NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Ada apa denganku?

Malam harinya, Ziya tengah berbaring di atas ranjang sambil melihat-lihat foto yang Ia ambil saat di sungai bersama Asep tadi.

“Wah cantik banget pemandangannya,” dia menatap takjub foto-foto tersebut, saat dia menggeser layar ponselnya foto Asep pun muncul.

‘Lah, ngapain lu nyimpen fotonya si Asep Ziya, kurang kerjaan banget,’ dia hendak menghapusnya namun ragu, ‘tapi gak papa lah buat kenang-kenangan, toh di hp gue foto cowok bukan cuma Asep doang ada banyak dari temen-temen alumni sekolah juga,' dan dia pun mengurungkan niatnya.

Saat Ziya tengah asik melihat galeri ponselnya tiba-tiba lampu pun mati, “lah ko mati?” pekiknya.

“Sep, ko lampunya mati, lu lupa bayar token listrik ya?” teriak Ziya.

“Mana ada atuh Neng, ini memang mati lampu dari sananya. Disini emang sering mati lampu, apa lagi kalau muncul angin tahunan bisa mati lampu sampai Dua puluh kali sehari,” sahutnya dari kamar sebelah.

“Eh buset, Dua puluh kali sehari mah parah banget. Ini bakalan lama gak sih, gue takut Sep.”

“Tidur aja Neng, nanti juga nyala sendiri lampunya,” ujar Asep.

“Gak bisa, gue gak bisa tidur kalau gelap banget kaya gini.”

“Nyalain aja atuh senter hapenya,” saran Asep.

“Gak bisa hape gue lowbat. Eh, suara apaan tuh?”

“Tidur aja atuh Neng,” lagi-lagi Asep menyarankan hal yang sama.

Tuk...Tuk... grasak....“Sep, lu denger sesuatu gak?”

“Cuma ranting yang kena angin atuh Neng, sok atuh tidur nanti juga gak bakal denger apa-apa.”

“Tapi gue belum ngantuk. Temenin gue bentar ya, please,” pinta Ziya.

“Neng mau saya ke kamar Neng?”

“Anjir enggak lah, temenin gue nya di ruang tamu kali.”

“Hehe kirain mau ditemenin tidur di kamar,” candanya, sedang Ziya hanya memutar bola matanya malas, entahlah candaan Asep kali ini tak membuatnya kesal sama sekali, mungkin karena dia mulai terbiasa.

Terdengar suara pintu terbuka, Ziya pun lekas bangun dan keluar dari kamarnya sambil memeluk bantal dan selimut yang membungkus tubuhnya. Cahaya lampu senter yang asep nyalakan membuat Ziya merasa tenang, dia tidak suka kegelapan, kegelapan terkadang membuat dia sulit bernapas.

Ziya duduk di kursi sedang Asep duduk di lantai beralaskan tikar.

“Saya tidur disini, Neng tidur disitu,” ucapnya.

Ziya mengangguk setuju, dia mulai berbaring di atas kursi panjang tersebut, saat dia hendak memejamkan mata tiba-tiba, Klontang... Sebuah benda berbahan seng terdengar jatuh di dapur.

“Asep!” Pekik Ziya.

“Saya disini atuh Neng gak usah teriak-teriak,” keluh Asep, dia yang hendak memejamkan mata pun terpaksa bangkit kembali.

“L-lu denger kan tadi, a-ada yang jatuhin benda di dapur,” ucap Ziya tergagap matanya menatap sekeliling dengan waspada.

“Itu mah cuma tikus Neng, tiap hari saya denger benda jatuh, entah itu susuk atau benda-benda yang lain, sok atuh Neng merem tutup telinganya pake bantal saya jamin Neng gak bakal denger apa-apa.”

“Sep, jangan tidur dulu ya, please.”

“Iya iya saya gak akan tidur sebelum Neng tidur.”

“Kalau gitu kita ngobrol aja, gimana?” bukannya tidur Ziya justru malah bangun dan duduk kembali.

“Ngobrolin apa atuh Neng?” Asep menatap bingung.

“Ngobrol apa aja, tentang elu misalnya.”

“Tentang saya?”

“Hmh,” Ziya menganggukkan kepalanya.

“Nggak ah, mending saya main gitar aja. Saya tahu Neng cuma gak mau denger suara-suara itu kan.”

Ziya berdecak pelan sambil berbaring kembali. Asep bangkit dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil gitar, tak butuh waktu lama dia pun sudah kembali duduk di tempat semula.

