaya juga sedang mengalami keterkejutan yang sama. Ia menatap pria asing di depannya tanpa berkedip. Selama hidupnya, belum pernah ia melihat seseorang yang memiliki begitu banyak kemiripan fisik dengannya.

"Kenapa Om ini wajahnya mirip sama aku," batin Abinaya.

Anak laki-laki itu bahkan sempat melirik pantulan dirinya di kaca jendela dekat pintu, lalu kembali menatap Arkana. Keningnya berkerut kecil karena bingung.

Keheningan aneh itu akhirnya pecah ketika sebuah suara terdengar dari dalam rumah.

"Abinaya, siapa yang datang?"

Seorang pria dewasa berusia dua puluh tahunan berjalan mendekat dari arah ruang tengah. Begitu melihat sosok itu, hati Arkana seketika terasa seperti dihantam sesuatu yang keras.

Pria tersebut tampak begitu nyaman berada di rumah itu. Cara bicaranya, cara ia memanggil Abinaya, dan sikap santainya menunjukkan bahwa ia bukan orang asing di sana. Ia terlihat seperti seseorang yang sudah sangat dekat dengan penghuni rumah tersebut.

Pikiran buruk langsung menyerang Arkana tanpa ampun. Apakah Kanaya sudah menikah lagi?Apakah pria itu suaminya sekarang? Apakah selama lima tahun ini Kanaya telah menemukan kebahagiaan bersama orang lain?

Dadanya mendadak terasa sesak. Harapan yang sejak tadi tumbuh perlahan seolah diremas begitu saja. Untuk pertama kalinya sejak datang ke kota ini, Arkana merasakan ketakutan yang jauh lebih besar daripada kehilangan jejak Kanaya.

Bagaimana jika ia memang sudah terlambat? Bagaimana jika Kanaya sudah benar-benar melanjutkan hidupnya?

Di tengah kekacauan pikirannya, suara Abinaya membuyarkan lamunannya.

"Om cari siapa?" tanya Abinaya.

Arkana menelan ludah sebelum menjawab. "Apa ini rumah Kanaya?"

Abinaya mengangguk. "Iya, benar."

Belum sempat Arkana mengatakan apa pun lagi, pria dewasa itu sudah melangkah mendekat. Tatapannya mengamati Arkana dengan hati-hati.

"Anda siapa, ya?" tanyanya.

Pertanyaan sederhana itu justru membuat Arkana kehilangan kata-kata. Ia membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak tahu harus menjawab apa.

Biasanya ia mampu berbicara dengan tenang di hadapan siapa pun. Namun saat ini pikirannya benar-benar buntu.

Apa yang harus ia katakan? Apakah ia harus mengaku sebagai mantan suami Kanaya?Ataukah hanya mengatakan dirinya teman lama?Bagaimana jika Kanaya tidak ingin bertemu dengannya? Bagaimana jika kehadirannya justru mengganggu kehidupan yang selama ini sudah susah payah dibangun oleh perempuan itu?

"Aku ...." Arkana menggantung ucapannya. Ia bahkan terdengar seperti orang yang kehilangan kemampuan berbicara. Pria itu masih menatapnya penuh selidik.

"Maaf, Pak. Kalau memang ada keperluan dengan Kanaya, mungkin bisa meninggalkan pesan." Nada suaranya tetap sopan, tetapi jelas terdengar waspada.

Sebelum Arkana sempat menjawab, suara mesin mobil terdengar dari arah halaman depan. Semua orang spontan menoleh.

Sebuah mobil perlahan memasuki area rumah. Mobil itu berhenti tidak jauh dari teras. Beberapa detik kemudian, pintunya terbuka dan keluarlah sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut.

Wajah mereka tampak cerah dan penuh kebahagiaan..Begitu melihat mereka, Abinaya langsung berseru kegirangan.

"Oma! Opa!"

Anak itu berlari menuruni teras menuju pasangan lansia tersebut. Wanita tua itu langsung tersenyum lebar sambil mengangkat dua buah paper bag di tangannya.

"Abi, lihat Oma bawa apa untuk kamu dan Aya."

Mata Abinaya langsung berbinar. "Hadiah?"

"Tentu saja. Oma tahu cucu Oma pasti suka."

"Makasih, Oma." Abinaya tertawa senang dan segera memeluk wanita itu.

Kebahagiaan yang baru saja tercipta mendadak menghilang. Begitu pasangan lansia itu melihat sosok Arkana yang berdiri di depan pintu.

