kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.
ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.
semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.
mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.
#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.jerman024 dan siksaan
Biasakan untuk menekan tombol like sebelum atau sesudah membaca chapter ini.
Happy reading!
______________________________________
Rumah minimalis yang sederhana namun tampak menyeramkan jika dilihat malam hari, apalagi dihalaman rumah tersebut terdapat dua sampai tiga pohon besar, menambah kesan horor.
Disinilah kiano saat ini, remaja itu memarkirkan motornya didalamnya garasi, lalu berjalan masuk kedalam rumah tersebut dan tidak lupa mengunci pintunya kembali.
Kiano berjalan kesalahan satu kamar yang tampak berdebu karena sudah lama tidak ia pakai.
Remaja itu melepaskan jaket yang ia paka, lalu mengambil salah satu dari tiga tumpukan buku yang ada dimeja belajar.
"Jerman024, bagaimana jika aku ada untuk menghancurkan mu ?"
kata-kata singkat yang terdapat dihalaman pertama buku tersebut,tidak membuat kiano menampakan ekspresi kaget atau takut, hanya ada ekspresi dingin dan datarnya seperti biasa.
Karena ia tau didunia ini tidak ada yang bisa dipercaya,yang ada hanya diri sendiri,dan terkadang diri sendiri pun masih sulit untuk percaya.
Bahkan mempercayai diri sendiri saja ia masih ragu dan tidak yakin dengan keputusan yang ia ambil, apalagi memberi kepercayaan kepada orang lain yang bisa saja menikamnya dari belakang.
Setelah itu kiano meletakan buku tersebut ditempatnya kembali,ia sudah memeriksa keseluruhan buku itu termasuk dua buku yang ada diatas meja,tapi ia tak menemukan apa-apa.
Karena terakhir kali ia melihat buku itu, hanya lah buku kosong tanpa ada coretan tinta pena sama sekali.
Tapi kini satu halaman buku itu memberi ia sebuah peringatan atau ada maksud tertentu dari peringatan tersebut,ia pun tidak tau.
Setelah itu kiano berjalan keluar meninggalkan kamar tersebut dan berjalan menuju sebuah lorong dan berdiri didepan dinding warna coklat,atau lebih tepatnya sebuah ruangan yang disamarkan agar terlihat serupa dengan dingin yang asli.
Lalu kiano mendorong kesamping kiri agar pintu samaran itu terbuka, lalu remaja itu masuk kedalamnya dan kembali menutup pintu seperti semula.
Langkah kaki kiano pelan namun bergema disesi ruangan tersebut,membuat orang yang melihatnya akan merinding dan memelihara tidak ingin berurusan dengannya dan wajah tenang percampuran dingin tapi menyimpan banyak rahasia dan pikirannya yang gila tapi licik.
Ruangan itu hanya disinari oleh lampu yang redup yang menggantung di langit-langit ruangan,yang membuat seorang pria yang sedang terikat di kursi itu Mendongak melihat siapa gerangan tersebut.
Wajah penuh luka dan darah yang mengalir dari kepala dan bagian tubuhnya yang lain, menjadi pemandangan yang sangat indah bagi kiano.
Remaja itu merasa senang melihat hasil karya luxer dan orang yang menjadi suruhan bawahannya tersebut untuk bermain-main terlebih dahulu.
Kiano memang menyuruh luxer untuk membawa pria itu kesini dan ia membiarkan mereka yang ingin bersenang-senang untuk menikmatinya, asal jangan mati saja.
Jika kiano merasa senang, berbeda pula dengan pria yang ditahan itu,ia mencoba memperjelas penglihatannya, siapa orang yang berada didepannya ini karena cahaya yang redup membuat pria itu tidak bisa melihat seseorang itu dengan jelas.
Kiano berjalan mendekat dan sedikit menunduk, wajah dingin bercampur sedikit kesenangan terlihat dimanik matanya.
Pria itu adalah tuan vion yang diseret oleh suruhan bawahannya kiano, bukan tidak ada tempat lain ia menahan pria gila itu dirumah ini.
Tapi mengingat tuan vion adalah salah satu sepupu tiri tercinta nya, jadinya kiano memberikan tempat istimewa untuk sang sepupu agar bisa merasakan permainannya ditempat yang lumayan elit, menurut nya.