“Neng mau saya nyanyiin lagu apa?”

“Ck, kaya yang bisa nyanyi aja lu,” ucap Ziya remeh.

“Eh si Neng nantangin.”

Jreng...

Asep mulai memetik senar gitarnya, memainkan nada sebuah lagu.

‘Kamu telah mengisi lubuk hatiku, jauh dalam relungku pernahkah kau merasakannya.'

'Cinta, kini hanya engkau yang bisa, membuatku merasa bahagia apa kau pun merasakannya dan memeluknya.’

Ziya termangu, ternyata suara Asep tak kalah dengan suara Regan. Tanpa sadar Ziya terus menatap wajah Asep yang tengah menyanyikan lagu berjudul 'Sayang' itu.

Deg... Jantung Ziya tiba-tiba berdetak dengan cepat, darahnya berdesir, dia memalingkan wajahnya seketika.

‘Ada apa ini, ke-kenapa gue jadi deg-degan liat si Asep? Wah kayanya ada salah dalam diri gue!’

1
Hardware Solution
Wkwkwkk
Arin
Perempuan kan gitu..... Kalau yang di rayu gak mempan. Gantian dia yang marah🤣🤣🤣. Gantian yang laki kalang kabut😁😁😁😁
Arin: Tapi kalau aku gak mempan. Makin aku diam karena marah, suami juga diam cuek gak ada rayu-rayunya😁😁😁😁. Paling dia ajak keluar, jalan, makan atau belanja🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanjutttt..
❤❤😍💪💪
Susi Akbarini
Aa Asep..

jgn lama2 marahnyaa.

🤣🤣😄❤❤😍💪💪💪
Arin
Siap-siap dirumah buat rayu Asep Ziya..
Pasti taulah dirayu pakai apa biar Asep luluh🤭🤭🤭🤭
juwita
biar sarah sm si regan ngerasain dinginnya penjara Ziya. coba pikir klo seandainya Bpk km g bertindak udh pasti si regan nyelakain km bahkan bisa" km di perkosaan sm dia
Arin
Beneran Ziya maafin Regan dan Sarah? Kalau suatu saat mereka masih berulah lagi bagaimana?
sitanggang
jelek kali ceritanya kek gini🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: Kamu yang gak ngerti perbedaan mengkritik dan menghujat. Keritik "Membangun" Menghujat "Merendahkan" paham? aku biasanya gak pernah ngerespon orang2 tukang hujat, hanya saja aku liat kamu banyak menghujat orang lain dan mereka mendiamkan kamu, aku mencoba untuk saling mengingatkan kak, bahwa cara kamu berkomentar di cerita orang itu salah. Aku bukan merasa cerita aku udah bagus enggak, aku sadar aku banyak ke kurangan hanya saja komentar yang kakak tulis itu jatohnya menghujat bukan mengkritik 🙏
total 5 replies
Susi Akbarini
kira2 siapa ya yg kasih tau ayah xiya kalo ziya diculik...

❤❤❤😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
penyesalanmu tiada berguna re...
mkanya jadi org jgn mokondo...
❤❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
widiiihhh..
akhiranya Aseplah pangeran ber pick up itu yg menyelamatkan ziyaaa..

❤❤❤😍😍😍💪💪💪
juwita
ieu beda pangeran na. lain tina kuda putih tp. tina pickup putih🤣🤣🤣
Whidie Arista 🦋: 🤣🤣🤣✌️
total 1 replies
Arin
Semoga Ziya cepat bisa tertolong
juwita
asep tlpn Bpk Ziya biar si regan sm si sarah kena tangkap.
Susi Akbarini
mkasi ya thoooorrr ...
double up hari ini..


❤❤😍😍😍💪
Whidie Arista 🦋: masama Kak❤️
total 1 replies
Susi Akbarini
siapa ya yg akan nolongin ziyaaa

❤❤❤😍💪
Susi Akbarini
waduhhhh.

tegang bangett..
ini..
❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini: 🤣🤣😄😄😍😍
total 2 replies
sitanggang
goblok ziya ternyata, tinggal teriak🤦
Susi Akbarini
ayo sepppp..
buruan datangggggg..
❤❤❤😍😍😍💪💪1
Susi Akbarini
aduhhhh ziyaaaa..
mumpung diperhatikan banyak orang..
gigit tangan regan.

teriak penculik3..
biar regan digebukin orqng se SPBU ..
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!