NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kota Awan Melayang dan Identitas Baru

Gemercik air bawah tanah perlahan memudar, digantikan oleh aroma tanah basah dan vegetasi liar rawa-rawa mati. Setelah menyusuri lorong kuno selama dua jam penuh, Ye Chen akhirnya melangkah keluar dari mulut saluran air yang tertutup semak belukar lebat. Di hadapannya, terbentang wilayah perbatasan luar yang menandai berakhirnya wilayah kekuasaan absolut Sekte Azure Cloud.

Di ufuk barat, matahari mulai tenggelam, memancarkan semburat cahaya oranye kemerahan yang memantul di dinding-dinding batu raksasa sebuah kota megah di kejauhan. Kota Awan Melayang. Kota perdagangan terbesar di wilayah barat Benua Timur, sebuah tempat di mana hukum sekte tidak lagi berlaku mutlak dan digantikan oleh kekuatan emas serta batu spiritual.

"Kota itu dilindungi oleh Formasi Array tingkat tinggi yang mampu mendeteksi identitas buronan sekte besar," suara Yue-Jian terngiang di telinga Ye Chen, bayangan spiritualnya melayang tipis di dalam ruang kesadaran. "Kamu tidak bisa masuk dengan wajah aslimu, apalagi membawa Pedang Hitam tanpa penyamaran yang lebih baik."

Ye Chen menghentikan langkahnya di bawah sebatang pohon rindang. "Saya sudah memikirkan hal itu, Senior."

Dengan menggunakan belati kecil yang dia ambil dari pondok Zhang Hu, Ye Chen memotong sebagian jubah hitamnya untuk dijadikan kain pengikat baru bagi Pedang Hitam. Kali ini, dia membungkusnya sedemikian rupa hingga menyerupai sebuah kotak besi persegi panjang yang biasa dibawa oleh para pandai besi atau kultivator pengembara.

Untuk wajahnya, Ye Chen mengambil lumpur rawa yang kaya akan mineral belerang, mencampurnya dengan ekstrak daun tanaman beracun ringan yang bisa membuat kulitnya sedikit membengkak dan berubah warna menjadi lebih gelap. Dalam beberapa menit, wajah tegas dan tampannya berubah menjadi wajah seorang pemuda pengembara berwajah kasar, kusam, dan penuh bekas luka tipis—sebuah penyamaran yang sempurna bagi seorang kultivator independen (rogue cultivator).

"Bagaimana dengan riak energimu?" tanya Yue-Jian menguji.

Ye Chen memejamkan mata, memicu teknik menyembunyikan aura (breath-concealment) miliknya. Pusaran Energi Es Yin di Dantiannya surut, namun dia menyisakan sedikit energi kasar di jalur meridian luarnya, membuat riak kultivasinya tampak seperti seorang kultivator biasa yang berada di ranah Qi Condensation tingkat kedua awal. Di kota besar seperti ini, kultivator tingkat kedua adalah hal yang sangat lumrah dan tidak akan menarik perhatian siapa pun.

"Bagus. Mulai hari ini, nama Ye Chen harus mati untuk sementara waktu," ucap Yue-Jian puas.

"Nama saya adalah Ling Feng," jawab Ye Chen pendek, memilih nama samaran yang berarti angin yang dingin.

Dengan langkah kaki yang mantap namun tampak sedikit letih—layaknya pengembara yang telah berjalan jauh—Ye Chen berjalan menuju gerbang timur Kota Awan Melayang. Gerbang kota tersebut dijaga oleh belasan prajurit berbaju zirah perak yang memegang tombak panjang. Di atas lengkungan gerbang, sebuah cermin giok besar memancarkan cahaya putih lembut yang menyapu setiap orang yang lewat—itulah Cermin Pendeteksi Roh.

Ketika giliran Ye Chen tiba, cahaya putih dari cermin menyapu tubuhnya. Berkat teknik penyamaran yang sempurna dari dasar Lembah Ratapan, cermin itu tidak menunjukkan reaksi apa pun. Sinyal energi yang terbaca hanyalah Qi Condensation tingkat kedua yang tidak stabil.

"Kultivator independen? Bayar dua batu spiritual tingkat rendah untuk biaya masuk," ketus seorang penjaga gerbang setelah melihat plakat kayu kosong yang disodorkan Ye Chen.

Ye Chen meraba kantong pinggangnya, mengeluarkan dua keping batu spiritual berkilau redup yang dia jarah dari tubuh Zhang Hu beberapa hari lalu. Penjaga itu menerimanya dengan malas dan memberi isyarat agar dia segera masuk.

Begitu melangkah melewati gerbang kota, hiruk-pikuk kehidupan kota besar langsung menerpa indra pendengaran Ye Chen. Jalanan kota yang lebar dilapisi batu granit halus, dipenuhi oleh kereta kuda mewah, para pedagang yang menjajakan pil obat, senjata, hingga kulit monster. Berbagai kultivator dari berbagai klan dan sekte kecil berjalan kian kemari, menciptakan atmosfer yang sangat dinamis dan bebas.

"Tujuan pertama kita adalah mencari sumber daya untuk memulihkan meridianmu secara total dan menembus ke ranah Qi Condensation tingkat kelima," Yue-Jian memberikan arahan. "Kamu membutuhkan banyak batu spiritual dan tanaman obat berwujud es murni. Dan tempat terbaik untuk mendapatkan semua itu tanpa memicu kecurigaan adalah Asosiasi Tentara Bayaran Serigala Besi."

Ye Chen menyusuri jalanan kota, mengikuti papan penunjuk jalan hingga tiba di sebuah bangunan batu dua tingkat yang sangat besar di sudut distrik barat. Di atas pintu masuk bangunan tersebut, tergantung sebuah kapak raksasa yang menyilang dengan lambang kepala serigala besi. Suara tawa keras, dentingan cangkir arak, dan aroma keringat serta darah tercium pekat dari dalam ruangan.

Ye Chen melangkah masuk dengan tenang, mengabaikan tatapan-tatapan tajam dari para tentara bayaran bertubuh kekar yang sedang berkumpul di sekitar papan tugas. Dia berjalan lurus menuju ke meja resepsionis yang dijaga oleh seorang wanita paruh baya berwajah tegas dengan bekas luka cakar di pipinya.

"Ingin mendaftar sebagai tentara bayaran baru, atau ingin memasang misi?" tanya wanita itu tanpa mendongak, sibuk mencatat sesuatu di atas gulungan kulit perkamen.

Ye Chen meletakkan kotak besi panjang pembungkus Pedang Hitamnya di atas meja dengan bunyi DUB yang cukup berat, menarik perhatian beberapa orang di sekitar tempat tersebut.

"Saya ingin mendaftar sebagai tentara bayaran independen," jawab Ye Chen dengan suara yang sengaja dia buat lebih berat dan serak. "Nama saya Ling Feng."

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!