NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelajaran

Memakai minidress bewarna putih. Dirinya bangkit tanpa luka sama sekali. Benar-benar tidak ada luka, hanya saja pakaiannya yang kotor dan sedikit koyak.

"A...apa maksudnya dengan penjelajah dimensi?" Tanya Violetta tidak mengerti. Mengamati penampilan pemuda ini yang tidak biasa.

Menggunakan pakaian bagaikan butler (kepala pelayan), rambut putih panjang terikat ke belakang, benar-benar rupawan. Sulit dipercaya ada manusia serupawan ini.

"Setiap dunia tidak terhubung satu dengan lainnya. Tapi terkadang ada fenomena yang dapat menarik roh dari dunia lain. Bagi Chantika, ini adalah dunia dari novel yang pernah dibaca olehnya. Dan nona adalah protagonis wanita." Kalimat sang pemuda yang sama sekali tidak dimengerti oleh Violetta.

Tapi tetap saja, orang ini sudah menyembuhkannya dengan cara yang begitu aneh. Menelan ludahnya, kala menatap ke arah layar transparan yang mengapung.

"Ini adalah misi yang harus nona jalankan. Setiap berhasil membongkar kedok Chantika, nona akan mendapatkan poin, setiap berhasil mendekati protagonis pria juga akan mendapatkan poin. Poin dapat ditukarkan dengan kemampuan, pengobatan, kekayaan dan bantuan sistem." Penjelasan yang hanya dapat membuat Violetta mengangkat sebelah alisnya.

"A...apa misi utamanya?" Tanya Violetta antara percaya dan tidak percaya. Bagaimana mungkin hidupnya hanya bagaikan dunia novel?

"Menyingkirkan Chantika, selaku penjelajah yang menghancurkan plot. Hadiah utama untuk keberhasilan misi adalah satu permintaan." Benar-benar jawaban normal dari pria super tampan dengan ekspresi wajah datar.

"Aku tetap tidak dapat percaya. Walaupun kamu dapat menyembuhkanku. Dunia ini akan berubah, jika aku berusaha lebih keras! Tidak terikat dengan sesuatu yang disebut dengan sistem." Teriaknya membentak sang pemuda kemudian berjalan berlalu.

Namun, pemuda ini bagaikan mengikutinya. Walaupun dirinya berjalan dalam keramaian, melangkah dengan cepat. Tapi sejenak, langkahnya dan terhenti, menyadari ada sesuatu yang benar-benar aneh, di luar nalar.

Pria ini ketampanannya mengalahkan selebriti, penampilannya dengan rambut putih panjang mencolok. Tapi tidak ada satu orang pun yang meminta berfoto atau berkenalan.

Melirik ke arah belakang, pemuda itu masih ada dan mengikutinya."Apa ada yang perlu ditanyakan nona?" Ucap sang pemuda.

Mata Violetta menelisik, mengamati kaca etalase yang cukup besar. Mereka memang berdiri di depan sebuah toko pakaian. Anehnya hanya bayangan Violetta yang terlihat di kaca etalase, tapi bayangan sang pemuda tidak.

"Apa kamu setan?" Tanyanya ketakutan.

"Bukan, saya adalah sistem perbaikan dimensi. Hanya nona yang terhubung dengan sistem dapat melihat saya. Mohon kerjasamanya untuk mengalahkan penjelajah." Lagi-lagi pemuda itu berucap dengan raut wajah tanpa ekspresi. Membuat Violetta mengamati sekitar.

Beberapa orang yang melintas melirik ke arahnya. Jika pemuda ini tidak dapat dilihat oleh orang lain. Apa dirinya terlihat bicara sendiri?

"Ikut aku!" Perintah Violetta menelan ludahnya.

***

Rumah yang benar-benar besar terlihat. Itulah kediaman tempatnya tinggal. Kala sampai di depan pintu gerbang, security membukakan pintu, menunduk memberi hormat pada majikannya.

Menghela napas, menatap ke arah pelayan yang mencibirnya, berbisik mungkin bergosip tentang dirinya yang dianggap egois dan gila. Karena melakukan plagiat secara terang-terangan.

Violetta mendekati sang pelayan."Kamu lihat dia?" Tanyanya menunjuk ke arah pemuda berambut putih menggunakan setelan jas resmi, bagaikan butler profesional.

"Siapa?" Tanya sang pelayan, tidak melihat siapapun ke arah yang ditunjuk oleh Violetta.

"Hanya nona yang dapat melihat saya. Mereka akan dapat melihat dan mendengar suara saya, jika poin nona sudah cukup nantinya." Pemuda yang menunduk, benar-benar menghormati majikannya.

Violetta menelan ludah, jemari tangannya gemetar. Kala itulah suara mobil terdengar, apa ayah dan ibunya sudah pulang?

Saat ibu dan ayahnya melangkah maka, Violetta mendekat."I...ibu, ayah... Chantika menabrakku." Ucapnya berusaha mengadu, mencari perlindungan.

Dania mengamati penampilan putrinya dari atas sampai bawah. Hanya minidress nya yang kotor oleh bercak merah seperti darah. Tapi tidak ada luka sama sekali.

"Jangan menuduh adikmu sembarangan!" Bentaknya.

"Ibu...kakak pasti mengalami delusi lagi. Dia mungkin jatuh saat berada di jalanan. Tapi menuduhku karena emosi tidak memenangkan penghargaan." Sebuah kalimat pelan penuh senyuman dari Chantika.

