NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan di Pelataran Pelayan

​Cahaya fajar baru saja menyentuh Puncak Berkabut ketika suara langkah kaki kasar memecah keheningan pelataran pelayan. Tiga orang pemuda berjalan angkuh menuju pondok rusak di ujung area. Di posisi depan adalah Zhao Feng, wajahnya menyeringai penuh antisipasi.

​"Lin Tian! Keluar bawa airnya, atau kubakar gubuk rongsokan ini beserta tikus kecil di dalamnya!" teriak Zhao Feng.

​Di dalam pondok, Lin Chen berjengit kaget, refleks memegang lengan baju Lin Tian. Namun, Lin Tian hanya menepuk punggung tangan adiknya itu dengan tenang. Semalaman penuh, ia telah memutar Seni Pemurnian Tulang Naga Astral. Meski tingkat kultivasinya sama sekali tidak naik dan tetap tertahan di ranah Mortal tingkat pertama, ia merasakan perubahan mendasar pada otot dan tulangnya. Qi di dalam meridiannya kini mengalir sangat lambat, namun terasa padat dan berat seperti air raksa.

​"Tetap di sini, Chen'er," ucap Lin Tian datar.

​Ia melangkah keluar, membawa ember kayu berisi air dari Mata Air Iblis, dan meletakkannya tepat di depan kakinya. Angin pagi meniup ujung pakaiannya yang lusuh, namun postur tubuhnya tegak, tak lagi membungkuk seperti hari-hari sebelumnya.

​Melihat sikap Lin Tian yang berani menatap matanya, amarah Zhao Feng tersulut. "Beraninya kau menatapku seperti itu, Sampah! Sepertinya kau bosan hidup!"

​Tanpa peringatan, Zhao Feng melesat maju. Tangan kanannya membentuk cakar, dialiri Qi berwarna abu-abu yang menandakan ia telah mencapai ranah Mortal tingkat tiga. Sasarannya adalah bahu Lin Tian, berniat melumpuhkannya dalam satu serangan yang kejam.

​Mata Lin Tian memicing. Di masa lalu, gerakan ini akan terlihat terlalu cepat untuk dihindari. Namun kini, indranya telah dipertajam oleh energi naga kuno. Alih-alih menghindar, Lin Tian mengambil kuda-kuda dan mengepalkan tinju kanannya. Ia tidak menggunakan teknik bela diri tingkat tinggi apa pun, hanya memusatkan seluruh Qi ungu keemasan yang setetes demi setetes ia kumpulkan semalaman ke punggung tangannya.

​BAM!

​Tinju dan cakar berbenturan keras. Gelombang kejut kecil menyapu debu di sekitar kaki mereka berdua.

​Dua pengikut Zhao Feng yang awalnya tertawa mendadak terdiam. Mata mereka terbelalak ngeri. Bukan Lin Tian yang terpental, melainkan Zhao Feng. Pemuda berpakaian sutra biru itu terhuyung mundur hingga lima langkah, memegangi tangan kanannya yang bergetar hebat. Jari-jarinya tampak memerah bengkak, dan rasa sakit yang menusuk tulang membuat wajahnya pucat pasi.

​"K-kau... apa yang kau gunakan?!" seru Zhao Feng, suaranya melengking antara marah dan terkejut. "Tidak mungkin kekuatan fisik murni dari seorang pecundang bisa menahan Cakar Angin milikku! Kau menyembunyikan pusaka?!"

​Lin Tian berdiri tak tergoyahkan. Ia menatap tinjunya sendiri dengan sedikit rasa takjub yang disembunyikan rapat-rapat. Kepadatan Qi dari teknik naga ini benar-benar tidak masuk akal. Pantas saja ia butuh energi ratusan kali lipat untuk naik tingkat; fondasinya terlalu mengerikan dan solid.

​"Ambil air itu dan pergi dari hadapanku," kata Lin Tian, suaranya dingin dan menusuk. "Mulai hari ini, kau tidak berhak memerintahku. Jika kau atau anjing-anjingmu berani menyentuh Lin Chen lagi, aku akan mematahkan lenganmu yang lain."

​Zhao Feng menggertakkan giginya. Ia ingin menyerang lagi, tetapi rasa sakit di tulangnya memperingatkannya bahwa ada yang salah dengan Lin Tian hari ini. Mengambil risiko terluka parah di pelataran pelayan sangat tidak sepadan.

​"Kau akan menyesali ini, Lin Tian! Kakak sepupuku di pelataran luar tidak akan melepaskanmu!" ancam Zhao Feng sebelum akhirnya berbalik, menyuruh kedua pengikutnya membawa ember air tersebut dan bergegas pergi dengan langkah pincang.

​Lin Tian menghela napas pelan, mengendurkan kepalan tangannya. Ia tahu, mengusir Zhao Feng hanyalah riak kecil. Ancaman sebenarnya baru saja dimulai. Di dunia yang luas ini, tanpa kekuatan yang mutlak, ia dan Lin Chen akan selalu menjadi incaran. Perjalanannya mendaki puncak kultivasi adalah proses panjang yang tak bisa diselesaikan dalam satu atau dua hari.

​"Kakak Tian... kau mengalahkannya," bisik Lin Chen yang berdiri di ambang pintu, matanya berbinar penuh kekaguman dan rasa tidak percaya.

​Lin Tian tersenyum tipis, menatap langit pagi yang semakin terang. "Ini baru langkah pertama kita, Chen'er."

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!