Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan Didalam kerajaan
Keheningan memenuhi kamar setelah ucapan Leonard Aster tadi.
Angin malam berembus pelan dari balkon terbuka, membuat api lilin bergoyang samar.
Di atas bahu Arcelia, Auriel menatap Leonard cukup lama sebelum akhirnya mengibaskan ekornya perlahan.
“Sepertinya dia tahu lebih banyak dari dugaanmu.” kata Auriel kepada Arcelia.
Bola mata merah anggur milik Arcelia Vareinne menyipit tipis. “Apa kamu pernah melawan mereka?” tanya Arcelia.
Leonard masih memandangi simbol ular hitam di belati itu. Ekspresinya jauh lebih serius dibanding sebelumnya.
“Beberapa tahun lalu.” Nada suaranya rendah. “Di wilayah perbatasan utara.” kata Leonard.
Arcelia berjalan mendekat perlahan. “tolong ceritakan, aku ingin tahu semuanya." kata Arcelia.
Leonard terdiam sesaat sebelum akhirnya menghela napas pelan.
“Kerajaan pernah kehilangan banyak pejabat dan bangsawan penting secara misterius.” kata Leonard dan tatapannya berubah gelap. “Awalnya semua terlihat seperti kecelakaan biasa.” lanjut Leonard.
“Keracunan, penyakit, perampokan. Tapi sebenarnya itu adalah pembunuhan yang direncanakan,” sambung Arcelia.
Leonard mengangguk. “Dan setiap kali penyelidikan hampir menemukan pelaku…” Leonard menggenggam belati lebih erat. “Orang yang tertangkap selalu mati sebelum bicara.” katanya pelan.
Mata Arcelia langsung berubah tajam "sama seperti pria di dapur tadi malam. Berarti organisasi ini memang sangat terorganisir." gumam Arcelia pelan namun mereka masih bisa mendengar.
“Mereka disebut Black Serpent,” lanjut Leonard. “Organisasi bayangan yang sudah lama dicari kerajaan.” kata Leonard menjelaskan.
Lilian langsung terlihat semakin pucat. “Kalau begitu… kenapa mereka mengincar Nona?” tanya Lilian sambil gemetar.
“Itu yang belum kutahu.” kata Leonard.
Tatapan Leonard perlahan berpindah pada Arcelia. Dan untuk sesaat ekspresinya terlihat semakin rumit.
Karena semakin lama, semua kejadian aneh mulai berpusat pada satu orang yaitu Arcelia.
“Tuan Rumah.” Auriel tiba-tiba berdiri di bahu Arcelia.
Bulunya sedikit mengembang. “Ada sesuatu yang aneh.” kata Auriel.
“Ada apa? Aku merasa juga seperti ada yang aneh." kata Arcelia namun dirinya juga tidak mengerti letak keanehan yang sedang ia rasakan.
“Tubuhmu bereaksi dengan penjelasan Leonard” kata Auriel.
Arcelia langsung terkejut tiba-tiba dadanya mendadak terasa nyeri.
BRUK.
Arcelia langsung berpegangan pada meja supaya tidak tersungkur dilantai.
“Nona!” teriak Lilian panik dan mendekati Arcelia dengan cepat.
Leonard cepat mendekat untuk menahan tubuh Arcelia sebelum jatuh.
“Ada apa?!” tanya Leonard yang terkejut.
Napas Arcelia terasa tercekat, kepalanya mendadak dipenuhi suara aneh.
Seperti bisikan dan pecahan ingatan sesuatu yang terasa seperti bukan miliknya.
[Resonansi memori aktif.]
Layar biru transparan kembali muncul dimata Arcelia.
Mata Arcelia langsung melebar karena di dalam kepalanya muncul bayangan ingatan yang samar.
Di suatu ruangan yang sangat gelap ada seorang wanita bergaun putih. Dan suara seorang anak kecil perempuan sedang menangis.
“Jangan bilang pada siapa pun apa yang kamu dengar.” kata wanita bergaun putih itu.
“Kalau mereka tahu, kamu akan dibunuh…” lanjut kata wanita itu.
Arcelia memegang kepalanya kuat-kuat karena ingatan itu membuat kepalanya berdenyut hebat dan terasa sangat sakit.