"Bagaimana kamu bisa mem-plagiat karya adikmu! Sebagai kakak kamu harusnya menjaganya!" Teriak Dania murka.

"Tapi, itu memang lagu buatan ku---"

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipinya. Hal yang dilakukan oleh sang ayah."Anak kurang ajar! Bikin malu saja."

Jemari tangan Violetta mengepal, menahan sakit di pipinya yang terasa kebas.

"Nona, sebuah pilihan bijak jika nona saat ini melangkah mundur. Jangan terlalu impulsif, hati manusia lebih cendrung pada kata iba." Pria yang berdiri di sampingnya berucap.

Haruskah Violetta percaya pada entah makhluk apa ini? Tapi tidak ada salahnya mencoba.

"Ayah dan ibu benar...aku berbohong. Aku sadar dan ingin intropeksi diri. Chantika dari dulu selalu baik." Ucapnya pelan tersenyum cerah.

"Anak tidak tahu malu!" Prana menghela napas. Pertanda kemarahan nya sedikit mereda.

Namun, Chantika tersenyum, bagaimana bisa Violetta yang sudah ditabraknya hingga terpelanting masih hidup. Memendam rasa kesal dalam hatinya. Seharusnya protagonis wanita mati saja, agar dirinya dapat menggantikan langkah-langkah yang diambilnya. Hidup makmur, memiliki keluarga yang menyayanginya dan menikah dengan Sebastian.

"Sudahlah ayah, ibu. Kakak pasti tidak bermaksud begitu." Chantika pura-pura bijak, tersenyum pada kakaknya.

"Kamu terlalu baik. Hingga dianiaya oleh kakakmu." Dania memegang jemari tangan putri bungsunya.

"Sistem apa yang harus aku lakukan?" Tanya Violetta dengan suara kecil.

"Penjelajah ini tidak tahu diri. Saya sarankan host untuk menamparnya." Benar-benar jawaban penuh senyuman kaku, dari sang pemuda.

Violetta mengepalkan tangannya. Dirinya harus berani.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi Chantika. Benar-benar satu tamparan kencang.

"Ibu...ayah..." Chantika memegangi pipinya sendiri, menangis terisak.

"Violetta! Apa yang kamu lakukan!?" Teriak sang ibu hendak menamparnya.

Tapi, dengan cepat tangan Violetta mencegah.

"Anak kurang ajar, menampar adik, melawan orang tua!" Teriak Dania.

"Singa-pun tidak akan melukai anaknya, mengapa ibu melukaiku?" Kalimat dari sang pemuda.

"Singa-pun tidak akan melukai anaknya, mengapa ibu melukaiku?" Entah kenapa Violetta yang sudah berada di jalan buntu bersedia mengikuti kata-kata pria aneh.

"Itu karena kamu kurang ajar! Dimana Violetta yang dulu pengertian dan berprestasi." Dania menurunkan tangan yang hendak menampar putri sulungnya.

Violetta terdiam, apa yang harus dilakukannya untuk menghadapi Chantika.

"Host hanya perlu menangis dan berlari ke dalam kamar di situasi seperti ini. Tunjukkan sisi rapuh terkadang menjadi pilihan baik sementara waktu sebelum mengatur strategi." Saran yang diucapkan sang pemuda.

Violetta menitikan air matanya tiba-tiba. Kemudian berlari ke lantai dua tanpa kata.

"Violetta! Anak itu!" Geram Prana, tidak mengerti dengan putri sulungnya beberapa tahun ini. Selalu menyudutkan Chantika tanpa sebab.

"Ayah...ibu tenang ya? Kakak hanya marah sebentar. Bagaimana kalau kita keluar untuk makan steak?" Tanya Chantika.

"Kamu memang anak ibu yang paling manis." Senyuman menyungging di bibir Dania. Melangkah pergi, bahkan tanpa mengajak putri sulungnya untuk makan bersama.

***

Namun, ada beberapa hal yang dilakukan Violetta dalam kamar saat ini.

"Kamu... benar-benar tidak bisa dilihat oleh orang lain?" Tanya Violetta.

"Tentu, hanya nona yang dapat menyentuh dan melihat saya. Saya menyarankan nona untuk menghubungi protagonis pria saat ini. Untuk mendapatkan poin. Ada opsi untuk mendekatinya, lemah lembut dan menggoda secara terang-terangan." Kalimat yang diucapkan oleh sang pemuda tanpa ekspresi sama sekali.

"Benar-benar nyata!" Teriak Violetta, menarik pipi dan memeluk tubuh orang aneh ini. Gila! Gantengnya mengalahkan idol di TV.

"Host dapat mendekati protagonis pria---" Kalimat sang pemuda disela.

"Di hadapan wajahmu, Sebastian seperti cumi-cumi."

"Host harus mendekati protagonis pria."

"Siapa peduli. Pengkhianat harus dihancurkan. Omong-ngomong aku bisa memelukmu sambil tiduran?"

1
imel
sejauh apa kira kira si Prana melesat?
melewati lembah?
atau melewati bukit?
Tatiek Faruq
ayoo Galan, tunjukkan pesona dan kuasamu/Drool/
yesi yuniar
apapun akan dilakukan galan demi vio 👍👍
Indar
bagus Galan 👍👍 lanjutkan jgn dikasih ampun org kaya tuan Prana
Eka Awa
galan mulai punya emosi😆
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
calon ibu mertua idaman masa depan nih
yesi yuniar
idenya benar2 brilian 👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!