NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:78.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Begitu pintu aula tertutup, kaki Astrid langsung kehilangan tenaga. Tubuh dia terhuyung, tangannya buru-buru menahan diri pada dinding terdekat agar tidak jatuh. Napasnya terasa sesak. Bukan karena lelah atau karena terlalu banyak berjalan, melainkan karena rasa sakit yang memenuhi dadanya. Sakit yang terlalu besar untuk ditahan.

Air mata yang sejak tadi dipaksanya bertahan akhirnya jatuh bercucuran tanpa bisa dihentikan. Hingga akhirnya berubah menjadi tangisan yang tidak bisa dihentikan.

"Kenapa ...." Suara Astrid pecah. "Kenapa harus di depan semua orang?"

Astrid menutup mulutnya sendiri. Namun, isakan itu tetap lolos. Tubuhnya gemetar hebat.

Orang-orang mungkin mengira penghinaan Marta adalah hal yang paling menyakitkan malam ini. Padahal bukan. Yang benar-benar menghancurkannya adalah Lucas, suaminya.

Pria yang pernah berjanji akan melindunginya. Orang yang pernah menggenggam tangannya di depan altar dan bersumpah akan mencintainya dalam keadaan apa pun.

Pria itu berdiri di sana mendengar dan melihat semuanya, namun malah memilih diam. Bahkan Lucas setuju dengan apa yang diucapkan oleh ibunya.

Astrid merasakan dadanya seperti diremas hingga hancur. Enam tahun hidupnya ia berikan untuk pria itu. Saat Lucas masih menjadi dokter muda dengan penghasilan yang belum seberapa, Astrid yang membantu mengatur keuangan mereka.

Saat Lucas harus belajar hingga larut malam untuk mengejar gelar spesialis, Astrid yang memastikan semua kebutuhan rumah tangga beres.

Saat putri mereka lahir dan terus menangis semalaman karena demam, Astrid yang terjaga hingga pagi.

Sedangkan Lucas? Lucas tidur karena harus bekerja esok hari.

Astrid tidak pernah mempermasalahkannya. Karena ia mencintai pria itu, sangat mencintainya.

Namun malam ini, untuk pertama kalinya, ia bertanya pada dirinya sendiri. Apakah Lucas pernah mencintainya sebesar itu?

Ponselnya berdering. Nama Lucas muncul di layar.

Astrid menatapnya. Air mata kembali mengalir. Dulu, melihat nama itu selalu membuatnya tersenyum. Sekarang yang ia rasakan hanya nyeri.

Telepon terus berdering. Akhirnya Astrid mengangkatnya.

"Ada apa?" tanya Astrid dengan suara yang serak.

"Astrid, kamu di mana?" Lucas malah balik bertanya dengan nada ketus.

Tidak ada kata permintaan maaf atau rasa penyesalan. Kalimat pertama itu langsung membuat hati Astrid semakin dingin.

"Apa pentingnya kamu tahu aku ada di mana?"

"Jangan seperti anak kecil." Suara Lucas di sebrang sana semakin meningkat.

Astrid tertawa. Tawa yang terdengar menyedihkan.

Anak kecil? Setelah semua yang terjadi, Lucas masih berpikir dirinya yang salah?

"Kamu mempermalukan dirimu sendiri malam ini," lanjut Lucas marah.

Kalimat itu membuat Astrid membeku. "Apa?"

"Kamu membuat suasana pesta jadi tidak nyaman."

Air mata Astrid terhenti. Ia bahkan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Aku yang membuat suasana tidak nyaman?"

"Kalau saja kamu bisa mengendalikan emosimu—"

"Cukup!" Astrid berteriak kepada Lucas. Itu pertama kali dia melakukannya selama pernikahan mereka.

Suara itu membuat Lucas langsung diam.

"Kamu bilang aku mempermalukan diriku sendiri?" Napas Astrid memburu. "Lucas, ibumu menghina aku di depan semua orang."

Lucas masih diam, tidak menyahut ucapan Astrid.

