NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:290.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

   Nafis begitu sibuk mengoreksi laporan bulanan dari beberapa butik cabang miliknya. Dia patut bersyukur hampir semua butiknya mengalami perkembangan yang cukup bagus. Memang hanya butiknya yang di pati saja yang sedikit mengalami minus dalam pemasukan. Nafis tidak terkejut karena tau apa permasalahan di sana.

  " Memang ada baiknya butik itu aku lepas. Aku hanya perlu memindah beberapa karyawan yang memang bagus kinerjanya selama ini "

  " Nikmatilah selagi kalaian masih punya kesempatan tapi, hari di mana kamu benar-benar menikah lagi, maka jangan salahkan aku jika semua kenikmatan selama kita hidup berdampingan aku cabut " ucap Nafis sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.

  " San kamu bisa keruanganku sebentar ?" Ucapnya melalui sambungan telfon.

  " Baik bu "

   Pintu ruangannya diketuk, dia tau itu pasti Santi.

  " Masuk San ?"

  " Ada apa bu, apa ada laporan yang salah ?"

  " Duduk San, ada yang mau aku diskusiin sama kamu " Santi menurut.

  " San, kondisi butik kita yang di Pati benar-benar mengkhawatirkan bulan ini. Karena apa kamu juga tau kan, menurutmu bagaimana baiknya ?"

  " Sebenarnya penjualan di sana termasuk yang paling bagus bu, kalau mau kita tutup sangat sayang bu, kasian juga karyawannya bu ?'

   " Kamu benar San tapi, kalau mau kita pertimbangakan harus di pikirkan bagaimana caranya tetap stabil "

  " Maaf bu, ini cuma sekedar saran saya saja. Bagaimana kalau kita buat skenario seolah ibu menjual butik itu. Dengan begitu pak Hanafi dan ibunya tidak akan berani berbuat semaunya di sana ? "

   " Usul kamu bagus San "

    " sekalian kita beri sedikit shock terapi ke mereka bu ?"

   " Bagaimana caranya San ?"

   " ibu serahkan saja ke saya."

   " Ya sudah, asal jangan aneh-aneh yang ujungnya malah membahayakan keselamatan kamu"

   " Siap bu "

   Ponsel Nafis berdering, sedkitit terkejut saat mendapati nomer Farid yang dia simpan waktu pria itu mengantar putra-putrinya datang ke kliniknya untuk konsultasi.

  " Siapa bu, kok nggak di angkat ?"

   " kepo kamu ya "

  Tak mau membuat kliennya menunggu terlalu lama, Nafis segera mengangkat panggilan itu.

  " Assalamu'alaikum benar ini dengan mbak Nafis ?" Ucap Farid.

  " Wa'alaikum salam, betul "

  " Alhamdulillah kalau begitu, ini mbak Nafis sedang ada di Magelang atau di Jakarta ya ?"

  " Saya kebetulan sedang ada di Magelang mas, mohon maaf ada apa ya, apa terjadi sesuatu dengan kak Satria dan Kak Anin ?"

   " Alhamdulillah mereka baik mbak Nafis, Saya hanya ingin konsultasi masalah anak-anak saja mbak Nafis, ingin tau sejauh mana perkembangan anak-anak '

  " Bagaimana ya mas Farid, kebetulan ini saya sedang tidak di Jakarta ?"

  " Apa mbak Nafis sedang di Magelang ?"

  " Iya Mas Farid, baru kemaren saya kembali dari Jakarta "

   " Kebetulan hari ini saya sedang di Magelang, baru selesai syuting. Apa mbak Nafis ada waktu ?"

   " Ya Allah njenengan sedang di Magelang ya, bisa mas Farid yang ke tempat saya atau bagaimana ?"

   " Sepertinya saya ketempat mbak Nafis saja, bisa tolong share location tempat mbak Nafis ?"

  " Oya boleh mas, mohon di tunggu sebentar "

   Setelah mengirim alamat kliniknya Nafis segera menuju klinik miliknya yang letaknya sebelahan dengan butik. Tak lupa dia meminta karyawannya menyiapakan jamuan untuk tamunya.

   " Memang tamunya siapa bu, kayak istimewa banget sih ?"

  " Tamunya dari jauh San, makanya musti kita jamu "

  " Lagian bukan biasa juga begini ya kalau ada tamu " Santi hanya nyengir sembari berlalu.

  " Bu ada yang mencari ibu di bawah ?" Ucap Revi karyawan Nafis yang berjaga di bagian resepsionis.

  " Iya Rev.."

