NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Trauma

Sepanjang perjalanan mereka di mobil itu, Jingyuan hanya terdiam dan asyik melihat pemandangan di sekitar. Wanqing yang masih tidak bisa lupa dengan senyuman yang terlihat sangat manis dan berbeda dari wajah Jingyuan biasanya di hasil foto tadi terus menerus tersenyum senang. Sepanjang hidupnya, Wanqing tidak pernah merasakan mengenakan pakaian seindah dan senyaman ini, diapresiasi hasil kerja kerasnya, atau bahkan mendapatkan perlakuan dan keluarga yang hangat terutama peran ibu dari Ibu Mei.

Wanqing telah mempersiapkan beberapa barang, baju, dan kain yang masih akan ia lanjutkan jahit di sana nanti untuk langsung bersiap agar pulang pesta bisa langsung menemani suaminya kembali dinas. Wanqing memikirkan betapa dirinya sangat ingin sekali pamer kepada Ibu kandungnya saat ini, entah bagaimana kabarnya. Ia selalu merindukan sang Ibu dan berharap bisa bertemu dengannya segera.

Wanqing dan rombongannya telah tiba di kediaman milik Kapten itu. Pintu sudah terbuka lebar, beberapa tamu ada yang baru datang dan menyalami tuan rumah di depan pintu sebelum akhirnya dipersilahkan masuk. Ibu Mei mengeluarkan kado besar yang ia letakkan di belakang mobil sementara Wanqing juga mengeluarkan kado besar dengan warna dan dekorasi yang berbeda. Kedua kado itu kemudian dibawakan oleh para asisten seiring berjalannya Wanqing dan Jingyuan serta Ibu Mei dan Tuan Lu Tua menuju pintu masuk.

Di depan pintu masuk, Kapten itu memberikan salam hormatnya "Jenderal Lu Muda, Jenderal Lu Tua, Nyonya Lu Muda, Nyonya Lu Tua, selamat datang, terima kasih sudah menyempatkan diri kalian hadir di pertunangan anakku, ini anakku dan pasangannya, Nak beri salam."

Setelah berhasil berbincang santai di depan, Wanqing dan yang lainnya akhirnya dipersilahkan untuk masuk dan menikmati kudapan pembuka sebelum acara inti dimulai.

Ibu Mei langsung menarik Wanqing mengikutinya. Beberapa istri Kapten dan jajaran tinggi lainnya datang menghadiri pesta itu, dengan kesempatan emas itu, Ibu Mei mempromosikan keahlian Wanqing sekaligus mengenalkannya sebagai Istri sah Jingyuan saat ini. Beberapa istri itu sangat takjub dengan skill menjahit Wanqing dan berminat untuk mejahitkan pakaian bagi dirinya atau anaknya atau couple.

Wanqing tersenyum senang dan berusaha menyanggupi tantangan yang diberikan. Ibu Mei dengan sangat bangga dan senang hati terus menceritakan menantunya itu. Tak lama seluruh perhatian tertuju pada sekitar area pintu masuk, dimana seorang wanita cantik datang mengenakan gaun indah berwarna merah tua dan langsung berlari mendekati Jingyuan.

Ia terlihat sangat bahagia begitu melihat Jingyuan dan memeluk erat lengan kekar Jingyuan. Jingyuan sama sekali tidak memberikan respon terhadap wanita itu, namun tidak juga pergi meninggalkan wanita itu yang masih saja merangkul lengannya. Wanqing yang melihat itu mendengar beberapa ibu-ibu di belakangnya mulai berbisik.

"Haduh, kasian ya Wanqing, dia pasti tidak bisa melepaskan kedekatan mantan pasangan kekasih itu."

Wanqing menggeleng, berusaha mendengarkan lagi ucapan-ucapan yang samar agar informasi yang ia dapatkan lebih akurat.

"Bai Yueran, wanita sekaligus kapten wanita terkuat di pasukan khusus. Tidak hanya memiliki paras cantik, tapi kemampuannya dan jabatan serta latar belakang keluarganya sangat kuat bahkan Jingyuan sendiri tidak berani menyinggungnya."

Wanqing yang sudah terlanjur kesal berjalan mendekati kedua insan muda itu. "Selamat malam Nona Bai." Tegurnya setengah hati sembari mencoba melepaskan genggaman Bai Yueran dan menggantikannya menggenggam lengan suaminya itu.

Bai Yueran tersenyum masam terhadap Wanqing. "Ah, maaf ya, Kamu pasti kesal ya karena aku menyentuh suamimu. Tapi Wanqing yang manis, apa salahnya sedikit reuni dan sedikit menyentuh ya kan? Dulu aku bahkan bisa langsung memeluk mantan tunangan ku ini tanpa ragu."

