NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Gavin di Usir Arumi

Arumi memutar bola matanya malas, mendengus meremehkan. "Tuh orang kagak punya harga diri apa gimana, sih? Udah gue tendang mentalnya kemarin, masih aja nangkring di sini. Malah berani-beraninya nunjukin muka setelah apa yang dia lakuin di belakang gue."

Begitu Arumi sampai di depan pintu ruang kerjanya, Gavin langsung berdiri dari kursi tunggu. Penampilannya berantakan, sangat jauh dari citra pria metroseksual lulusan London yang biasa ia pamerkan. Kemeja birunya kusut, dasinya longgar, dan matanya sembab kemerahan seolah tidak tidur semalaman. Begitu melihat sosok Arumi, seberkas harapan palsu memancar dari matanya. Gavin mencoba mendekat dengan langkah terhuyung, kedua tangannya yang gemetar terangkat, ingin meraih bahu Arumi.

"Arumi... tolong, dengarkan aku sekali ini saja. Aku tahu Zaviar atau alter egonya itu memaksamu, kan? Lihat wajahmu, kamu pucat, Ru! Kamu pasti menderita di bawah kungkungan iblis sakit jiwa itu!" Gavin berseru dengan nada memilukan yang justru terdengar menjijikkan di telinga Arumi.

Arumi menepis tangan Gavin dengan satu gerakan silat Tangkisan yang tajam dan bertenaga, membuat pria itu mundur satu langkah karena terkejut. "Jangan sentuh gue, Gav. Tangan lu bau penyesalan dan bau duit suapan, gue enek."

Gavin tertegun, wajahnya kian memucat mendengar kata suapan keluar dari mulut wanita itu. Namun, ia buru-buru menguasai rasa takutnya dan kembali memohon. "Arumi, aku punya bukti medis kalau Zaviar itu tidak stabil! Dia punya kepribadian ganda yang berbahaya! Aku bisa membawamu kabur ke London sekarang juga! Kita mulai hidup baru di sana, aku akan menjagamu dengan lembut, tidak seperti dia yang memperlakukanmu seperti budak hasrat korporat!" Gavin terus memohon, matanya menatap leher Arumi yang tertutup syal tebal. Dengan insting lelakinya, ia tahu di balik kain sutra itu ada jejak kepemilikan pria lain yang baru saja ditorehkan.

Arumi tertawa renyah, sebuah tawa bar-bar khas jalanan yang mematikan dan sanggup meruntuhkan harga diri lawan dalam sekejap. Ia melangkah maju dua tapak, mempersempit jarak hingga Gavin bisa melihat dengan sangat jelas kilatan dingin dan haus darah di dalam manik matanya.

"Lembut? Lu pikir gue butuh kelembutan lu yang menye-menye itu? Denger ya, Gavin Pradipta. Arumi yang lu kenal dulu, yang nangis pas lu tinggal ke London demi ngejar selangkangan anak konglomerat lain, udah mati dikurung di bawah tanah!" desis Arumi kejam.

Arumi menyeringai tipis, sebuah seringai penuh kemenangan yang penuh racun. Dengan gerakan lambat yang sengaja disengajakan, ia menarik sedikit ujung syal sutranya ke bawah, menyingkap bagian kulit lehernya yang paling gelap. Tanda memar keunguan yang kontras dengan kulit putihnya terpampang nyata di hadapan Gavin.

"Zaviar atau Varian... emang mereka sakit jiwa. Mereka posesif, pemaksa, dan brutal di atas ranjang sampai bikin badan gue remuk pagi ini. Tapi lu tahu apa? Mereka jauh lebih jantan daripada lu yang cuma bisa dateng pas semuanya udah terlambat, dan main belakang pakai duit haram buat beli bom. Gue lebih milih dikurung sama monster yang berani pasang badan buat gue, daripada dilindungi sama cowok lemah dan munafik kayak lu!"

"Arumi... kau... kau benar-benar mencintainya? Kau membela iblis itu?" Gavin bertanya dengan suara yang hancur, air matanya mulai menggenang di pelupuk mata seiring runtuhnya seluruh harapan yang ia bawa dari London.

"Cinta atau kagak, itu bukan urusan lu. Yang jelas, kehadiran lu di sini cuma ngerusak mood gue buat cari duit," ketus Arumi ceplas-ceplos tanpa memedulikan kehancuran ego pria di depannya. Ia mengangkat tangan kanannya, menunjuk ke arah lorong lift dengan ibu jarinya yang teracung tegas. "Sekarang, angkat kaki lu dari gedung gue. Semua aset dan kontrak kerja sama perusahaan lu dengan Ravindra Group udah dibekukan per pagi ini. Kalau sampe gue liat muka lu lagi besok di lingkungan ini, gue sendiri yang bakal seret lu ke kantor polisi atas tuduhan pelecehan sekaligus keterlibatan konspirasi pembunuhan. Pergi!"

