"Ahhh..." Teriak seorang gadis cantik bernama Naomi Fathia kala mahkota yang dijaga selama 18 tahun harus hilang diambil paksa oleh seorang pria yang dia panggil guru di tempatnya menuntut ilmu.
"Ini enak sekali, sempit dan legit padahal aku pikir gadis panggilan sepertimu pasti sudah longgar." Ucapnya sambil terus mencari kenikmatan.
Dia adalah Damian Lorenzo berumur 28 tahun yang berprofesi sebagai Guru Matematika di Sekolahan Swasta.
Malam itu Damian sedang mabuk, dia tidak melihat jelas siapa wanita yang ada di hadapannya. Dia pikir Naomi salah satu wanita malam yang mencari mangsa. Sehingga tanpa banyak bicara, Damian menyeretnya masuk ke dalam mobil.
Satu bulan setelah malam kelam, Naomi harus menelan pil pahit ketika dia mendapati dirinya hamil. Susah payah Naomi harus terus menyembunyikan kehamilannya dari semua orang. Hingga setelah kehamilannya berusia 3 bulan, rahasia itu akhirnya terbongkar.
Ikuti kelanjutan kisah Naomi hanya di Noveltoon.
UPDATE SETIAP HARI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Upaya Mengambil Hak Waris
Ning
Nong
Suara bel rumah milik Pak Sofyan berbunyi tepat di jam 01:30 WIB. Pria tua seumuran Papa Naomi itu mengerutkan kening ketika melihat jam dinding tapi ada tamu.
"Ma... Ayo bangun... siapa yang bertamu malam-malam begini ya?" Ucap Pak Sofyan Kamal kepada Istrinya yang bernama Bu Sofia.
"Manusia apa Kuntilanak bertamu di jam segini." Gumam Bu Sofia.
"Kalau Kuntilanak, dia langsung menerobos. Ngapain juga pakai pencet bel. Percuma dong tubuhnya tembus pandang." Sahut Pak Sofyan terkekeh sendiri.
Ning
Nong
Ning
Sekarang Naomi memencet bel dengan tidak sabaran. Karena tubuhnya sudah sangat kelelahan, dan sedikit demam serta pusing.
"Ya tunggu..." Ucap Pak Sofyan.
Bruukkk
Saat pintu dibuka, Naomi yang tadi berdiri menyandar pintu langsung tergeletak tak sadarkan diri. Bu Sofia menjerit karena terkejut.
"Astaga... Papa... Siapa gadis ini?" Ucap Bu Sofia mencoba membangunkan Naomi tapi nihil karena suhu tubuhnya tinggi sampai keringat bercucuran.
"Dia, Naomi Putrnya Naufal Abimanyu."
"Ya sudah Mama rapikan dulu kamar tamu, Papa tolong angkat Naomi bawa ke sana saja." Ucap Bu Sofia terlihat khawatir.
Setelah meletakkan tubuh lemah Naomi di atas ranjang kamar tamunya. Pak Sofyan kembali keluar mengambil koper dan kardus milik Naomi.
"Ma... Tolong gantikan bajunya Naomi, kasihan tidur dalam keadaan kotor."
Dengan telaten pasangan suami istri tanpa anak itu merawat Naomi. Tapi ada yang membuat Bu Sofia menatap Naomi dengan rumit. Karena di sekitar leher dan dada banyak terdapat kisa mark. Dan juga ada sisa percintaan di area inti tubuh Naomi.
"Akan aku tanya besok pagi." Ucap Bu Sofia bersuara lirih.
Setelah mengganti pakaian Naomi, Bu Sofia dan Pak Sofyan tidak melanjutkan tidur karena pikiran mereka tertuju hanya tentang penyebab kondisi Naomi yang berantakan dan memprihatinkan.
"Pa... Apakah Naomi gadis liar?" Tanya Bu Sofia hati-hati.
"Maksud kata liar itu apa? Setahuku Naomi gadis yang baik, tapi hidupnya selama ini menderita."
"Maaf Pa jika ucapan Mama sedikit keterlaluan, tapi aku melihat banyak tanda kiss mark di sekitar leher hingga belahan dada. Dan ada sisa-sisa percintaan di daerah paha bagian dalam..."
"Apa Naomi korban kekerasan seksual?" Ucap cepat Pak Sofyan dengan bergetar memotong kalimat Bu Sofia yang tidak berfikiran ke sana.
"Astaga... Apa yang sebenarnya terjadi? Aku jadi merasa bersalah dengan Almarhum Naufal yang telah menitipkan Naomi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya."
"Itu bukan kesalahanmu, Papa. Lagipula saat kejadian Naufal dan Naura meninggal dunia, kita sudah memberi tawaran kepada Naomi untuk tinggal bersama kita tapi dia dengan tegas menolaknya." Ucap Bu Sofia.
"Benar, Papa ingat alasannya karena ada Paman dari pihak Mamanya yang akan menemani dan tinggal di rumah milik Almarhum Naufal. Sampai mengelola Perusahaan Naomi percayakan pada Nurdin." Ucap Pak Sofyan.
"Tunggu... Aku semakin curiga dengan keadaan Naomi yang membawa koper besar malam-malam seperti ini. Apa dia diusir dari rumahnya?"
"Jika benar, aku tidak akan tinggal diam lagi mulai sekarang. Karena surat wasiat itu masih aku pegang hingga saat ini. Dan akan aku gunakan untuk menggulingkan Nurdin dari Perusahaan Naufal. Lalu mengusir para benalu itu." Ucap Pak Sofyan geram atas pemikirannya yang kemungkinan besar benar.