"Apa itu menyakitkan?"tanya kiano datar,ia mendorong kecil kepada tuan vion dengan jari telunjuknya berulang kali, seperti mainan.
"Atau masih kurang bang?"tanya kiano kembali bertanya dan menekankan kata bang nya diakhir.
"K-kau ingin a-aku uhukk...m-membuat b-bocah itu m-merasakan hal y-yang sama d-denga nya"ucap tuan vion terbata-bata, pria itu sesekali terbatuk dan mengeluarkan gumpalan darah dari mulutnya.
Kiano yang mendengar itu memandang dingin tuan Alvin, aura dingin remaja itu bergantian ti menjadi aura gelap yang menyesakan siapa saja.
Krekk...
Suara renyah bercampur basah ditambah lowongan menahan sakit dari sang sepupu menjadi irama musik indah bagi kiano.
Remaja itu dengan santainya menusukkan jari jempolnya kemata kiri pria itu hingga mengeluarkan darah dan benda-benda menjijikan lainnya, yang sepertinya itu adalah bola mata yang pecah dari dalam seperti kornea pecah sklera yang robek.
Plop...
Lalu kiano mengeluarkan jempolnya dari mata sang sepupu perlahan dan membuat darah dan benda menjijikan itu berlomba-lomba keluar.
"Sshh...kau t-tega pada kakak mu s-sendiri"ringis tuan vion menahan sakit pada matanya,luka yang dibuat oleh kiano sangat menyakitkan, tapi ia tidak boleh melihat lemah dari orang yang harus menjadi miliknya.
Tuan vion terlalu jauh berfikir ingin tetap memiliki kiano disaat kondisinya sekarang,hingga lupa ia sekarang berada didalam kandang singa,yang kapan saja bisa menerkamnya tanpa aba-aba,
"Kakak? tidak ada seorang kakak yang hanya diam melihat sang adik disiksa bahkan dibiarkan terkurung dikandang hewan buas untuk bertahan hidup"jawab Kiano dingin,lalu remaja itu berdiri tegak dan berjalan kesalahan satu meja yang ada disana.
Tangannya mengambil salah satu botol lalu membawa mendekati tuan vion, perlahan tangan kiano memutar tutup botol tersebut.
Sebuah cairan putih membasahi mata tuan vion yang sepertinya sudah buta, suara ringisan lalu berubah menjadi teriakan kesakitan membuat kiano semakin senang.
Cairan itu adalah alkohol yang dicampur dengan cuka lalu air lemon dan garam, entah dari mana remaja itu mendapatkan ide itu.
Akhh...
"Shh.... hentikan!"teriak tertahan tuan vion, matanya benar-benar perih dan cairan tersebut menambah rasa perih dan sakitnya.
"Hanya ini,Lo udah kesakitan"ucap kiano memandang datar sang sepupu tercinta nya.
"Padahal gue udah bela-belaan buat rencanain hadiah buat Lo disini, biar Lo ngerasa istimewa dikit,gak seperti di penjara amis dan busuk"ucap kiano kembali lalu remaja itu berjalan kemeja lain yang terletak diserang.
Kiano mengambil sebuah alat kecil berupa pinset, lalu ia juga mengambil lilin dan jarum-jarum dan tag.
"Lo pasti tau kalau siksaan kecil saja bisa lebih menyakitkan dan juga bisa merusak fisik maupun mental dari pada siksaan besar, apalagi jika dilakukan terus-menerus"ucap kiano dengan tenang,remaja itu berjalan perlahan seperti ada hawa dingin yang mengelilingi langkahnya.
"Korban itu akan mati sendiri...atau Lo mau siksaan kecil lalu perlahan menjadi siksaan besar, sepertinya lebih menarik "ucap kiano kembali, seringainya tampak mengerikan diwajahnya yang tampan.
Lalu kiano berjongkok didepan tuan vion dan meletakkan benda yang ia bawa tadi didekatnya.
Kiano mengambil tag tersebut lalu mengarahkannya kearah tangan kiri tuan vion yang terikat disetiap ujung kursi.
"Kamu jangan macam-macam kiano!"marah tuan vion,ia sedikit merasakan ketakutan setelah apa yang dilakukan oleh remaja itu tadi.
