Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAAT MEREKA TIBA DI PENGINAPAN KRISTAL MORTHWAINN
Gerbang kayu besar dengan ukiran bintang-bintang berkilau terbuka sendirian saat mereka mendekat, seolah mengenali kehadiran anggota guild. Di dalamnya, halaman kecil yang dihiasi taman kristal berwarna-warni menyambut mereka setiap kristal memantulkan cahaya matahari sore yang tersisa dengan cara yang memukau.
“Sampai di sini saja, Pattiwisiana,” ucap Gorthworgiann dengan senyum hangat, mengangkat tangan sebagai penghormatan. “Saya harus segera kembali ke markas untuk melaporkan beberapa misi yang tertunda. Aetherlynn akan menemani kamu sampai dalam, dan besok pagi saya akan menjemputmu untuk proses pendaftaran.” Tanpa menunggu jawaban, dia berbalik dan menghilang ke arah jalan belakang penginapan dengan langkah mantap.
Aetherlynn mengajak Patti melewati lorong yang dipenuhi tanaman sihir yang mekar indah, sampai mereka tiba di pintu utama bangunan batu putih yang bersih. Saat pintu terbuka, suara musik akustik lembut dan aroma sup jamur khas Highland Tharvonian menyambut mereka.
“Aetherlynn, kamu kembali dengan tamu ya?” Suara dalam namun hangat terdengar dari belakang meja resepsionis kayu mahkota tua. Seorang pria berambut putih keperakan yang panjang dan kusut berdiri perlahan tubuhnya masih tegap meskipun wajahnya menunjukkan bekas usia yang banyak. “Saya adalah Tharvonnian Grymmstone Valerius, pemilik tempat ini.”
Dia mendekat dengan langkah stabil, matanya yang kebiruan memeriksa Patti dari atas ke bawah, lalu tertuju pada tumpukan barang bawaan yang sudah terikat rapi. “Sangat jarang saya melihat calon anggota guild yang membawa seluruh hartanya seperti ini. Kamu pasti punya alasan yang kuat, anak muda.”
“Tuan Tharvonnian, ini adalah Pattiwisiana Klobahrgeevinik,” jelas Aetherlynn sambil menarik kursi kayu besar untuk Patti duduk. “Dia baru saja ditinggalkan oleh regunya Scarlet Blades dan akan mendaftar ke SSAWF besok pagi. Dia memilih jalan sebagai solo player dan sangat pantas mendapatkan kamar terbaik dia butuh istirahat yang baik setelah perjalanan jauh dengan beban seperti itu.”
Tharvonnian mengangguk perlahan, kemudian mengetuk tiga kali meja resepsionis dengan jempolnya yang besar. Segera saja seorang pemuda dengan rambut coklat kemerahan muncul dari belakang layar mengenakan apron putih dengan bordiran rune makanan yang bersinar samar.
“Caelthasarian Lorthwainn Thalassar,” pria muda itu memperkenalkan diri dengan senyum ramah. “Saya adalah koki dan asisten pemilik di sini. Silakan ikuti saya, Pak Pattiwisiana saya akan membawamu ke kamar dan menyediakan makanan hangat untukmu.”
Sambil diantar ke kamar di lantai dua, Caelthasarian menjelaskan bahwa kamar yang disediakan adalah kamar khusus untuk calon anggota guild yang punya tujuan tulus dilengkapi tempat tidur nyaman, bak mandi dengan air hangat dari mata air panas bawah tanah, dan rak khusus untuk menyimpan barang bawaan. Saat pintu kamar terbuka, Patti terkejut melihat ruangan luas dan bersih, dengan jendela yang menghadap ke taman kristal yang indah.
“Silakan tempatkan barang-barangmu di rak itu, Pak,” kata Caelthasarian sambil membantu Patti melepaskan beban dari pundaknya. “Makanan akan saya bawa dalam beberapa menit saya sudah menyiapkan sup jamur gurih, roti bakar dengan mentega madu, dan ramuan penyegar yang bisa membantu memulihkan energi tubuhmu dengan cepat.”
Setelah Caelthasarian pergi, Patti duduk perlahan di tepi tempat tidur, merasakan kerinduan yang mendalam akan tempat tidur nyaman setelah tiga hari bertahan di bawah langit terbuka. Dia melihat sekeliling kamar, kemudian melihat ke arah jendela dimana matahari sudah mulai terbenam, mengecat langit dengan warna oranye dan merah keemasan.
Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk lembut. Selain Caelthasarian yang membawa nampan makanan, ada juga seorang wanita dengan rambut pirang yang diikat dengan bunga kristal berwarna ungu dia mengenakan baju putih bersih dengan aksen warna biru laut.
“Saya adalah Elenarianna Faelthasyr Moonveil,” wanita itu memperkenalkan diri dengan senyum lembut. “Saya adalah penyihir penyembuh di penginapan ini. Aetherlynn memberitahu saya tentang kondisi tubuhmu setelah makan, saya akan memberikan terapi ringan untuk meredakan kekakuan ototmu agar besok kamu bisa beraktivitas dengan baik.”
Patti merasa haru melihat betapa banyak orang yang bersedia membantunya padahal mereka baru saja bertemu. Dia menyantap makanan dengan lahap sambil mendengarkan cerita Caelthasarian tentang bagaimana Tharvonnian dulu adalah salah satu petualang terkuat di guild sebelum memutuskan untuk membuka penginapan ini untuk membantu generasi baru petualang baik yang memilih jalan solo maupun dengan squad.
Setelah selesai makan, Elenarianna mulai melakukan terapi dengan menggunakan tangan yang bersinar dengan cahaya kebiruan samar. Patti merasakan sensasi hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya, menghilangkan rasa sakit dan lelah yang sudah mengendap sejak lama.
“Besok pagi, sebelum kamu pergi ke guild,” ucap Elenarianna saat menyelesaikan terapinya, “saya akan memberikan kamu ramuan khusus yang bisa meningkatkan konsentrasi dan stamina kamu selama tes seleksi. Percayalah, itu akan sangat membantu saat kamu menghadapi Seraphiniana Xanthe Argentumvale si penguji tingkat kekuatan yang sangat teliti namun adil.”
Saat malam semakin larut dan semua orang pergi untuk memberikan Patti waktu istirahat, dia berdiri di depan jendela kamar, melihat ke arah gedung Guild SSAWF yang kini sudah menerangi dirinya dengan cahaya magis dari ribuan lilin dan kristal. Beban yang selama ini dia bawa tidak hanya beban fisik itu adalah bukti dari tekadnya sebagai solo player dan harapan yang dia simpan untuk masa depannya.
Besok akan menjadi hari baru, hari di mana dia akan membuktikan bahwa Pattiwisiana Klobahrgeevinik bukanlah sekadar pembawa barang dia adalah seorang petualang solo yang layak mendapatkan tempat di dunia yang penuh dengan tantangan dan keajaiban ini.
Matahari baru mulai menyingsing di ufuk timur Kota Valdris ketika Patti sudah bangun dan siap. Elenarianna Faelthasyr Moonveil sudah menunggu di ruang makan dengan cangkir ramuan hangat yang berwarna keemasan aroma jahe dan bunga melati magis memenuhi udara.
“Minum ini dulu, Pattiwisiana,” ucapnya dengan senyum hangat. “Ramuan ini akan membantu kamu tetap fokus dan menjaga energi tubuhmu selama tes. Caelthasarian Lorthwainn Thalassar juga sudah menyiapkan sarapan khusus bubur gandum dengan buah-buahan ajaib dan potongan daging ayam yang dimasak dengan rempah-rempah dari Highland Tharvonian.”
Setelah sarapan yang penuh energi, suara ketukan pintu terdengar. Gorthworgiann Thrain Ironfist sudah berdiri di luar dengan pakaian guild yang rapi. “Siapkah kamu, pemuda? Kita harus segera pergi ke markas untuk tes seleksi akan dimulai tepat pukul delapan pagi, dan Marthandelion Quixotian Blackthorn tidak suka orang terlambat.”
Perjalanan ke markas Guild SSAWF tidak memakan waktu lama. Di jalan, mereka melewati Culinarian Thalasariel Vendris si kedai milik Myrthannianna Thalasariel Vendris yang sudah mulai membuka pelayanan. Wanita itu berdiri di depan kedai dan memberikan senyum dukungan kepada Patti saat mereka lewat.