"Mama setuju, kasihan nasib Naomi."
Pagi hari kembali menjelang, Bu Sofia sibuk memasak untuk sarapan. Sop ayam kampung untuk Naomi. Dan aneka macam masakan lainnya. Sementara Pak Sofyan sudah di ruangan kerjanya untuk membaca ulang copyan surat wasiat untuk Naomi. Kenapa hanya copyan, karena semua yang asli disimpan di Kantornya yang tentu aman dari pencurian.
Di kamar tamu, Naomi bangun dengan keringat yang membasahi kepalanya. Dia baru saja bermimpi buruk.
"Tapi... Itu bukan sekedar mimpi. Aku benar-benar sudah rusak." Tangis Naomi pecah, awalnya lirih namun lama kelamaan menjadi terisak. Bu Sofia yang baru saja ingin membangunkannya langsung lari masuk kamar dan seketika dipeluknya Naomi.
"Tenang... Kamu aman di rumah kami, Tante sudah masak sop. Mau makan di meja atau Tante bawakan ke sini makanannya?" Tanya Bu Sofia dengan lembut.
"Tante..." Tangis Naomi kembali pecah. Dia rindu pelukan hangat seperti ini sejak orang tuanya meninggal.
"Kamu bolah katakan semuanya, tapi nanti! Setelah kamu mengisi perutmu."
Naomi mengangguk, kemudian mengikuti langkah Bu Sofia menuju ruang makan. Di sana sudah ada Pak Sofyan yang menunggu sambil tersenyum.
"Makan dulu yang kenyang, jangan pikirkan apa pun di meja makan supaya tidak mengganggu seleramu." Ucap Pak Sofyan memberi nasehat.
Mereka bertiga makan tanpa suara selain dentingan sendok dan garpu.
"Ayo Ma, ikut ke ruang keluarga. Papa libur hari ini. Kita urus dulu masalah ini. Ayo Naomi, ikut Om juga." Ucap Pak Sofyan berjalan mendahului menuju ruang keluarga tanpa tergesa.
"Baiklah Naomi, Om dan Tante tidak akan bertanya tapi kami menunggu kamu siap untuk bercerita. Tidak harus sekarang juga kok."
"Aku akan cerita sekarang, Om. Tujuanku datang tadi malam karena aku butuh bantuan Om Sofyan." Ucap Naomi tanpa air mata.
"Namun sebelumnya boleh Om bertanya, mungkin ini sifatnya sangat privasi. Tapi, kejujuranmu sangat kami hargai. Apa yang terjadi padamu semalam, kenapa sepertinya kamu habis bercinta. Om tahu kamu buka seperti..."
"Aku diperkosa Om." Jawab Naomi.
Lalu mengalir lah cerita dimana dia dijual oleh Paman Nurdin kepada seorang pria hidung belang. Tapi dia berhasil lari dari pria tua yang akan melecehkannya. Alih-alih selamat justru Naomi bagaikan keluar dari kandang buaya malah terjebak di kandang singa. Tapi Naomi merahasiakan identitas pemerkosa.
Cerita berlanjut saat dia diusir oleh keluarga Pamannya dari rumah. Berjalan kaki ratusan meter hingga pada akhirnya berhasil ke rumah Pak Sofyan dalam keadaan lemah.
"Kalau begitu, kamu akan aku dampingi lapor ke Polisi terkait kasus pemerkosaan yang kamu alami..."
"Tidak perlu Om, aku hanya minta tolong rebut semua milikku."
"Melaporkan jika aku telah diperkosa, akan memberi dampak buruk padaku. Aku belum siap dijadikan gosip. Biarlah itu menjadi urusan belakangan. Di ponsel ini masih terhubung ke saham Perusahaan Orang Tuaku. Tolong semua yang dirampas oleh mereka, ambil alih tanpa tersisa. Rumah, mobil, tabungan dan semuanya. Serta usir mereka dari rumahku."
"Aku juga akan memberikan keterangan jika selama ini aku disiksa. Aku dianggap pembantu di rumahku, bahkan Yovita merendahkanku di Sekolahan. Aku ingin namaku kembali pulih, bahwa aku bukan anak pembantu. Melainkan pemilik yang disingkirkan." Ucapnya.
"Baiklah, beri Om waktu seminggu. Maka semua yang menjadi milikmu akan kembali berada dalam kekuasaanmu."
ceritanya bagus,,sat set lgsg tamat 🤗
Mau gk mau ya harus bersyukur dan ikhlas menerima takdir sang AUTHOR.
TERIMA KASIH BANYAK THOR...🙏🥰
Istilah ini menggabungkan konsep karma (hukum sebab-akibat) dengan "dibayar kontan" (pembayaran langsung tunai) untuk menekankan kesegeraan dan kejelasan balasan tersebut...😥😭
iy bener thor skg byk yg kurang bersyukur, di ucapkan gampang tapi melakukan nya itu sulit loh
Maka ketika dihadapkan oleh musibah, yakinkan bahwa musibah ini adalah sebuah ujian untuk menguji keimanan kita, kesabaran kita.
Ketika seorang hamba dapat memahami sebuah kebaikan di dalam sebuah musibah, ia akan menganggapnya sebagai rahmat. Banyak hikmah yang dapat dipetik darinya dan menjadikannya sebagai pembelajaran...🤧😥💪
Hidup telah memberimu tantangan tak terduga, semoga kamu memiliki kekuatan untuk menghadapinya.
Semoga Allah angkat penyakitmu dan ganti dengan keberkahan.
Semoga diberi kekuatan dan kesembuhan selekasnya...😰😭