Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DINDA TERJATUH
Tangisan malam terdengar memenuhi lorong rumah sakit, setiap isakan memilukan hati.
Sore setelah pulang dari rumah nadia, dinda ingin membeli martabak untuk lala, putri pertamanya. Namun saat yamka turun dari mobil dan berniat membukakan pintu mobil untuk istrinya, tiba tiba dinda sudah membuka pintu sendiri, saat dia berjalan agak mundur untuk menutup pintu, tiba tiba kakinya terpeleset kulit pisang, dinda tidak bisa menahan tubuh karena perut yang besar, akhirnya dia terjatuh dengan pantat terduduk diselokan.
Darah segar mengalir di sela sela paha, dinda meringis kesakitan memegang perutnya. Yamka menegang, dia langsung menolong istrinya dan membawanya ke rumah sakit. 2 jam berlalu... Lampu koridor padam, menandakan bahwa operasi telah selesai. Dokter keluar dengan wajah lelah dan menunduk. Setelah mendengar keterangan dari dokter, yamka langsung menerobos masuk di mana istrinya telah tidur panjang dengan begitu tenang.
" kenapa sayang, kenapa kamu meninggalkan aku, bagaimana caraku menjelaskan pada anak anak kita... " yamka memeluk istrinya dengan derai air mata.
Kedua orang tua yamka yang langsung datang ke rumah sakit menepuk bahu putranya.
" biarkan dinda tenang ka... Jangan sampai air mata mu menghalangi jalannya" tegas pak arif pada putranya.
Perawat segera menutup jenazah lalu membawanya ker ruang jenazah. Sedangkan yamka berlalu ke kamar bayi di mana putranya yang baru saja di lahirkan harus berada di inkubator.
" Nadia, vega sama siapa?" tanya pak arif ketika melihat nadia yang baru sadang.
" vega bersama alfian pak" jawab nadia.
"kamu tunggu di sini malam ini bisa? Bayi yamka masih di inkubator" kata mertuanya.
" iya pak" jawab nadia.
Sejujurnya nadia kepikiran vega, apakah dia bisa tidur tanpa dirinya atau tidak. Tetapi untuk membantah permintaan mertuanya, dia juga tidak berani.
Lorong rumah sakit tampak sepi, sesekali perawat datang untuk memeriksa keadaan bayi, nadia duduk sendiri di samping keponakannya, sesekali dia membenahi masker yang dia kenakan.
Sementara itu... Di kediaman yamka, hilir mudik para pelayat datang silih berganti. Jenazah sudah siap di makamkan, yanka tampak terdiam di samping makam sang istri. Sedangkan vega di tidur agak rewel karena tidak ada sang bunda.
Setelah jenazah di sholatkan, proses pemakaman pun di laksanakan. suasana tampak penuh duka, setelah proses pemakan selesai, yamka tampak terduduk di makam istrinya.
" selamat jalan sayang, cintaku tidak akan tergantikan, aku akan melanjutkan perjuanganmu merawat dan mendidik anak anak kita" ucap yamka dengan membelai nisan bertuliskan nama istrinya.
Yamka berdiri setelah pak arif mengingatkannya, yamka berjalan lunglai menuju kediamannya. Sampai di rumah suasana sudah sepi, hanya sesekali terdengar vega menangis lirih. Anak 5 tahun itu sedikit takut berada di rumah om nya tanpa sang bunda.
Lala putri yamka yang pertama tanpa masih menangis. Yamka mendekati putrinya lalu memeluknya, diaa berbisik pada gadis kecil berusia 13 tahun itu " kamu bersama papa kak, jangan bersedih. Mama sudah tenang di sana". Lala tidak menjawab, dia hanya sesegukan di pelukan papanya.
" Yamka, jangan lupa untuk ke rumah sakit, nadia di rumah sakit sendirian " kata pak arif.
Deg!!
karena terlalu berduka dia sampai melupakan putranya yang masih di inkubator, yamka berdiri menuju kamar putrinya
" lala... Papa ke rumah sakit melihat keadaan adikmu. Kamu mau di rumah sama kakek dan nenek.
" kamu di rumah saja nak... Biar papamu ke rumah sakit" kaya bu rina, ibunya yamka.
