NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Terjebak Dalam Pernikahan CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Trauma masa lalu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aurin Josephine— tidak pernah menyangka, niatnya kabur dari perjodohan yang diatur paman dan bibinya justru menyeretnya ke dalam pernikahan tak terduga dengan pria asing, malam itu.

Gallelio Alastar, seorang CEO dingin yang mati rasa, mengubur perasaannya bersamaan dengan istrinya lima tahun lalu. Pernikahan itu tidak pernah ia inginkan. Bahkan terasa seperti pengkhianatan pada janji yang pernah ia berikan.
Namun di rumah yang sama, di bawah satu atap yang terasa asing, Aurin mulai mengenal sisi lain pria itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia bertekad… membuatnya jatuh cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Susu untuk pertumbuhan

Gallelio langsung menegakkan punggungnya dari sofa. Matanya membulat sempurna, terkejut melihat deretan perkakas yang kini berjejer rapi di atas meja.

​"Ka... kamu, maksudnya apa membawa semua ini ke sini?!" tanyanya dengan suara tertahan yang sarat akan rasa tidak percaya.

​Aurin menghela napas kasar, membuang semua rasa sungkan yang sejak tadi menahannya. "Begini ya, Tuan. Daripada saya capek bolak-balik membuat kopi tapi tetap tidak bisa memahami selera aneh Anda, lebih baik saya meraciknya langsung di depan Anda sesuai takaran yang Anda mau. Bagaimana?!" tawar Aurin dengan nada suara yang mulai berani karena rasa kesal yang sudah mencapai ubun-ubun.

​"Kamu berani bernegosiasi sekarang? Belum juga sehari tapi sudah mengeluh?!" cecar Gallelio, mencoba merebut kembali kendali situasi.

​"Saya bukan mengeluh, ini demi kewarasan bersama! Sekarang katakan bagaimana kopi yang Anda inginkan, biar besok-besok saya bisa menyesuaikan takarannya!" ujar Aurin tegas.

​Ia mulai bersiap di depan gelas kosong, tangannya bergerak hendak mengambil satu per satu bahan di sana.

​"Jangan penuh air panasnya! Tambahkan sekitar seperenam air dingin, biar lidah saya tidak melepuh!" ujar Gallelio akhirnya. Pria itu terpaksa mengalah karena terdesak oleh ketegasan Aurin.

​"Gulanya jangan sebanyak itu juga. Hilangkan satu butir, baru pas nanti rasanya!" lanjutnya dengan wajah tanpa dosa.

​Aurin mendelik seketika. Menghilangkan satu butir gula pasir dari sendok agar rasanya pas? Benar-benar tidak masuk akal. Batin gadis itu berteriak, ingin sekali melemparkan gelas kopi tersebut tepat ke arah wajah Gallelio yang tampak begitu songong karena sengaja mengerjainya.

​"Tangan kamu kenapa bergetar begitu?!" tanya Gallelio tiba-tiba saat menyadari jemari Aurin yang tampak tidak stabil memegang sendok.

​"Menurut Anda bagaimana, Tuan? Orang disuruh bekerja seharian tanpa diberi makan, apa tidak lemas?!" ketus Aurin.

​Meski suaranya mulai bergetar karena menahan lapar dan lelah, ia memilih membuang rasa takutnya demi memprotes perlakuan pria kejam di hadapannya ini.

Gadis bodoh! bisa-bisanya belum makan!

​Gallelio langsung mendongak, memperhatikan wajah gadis itu yang ternyata sudah sangat pucat.

​"Ya kenapa tidak makan sedari tadi?! Kamu mau meninggal di rumah saya? Kamu mau merusak citra saya dengan tidak makan agar nanti saya yang disalah-salahkan, begitu?!" tanyanya dengan suara yang meninggi. Namun, di balik bentakan itu, ada sedikit gurat khawatir yang muncul tanpa benar-benar ia sadari.

​"Dalam aturan itu tertulis, bahwasanya saya baru boleh makan jika Anda sudah mempersilakan," jawab Aurin, suaranya mencicit lirih di akhir kalimat.

​Shit! Aturan itu lagi! umpat Gallelio dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri yang menyusun klausul serapat itu.