"Kamu yang sebagai suamiku pun ikut menghina aku. Dan sekarang kamu menyalahkanku?"

Terdengar suara mengembuskan napas Lucas yang panjang. Seolah dirinya yang sedang menghadapi masalah besar.

"Aku hanya ingin kamu berubah. Penampilan kamu yang gendut itu mempermalukan aku saja.l"

Kalimat itu begitu sederhana. Entah kenapa terasa jauh lebih menyakitkan daripada semua hinaan Marta.

Akhirnya Astrid mengerti. Masalahnya bukan berat badannya ataupun penampilannya. Masalahnya adalah Lucas sudah tidak menginginkannya lagi.

Air mata Astrid kembali jatuh menetes. Namun, kali ini tidak ada suara tangis. Ia hanya merasa kosong.

"Aku paham maksud kamu. Selamat malam, Lucas."

Astrid memutus sambungan. Lalu mematikan ponselnya, ia tidak ingin mendengar suara suaminya.

Perjalanan pulang terasa panjang. Lampu-lampu jalan terlihat kabur karena matanya terus dipenuhi air mata. Setiap sudut kota mengingatkannya pada Lucas. Restoran tempat mereka berkencan pertama kali. Toko buku tempat Lucas pernah membelikannya novel favorit. Taman tempat mereka berjalan sambil mendorong stroller putri mereka.

Semua kenangan itu terasa seperti pisau sekarang. Setiap mengingatnya, dada Astrid semakin sakit.

Begitu sampai di rumah, Astrid langsung masuk. Rumah besar itu terasa begitu sunyi. Tidak ada suara dan kehangatan, hanya kesepian.

Astrid berjalan menuju kamar Ariana, putrinya yang baru berusia dua tahun. Anak itu tertidur lelap.

"Apa Ariana rewel?" tanya Astrid kepada Iris, sepupunya.

"Tidak. Sejak ditinggalkan, Ariana anteng. Saat disuruh tidur pun menurut," jawab Iris itu tersenyum lembut.

"Kok, kamu sudah pulang? Apa acaranya sudah selesai?" tanya Iris heran.

"Aku pulang terlebih dahulu, khawatir dengan Ariana," jawab Astrid tersenyum tipis.

"Kalau begitu, aku pulang," kata Iris. Dia sengaja dipanggil Astrid untuk menjaga putrinya selagi dia pergi.

Setelah memastikan putrinya dalam keadaan baik, Astrid pun pergi ke kamarnya. Dia melepaskan semua perhiasan yang dipakainya ke pesta tadi.

Tanpa sengaja mata Astrid melihat sesuatu di atas tempat tidur. Sebuah kotak hadiah kecil yang terselip sedikit di bawah bantal.

Astrid mengernyit. Ia tidak merasa pernah membeli apa pun. Dengan bingung, ia membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah kalung berlian yang sangat cantik.

Astrid tertegun. Kalung itu jelas mahal harganya. Jantungnya berdebar.

"Apakah Lucas membeli kalung ini untuk aku?" gumam Astrid. Senyum pun perlahan menghiasi wajahnya.

Namun, perasaan hangat itu hanya bertahan beberapa detik. Karena sebuah kartu kecil terjatuh dari dalam kotak.

Astrid memungutnya. Lalu membacanya. Dan seketika seluruh tubuhnya membeku.

Untuk Starla.

Terima kasih sudah selalu membuat hariku lebih berwarna.

- L

Waktu seolah berhenti. Astrid membaca tulisan itu lagi dan lagi, untuk meyakinkan dirinya tidak salah baca. Tangannya mulai gemetar.

"Starla? Siapa dia?" batin Astrid. Otaknya berpikir keras mengingat siapa pemilik nama itu.

"L ini maksudnya Lucas?" gumam Astrid mengingat tulisan itu mirip tulisan tangan suaminya.

"Jangan-jangan selama ini Lucas selingkuh!"

Astrid mencoba mencari tahu siapa Starla itu. Dia membuka akun media sosial milik Lucas. Dia mencari nama Starla di setiap postingannya.

