NovelToon NovelToon
REPLAY

REPLAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:307
Nilai: 5
Nama Author: Anyelir 02

Berawal dari pertemuan di sebuah pernikahan menjadi kisah cinta yang rumit. Kisah antara Devika Nala Arutala dengan Raditya Arya Wijaya. Bagi Arya, Nala bukan hanya masa kini namun juga masa lalu. Masa lalu yang tak mungkin bisa ia lupakan begitu saja.

Berawal dari pertemuan tanpa sengaja di sebuah pernikahan. Sekian lama kembali bertemu, Arya mengetahui sebuah rahasia tentang kisah mereka di masa lalu, membuat tekadnya yang padam menjadi membara.

Pertemuan mereka bukanlah hanya sebuah kebetulan, namun takdir. Bertemu kembali, mengulang kisah. Jika dahulu berakhir menyedihkan, maka kini haruslah indah. Air mata yang dulu tumpah haruslah berganti menjadi pelangi.

Waktu mungkin saja berjalan, namun hati selalu tahu tempat mereka pulang. Bunga yang layu mampu kembali mekar, sama seperti manusia. Ada saatnya kita layu untuk merenung dan mekar untuk bersinar. Cinta sejati tidak pernah benar-benar mati, ia hanya layu untuk mengajarkan kita cara merawatnya dengan lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Silir semilir angin malam berdesir membawa debu kering dari Gurun Taklamakan. Aroma roti Naan menguar dari setiap rumah. Di desa kecil ini, waktu seolah berjalan lebih lambat, merayap di antara celah dinding lumpur rumah-rumah tua yang telah berdiri lebih dari seratus tahun.

Nala menatap langit malam. Arutala sedang bersinar dengan cahaya keemasannya. Arutala, bukan hanya sekedar nama, namun sebuah doa yang dicantumkan ayahnya untuknya. Mengingat hal itu, membuatnya teringat akan sang ayah yang telah gugur.

Ayahnya selalu mengajarkan akan cinta dan kasih sayang.

Cinta?

Nala masih tak mengerti akan artinya cinta. Bagi Nala, cinta itu buruk. Bagi Nala, cinta hanyalah sebuah perasaan yang singgah sementara. Cinta tak pernah menetap di satu tempat melainkan berpindah seiring berjalan waktu. Masa lalu orang tuanya adalah contohnya. Saling mencintai namun berpisah karena merasa cinta telah menghilang.

Nala tak mempermasalahkan cinta. Nala mampu melihat kakaknya bahagia dengan orang yang dicintainya, sahabatnya sendiri. Nala tahu bahwa cinta mampu mengundang senyum dan tawa layaknya kilauan cahaya yang indah. Namun untuk mencintai, Nala tak mengerti. Hidup gembira dan riang tanpa cinta, itu sudah cukup bagi Nala.

Mungkin?

Itulah pemikiran Nala saat ini. Kata mungkin masih tersemat, merasakan cinta bukanlah hal yang mustahil. Nala hanya ingin berjalan sesuai dengan jalan yang ditentukan untuknya. Pemikiran yang dalam, bukankah begitu?

Dering ponsel menyadarkannya. Panggilan video dari sahabatnya. Mana mungkin bisa Nala menolak. Menolak berarti memulai perang, itulah peringatan yang selalu ditanamnya.

“Nala!!”

Panggilan sumringah itu membuat Nala tersenyum. Tak ada yang memanggilnya sesumringah itu selain ketiga sahabatnya.

“Lo bakalan pulang kan? Masa lo nggak pulang. Waktu Maya nikah lo pulang, masa gue nikah lo nggak pulang!”

“Heh dodol, Maya nikah sama abangnya ini bocah. Ya jelas pulang dong, Zara!”

“Oh iya, gue lupa kalau Bang Dipta itu suami lo, May!”

“Apa yang nggak lo lupa Zara!”

Pertengkaran yang selalu Nala dengar. Saling adu mulut, namun persahabatan mereka tak pernah terpecah. Malah semakin erat dan saling mendukung satu sama lain.

“Lo jadi pulang kan, Nala? Abang udah nanyain loh!”

“Pulang kok, May. Bilang ke abang ya. Oh iya, kalian jadi jemput?”

“Tentu. Kita jemput lo sekalian nagih oleh-oleh dari orang yang habis keliling negara.”

“Otaknya lo, oleh-oleh mulu Citra!”

“Heh, kek lo nggak aja Zara!”

“Bisa kalian berdua hentikan perdebatan unfaedah ini?”

“Tenang, oleh-oleh udah gue siapin dan semuanya kebagian. Nggak ada yang kelewat. Bahkan hadiah pernikahan udah gue siapin.”

“Oke sip. Jadi kapan lo pulang? Sesuai rencana lusa atau mundur?”

“Sesuai rencana. Lusa gue pulang dari China ke Indonesia.”

“Oke, kita tunggu kabar dari lo dan kita siap jemput di bandara.”

“Sampai jumpa di Indonesia, beb!”

Panggilan terputus sepihak begitu saja. Hembusan nafas keluar akibat lelahnya mendengar keributan yang timbul dari sahabatnya itu.

Kabar pernikahan kedua sahabatnya lah yang membuatnya pulang. Pernikahan yang berlangsung secara bersamaan dan berasal dari keluarga besar yang sama pula. Menikah dengan saudara kembar dari keluarga ternama membuat acara itu berlangsung meriah. Kedua sahabatnya yang berasal dari panti, tak memiliki keluarga mengharuskannya untuk ikut hadir sebagai pihak perempuan.

“Gue nggak sabar melihat betapa cantiknya kalian berdua nanti.”

1
Noona Rara
Aku mampir yah kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!