Wanqing tersenyum sinis, "Sebaiknya Nona muda tau posisi Nona saat ini, yang berstatus istri sah adalah Saya. Jangan membuat dirimu sendiri malu dan kotor di depan khalayak banyak."

Beberapa Ibu-Ibu tadi termasuk Ibu Mei dengan bangga berbisik senang atas keberanian Wanqing. Lagi-lagi ketika Wanqing menoleh melihat Jingyuan, tatapannya masih sama datar tanpa banyak komentar. "Ayo Suamiku, kita cari udara segar agar tidak terperangkap di ruangan ini."

Jingyuan dan Wanqing pergi keluar menuju halaman belakang kediaman itu. Banyak sekali kebun bunga yang indah dan air mancur di tengahnya. Jingyuan dan Wanqing berkeliling tanpa sepatah katapun yang terucap. Wanqing masih terus memikirkan wajah Nona Bai yang terlihat sangat marah dan malu dengan ucapannya.

Wanqing meninggalkan Jingyuan dan memetik serta mencium beberapa bunga yang indah itu. Ia tidak ingin terus berlarut-larut dalam pikiran yang mengusiknya saat ini. Tak lama beberapa saat, Wanqing mendengar bunyi petasan bersahut-sahutan mulai dinyalakan, suaranya sangat kencang diiringi musik gendang dan tarian yang sepertinya membuat beberapa tamu heboh menari di dalam.

Wanqing sangat ingin ikut dan memutuskan untuk menghampiri Jingyuan yang sedari tadi berdiri memunggunginya menatap air mancur.

"Jenderal.. Ayo kita masuk-"

Wanqing belum sempat meneruskan kalimatnya ketika ia melihat Jingyuan yang berdiri itu seolah terpaku kaku di atas lantai itu sembari menatap kosong dengan mata yang membelalak di depan air mancur itu. Badannya sedikit gemetar.

Wanqing berlari menghampirinya dan mencoba menggerak-gerakkan tubuh kekar itu. "Hey! Hey Jingyuan?! Kau tidak apa-apa? Jenderal?!" Tubuh Pria itu masih bergetar. Wanqing mencoba mencari solusi dan mencari tahu apa penyebabnya.

Di dalam sana masih terdengar suara petasan tanpa henti dan alunan gendang- Tunggu! Petasan!

Wanqing segera mengeluarkan sapu tangannya dan sapu tangan Jingyuan yang sengaja ia buat couple dari kain biru muda yang sama dengan pakaiannya saat ini.

Wanqing menyumbat kedua telinga Jingyuan susah payah sembari terus jinjit dan berusaha mencapai tubuhnya yang jauh lebih tinggi daripada Wanqing. Berdiri di hadapan Jingyuan yang masih terpaku kaku, Wanqing menutup mata Jingyuan dengan tangan kanannya sambil terus berjinjit dan memeluk erat Jingyuan dengan tangan kirinya sambil terus mengusapnya.

Tubuh Jingyuan masih kaku, namun gemetar di sekujur tubuhnya mulai terasa mendingan. Wanqing terus membisikkan nyanyian lullaby, nyanyian penenang masa kecil yang selalu ia ingat dinyanyikan oleh ibunya di telinganya sebelum akhirnya tertidur pulas. Wanqing berusaha terus membisikkan nyanyian itu untuk menutupi suara petasan yang masih terus terdengar.

Posisi mereka terus seperti itu sampai akhirnya suara petasan itu selesai dan tubuh kekar sang Jenderal itu akhirnya melemas. Tubuhnya tak lagi bergetar namun ia sudah bisa bergerak leluasa. Wanqing melepas tangannya dan pelukannya. Ia berusaha melepas juga sumpalan sapu tangan pada kedua telinga Sang Jenderal ketika sebuah tangan kekar menyambarnya dan memeluknya tak begitu kencang tapi tak begitu erat juga.

Wanqing terpaku kaget ketika menyadari dirinya dipeluk oleh suaminya sendiri. Kali itu, ia pertama kalinya tau dan sadar betapa tersiksanya selama ini suaminya oleh trauma yang pastinya ia dapatkan dari medan perang serta pelatihan yang ekstrem sejak masih berusia belasan tahun.

*BERSAMBUNG*

Wow Wanqing dan Jingyuan mulai mesra nihh, yuk support terus agar tahu apakah Wanqing sebenarnya kunci dibalik kesembuhan Jenderal ya?? Yuk like, komen, vote, dan subscribe untuk author terus!! Makasiiii

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!