Auriel langsung melompat ke depan wajahnya. “Tuan Rumah!” kata Auriel panik.
Pemandangan itu menghilang secepat kilat seperti saat ingatan itu datang.
Napas Arcelia tiba-tiba memburu tubuhnya berkeringat dingin.
“Aku melihat sesuatu atau ini ingatanku, aku juga tidak mengerti” kata Arcelia.
Leonard mengernyit karena bingung, “Anda mengingat apa??” tanya Leonard.
Arcelia perlahan mengangkat wajah tatapannya berubah jauh lebih serius sekarang.
“Aku melihat anak perempuan kecil yang sedang menangis dengan seorang wanita dewasa bergaun putih." Suara Arcelia melemah sesaat.
“yang sedang menyembunyikan sesuatu.” kata Arcelia sambil menatap Auriel seakan sedang berbicara lewat mata.
Auriel langsung diam karena rubah kecil itu juga terlihat benar-benar terkejut.
“…Tidak mungkin.” kata Auriel berbicara didalam pikiran Arcelia.
“Apa? Kamu tahu sesuatu?." tanya Arcelia dalam pikirannya.
Auriel menatap Arcelia lekat-lekat. “Dalam sejarah asli yang aku ketahui, Arcelia hanyalah korban biasa diantara keluarga bangsawan." kata Auriel.
“Tidak pernah ada bagian seperti ini.” lanjut Auriel yang juga bingung.
Mata Arcelia menyipit. "Berarti bahkan sistem tidak mengetahui semuanya. Sepertinya sejarah memang berubah karena kedatangan jiwaku atau pembunuhan itu memang tidak pernah terungkap alasannya." batin Arcelia.
“Wanita dalam ingatan itu siapa?” tanya Leonard tiba-tiba.
“Aku tidak tahu, atau aku tidak ingat." kata Arcelia juga yang tidak tahu.
Namun satu hal terasa jelas wanita itu seperti orang penting.
Dan kemungkinan besar berhubungan dengan alasan Black Serpent mengincarnya.
“Nona…” Lilian memegang tangan Arcelia dengan cemas. “Tangan Anda dingin sekali.” kata Lilian.
“Aku tidak apa-apa.” kata Arcelia menenangkan Lilian.
Meski sebenarnya tidak.
Dadanya masih terasa aneh. Seolah tubuh ini mencoba mengingat sesuatu yang sudah terkunci sangat lama.
Auriel tiba-tiba melompat turun ke lantai. Lalu mulai berjalan mondar-mandir sambil berpikir.
“Kalau Black Serpent bergerak karena sesuatu… Maka Elena, kemungkinan bahkan tidak tahu alasan sebenarnya.” kata Auriel yang bisa didengar Leonard juga.
“Berarti dia hanya sebagai alat,” gumam Arcelia.
“Dan seseorang di belakang semua ini pasti seseorang jauh lebih besar dan tidak mudah untuk disentuh” kata Auriel sambil menatap Arcelia.
Tatapan Leonard perlahan berubah gelap. “Kalau Black Serpent benar-benar masuk ke keluarga bangsawan…” Ia mengepalkan tangan. “…maka kerajaan dalam bahaya.” kata Leonard.
Dan tepat saat itu layar biru transparan kembali muncul di depan mata Arcelia.
[Misi utama diperbarui.]
[Ungkap rahasia keluarga Vareinne.]
[Lindungi Putra Mahkota di Festival Kekaisaran.]
[Peringatan: Tingkat kesulitan meningkat.]
Cahaya biru samar muncul di depan Arcelia sebelum menghilang perlahan yang dapat dilihat oleh Leonard.
Leonard menyipitkan mata. “Sepertinya anda melihat sesuatu lagi?” tanya Leonard.
Arcelia terdiam sesaat kemudian tersenyum sinis, “Ya.” kata Arcelia tatapannya perlahan berubah tajam.
“Dan kurasa mulai sekarang…” Kata Arcelia sambil memandang belati berlambang ular hitam itu.
“…aku tidak punya pilihan selain masuk lebih dalam ke permainan mereka.” lanjut Arcelia kemudian menatap mata Leonard