" aku mau ikut papa" jawab lala
"tidak boleh, di sana sudah tante nadia, terlalu banyak orang tidak di ijinkan" jawab bu rina.
Lala menurut walau sebenarnya dia sangat ingin menjenguk adik kecilnya.
Yamka mengendarai mobil menuju rumah sakit, sampai di ruangan anak nya, yamka melihat nadia yang tidur di sofa. Yamka berjalan perlahan agar tidak menimbulkan suara, tetapi nadia orang yang peka, pergerakan setipis apapun dia merasa. Nadia bangun lalu menyapa kakak iparnya yang memang selalu bersikap dingin padanya. Entah kenapa dan apa alasannya nadia tidak tahu.
" kamu bisa pulang sekarang, aku yang akan menjaga putra ku" kata yamka.
Nadia tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepala dan mengambil tas nya.
Waktu menunjukkan pukul 01.00, nadia berjalan menuju lobi rumah sakit. dia mengambil ponsel nya dan memesan ojek untuk pulang. Tapi karena sudah larut malam, orderan dia selalu di cancel.
1 jam berlalu yamka tersadar bahwa saat ini sudah dini hari, dan dia menyuruh nadia pulang tengah malam begini, yamka merasa bersalah dan ingin mengambil ponselnya untuk menghubungi nadia, tetapi ternyata ponselnya ketinggalan di mobil, dia meminta perawat untuk menjaga bayinya karena dia berniat mengambil ponsel.
Sampai di lobi... dia melihat nadia berdiri sendirian sambil memainkan ponselnya.
"nadia" panggil yamka
" kamu masih di sini?" tanya yamka
Nadia langsung menunduk dan menjawab
" iya mas... Belum dapat ojek" jawab nadia
" ojek?? Kamu tadi kesini tidak di antar pak bejo??" tanya yamka.
" tidak mas, ku kesini naik ojek tadi" yamka mengerang frustasi. Tanpa berkata dia melanjutkan langkahnya untuk mengambil ponsel.
Nadia hanya menghembuskan nafas kasar, sungguh sikap yang sangat berbeda dengan almarhum suaminya, padahal mereka saudara kandung.
" akhirnya... Ada juga ojek yang mau" gumam nadia.
Tidak lama kemudian ojek online yang di pesan nadia tiba, namun saat akan memakai helm yang di berikan driver, sebuah tangan mencekal pergelangannya.
" pak pesanannya di cancel, ini tips untuk bapak" yamka... Pria itu membatalkan sepihak pesanan nadia yang membuat yamka kebingungan. Bukan tanpa alasan... dia sudah hampir 2 jam berdiri menunggu ojol, lalu setelah dapat iparnya yang sedingin salju itu membatalkan orderan.
" sebentar mas kembaliannya " jawab bapak pembawa ojol.
" buat bapak semua" jawab yamka.
" waaah Alhamdulillah, semoga rizki mas nya tambah lancar dan rumah tangga kalian selalu adem banyak rizki" jawab kang ojol yang mengira yamka dan nadia pasangan suami istri, lalu pergi mengendarai motornya.
Yamka menoleh pada nadia
" kenapa tidak bilang kalau tidak di antar pak bejo, memangnya aman kalau naik ojol malam malam begini, kalau mau apa apa tuh tanya dulu, bicara!!! Jangan diam saja" yamka mengomeli adik iparnya.
Nadia sangat geram mendengar omelan yamka, tetapi dia memilih diam.
" kita kembali ke ruangan, besok saja kamu pulang" kata yamka.
" tapi mas... Vega pasti menangis nyari aku" nadia memberanikan diri menjawab yamka.
" vega itu keponakanku, dia tidak sendiri di rumah, ada kakek dan neneknya, ada om nya, ada lala juga di sana. Kamu tidak percaya sama keluargaku?? " tegas yamka.
" maaf mas" hanya itu jawaban nadia dan berbalik menuju ruang inkubator. Dia tidak ingin berdebat dengan kakak iparnya.
Sedangkan yamka menghela nafas melihat adik iparnya yang setia menundukkan kepala jika berhadapan dengannya.
" apa aku monster ya sampai dia tidak mau melihatku" gumam yamka dalam hati
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saling support sabi kali ya😉