Senyum mereka perlahan memudar. Wajah keduanya berubah menjadi tegang..Mereka terdiam cukup lama sambil menatap Arkana tanpa berkedip.

Wanita tua itu bahkan hampir menjatuhkan paper bag yang sedang dibawanya. Sementara pria tua di sampingnya tampak membeku di tempat.

Arkana ikut mengernyit bingung. Entah kenapa, kedua orang tua itu juga terlihat sangat familiar di matanya. Ia merasa pernah melihat mereka, tetapi tidak mampu mengingat dengan jelas di mana dan kapan.

Pasangan lansia itu saling menoleh sejenak sebelum kembali menatap Arkana. Ada keterkejutan yang jelas terlihat di wajah mereka. Ada kebingungan. Dan ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Suasana di halaman rumah mendadak berubah menjadi tegang.

Hingga akhirnya pria tua itu melangkah maju beberapa langkah. Tatapannya tidak lepas dari wajah Arkana.

"Kamu siapa?" tanyanya pelan.

Setelah jeda sesaat, ia kembali bertanya dengan nada yang lebih tegas. "Ada perlu apa datang ke sini?"

Arkana menatap pasangan lansia itu bergantian. Jantungnya kembali berdebar tidak menentu. Entah mengapa, instingnya mengatakan bahwa kedua orang tua ini bukan orang sembarangan dalam hidup Kanaya.

Dan tanpa Arkana sadari, dirinya sedang berdiri semakin dekat dengan jawaban yang selama lima tahun terakhir terus ia cari. Jawaban tentang Kanaya yang bak hilang ditelan bumi. Tentang anak laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya, kenapa memiliki wajah yang mirip dengannya.

1
SasSya
ada cara yg ampuh meredakan panas demam
skin to skin Ar,itu bisa Kamu lakukan
SasSya
paling bingung kalo bocil sakit tapi gak mau minum obat
serasa mau nangis, menjerit 😬😬😬
SasSya
eeeeeee
anak kicik cantik tepat nembaknyaa
tau bahasa cemburu 😃
Sugiharti Rusli
perlahan tapi pasti semoga apa yang kamu impikan bersama keluarga kecil kalian yang utuh bisa segera terwujud yah Ar,,,
Sugiharti Rusli
tapi melihat ketulusan Arkana menjaganya bersama sang bunda semalaman, akhirnya pertahanannya runtuh juga,,,
Sugiharti Rusli
mungkin selama ini sejatinya Abi juga merindukan sosok yang ingin dia panggil ayah, tapi masih menahan dirinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata benar yah ikatan emosional itu sangat penting disamping kedekatan fisik
Sugiharti Rusli
ah ikutan melow bacanya sih😪😪😪
Sugiharti Rusli
apalagi di saat sekarang putra mereka sakit dan ternyata ga suka minum obat jadi proses pemulihannya jadi ga mudah,,,
Sugiharti Rusli
intinya si Arkana memang sabar saja nunggu proses Kanaya mau menerima diri nya lagi seutuhnya yah,,,
Sugiharti Rusli
etapi si Kanaya saat Arka panggil sayang dia reflek langsung menyahut donk😝😝😝
Sugiharti Rusli
Aya kamu peka dan jujur sekali sih bilang kalo ayahnya cemburu😅😅😅
Sugiharti Rusli
wah ternyata ada salah satu klien katering Kanaya yang menyapa mereka rupanya,,,
Sugiharti Rusli
Arkana juga bisa menjaga batasannya dan dia ga mau terlihat mendominasi yah,,,
Sugiharti Rusli
dan yang paling terpenting Kanaya tidak membatasi anak" saat akan menghabiskan bersama kedua buah hatinya dan dia tidak merasa insecure perhatian mereka jadi berat sebelah,,,
ken darsihk
Alhamdulillah Abi sudah membaik dan bisa menerima Arkana sebagai ayah nya 😍😍
Sugiharti Rusli
tapi membangun kedekatan itu bukan hanya secara fisik, tapi juga emosional dan itu ga bisa dipupuk dalam waktu singkat
Sugiharti Rusli
biar kembar, mereka punya kehendak masing" sih dan Arkana ga mau memaksakan putranya juga langsung jadi dekat,,,
Sugiharti Rusli
kalo diperhatiakn Anaya memang tipikal yang ekspresif yah, jadi paling tidak Arkana lebih mudah jadi dekat sama sang putri
Sugiharti Rusli
bahagia itu memang sederhana sih asal bersama orang" yang kita sayangi,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!