Tiba-tiba saja mata Astrid tertuju pada sebuah foto, di mana Lucas duduk dengan meja kerja menjadi latar belakangnya. Sebuah ponsel menyala dengan wallpaper seorang wanita cantik. Jelas itu bukan foto Astrid.

"Ponsel siapa itu? Kenapa wajah di layar itu tidak asing?" ucap Astrid bermonolog.

Astrid pun memperbesar layar agar lebih jelas melihat gambarnya. "Dia kan model itu!"

Beberapa hari lalu Astrid melihat wajah wanita itu di sebuah majalah. Model muda yang sedang naik daun karena mempunyai wajah cantik, tubuh yang tinggi, badan langsing, sempurna. Persis tipe wanita yang akan dibanggakan Lucas.

Perlahan Astrid terduduk di lantai. Kalung itu terlepas dari tangannya. Air mata mulai jatuh bercucuran. Hingga akhirnya ia menangis meluapkan kesedihan dan rasa sakitnya.

Tangisan yang jauh lebih menyakitkan daripada tangisan sebelumnya. Karena kali ini bukan hanya harga dirinya yang hancur, melainkan hatinya.

Selama ini Astrid berpikir Lucas hanya malu padanya. Ternyata ada alasan lain. Alasan yang jauh lebih kejam yang selama ini tidak berani ia bayangkan.

Astrid memeluk lututnya sendiri. Tubuhnya bergetar hebat. Malam itu, ia merasa pernikahannya mungkin sudah berakhir sejak lama. Dan dirinya adalah orang terakhir yang menyadarinya.

1
Nurlaela
terus saja salah paham dasar dokter penipu😂😂😂😂
Mardiana
ehh... ternyata dokter gemblung yg serakah dan gak mau usaha sendiri buat selingkuh.... ngandelin harta istrinya....ealahh gemblung 🤦🤦😎😎😎
Erni Kusumawati
baca bab ini sampai tahan nafas ikutan tegang🤭🤭
Darti abdullah
luar biasa
Yeyet Rohaeti
lanjut
Mardiana
Lucas... lupa sama istrinya karena lihat yg lebih kinclong 😈
Mardiana
cakep ...👍👍👍👍
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha selamat datang di hotel prodeo Lucas 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Good
sunaryati jarum
Saatnya Lucas runtuh,harta yang dikumpulkan dari hasil mencuri akhirnya akan kembali ke pemiliknya
sunaryati jarum
Semoga uang yang dicuri dan diberikan pada selingkuhannya kembali ke Astrid.Dan semua asetnya dibekukan dan jadi hak Astrid
Sugiharti Rusli
apa itu data" transaksi pengalihan yang dimiliki oleh istrinya yang selama ini juga disalah gunakan olehnya,,,
Sugiharti Rusli
dan kira" apa isi amplop yang pada akhirnya membuat pertahanan si Lucas runtuh yah itu,,,
Sugiharti Rusli
dalam hal ini sepertinya si Lucas sudah mempersiapkan kala dirinya sudah tertangkap dan bukti kejahatan mulai di paparkan,,,
Sugiharti Rusli
tapi kalo penyidik sudah berpengalaman tahu kapan mulai menyerang si tersangka yah,,,
Sugiharti Rusli
memang yah ada karakter penjahat yang bisa memainkan emosi penyidik sih dalam dunia kriminal,,,
Sugiharti Rusli
sekalinya penjahat tetap penjahat yah si Lucas itu
Sugiharti Rusli
dan kamu berkilah sama ibu kamu kalo ini hanya salah paham agar bisa menutupi semua kecurangan yang sudah kamu lakukan,,,
Sugiharti Rusli
dan sekarang kamu menghadapi dua gugatan sekaligus, dari Astrid dengan gugatan cerai, dan kasus penyelewengan
Sugiharti Rusli
kamu pikir kamu sudah bermain cantik dan tidak akan ketahuan dengan semua trik licik yang telah kamu perbuat, bahkan sama istri kamu sendiri,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!