NovelToon NovelToon
Aksara Cinta Sang Penulis

Aksara Cinta Sang Penulis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tryas menganggap Jati tak lebih dari "barang antik" yang membosankan, hingga ia melemparkan perjodohan itu kepada sahabatnya, Gayuh. Namun, di balik sikap kuno itu, Jati adalah seorang CEO dengan kasih sayang yang tak terbatas. Saat Jati mulai "meratukan" Gayuh dalam sandiwara yang ia susun sendiri, Tryas tersadar telah membuang permata. Kini, sang sahabat dituduh pengkhianat. Akankah Jati melepaskan wanita yang tulus mencintainya demi tuntutan perjodohan awal, atau justru membawa sang "pemeran pengganti" ke pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Setelah kesepakatan pahit itu tercapai, Gayuh tidak ingin berlama-lama di Cafe Virgo.

Ia merasa dadanya sesak karena harus memikul beban rahasia yang bahkan belum dimulai.

Dengan langkah lunglai, ia bangkit dari duduknya tanpa memedulikan ocehan riang Tryas yang mulai sibuk merencanakan kegiatan lain untuk dirinya sendiri malam ini.

"Ingat, Gayuh! Pakai baju yang paling bagus, tapi jangan terlalu cantik juga, aku tidak mau dia terlalu terpesona!" teriak Tryas saat Gayuh melangkah keluar kafe.

Gayuh hanya melambaikan tangan tanpa menoleh.

Ia segera menaiki motor matic-nya dan melaju pulang ke rumah kontrakannya yang sederhana.

Pikirannya kalut. Sebagai seorang penulis novel, ia sering menciptakan skenario penyamaran yang rumit, namun ia tidak pernah menyangka akan menjadi tokoh utama dalam skenario konyol di dunianya sendiri.

Sesampainya di rumah, Gayuh langsung membuka lemari pakaiannya yang tidak terlalu besar.

Ia menggeledah tumpukan baju hingga tangannya berhenti pada sebuah gaun berwarna merah muda lembut dengan potongan sopan.

Itu adalah baju terbaik yang ia miliki, yang biasanya hanya ia gunakan untuk acara-acara formal penerbitan.

"Semoga ini cukup pantas untuk mewakili nama keluarga Adiguna," gumamnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin.

Ia memoles wajahnya dengan riasan tipis, mencoba menutupi rona lelah di matanya setelah begadang menyelesaikan draf novel.

Meski sederhana, kecantikan alami Gayuh justru terpancar dengan anggun dalam balutan gaun itu.

Ada kesan bersahaja namun berkelas yang sangat kontras dengan gaya Tryas yang biasanya serba mencolok.

Setelah merasa siap, Gayuh mengambil ponselnya.

Ia tahu tidak mungkin datang ke restoran mewah itu dengan mengendarai motor jika ingin dipercaya sebagai putri seorang pengusaha kaya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar karena gugup, ia memesan ojek online.

Sambil menunggu kendaraan datang, Gayuh menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berpacu.

"Maafkan aku, Jati," bisiknya lirih kepada foto yang tadi sempat ia ambil dari meja kafe.

"Aku hanya tidak punya pilihan lain."

Tak lama kemudian, sebuah notifikasi muncul di ponselnya.

Mobil jemputannya sudah tiba. Dengan langkah ragu namun pasti, Gayuh keluar rumah, siap memulai peran paling berbahaya dalam hidupnya.

Malam mulai menyelimuti kota saat sebuah motor tua berhenti dengan halus di parkiran restoran mewah itu.

Jati turun, merapikan jaketnya, dan melangkah masuk dengan tenang.

Ia tidak tampak minder meski penampilannya sangat sederhana dibandingkan pengunjung lain yang mengenakan jas mahal.

Jati telah sampai di rumah makan lebih awal dari waktu yang dijanjikan.

Ia memilih meja di sudut yang agak tenang, lalu duduk menunggu kedatangan wanita yang ada di foto masa kecilnya.

Sesekali ia merapikan letak duduknya, mencoba menenangkan debar jantung yang tak bisa ia pungkiri.

Tak berselang lama, sosok wanita dengan gaun merah muda lembut melangkah masuk.

Gayuh mengedarkan pandangan dengan ragu, hingga matanya tertuju pada seorang pria yang juga sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang sangat dalam.

Gayuh menarik napas panjang, menguatkan hati sebelum melangkah mendekat.

"Jati?" suaranya lembut, nyaris ragu.

Jati terdiam mematung saat mendengar suara itu.

Ia yang mengira akan bertemu dengan sosok angkuh seperti dalam cerita-cerita perjodohan, justru terpaku melihat keteduhan di wajah wanita di depannya.

"Tryas?" tanya Jati memastikan, suaranya sedikit serak karena terpesona.

Gayuh mengangguk kecil, meski ada rasa perih di hatinya karena harus berbohong.

"Iya, aku Tryas."

Jati segera tersadar dari lamunannya. Ia bangkit dari duduknya dengan gerakan yang sangat sopan dan menarik kursi untuk Gayuh.

"Duduklah. Maaf jika aku membuatmu menunggu. Mari kita pesan makanan, kau pasti lapar."