Padahal kiano hanya menusuk satu mata pria itu saja,tapi pria sudah takut lagi, sepupu tirinya ini terlalu lemah dimatanya.
dan tidak cocok berada dikeluarga deovantara,jika dilihat dari sifat-sifat keluarga nya beserta aturan yang sudah ada dari dulu.
Tag itu mencabuti kuku jari-jari tuan vion satu persatu, membuat pria itu tidak bisa menahan teriakannya.
"Aghkk...hentikan..akhh..shh..."teriak tuan vion memberontak, tapi sia-sia karena kedua tangannya diikat disisi kursi.
Kiano yang mendengar teriakan itu menyeringai menyeramkan,lalu ia membuka kotak kecil yang berisi jarum-jarum dan menusukkan lima jarum kelengan tuan vion.
"Sekali teriakan lima jarum bersarang"ucap kiano sambil menekan-nekan jarum yang sudah tertusuk dilengan sang sepupu.
Ia bukan tidak menyukai teriakan indah itu,tapi ini akan lebih menyenangkan Jika ada permainan dalam sebuah permainan.
Apalagi Jika mainan itu mengikuti aturan mainnya dan yang tidak bisa bertahan dipermainkan yang menyenangkan ini akan mendapatkan hukuman.
Itulah yang ia dapatkan dari tempat yang disebut rumah dan dari keluarganya.
"Jangan berhenti berhitung hingga selesai cambukan ini"
"Satu teriakan pisau ini akan menembus kulit mu"
"Permainan ini lebih menyenangkan jika kau mengikuti aturannya"
Begitulah pelajaran yang ia dapatkan selama ini,jika orang bilang keluarga adalah tempat untuk mengajarkan tentang hidup, cinta dan kasih sayang.
Tapi berbeda dengan kiano, keluarga adalah tempat yang mengajarkan nya cara bertahan hidup, seolah-olah ia adalah mainan yang harus terus dimainkan.
Setelah puas merenungi masa lalu, kiano mengambil pisau kecil yang ia simpan,lalu mengarahkan nya pada wajah tuan vion.
Srekk...
Pisau kecil itu menggores kasar wajah yang semula tampan walaupun sedari awal sudah dihiasi lebam,kini semakin mengerikan jika dilihat.
Kiano mengukir abstrak diwajah sang sepupu tanpa rasa iba,jika kiano merasa senang berbeda dengan tuan vion, pria itu sedang menahan rasa sakit diseluruh wajahnya.
Ia tidak ingin berteriak, sepertinya ancaman kiano tadi benar-benar dianggap serius oleh pria itu.
Sesudah selesai mengukir abstrak,kiano beralih pada jari tangan sang sepupu yang kukunya sudah hilang meninggalkan darah yang menjijikan.
Lalu tanpa perasaan kiano memotong jari-jari tangan itu perlahan tapi sangat menekan, membuat rasa sakit itu berkali-kali lipat.
"Aghhh... lepas...h-hentikan"teriakan tuan vion menggema di seluruh ruangan itu.
"Lo berteriak kembali"ujar kiano dengan seringaian mengerikan.
Lalu remaja itu mengambil lima belas jarum dan menusukkan nya diberbagai tempat,lima dilengan kanan,lima lagi dileher dan lima tersisa dikepala sang sepupu tiri.
"Pilih, ingin menggunakan gergaji mesin atau gergaji manual?"tanya kiano dingin.
"A-apa yang ingin k-kau lakukan "tanya tuan vion kesakitan, entahlah hanya siksaan begini saja ia rasanya sudah ingin menyerah, terlalu lemah.
"Tidak ada pertanyaan yang ada pilihan "dingin kiano sambil menendang kuat kursi yang diduduki tuan vion hingga ambruk dan sedikit berguling kesudut ruangan.
Tapi sepertinya pria itu tidak diberi izin untuk tidak merasakan sakit walaupun hanya seperkian detik saja.
Karena tempat ia ambruk itu terdapat lima belati tajam yang langsung menghunus tubuhnya tanpa ampun.
Aghhhh....
Teriakan kesakitan tuan vion tidak bisa mengubah atau mencairkan hati kiano yang sudah terlalu beku.
Kiano melangkah mendekati tuan vion dengan cambuk yang dihiasi duri duri kecil namun tajam yang terbuat dari besi.