​"Pergi makan sana! Makan yang banyak! Perbanyak juga sayurnya agar tubuhmu tidak sekurus itu. Mata saya sakit melihat tulang-tulang yang menonjol!" usir Gallelio kasar, memberikan izin yang sejak tadi ditunggu oleh perut Aurin.

​"Tapi saya harus membuatkan Anda kop—"

​"Tidak perlu! Nanti saya suruh Bibi Tika untuk membuat kopi dan membereskan semua ini. Kamu makan sana, dan setelah selesai makan langsung istirahat! Kamu harus tidur untuk memulihkan tenaga kamu itu!" potong Gallelio cepat sebelum ia bangkit berdiri dari sofa dan berlalu begitu saja dari sana.

​Aurin terpaku sejenak menatap punggung pria itu yang menjauh, sebelum akhirnya melangkah menuju meja makan dengan perasaan lega yang tak terbendung.

...----------------...

"Non Aurin," panggil Bibi Tika setelah ia turun kembali ke lantai bawah seusai mengantarkan kopi untuk Gallelio. Wanita paruh baya itu melangkah menghampiri Aurin yang sedang makan sendirian di meja makan.

​"Iya, Bi."

​"Kata Tuan, setelah makan ini Anda harus tidur. Benar-benar tidur, bukan bermain sama Non Anet," ujar Bibi Tika menyampaikan pesan dengan raut wajah serius.

​Aurin mengangguk pelan. "Oke, Bi," jawabnya singkat, mulutnya masih sibuk mengunyah makanan yang terasa sangat nikmat di perutnya yang kosong.

​"Kemudian kata Tuan, besok-besok kalau sudah jam makan, Nona harus langsung makan tanpa perlu menunggu dipersilakan oleh Tuan lagi," lanjut Bibi Tika.

​Aurin mengerutkan keningnya, merasa sedikit heran dengan perubahan sikap pria itu yang terkesan sangat mendadak. Ia bahkan sampai meletakkan sendoknya kembali ke atas piring.

​"Ada beberapa poin aturan yang harus Anda hapus. Pertama, jangan menunggu Tuan mempersilakan makan. Kedua, jangan menjauh dan Nona harus menyambut Tuan jika beliau sudah pulang kerja," lanjut Bibi Tika lagi, yang sukses membuat sepasang mata Aurin membelalak sempurna.

​"Beneran, Bi?" tanya Aurin memastikan. Ia menghela napas lega, merasa beban di pundaknya sedikit diringankan oleh beberapa poin menyebalkan yang mendadak dihapus itu.

​"Iya, betul. Tapi, ada poin baru yang perlu Nona tambahkan di dalam surat itu," ujar Bibi Tika. Wanita itu sempat berdeham kecil sebelum melanjutkan kalimatnya. "Nona Aurin wajib tidur siang setiap hari agar tubuh Anda berisi tidak hanya terlihat tulang-tulang saja, dan agar Anda bisa tumbuh tinggi, bukan bantet seperti tuyul. Itu kata Tuan sendiri, Nona."

​Aurin mendelik seketika, nyaris tersedak oleh air liurnya sendiri mendengar penuturan jujur dari wanita paruh baya di depannya itu.

​Ya, aku tahu itu kalimat dari si Tuan, Bibi! Tapi bisalah diperhalus sedikit bahasanya, bukan langsung dicontek habis-habisan ucapan pria tua bangka itu! teriak batin Aurin, benar-benar kesal sekaligus gemas dengan cara Gallelio yang selalu mengejek fisiknya.

Sesuai perintah, Aurin langsung kembali ke kamar setelah selesai mengisi perutnya yang kosong. Di dalam sana, Geanetta ternyata sudah terbangun dari tidur siangnya.

​"Mami dari mana?" tanya anak perempuan itu dengan suara yang masih serak khas orang baru bangun tidur.

​Aurin tersenyum lembut, lalu bergegas mengambilkan segelas air putih dan memberikannya kepada Geanetta. "Dari bawah, Sayang. Kamu sudah bangun? Nyenyak tidurnya? Mau tidur lagi sama Mami?"

​Anet tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan, lalu kembali menarik selimutnya ke atas tempat tidur. Bocah kecil itu segera merebahkan diri di samping Aurin, melingkarkan lengan kecilnya dan memeluk gadis itu dengan sangat erat seolah takut kehilangan.

