NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

" Buk!"

" Kamu kenapa Nita, teriak-teriak begitu. Kuping ibuk sakit"

" Rumi Buk"

" Kenapa dengan Rumi"

" Dia nggak mau kasih Nita uang"

" Uang untuk apa lagi?"

" Nita mau beli parfum, skincare Nita juga udah habis. Coba ibuk bicara sama Rumi"

" Nanti ibuk akan coba bicara sama Rumi"

" Beneran ya Buk"

" Iya"

" Nita sayang ibuk"

Anita tau kalau ibunya tidak akan pernah menolak permintaannya. Karena ia tau ibunya sangat menyayanginya.

" Buk, nanti malam di balai desa ada layar tancep"

" Layar tancep?"

" Iya, aku mau pergi sama mas Ardi"

" Kapan Ardi mau nikahin kamu"

" Dia bilang sih setelah tabungannya cukup Buk"

" Ngapain nunggu tabungannya cukup, minta sama orang tuanya. Kan orang tuannya kaya"

Keluarga Ardi memang orang yang cukup berada dan terpandang di kampung ini. Untuk itulah ibu Arumi susah payah menguliahkan Anita. Jadi pendidikan mereka setara.

" Mas Ardi nggak mau Buk, dia bilang ingin menikah dengan uang hasil jerih payahnya sendiri"

" Bagus, apa nggak kelamaan nunggu tabungannya cukup. Dan lagi kalian berdua sudah lama pacaran"

Anita dan Ardi berpacaran sejak duduk di bangku SMA. Wajar ibu Anita ingin anaknya segera menikah.

" Apa belum juga ada panggilan dari perusahaannya "

" Belum Buk"

" Kenapa kamu nggak coba melamar di tempat lain "

" Nita udah coba Buk, tapi tetap sama "

Ibunya Anita tidak tau kalau Anita tidak pernah melamar kerja di perusahaan manapun.

" Rumi "

Arumi menghentikan langkahnya saat mendengar suara ibunya memanggil namanya.

" Ada apa Buk"

" Ibuk minta uang "

Pandangan Arumi lansung tertuju pada Anita. Pasti Anita yang menyuruh ibunya untuk meminta uang.

" Rumi nggak ada uang Buk"

" Kok nggak ada, uang gaji kamu kemana?!"

Arumi menghela nafasnya. Ia tidak menyangka ibunya akan bertanya seperti itu.

" Ibuk pasti tau uang gaji Rumi kemana "

" Nggak mungkin gajinya kamu kasih semua ke ibuk. Pasti ada kamu simpan "

" Nggak ada Buk. Bukannya ibuk sendiri yang membuka amplop gajiannya. Bahkan ibuk cuma memberi Rumi lima puluh ribu dari uang gaji Rumi"

" Oh jadi kamu menyesal memberikan gaji kamu sama ibuk?!"

" Rumi tidak pernah bicara seperti itu. Bukannya tadi ibuk kan bertanya gaji Rumi kemana. Jadi sekarang Rumi tidak punya uang lagi. Uang yang lima puluh ribu itu juga udah Rumi belikan daging ayam untuk makan mba Anita"

" Upah dari menjahit kamu kan masih ada" kata Anita.

" Upah dari menjahit sudah diambil bapak. Jadi sekarang aku tidak memegang uang sepeserpun"

" Kenapa kamu nggak coba pinjam duit sama temen kamu"

Arumi tidak habis pikir dengan jalan pikiran mbaknya.

" Kenapa nggak mba aja yang pinjam duit sama mas Ardi "

" Nggak mungkin lha"

" Kenapa nggak mungkin, kan mba Nita pacarnya"

" Malu lha, masa iya aku minjem uang pacarku"

" Kenapa mbak juga nggak berpikir kalau aku akan malu meminjam uang sahabatku"

" Kalau kamu kan berbeda "

" Berbeda gimana?"

" Kamu sama Rani kan sudah berteman lama. Jadi nggak masalah pinjam uang sama dia"

" Mbak kan juga sudah lama berpacaran sama mas Ardi. Dia juga akan jadi bagian keluarga, jadi nggak masalah kalau minjem uang sama Dia. Apalagi dia juga orang kaya di kampung ini. Sudah pasti dia mau minjemin mba uang. Atau bahkan dia akan memberinya secara percuma untuk mba"

" Kamu mau bikin keluarga kita malu dengan meminjam uang sama keluarga Ardi. Apa kamu iri karena mba bisa pacaran dengan anak orang kaya "

" Nggak, kenapa aku harus iri sama mba "

" Kalau kamu nggak iri, terus kenapa kamu menyuruh mba minjem uang sama Ardi"

" Kalau dia sayang dan cinta sama mba, dia nggak akan membiarkan kekasihnya mengeluarkan uang setiap mau jalan dengannya"

" Rumi!, kamu itu keterlaluan sekali sama mba mu!" bentak sang ibu.