  Nafis segera mengikuti langkah Revi ke lantai satu. Senyum Nafis terkembang menyambut tamunya. Sementara beberapa karyawannya terlihat heboh saat tau tamu bosnya adalah artis terkenal.

   " Assalamu'alaikum mbak nafis. Maaf saya datangnya membawa rombongan begini "

  " Wa'alaikum salam, tidak apa mas Farid. Monggo silahkan masuk."

   " Hay kak Nafis kita bertemu lagi ya ?" Nafis terkejut melihat Agas salah satu pasiennya ternyata ikut dalam rombongan Farid.

  " Alhamdulillah jadi tau tempat saya yang disini ya ?"

  " Adem kak di sini, enak buat sejenak menjauh dari hiruk pikuk lokasi syuting "

   " Monggo silahkan masuk semua " Nafis mengarahkan tamunya menuju lantai dua rukonya.

    " Silahkan duduk , maaf cuma begini tempatnya "

     " Wah kak Nafis ini mah keren banget lho " Ucap Miranti adik seklaigus managernya Farid.

   " Kenapa luas banget bagaian atasnya kak ?"

   " Ini dua ruko kita gabung Mir, kalau yang bawah kan di bagi dua, untuk butik dan kantor "

  " Jadi butik sebelah punya kak Nafis juga ?" Nafis tersenyum sembari mengangguk.

  " Psikiater iya, nulis novel iya, ngisi seminar iya masih ngurus butik juga, kapan istirahatnya kak "

  " Kan ada team Mir ?"

  Dua orang karyawan Nafis, datang menyajikan minuman dan beberapa makanan. Beruntung ruko milik Nafis ini tidak jauh dari pusat penjualan aneka makanana ringan dan kudapan.

" Wah jadi merepotkan ini " Ucap Farid.

" Tidak kok, hanya makanan kecil dan ini ada buah salak fres baru tadi pagi di petik dari kebun ibunya Rahma karyawan saya ini "

" Wah mantap , salak dari daerah mana ini bu Nafis ?"

" Dari srumbung pak " Rahman mewakiliku menjawab karena jujur akau tidak paham rumah Rahma di daerah mana.

" Lho mbaknya asli sana ?" Rahma mengangguk.

" Mas Ahmad paham ya daerah Magelang ?"

" Iya bu Nafis kebetulan ibu saya asli sini, lumayan tidak jauh dari daerah mbaknya "

" Begitu ya ?'

" Silahkan di nikmati maaf cuma seadanya ya "

" Meja sampai penuh begini lho kak Nafis." Jawab agas sembari menikmati wajik week khas magelang. Dia paling suka itu kalau pas di Magelang.

Semua menikmati kudapan yang Nafis siapkan dengan di selingi obrolan ringan. Sesekali di selingi tawa membahana.

" Oya apa bisa kita mulai sekarang konselingnya mbak Nafis ? "

" Ya Allah karena asyik ngobrol sampai lupa, kalau begitu mari silahkan pindah keruang konseling saya ?" Farid mengangguk.

" Aku kedala dulu ya, titip Miranti ya Mad ?"

" Siap bos "

Nafis membawa Farid masuk kedalam ruang konsultasi yang berada di lantai yang sama.

" Silahkan duduk mas Farid " Farid memeperhatikan ruangan itu, nampak begitu baik penataannya. Membuat siapa saja yang memasuki ruangan itu sudah merasa nyaman terlebih dahulu.

" Apa yang ingin mas Farid ketahui tentang kondisi anak-anak anda ?" Nafis dengan tenang duduk di sebrang Farid.

" Bagaimana kondisi psikis anak-anak saya ?" Nafis tersenyum l.

" Sejauh pengamatan saya kak Satria yang lebih berat diantara keduanya. Yang pertama jelas anda kecewa dengan perpisahan ini, meskipun dia memahami betul jika anda dan istri tetap bertahan juga bukan hal yang bagus "

" Sudah sejak dua tahun ananda merasa hubungan anda dan istri tidak lagi sehat."

" Puncak dari rasa kecewa, malu dan terluka adalah mana kala maaf ..' Sulit bagi Nafis mengungkapkannya .

" Kenapa ?"

" Mohon maaf, ananda melihat ibunya sedang maaf... Bercumbu di kamar apartemen milik anda "

" Astagfirullah hal adzim .... Dia lihat mamanya sedang begituan ?" Nafis mengangguk lemah.

" Butuh waktu bagi kami untuk kak Satria mau mengungkap keresahan hatinya. Berkali-kali kami dekati, ananda masih belum mau berbicara, baru setelah kami gunakan metode hipnotis ananda au berbicara panjang lebar, ada satu kalimat yang belum selesai ananda ucakan tapi keburu ananda terbangun "

" Apa itu mbak ?'

