NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Berita Di Sosial Media

Alexander....

Aku pikir dengan menyembunyikan berkas perceraian dari Olivia dan tetap berusaha bersama akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Saya harap dia menyadari bahwa pernikahan kami sedang berada di ujung tanduk dan dia dapat bertindak bijak.

Tapi ternyata aku salah. Meskipun kami sudah bersama selama bertahun-tahun, namun selama beberapa minggu terakhir terasa kami seperti orang asing meskipun kami tinggal dalam satu atap.

Tidak masalah seberapa keras aku berusaha mengatakan padanya bahwa aku tidak tahu sama sekali kalau Claudia berada di kota ini, dia tetap tidak percaya. Aku pun tidak punya cara lagi untuk menyakinkan nya. Kami akhirnya terlibat dalam perang dingin.

Kami tidak lagi bisa berkomunikasi secara normal. Dia, pada akhirnya akan menyakini fakta bahwa aku menceraikan dia karena mantan kekasihku sudah kembali.

Aku menyerah dan aku ingin menyakinkan diri bahwa Olivia memang tidak mencintaiku. Awalnya, aku pikir dia akan protes dan menolak menandatangani berkas perceraian itu dan mencoba menjadi istri yang baik. Tetapi, ternyata malah semakin buruk.

Aku meminta asistenku untuk membuat jadwal bertemu Claudia. Aku tahu, konsekuensi dari apa yang aku lakukan. Namun, aku harus melakukannya untuk membuktikan sesuatu.

Dulu, aku sangat mencintai Claudia dan berharap suatu saat dia akan menjadi istriku. Tetapi, segalanya berubah saat aku bertemu Olivia setelah putus dengan Claudia.

Aku sangat mencintai Olivia dan berusaha yang terbaik untuk menunjukkan padanya , namun dia mulai curiga saat tanpa sengaja aku menyebut nama Claudia saat kami berhubungan seks.

Aku dan Claudia sudah tidak bertemu selama lebih dari lima tahun. Dan semua rasa cinta yang kumiliki untuknya sudah hilang. Olivia, satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku. Namun, sampai saat ini, dia tak pernah mempercayai aku.

( Mobilnya sudah siap, Tuan)

Sebuah pesan dari supirku masuk dan aku segera mengambil jaketku dan pergi. Aku bertemu dengan Claudia di sebuah coffee shop di kota ini.

Aku sangat senang ketika asistenku menyampaikan bahwa Claudia setuju untuk bertemu denganku.Selain rencana awalku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya dan akan menyenangkan untuk berbincang-bincang.

Setelah mengemudi beberapa saat akhirnya kami tiba di cafe yang di tuju. Saat aku melangkah keluar aku melihat Claudia yang sedang duduk melalui kaca jendela transparan.

Dia tersenyum ketika kami berdua menghampirinya. "Hai Alex," sapanya ramah dan dia memberi isyarat agar aku duduk di sebelahnya.

"Claudia, aku senang bisa bertemu lagi denganmu," ucapku, dia masih tetap cantik seperti dulu. "Terima kasih karena mau menemui aku setelah pesan yang kukirim."

Claudia tersenyum. "Aku hanya penasaran mengapa kamu ingin menemuiku sejak aku kembali lagi ke kota ini."

"Lalu, gimana kabarmu sekarang?" tanyaku padanya. Dia menceritakan semua tentang dirinya dan aku akhirnya mengetahui bahwa dia kembali ke kota ini karena mendapat tawaran pekerjaan.

Kami berbincang beberapa saat setelah itu aku memanggil pelayan untuk memesan sesuatu untuk di nikmati.

"Anda mau pesan apa, Tuan?" tanya pelayan cafe dengan ramah.

Sebelum aku sempat menjawab, Claudia sudah terlebih dahulu menyahut. "Dua gelas Grande caramel macchiato dengan es dan ekstra cream."

Mataku terbelalak. "Kau masih mengingat kesukaanku?" tanyaku, aku benar-benar terkesan. Setelah memberi pesanan, kami kembali terlibat percakapan.

"Tentu saja aku masih mengingatnya," ucap Claudia, suaranya rendah dan tenang.