Ketika sampai di depan gerbang besar guild yang terbuat dari kayu besi dan kristal, suara keramaian sudah terdengar dari dalam. Banyak calon anggota baru yang berkumpul di halaman besar, sebagian sudah bergabung dengan teman-teman mereka membentuk kelompok kecil, sementara yang lain seperti Patti datang sendiri sebagai solo player.
“Di sinilah saya tinggalkan kamu sebentar,” ucap Gorthworgiann. “Pertama kamu akan diarahkan ke ruang tes kekuatan oleh Seraphiniana Xanthe Argentumvale. Setelah itu, jika kamu lulus, kamu akan bertemu langsung dengan Marthandelion Quixotian Blackthorn untuk mendapatkan status resmi sebagai anggota guild.”
Tak lama kemudian, seorang wanita dengan rambut hitam yang diikat rapi dengan ikat kepala kristal putih muncul di atas panggung kecil yang sudah disiapkan. Dia mengenakan jubah biru tua dengan bordiran emas yang rumit aura kekuatan yang keluar dari dirinya membuat seluruh ruangan menjadi tenang.
“Saya adalah Seraphiniana Xanthe Argentumvale, penguji tingkat kekuatan Guild SSAWF,” suaranya jelas dan terdengar di setiap sudut halaman. “Setiap calon anggota akan melalui dua tahap tes pengukuran potensi kekuatan intrinsik dan tes kemampuan praktis. Silakan datang satu per satu sesuai dengan nama yang saya panggil.”
Seiring dengan pemanggilan nama, calon anggota mulai masuk ke dalam ruangan tes yang dilengkapi dengan kristal pengukur kekuatan besar. Beberapa berhasil dengan baik, sebagian lainnya harus pulang dengan hati hancur. Akhirnya, nama Patti terdengar di udara.
“Pattiwisiana Klobahrgeevinik!”
Patti berdiri dengan langkah mantap dan memasuki ruangan tes. Di tengah ruangan berdiri kristal besar berwarna ungu yang bersinar samar. Seraphiniana berdiri di sebelahnya dengan buku catatan di tangannya.
“Tarik napas dalam-dalam dan letakkan tanganmu di permukaan kristal,” instruksinya. “Jangan coba-coba memaksakan kekuatanmu kristal akan membaca potensi sejati yang ada di dalam dirimu, bukan hanya kekuatan yang kamu bisa tunjukkan saat ini.”
Patti melakukan apa yang disuruh. Saat tangannya menyentuh kristal, dia merasakan energi hangat yang mengalir dari dalam dirinya ke dalam kristal. Mulanya kristal hanya bersinar dengan cahaya lemah, tapi perlahan-lahan cahayanya menjadi semakin terang dari ungu menjadi biru, lalu kebiruan menjadi semakin dalam sampai akhirnya kristal itu bersinar dengan cahaya putih keemasan yang menyilaukan.
Seraphiniana melihat buku catatannya dengan ekspresi terkejut yang jarang muncul di wajahnya. “Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali saya melihat hasil seperti ini. Potensi kekuatanmu sangat besar, terutama di bidang penyembuhan dan kontrol energi alam.”
Setelah tes kekuatan selesai, mereka pindah ke lapangan tes praktis di belakang markas guild. Di sana, Gorthworgiann Thrain Ironfist sudah menunggu bersama beberapa instruktur guild. Tes praktis meliputi kemampuan bertahan diri, memecahkan masalah, dan menggunakan kekuatan dengan bijak hal yang sangat penting bagi seorang solo player yang harus bisa mengandalkan diri sendiri.
Patti menghadapi setiap tantangan dengan tekad yang kuat. Saat menghadapi simulasi serangan makhluk gelap, dia tidak hanya menggunakan kekuatan untuk menyerang, tapi juga menggunakan kemampuan penyembuhannya untuk "membersihkan" energi negatif dari makhluk buatan itu sesuatu yang jarang dilakukan oleh calon anggota baru.
“Cara yang luar biasa,” ucap Gorthworgiann dengan kagum. “Banyak orang hanya berpikir untuk menghancurkan musuh, tapi kamu memilih untuk menyembuhkan dan mengembalikan keseimbangan. Itu adalah kualitas yang sangat berharga bagi seorang petualang, terutama yang memilih jalan solo.”