Arumi tersenyum getir, ya seperti itulah setiap hari. Bukannya menjadi penengah, tapi ibunya malah memojokkannya.

" Jangan mentang-mentang kamu yang cari uang, terus kamu bisa seenaknya ngomong sama mba mu. Minta maaf sama mba mu!"

" Maaf mba " ucap Arumi sambil berlalu ke kamarnya.

Sampai di kamarnya Arumi menangis. Ia menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sekuat-kuatnya, dadanya terasa sesak. Orang tua dan kakaknya hanya tau soal uang, uang dan uang. Tak ada satupun yang mengerti bagaimana perasaannya.

Ingin rasanya pergi meninggal rumah. Tapi Arumi tidak tau mau pergi kemana. Dia juga tidak punya sanak saudara di kota. Dan lagi ia juga belum pernah pergi dari kota kelahirannya.

Arumi tidak punya tabungan. Uang gaji dan juga upah menjahitnya habis begitu saja. Ia juga tidak pernah membeli baju baru. Terkadang ia memakai baju bekas milik kakaknya. Terkadang ingin membeli baju dan juga sandal baru, tapi uang gajinya selalu diambil sama ibunya.

Karena kelamaan menangis, akhirnya Arumi tertidur.

...***...

Suara gedoran pintu membuat Arumi terbangun dari tidurnya. Arumi sudah tau siapa orang yang menggedor pintu kamarnya. Arumi tidak ingin ada keributan lagi, ia pun segera bangun dari tempat tidurnya.

" Bagus kamu ya enak-enakan tidur, ibuk sama mba mu sudah kelaparan karena nungguin kamu"

" Maaf Buk "

Arumi tidak ingin berdebat dengan ibunya. Ia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk ibu dan kakaknya. Padahal kakaknya kan bisa masak, tapi karena malas dan akhirnya menyiksa diri sendiri.

Bahan-bahan masak sudah mulai habis, tapi ibunya belum juga belanja. Apa nunggu dirinya juga untuk belanja. Atau nunggu uang darinya, barulah ibunya belanja ke pasar.

Bahan masak cuma ada tempe dan juga kacang panjang. Arumi tidak tau apa kakaknya mau makan tempe dan kacang panjang. Karena ia tau kakaknya suka pilih-pilih makanan. Takut di salahkan lagi, Arumi akhirnya memilih bertanya pada ibunya

" Buk "

" Kenapa kamu manggil ibuk"

" Cuma ada tempe sama kacang panjang, apa mba mau makan tempe sama kacang panjang"

" Mana mau mba kamu makan tempe"

" Terus gimana, yang ada cuma tempe sama kacang panjang"

" Ya kamu beli ke warung dulu lha"

" Uangnya, ibuk kan tau aku udah nggak ada pegang uang"

" Tunggu ibu ambil uangnya dulu"

Arumi tersenyum getir, padahal tadi ibunya bilang nggak ada uang. Tapi sekarang ada. Tapi Arumi sudah tidak kaget lagi. Karena ibunya akan memberikan apapun untuk mba nya. Berbeda dengannya, ibunya tidak pernah mengusahakan apapun untuknya.

" Nih uangnya, kamu beli ikan untuk mba kamu. Habis belanja langsung pulang, jangan ngobrol di jalan. Ibuk sama mba mu sudah lapar"

Padahal Arumi tidak pernah ngobrol di jalan. Tapi ibunya selalu menuduhnya mengobrol di jalan.

" Iya Buk"

Setelah mendapatkan uangnya, Arumi segera pergi ke warung untuk membeli ikan untuk makan siang ibu dan mbaknya.

Jarak warung dari rumah Arumi tidak terlalu jauh, hanya beberapa meter saja. Berjalan sebentar Arumi sudah sampai di warung sembako dekat rumahnya.

" Permisi mba"

" Eh Rumi, mau beli apa Rum"

" Ikan nilanya ada mba"

" Ada Rum, mau berapa kilo?"

" Satu kilo aja mba"

" Sebentar ya"

Pemilik warung meminta tolong suaminya untuk mengambilkan ikan nila untuk Arumi.

" Masih terima jahitan nggak Rum"

" Masih mba "

" Bisa tolong jahitkan baju gamis untuk anak mba"

" Bisa mba "

" Nanti sore mba suruh Anisa mengantar bahannya ke rumah kamu, sekalian ngukur badannya juga "

" Baik mba"

Suami pemilik toko pun kembali dengan membawa kantong berisi ikan nila pesanan Arumi.

" Ini Rum ikannya"

" Berapa mba"

" Dua puluh lima ribu "

Arumi menyerahkan selembar uang kertas lima puluh ribu.

" Kembaliannya dua puluh lima ribu "

" Makasih mba"

" Sama-sama "

Setelah membayar Arumi pun meninggalkan warung sembako. Arumi langsung pulang, ia ingin segera menyelesaikan pekerjaan. Karena sebentar lagi sahabatnya akan datang.

To be continued.

Novel ini akan update setiap hari... Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian guys🤗🤗

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!