Tak berapa lama kemudian, pesanan kami tiba. Pelayan meletakkan minuman yang kami pesan di depan kami sambil tersenyum. "Silahkan menikmati minuman kalian," ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan kami.

"Bagaimana kabarnya Olivia?" dia bertanya dengan wajah yang dipenuhi keingintahuan.

Pertanyaan Claudia membuat aku kaget. Aku tidak pernah cerita tentang Olivia padanya karena kami tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun sejak dia pindah ke Paris. "Kok kamu kelihatannya kaget banget? Semua tentangmu ada di media sosial." ucapnya lagi dengan senyum kecil.

Dia benar, semua yang aku lakukan tidak pernah luput dari sorotan kamera dan media. Aku juga tahu pertemuanku dengan Claudia kali ini juga pasti akan muncul dan jadi postingan di beberapa sosial media.

"Dia baik-baik saja," jawabku.. Aku tidak bisa mengatakan padanya bahwa pernikahanku sedang di ujung tanduk dan aku sedang memanfaatkannya untuk sedikit permainan.

"Baiklah, aku ikut senang mendengarnya," jawab Claudia.

"Bagaimana denganmu? Apakah kamu bertemu seseorang?" tanyaku, mencoba mengalihkan fokus tentang diriku.

Claudia mengangkat bahunya. "Tidak juga, tidak ada yang serius. Sekarang ini aku hanya ingin fokus pada karierku saja." ujarnya dan aku mengangguk.

Claudia memang selalu ebih memilih karirnya dari apapun. Bahkan saat dia mendapat tawaran untuk pergi ke Paris aku memohon agar dia menolak tawaran itu tapi dia menolak permohonanku. Bahkan ketika aku menawarkan tawaran dua kali lipat dia tetap menolak.

"Kamu tidak berubah," ucapku sambil tersenyum, kami berdua tertawa bersama.

Kami berdua terlibat dalam pembicaraan yang seru sampai percakapan kami terhenti karena ponselku tiba-tiba berbunyi.

Aku merogoh saku dan mengeluarkan ponselku. Itu adalah telepon dari Olivia.

"Telpon dari sang istri?" ejek Claudia, aku menyetel telpon dalam mode senyap dan meletakkannya di atas meja. Aku akan menelponnya nanti setelah pulang dari cafe shop.

Saat aku mulai berbicara, teleponku kembali bergetar namun aku mengabaikannya meskipun Olivia menelpon ku beberapa kali.

"Mengapa kamu tidak mengangkatnya?" tanya Olivia, dia mengangkat sebelah alisnya.

"Nanti saja, aku akan menelponnya setelah pulang dari sini." jawabku lalu mematikan ponsel. "Oh iya, aku punya sesuatu untukmu," ucapku. Wajah Claudia bersemu merah saat melihatku mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajuku.

Itu adalah kalung yang aku dapatkan dari pelelangan beberapa minggu lalu. Kalung itu awalnya ingin aku berikan untuk Olivia sebagai hadiah anniversary kami namun aku putuskan itu untuk sesuatu yang lain.

Claudia tak dapat menyembunyikan rasa senangnya saat aku menyempatkan kalung itu ke lehernya. Kalung itu sangat indah dan sangat pas menggantung di lehernya yang jenjang.

Kami masih berbincang beberapa menit kemudian sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pulang. "Terima kasih karena sudah mau bertemu denganku. Aku sangat senang karena bertemu denganmu."ucapku sebelum meninggalkan tempat itu.

"Aku juga senang bertemu denganmu setelah bertahun-tahun." ucap Claudia saat dia hendak masuk ke mobilnya. "Dan terima kasih juga atas hadiahnya."

Aku mengangguk mengawasi dia sebelum berbalik masuk ke dalam mobilku.

"Tuan, sepertinya anda harus melihat ini," kata sopirku. Dia menyerahkan ponselnya padaku yang duduk di kursi belakang. Aku terpaku: Itu adalah postingan mengenai pertemuanku dengan Claudia yang beredar hangat di sosial media.

Aku tak pernah menyangka akan seperti ini jadinya terlebih setelah melihat beberapa komentar nitizen yang masuk. Tiba-tiba aku teringat Olivia.

Astaga, apa yang sudah aku lakukan???

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!