Gayuh duduk perlahan, namun matanya menatap interior restoran yang terasa terlalu kaku dan formal baginya.

Sebagai penulis yang lebih suka nongkrong di kedai kopi pinggir jalan, suasana ini terasa menyesakkan.

"Jati, jujur saja..." Gayuh memulai, mencoba memberanikan diri.

"Aku tidak terlalu suka makan di rumah makan seperti ini. Rasanya terlalu formal."

Jati meletakkan buku menu, menatap Gayuh dengan minat yang tulus.

"Lalu, kamu ingin makan di mana?"

"Aku akan mengajakmu cari lalapan enak di pinggir jalan. Bagaimana?" tawar Gayuh dengan senyum yang kali ini terasa lebih tulus.

"Lalapan?" Jati mengulang kata itu, matanya berbinar tak percaya.

Ia tidak menyangka seorang putri pengusaha kaya seperti Tryas akan mengajaknya makan di warung tenda.

Gayuh menganggukkan kepalanya mantap. "Iya, sambal bawang dan ayam goreng panas jauh lebih menggoda daripada steak ini."

Jati tertawa kecil, tawa yang terdengar renyah dan jujur.

"Tapi, aku ke sini tidak membawa mobil. Aku naik motor," ucap Jati sambil menunjukkan kunci motornya yang sederhana.

Gayuh malah tersenyum lega. Rasanya lebih baik naik motor daripada harus berpura-pura anggun di dalam mobil mewah.

"Tidak masalah, yang penting sampai tujuan dan perut kenyang."

Jati kembali tertawa, kali ini lebih lepas. Ia merasa ada sesuatu yang istimewa dari wanita di depannya ini—sesuatu yang jauh berbeda dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.

Jati menuntun Gayuh menuju parkiran, tempat motor tua miliknya terparkir rapi.

Gayuh menatap motor itu dengan binar mata yang tidak bisa disembunyikan.

Baginya, ini jauh lebih menyenangkan daripada duduk kaku di balik kaca mobil mewah.

Setelah Jati menghidupkan mesin motornya, Gayuh naik ke bangku penumpang.

Ia sempat ragu sejenak, lalu memberanikan diri bersuara.

"Jati, boleh aku memegang pinggangmu? Aku takut keseimbangan kita goyang kalau aku hanya pegangan pada jok."

Jati tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru meraih tangan Gayuh, lalu menaruhnya dengan mantap di sisi pinggangnya.

"Sudah, pegangan saja," ucap Jati dengan nada bercanda yang hangat.

"Daripada kamu jatuh, kita malah nggak jadi makan lalapan dan malah berakhir di UGD. Aku tidak mau ayam goreng ku menunggu di UGD,"

Gayuh terdiam sejenak mendengar kata 'calon istri', namun candaan Jati yang tak terduga itu justru meledakkan tawa di dadanya.

Gayuh tertawa terbahak-bahak, tawanya lepas memenuhi area parkir yang sunyi.

ia merasa Jati bukan pria "kuno" yang membosankan seperti yang diceritakan Tryas, melainkan pria dengan selera humor yang cerdas.

"Tryas, jangan tertawa terbahak-bahak begitu," tegur Jati sambil terkekeh pelan saat ia mulai menjalankan motornya membelah jalanan malam.

"Nanti lalat masuk, atau lebih parah lagi, orang-orang mengira aku sedang membawa kabur gadis dari negeri dongeng."

Gayuh semakin tertawa, ia menyandarkan kepalanya sedikit di punggung Jati, membiarkan angin malam menerpa wajahnya.

Di bawah lampu jalanan kota yang temaram, ada rasa nyaman yang mulai menyusup di hati Gayuh—rasa nyaman yang seharusnya bukan miliknya, melainkan milik Tryas. Namun untuk malam ini, ia ingin melupakan identitas palsunya sejenak dan menikmati perjalanan menuju warung lalapan itu.

1
Dew666
😍😍😍😍
Rahmawati
wow maharnya fantastis bgt👏👏👏
Rahmawati
hahaha, pagi pagi udah nongol aja si jati
Rahmawati
tryas km akan nyesel nanti😂
Rahmawati
lah kok malah jadi nyaman😂
Rahmawati
baru mulai baca
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Vie
aaaa..... ini disini juga aku mau jati... ini udah mangap dari tadi loh... 🤭🤭🤭
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
Vie
nah itu kau tahu sendiri kan.... makanya selamat tersiksa ya tryas.... 🤪🤪🤪🤪
Vie
lanjut kak.... 👍👍👍👍👍👍
Vie
iiihhhh jadi baper deh.... 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Vie
kamu dasar cucu durhakim.... bilang neneknya sakit.... eh ternyata lagi santai di ln..... dasar cucu durhakim... 🤭🤭🤭🤭
Vie
demi bos jadi ikutan nyamar.... 🤣🤣🤣🤣 demi apa coba hal itu dilakukan.... demi cinta... 🤭🤭🤭🤭
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
Vie
lanjut kak..... 👍👍👍👍 seru banget..
Vie: makasih kak.... aku selalu stay walau jarang komen, tapi tetap lanjut baca... lanjut sampai ceritanya tamat ya kak.. 👍👍👍👍😊😊😊
total 2 replies
Dew666
🍎🍎🍎🍎
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!