Gavin terhuyung mundur seolah baru saja dihantam palu godam tepat di dadanya. Ia menatap Arumi dengan tatapan kosong, menyadari bahwa wanita di depannya bukan lagi Arumi yang bisa ia jinakkan dengan kata-kata manis. Dengan bahu yang merosot jatuh dan langkah yang terseret beban penyesalan, Gavin akhirnya berbalik, berjalan lambat meninggalkan area kantor menuju lift.

Arumi menghela napas panjang yang terasa berat di dadanya. Ia memutar tubuhnya, mendorong pintu ruang kerjanya yang besar, lalu masuk ke dalam dan membanting pintu tersebut hingga menimbulkan suara dentuman keras yang menggema di koridor. Sifat bar-bar-nya memang menang telak dalam konfrontasi barusan, tetapi jauh di dalam hati kecil raga ini, ada sedikit rasa perih dari sisa-sisa masa lalu yang sempat terlintas. Namun, dengan cepat Arumi menggelengkan kepalanya, menepis rasa tidak berguna itu, lalu berjalan mantap menuju meja kerjanya yang sudah dipenuhi oleh tumpukan dokumen penting yang menuntut perhatian penuh darinya sebagai Nyonya Besar Ravindra Group.

Di dalam ruang kontrol keamanan mansion Ravindra yang canggih, atmosfer terasa begitu dingin dan steril. Deretan layar monitor beresolusi ultra-tinggi berkedip teratur, menampilkan setiap sudut properti milik keluarga Ravindra, termasuk jaringan satelit rahasia yang terhubung langsung ke Ravindra Tower di pusat kota. Di tengah ruangan yang minim pencahayaan itu, Zaviar duduk bersandar di kursi kulit premiumnya dengan kaki menyilang elegan.

Tatapan mata obsidiannya yang tajam tidak pernah lepas dari layar monitor utama berukuran paling besar di tengah dinding. Layar itu menampilkan siaran langsung tanpa suara dari kamera CCTV tersembunyi yang tertanam di sudut langit-langit ruang kerja Arumi.

‎Sejak Varian melepaskan Arumi dari ranjang sutra mereka pagi tadi, Zaviar sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaan dokumennya di mansion. Kesadarannya sebagai kepribadian utama telah kembali sepenuhnya, membawa serta sisa-sisa gairah posesif yang ditinggalkan oleh alter egonya yang liar.

Melalui layar itu, Zaviar terus memantau setiap gerak-gerik sang istri seperti seorang predator yang mengawasi wilayah kekuasaannya.

‎Ketika siluet Gavin Pradipta mendadak muncul di layar—menerobos masuk ke area tunggu dan menghadang langkah Arumi—tubuh Zaviar seketika menegap.

Garis rahangnya mengeras begitu ketat hingga guratan urat-urat di lehernya menonjol kemerahan. Sepasang matanya menyipit tajam, memancarkan aura membunuh yang pekat saat melihat Gavin mencoba melangkah maju dan mengangkat tangan untuk menyentuh bahu Arumi. Di dalam kepala Zaviar, sistem sarafnya berdenyut kasar. Insting tergelapnya mendesak untuk mengirim tim komando malam ini juga guna melenyapkan pria dari London itu dari muka bumi.

‎Namun, sedetik kemudian, ketegangan di tubuh Zaviar mengendur. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk seulas senyum tipis yang sarat akan kepuasan dan kemenangan murni.

1
Arni Lisa
harusnya Jang berubah dulu aruminya , kalau dah cerai baru rubahnya supaya nyesel...ni mah nggk bakalan cerai, yg ada dikurung Mulu dikamar..hahahaha
hihihu
namice: 😘😘😘, kak Arni apa kabar nih, terimakasih banyak ya kak sudah mampir baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Luc Ay
oke kak aku mampir nih bosan baca cs mulu apa lagi pemeran nya bts entah kenapa aku ngerasa cemburu mulu padahal cuman cs hahha
namice: 🤣🤣 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah mampir baca Novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
kitty ❤
tetep gak kapok2 si ular keket 😠
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rocean
support sesama penulis 🙏🙏
namice: sama-sama kak... semangat kak 💪💪💪
total 6 replies
E H Mukti
😍😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: terimakasih banyak ya kak Yuningsih mau mampir,🤭😘😘😘🌹🌹🌹
total 2 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!