" Saya hanya menangkap ananda berucap jika tidak suka anda di rendahkan.."

" Ada amarah saat ananda mengucap itu "

"Lalu saya harus bagaimana sekarang ?"

" Saran saya luangkan lebih banyak untuk ananda, siapa tau ananda mau jujur dengan papanya,"

" Kalau Anin ?"

" Kalau kak Anin, sebenarnya reaksi dia wajar. Dia mengungkapkan kekecewaannya juga masih dalam tahap wajar. Ananda ini hanya kecewa atas perpisahan orang tuanya, dan juga merasa risi karena ikut terseret-seret dengan apa yang sedang di alami orang tuanya "

" Sejak awal langsung welcome menceritakan semua yang menjadi uneg-uneg di hatinya. Dia hanya terkejut, biasa papanya muncul dipemberitaan karena karya dan prestasi tapi, ini karena kasus perceraian.

" Apa keputusan saya berpisah ini salah ya ?" farid terlihat putus asa.

" Setiap keputusan pasti ada dampak baik dan buruknya. Semoga keputusan ini memang yang terbaik menurut Allah SWT.

" Aamiin "

1
Dewi Sri
Ikutan lega
Susi Lawati
sepertinya nafisha sama anak2 nya seperti adik kakak deh
WHATEA SALA
Sepertinya hafiz pernah cerita tentang para polisi yang mau meminang hafiz,waktu mereka jogging di taman,ya gak sih..?
Yuni Ngsih
Authooooor ceritramu bgs bangeeeeet yg jd peran utamanya Nfis hebat melawan suami & mertua mokondo ky gtu biar tau rasa semangat Thor ....lanjut
Mayra Zahra: terima kasih kak sudah mampir di ceritaku
total 1 replies
WHATEA SALA
Keras kepala juga ya si Nafis ini,sok kuat,padahal kalau dia cerita sama orang tua nya akan terasa ringan dan tentu ada solusi dan banyak membantu,tapi lihat semakin pontang panting kan..semua mau di pikul sendiri seolah gak punya orang tua.
𝐈𝐬𝐭𝐲
akhirnya sah juga setelah lama menunggu...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah sesuai harapan dan semoga pas akad semoga lancar tak ada halangan... saatnya Nafis berbahagia...
Susi Lawati
saatnya kamu bahagia fish segala sesuatunya jangan di pendam sendirian sekarang ada tempat yg nyaman dan leluasa tanpa harus merasa sungkan untuk kamu berbagi suka dan duka...
nunik rahyuni
menuju halal.. langsung gaaasszz biar louncing nafisa versi saset ato farid versi saset.banyak anak banyak rejeki
Agus Munib
top
nunik rahyuni
terlalu banyak liku liku ....kisah perjalann yg kurleb sama dg sebelum2nya
.langsung menuju pelaminan tanpa banyak acara
🌷tinull💞
inti nya komunikasi harus lancar jangan dipendem sendiri 😍
semangat terus Thor 👍
Hastutik cairn Brisbane
ruwet bin mbulet...simple lebih enak...bisa buat santai...
Tarwiyah Nasa
Nafis tu keras kepala
Susi Lawati
sepertinya trauma Nafis juga belum sembuh total, harus di sembuhkan dulu itu
Lee Mba Young
Nafis kelelahan tanpa mikir dirinya, pdhl anak nya masih butuh dia lo. kl terus bgini yg ada dia cpt mati.
bnyak TKW yg sakit hati tp masih bisa mikir, oiya kl Aku kerja rodi tanpa mikirin diri sendiri yg ada mlh rugi, kesehatan menurun ya kl ttp sehat kl sakit parah gimana nasib anak nya.

pdhl para TKW itu sdh nabung uang Dr luar Negri buat rumah eh suami di rumah mlh nikah lagi akhir nya rumah di bulldozer, tp mereka tau cara agar trauma hilang. healing tipis tipis, konseling juga.
kl nafis ini pdhl psikolog tp gk bisa nolong diri sendiri alasan trauma. yg ada mlh sakit sakit an. ya krn gk mau healing tipis tipis, nilmati Alam, nikmati karya Tuhan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nafis suka abai dengan kesehatan selalu kerjaan yg di pikirkan sampai lupa tubuh juga perlu istirahat..
Siti M Akil
inaroh yang tidak tahu lelaki nya punya istri 🤣🤣
Adi Sudiro
panggilan nya umi tapi kelakuan nya umami🤭🤭🤭
Mayra Zahra: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Susi Lawati
wajar sih kalau zizah kecewa Ama bapaknya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!