​Aurin membalas pelukan itu dengan penuh kehangatan, mengusap punggung Anet dengan lembut. Rasa lelah yang mendera tubuhnya perlahan sirna, digantikan oleh rasa nyaman yang menenangkan. Tidak butuh waktu lama, mereka berdua akhirnya kembali terlelap bersama, melupakan sejenak segala ketegangan dan aturan rumit yang ada di luar kamar tersebut.

......................

"Kakak ipar, yuhuuuu... Aku kembaliii!" teriak Ayuna begitu menginjakkan kaki ke dalam rumah kakaknya.

​Di kedua tangannya dipenuhi oleh kantong belanjaan besar, dan beberapa lainnya terpaksa dibawa oleh sopir yang berjalan mengekor di belakangnya.

​"Kakak ipar!!"

​"Dia tidur!" jawab Gallelio datar dari arah sofa. Pandangannya menatap tajam ke arah sang adik yang datang-datang langsung berteriak heboh sembari membawa banyak barang bawaan, pemandangan yang sukses membuat Gallelio sakit mata melihatnya.

​Ayuna menghentikan langkahnya sejenak. Ia menoleh ke arah sofa ruang keluarga.

​"Eh, Kak? Kau sudah pulang?" tanya gadis itu sembari berlari mendekat. Ia menatap Gallelio dengan pandangan tidak percaya karena kakaknya itu sudah tampak sangat santai dengan kaus rumahan di badannya, sangat kontras dengan kebiasaannya yang selalu pulang larut malam dari kantor.

​"Hm. Apa yang kamu belanjakan itu? Kenapa sangat banyak?" tanya Gallelio mengalihkan pembicaraan.

​"Oh, ini..." Ayuna mulai meletakkan semua belanjaannya di atas lantai, begitu pula dengan barang-barang yang dibawa oleh sang sopir, hingga tumpukan itu terlihat semakin menggunung.

​"Ini semua pakaian untuk Kakak Ipar!" ujar Ayuna bersemangat. Ia mulai mengeluarkan isinya satu persatu, memamerkannya di hadapan Gallelio.

​Pakaian-pakaian yang dibeli memang semuanya diperuntukkan bagi Aurin. Mulai dari kebutuhan yang paling kecil hingga pakaian luar, semuanya sudah diborong oleh gadis itu demi memenuhi segala keperluan Aurin ke depannya. Gallelio hanya menatap deretan pakaian itu dalam diam tanpa memberikan komentar apa pun.

​"Menurutmu apa yang belum saya beli, Kak?" tanya Ayuna heboh sendiri, meminta pendapat.

​Gallelio terdiam sesaat. Ia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu melirik tumpukan barang tersebut dengan tatapan datar yang sulit diartikan.

​"Susu untuk pertumbuhan. Itu tidak ada!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rosita Zaky
bagisss
ChaManda
😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cih kesal
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kan kan kan kocak ini si Gel... bilang aja aku minta no kamu biar kalau ada apa-apa gampang/Curse//Curse//Curse//Curse/ pke alesan sebagai terima kasih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: gengsi kk🤣🤣😭
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 apa ini? kau mulai water? cihhh... dasar Gelooooooo/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣jangan lama2 dia dinginnya, ntar beku kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
huhuhuair mataku😭😭😭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
jeng jeng jeng jeng..... Gel... baik2 bini mu incaran adik lelaki mu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: maca iya yuk lah buat Erza nyemek2
total 4 replies
ChaManda
aduhh kasian juga yaa si Clara
ChaManda
🫵🏻🫵🏻🫵🏻
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhh msh kesel sama pak duda ngeselin😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh astagaaa keliarga gilaa ku penggal juga itu kepala kalian biar sekalian gk ounya otak😑
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
idih.... mulai nyaman dia natap yang belum tumbuh🤭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Udah tumbuh tapi belum keliatan menarikknya🤣🤣
total 1 replies
ChaManda
buat istrimu atau buat kamu?☺️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Gallelio: buat gadis itu, biar gak kuyuss krempeng
total 1 replies
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
🤣
ChaManda
🤣😭🫵🏻
ChaManda
🤣🤣🤣🤣 aku suka gayamuu
ChaManda
😭😭😭
ChaManda
🤣🤣🤣
ChaManda
heleh heleh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!