Ia akan menyiksanya dulu dengan cambuk ini barulah akan dilanjutkan dengan gergaji.
Ctass...
"Hitung"tekan kiano menatap sang sepupu dengan aura membunuh
Ctass
Satu...
Ctass
Dua...
Ctass
S-sembilan tujuh
Aghhhh...
S-seribu...
Kiano mencambuk sang sepupu hingga seribu kali banyaknya, tanpa ada rasa kasihan sama sekali,ia hanya menatap datar tak peduli.
Tuan vion sudah tampak tak berdaya hingga terkulai lemas,dibawah kaki kiano.
Kiano berjalan menuju suatu benda yang diketahui sebagai gergaji mesin, lalu remaja itu menyeret sang sepupu dengan kasar.
Ia meletakkan tuan vion diatas meja yang sedikit tampak bersih,lalu ia mengikat kaki dan tangan pria itu disetiap sisi meja.
"A-apa yang kau lakukan?"tanya tuan vion setengah ketakutan, bagaimana tidak ditangan kiano terdapat gergaji mesin yang sedang dihidupkan.
"Brmmm.....brrrrrmmm..''
Suara gergaji mesin yang memekakkan telinga membuat suasana semakin mencekam.
Ruangan yang tadinya hanya diisi teriakan tuan vion sekarang bertambah dengan suara keras gergaji yang ada ditangan kiano.
Remaja itu berjalan pelan menuju tuan vion, sementara sang korban sudah ketakutan mencoba melepaskan diri dari ikatan ditangan Dan kakinya.
"A-apa k-karena aku a-adalah sepupu t-tirimu dan tak s-sedarah makanya k-kau berani m-memperlakukan ku s-seperti ini?"tanya tuan vion terbata-bata.
"Gue gak peduli mau sedarah atau tidak,tapi jika dia mengganggu ketenangan gue apalagi mencoba menyentuh milik gue, semua nya akan berakhir seperti ini"jawab Kiano dingin.
"CRRRZZZHHHRRRKKKK!!!"
Suara gergaji mesin meraung ketika besi yang berputar itu menyentuh kaki tuan vion, terdengar perpaduan suara daging robek dan tulang yang beradu kasa.
"Aghhhh... hentikan!"teriakan histeris sang sepupu hanya dianggap angin lalu oleh kiano.
Remaja itu terus memotong kaki kiri sang sepupu hingga darah muncrat kemana-mana.
Membuat ruangan itu menjadi lebih tampak menyeramkan, ditambah kiano dengan wajah dan pakaian yang tercimprat darah, terlihat seperti seorang psikopat haus darah.
Aghhh.....
Hentikan....
Ampun...
Aghhhh....
Suara teriak dan ampunan membuat kiano semakin menjadi-jadi,remaja itu beralih pada kaki kanan sang sepupu meninggalkan kaki kiri tuan vion yang masih setengah terpotong.
"CRRRZZZHHHRRRKKKK!!!"
Kiano memotong brutal kaki kanan tuan vion hingga terbelah dua.
"Aghh.... k-kau iblis sialan!"teriak kesakitan bercampur marah tuan vion.
Lalu kiano beralih pada tangan kanan tuan vion lalu ia juga memotong dengan sadis nya.
"Lo tau gue iblis, tapi Lo masih ingin bermain dengan iblis ini"jawab Kiano dingin.
"H-hentikan"teriakan tuan vion bergema diseluruh ruangan.
Karena siksaan sadis kiano tuan vion harus kehilangan satu mata dan dua kaki yang satu setengah terpotong dan satu lagi terbelah dua ditambah satu tangan sang sepupu yang juga sudah terpotong.
"Lo gak bakal mati sekarang,Lo bisa jadi peringatan untuk gadis ular itu"ucap kiano menyeringai mengerikan.
Lalu ia berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan handphone ditelinga nya.
"Bawa kaca transparan yang indah"perintah kiano pada orang diseberang sana yang diketahui sebagai luxer.
"Baik tuan"
Lalu kiano kembali menyimpan handphonenya,lalu ia membersihkan dirinya dan bersiap menuju rumah sakit tempat Alvin dirawat.
Ketika selesai penyiksaan tadi Alka memberi tahu kalau Alvin sudah sadar dari tidur nya.