Setelah semua tahap tes selesai, Patti diarahkan ke ruang tamu utama guild. Di sana, seorang pria dengan rambut abu-abu yang panjang dan mata yang penuh kebijaksanaan sudah menunggu di belakang meja besar yang terbuat dari kayu mahkota tua. Dia mengenakan jubah hitam dengan lambang Guild SSAWF yang terukir di dada dia adalah Marthandelion Quixotian Blackthorn, pemimpin guild.
“Pattiwisiana Klobahrgeevinik,” ucapnya dengan suara yang tenang namun penuh makna. “Saya sudah mendengar laporan dari Seraphiniana dan Gorthworgiann tentang hasil tesmu. Hasil yang luar biasa sekali. Namun saya juga tahu tentang keputusanmu untuk menjadi solo player setelah pengalaman dengan regu Scarlet Blades.”
Patti berdiri tegak dan menjawab dengan tegas. “Ya, Tuan Marthandelion. Saya tidak ingin lagi bergantung pada orang lain yang tidak menghargai saya. Tapi saya berjanji bahwa sebagai solo player, saya akan tetap menjalankan tugas dan membantu guild serta masyarakat dengan sepenuh hati.”
Marthandelion tersenyum perlahan dan berdiri dari kursinya. Dia mengeluarkan sebuah amplop kecil dan sebuah emblem guild berbentuk sayap besi yang menyelimuti kristal biru. “Kamu telah membuktikan bahwa kamu layak menjadi anggota Guild SSAWF. Emblem ini adalah tanda bahwa kamu adalah salah satu dari kita sebagai petualang solo yang dihormati. Di dalam amplop ini adalah surat izin untuk mengambil misi sesuai dengan tingkat kemampuanmu, termasuk izin untuk melakukan ekspedisi ke Hutan Gelap Morghast jika kamu menginginkannya.”
Saat Patti menerima emblem dan amplop itu, pintu ruangan terbuka. Aetherlynn Morvayn Kaelthasar masuk dengan ekspresi yang sedikit serius. “Maaf mengganggu, Tuan Marthandelion. Saya baru saja menerima laporan bahwa regu Scarlet Blades telah mendaftarkan diri untuk ekspedisi ke Hutan Gelap Morghast minggu depan. Mereka mengklaim bahwa mereka adalah satu-satunya yang mampu menemukan Bunga Pembebas Jiwa, dan menyatakan bahwa mereka lebih baik tanpa beban yang hanya bisa memperlambat mereka.”
Patti merasakan darahnya sedikit memanas, tapi dia tetap tenang. Dia melihat emblem guild di tangannya dan berkata dengan suara yang mantap. “Tidak apa-apa, Nyonya Aetherlynn. Saya akan melakukan ekspedisi saya sendiri sebagai solo player. Saya akan buktikan bahwa Bunga Pembebas Jiwa bisa ditemukan tanpa perlu bergantung pada regu yang hanya bisa merendahkan orang lain.”
Marthandelion mengangguk dengan setuju. “Jika itu adalah keputusanmu, guild akan memberikan dukungan yang kamu butuhkan persediaan, informasi tentang rute aman, dan alat-alat yang mungkin kamu perlukan. Sebagai solo player, kamu tidak sendirian kamu masih punya dukungan dari seluruh anggota Guild SSAWF.”
Setelah pertemuan selesai, Gorthworgiann mengajak Patti keluar dari ruangan. Di luar, Seraphiniana sudah menunggu dengan sebuah buku kecil berkulit kulit buaya. “Ini adalah buku tentang teknik kontrol energi dan penyembuhan yang mungkin bermanfaat bagi kamu,” ucapnya dengan senyum yang jarang muncul. “Kamu punya potensi besar, Pattiwisiana Klobahrgeevinik. Jangan pernah biarkan orang lain merendahkan kamu hanya karena kamu memilih jalan yang berbeda.”
Saat mereka keluar dari markas guild, Patti melihat ke arah langit yang sudah cerah. Dia menyentuh emblem guild di dadanya dan merasakan tekad yang semakin kuat di dalam hatinya. Sebagai solo player, dia akan menjalankan misinya sendiri mencari Bunga Pembebas Jiwa untuk menyembuhkan desa asalnya, dan membuktikan pada semua orang bahwa dia layak disebut sebagai petualang sejati.