NovelToon NovelToon
Papaku Kaya Dengan Sistem

Papaku Kaya Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:123k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.

Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.

Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

Motor hitam itu melaju pelan dan memasuki area parkir Rumah Sakit Umum Pusat.

Arhan turun dengan sigap, langsung menggendong tubuh sang putri konglomerat dan berlari menuju pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Tolong! Pasien butuh pertolongan segera! Kondisi kritis!" teriak Arhan.

Para perawat dan dokter jaga langsung sigap membawa tandu dan menerima pasien itu.

Dalam sekejap, wanita itu sudah dibawa masuk ke ruang tindakan, meninggalkan Arhan yang berdiri mematung di lorong, napasnya sedikit memburu bukan karena lelah, tapi karena beban pikiran.

Namun, ketenangan itu hanya berlangsung beberapa detik.

Brak! Brak! Brak!

Suara deru motor dan hentakan kaki memenuhi halaman rumah sakit. Tiga motor warga yang mengejarnya tadi sudah tiba.

"ITU DIA! ORANG ITU DI SANA!" teriak salah satu warga sambil menunjuk wajah Arhan.

Dalam sekejap, Arhan dikepung oleh kerumunan orang yang wajahnya penuh amarah. Mereka menganggap Arhan adalah penjahat, penculik, atau bahkan pemerkosa yang baru saja kabur dari kejaran.

"HEH KAU JAHAT! BERANI BERNYALI KAU MENCULIK ORANG!" hardik seorang pria kekar sambil mendorong bahu Arhan.

"Hajar saja orang ini! Biar kapok! Niat jahatnya ketahuan malah mau kabur!" teriak yang lain.

Suasana langsung ricuh. Beberapa orang sudah mengepalkan tangan, siap memukuli Arhan.

"JANGAN LEPAS DIA! SERAHKAN KE POLISI!" teriak Mereka.

Belum sempat pukulan pertama mendarat, terdengar suara sirine polisi yang menderu mendekat, yang di mana Gina yang melaporkannya tadi. Beberapa petugas kepolisian turun dari mobil patroli dan langsung memisahkan massa dari Arhan.

"BERHENTI! SEMUA TENANG!" teriak petugas itu. "Tuan, ikut kami untuk diperiksa. Ada laporan Anda menculik dan ingin menyakiti wanita ini!"

Arhan berdiri tenang meski dihujani tatapan benci dan tuduhan. Ia tidak melawan, tapi juga tidak takut. Ia tahu, satu-satunya yang bisa membela dirinya saat ini adalah fakta medis yang sedang terjadi di balik pintu tertutup itu.

Situasi semakin tegang. Massa menuntut polisi segera menangkap Arhan, sementara petugas mulai memasang borgol di tangannya.

Tapi...

Krieeet...

Pintu ruang tindakan terbuka perlahan. Seorang dokter dengan baju putih dan masker yang digantung di leher keluar sambil melepas sarung tangannya. Seluruh ruangan langsung hening seketika. Semua mata tertuju pada sang dokter.

Kepala polisi yang hendak memasang borgol pun berhenti.

"Dokter, bagaimana kondisi pasiennya? Apakah orang ini yang menyakiti dia?" tanya petugas polisi tegas.

Dokter itu menghela napas panjang, lalu menatap seluruh hadirin dengan wajah serius namun lega.

"Pasien sudah stabil. Dia selamat," kata dokter itu.

Massa mulai berbisik-bisik, tapi dokter itu segera melanjutkan kalimatnya dengan suara lantang.

"Dan saya harus mengatakan ini dengan jelas... Nyawa nona ini tertolong 100% berkat tindakan cepat pria ini," tunjuk dokter itu tepat ke arah Arhan.

"Apa?!" seru semua orang serentak, kaget.

"Pasien mengalami henti jantung sementara dan keracunan. Jika dia dibawa terlambat hanya 5 menit saja... saya pastikan nyawanya tidak akan bisa kami selamatkan. Pria ini melakukan pertolongan pertama yang sangat tepat dan membawanya dengan kecepatan tinggi yang justru menyelamatkan nyawa pasien," jelas dokter itu panjang lebar.

Jleb!

Para semua orang yang ada di sana terkejut. Wajah para warga yang tadi merah padam karena marah, kini berubah pucat karena malu. Mulut mereka terkunci rapat, tidak ada lagi yang berani berteriak.

1
saniscara patriawuha.
apaaannnn tuhhhhhh....
Ambu Rinddiany Thea
lagii donk kaaa
less22: aku bikin novel baru ambu, ayo mampir dulu
total 3 replies
saniscara patriawuha.
gass maninggg mbokkk lesss22.....
less22: oke gasssss
total 1 replies
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhhh nambahhh lagiiii....
saniscara patriawuha.
mayannnn senajan mung sitok....
less22: kwkwkw
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssss pollllll
saniscara patriawuha.
waduhhhhh...
Yuliana Tunru
bodoh x kau rian 😡
Ambu Rinddiany Thea
asiiik makan makan dong 🤭😂
saniscara patriawuha.
laporinnnnnn biartt krenyesss rasanya...
saniscara patriawuha.
rejeki ble kemana mana...
saniscara patriawuha.
gasdddddd deuiiiiii....
Ambu Rinddiany Thea
laaah k9 udahan sih
saniscara patriawuha.
gassddd polllll...
Ambu Rinddiany Thea
dasar muka badak tuh s gina mah ..
saniscara patriawuha.
gasssssdd deuiiii
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gundulin aja gk seh itu rambut gina... atau minimal benturin kepalanya ke tembok sampe berdarah darah biar kebodohan dan kemurahan ya hilang😑
Ambu Rinddiany Thea
ayobsintaaa ambu dukung istri sah .. yang kenceng tarikannya benturin sekalian kepalanya ma tembok biar sadar tuh otaknya , 🤭🦾
saniscara patriawuha.
cabik cabik wajahnya...
saniscara patriawuha.: atur aee. mbokkk lesss22
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ka leesss ajakan ambu kesana doongs . beraza gatal ni tangan ma kaki pingin ikutan jambak ma nendang s gina jugaa 🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Shy//Shy/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!