NovelToon NovelToon
Jerat Nurani

Jerat Nurani

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:374
Nilai: 5
Nama Author: Si tupai yang merokok

Hino dijebak obat oleh Irmi, kenyataannya Hino sudah punya istri bernama Erni. Bagaimana nasibnya, apakah cerai atau mati?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si tupai yang merokok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Rantai di Balik Kemudi

Sengat matahari pagi di luar koridor dapur seolah membakar sisa-sisa harga diri Hino hingga menjadi abu yang tidak berharga. Di hadapannya, Erni berdiri dengan melipat kedua tangan di atas daster barunya yang wangi, menatap suaminya dengan pandangan mata yang tidak lagi menyisakan rasa takut pada kemiskinan. Kata-kata yang keluar dari bibir istri sahnya itu mendadak mengunci seluruh ruang debat di kepala Hino, membawa ingatan mereka kembali pada masa-masa kelam lima tahun lalu.

"Kenapa aku bertahan, Mas?" ucap Erni, suaranya mendayu pelan namun terasa seperti tusukan paku yang menghantam ulu hati Hino. Ada getaran getir yang tertahan di tenggorokannya. "Aku tuh mikir, Mas... walaupun aku cuma lulusan SMA dan tadinya kamu cuma buruh kerja pabrik yang sekarang terperangkap kerja di toko ini, itu semua karena dulu Irmi dan suaminya kasihan pada kita."

Hino tertegun, matanya menatap lurus pada jemari Erni yang mulai meremas pinggiran kain dasternya.

"Bahkan suami baiknya itu ngasih jalan nggak perlu bayar kontrakan biar aku bisa jadi temannya di rumah ini saat dia sering terbang ke luar kota," lanjut Erni, sebaris air mata tipis melintas di pipinya sebelum buru-buru ia usap dengan kasar. "Ingat, Mas... aku bukan benalu di sini. Aku hanya mengambil apa yang sudah menjadi hak batin kita sejak awal. Jadi sekarang, masuklah ke ruang tengah. Pinjam mobil sewaan milik Irmi itu."

Hino menarik napas dalam-dalam, merasakan paru-parunya begitu sesak oleh jaring-jaring dosa yang kian mengerat di tubuhnya. "Baiklah... aku coba."

Dengan langkah kaku, Hino berjalan melewati koridor tengah menuju ruang tamu. Di sana, Pak Juned masih duduk dengan wajah judesnya, sementara Irmi sedang menuangkan teh hangat dengan tangan yang gemetar menahan mual kehamilan dua setengah bulannya. Begitu melihat Hino mendekat, pandangan mata Irmi langsung memancarkan kilat kepanikan yang luar biasa.

"Irmi... boleh aku pinjam kunci mobil sewaanmu sebentar?" tanya Hino, suaranya diatur sedatar mungkin di depan mata elang Pak Juned. "Aku harus mengantar Erni membeli beberapa keperluan rumah tangga yang berat ke pasar modern depan. Tidak akan muat jika pakai motor harian."

Irmi sempat membuka mulutnya untuk menolak, namun ekor matanya menangkap sosok Erni yang sedang berdiri di dekat tirai pembatas koridor, memandangnya dengan senyuman miring yang penuh ancaman pemerasan. Sadar bahwa status pernikahan sirinya di ambang kehancuran jika Erni nekat berteriak di depan ayahnya, Irmi terpaksa merogoh tasnya. Ia mengambil kunci mobil dan melemparkannya ke atas meja kayu dengan gerakan kasar, mengabaikan debaran ngeri di dadanya. "Ambil saja. Jangan sampai lecet."

***

Sementara di lantai dua, di balik gorden jendela kamar atas yang pekat oleh aroma lavender, Linda berdiri menatap ke arah halaman kompleks dengan tatapan mata yang hampir gila. Di dalam genggaman tangannya, layar ponsel pintarnya menampilkan rentetan pesan WA dari orang tua kandungnya di kampung halaman, mendesaknya untuk segera mencari calon suami dan menikah karena usianya yang sudah menginjak tiga puluh satu tahun.

Dilema itu merobek kewarasan batin sang dosen. Bagaimana mungkin ia bisa memikirkan pernikahan terhormat, jika setiap pagi kerongkongannya dipaksa memuntahkan cairan pahit akibat benih jahanam pelayan toko di lantai bawah yang baru saja melangkah masuk ke dalam mobil sewaan Irmi bersama istri sahnya? Linda meremas dadanya sendiri, merasakan kehancuran moralnya merayap semakin dalam di bawah atap kontrakan beracun ini.

Di seberang jalan kompleks, suara mesin mobil mewah mendadak menderu memecah kesunyian rumah besar. Bu Hina sedang duduk di balik kemudi mobilnya, menatap lurus ke arah mobil sewaan Irmi yang mulai bergerak keluar dari pagar kontrakan bawah. Hina tidak lagi tampak panik seperti siang tadi; sebuah rencana rahasia yang luar biasa licik telah tersusun rapi di dalam kepala wanitanya.

Hina menginjak pedal gas, membiarkan mobil mewahnya berjalan perlahan dari jarak tiga puluh meter, membuntuti pergerakan Hino dan Erni yang menuju ke arah pasar modern ujung jalan. Hina menyunggingkan senyuman dingin di depan kaca spionnya. Setelah mengunci mati Hino di kamarnya tadi pagi, tidak ada salahnya jika kini ia bergerak mendekati Erni.

Rencana rahasia Hina sangat sederhana namun mematikan: dia akan berpura-pura baik, mengajak Erni damai, dan menawarkan pertemanan erat sebagai sesama wanita kompleks. Dengan menjadi teman dekat Erni, Hina bisa memiliki alasan mutlak untuk mengawasi setiap gerak-gerik Hino tanpa pernah memicu kecurigaan dari suaminya sendiri, Pak Baskoro, yang sewaktu-waktu bisa pulang membawa parang dari luar kota.

Mobil sewaan Irmi akhirnya berhenti di area parkir pasar modern yang luas. Hino turun terlebih dahulu, berjalan dengan langkah kuyu untuk membukakan pintu bagi Erni. Tepat saat Erni menapakkan kakinya di atas aspal parkiran sambil memegang dompet kain tebalnya, suara derit pintu mobil mewah Bu Hina yang terparkir tepat di samping mereka membuat Hino dan Erni serentak menoleh dengan wajah terkejut.

Bu Hina turun dengan kacamata hitamnya yang mahal, melemparkan sebuah senyuman manis yang terasa begitu asing dan penuh kepalsuan di siang hari yang terik itu.

"Aduh, Jeng Erni... kebetulan sekali kita ketemu di sini," sapa Hina, suaranya mendayu-dayu hangat, melangkah mendekati istri sah Hino sambil mengabaikan wajah Hino yang seketika berubah abu-abu menahan ngeri di balik kemudi. Hina menyentuh lengan daster baru Erni dengan gerakan yang sangat akrab. "Bagaimana kalau siang ini kita belanja bersama? Kebetulan aku tahu gerai salon mani-pedi paling bagus di dalam gedung ini. Mari kita mengobrol santai sebagai sesama tetangga kompleks, Jeng Erni."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!