NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 — Pupil Penembus Ilusi

Cahaya fajar baru saja menyapu atap-atap melengkung Kota Daun Gugur ketika Ye Chen kembali melangkah masuk ke dalam aula markas Serikat Gagak Hitam.

Berbeda dengan suasana bising pada siang hari, pagi ini aula terasa lebih lengang. Hanya ada beberapa kelompok tentara bayaran yang tertidur di atas meja dengan kendi arak kosong berserakan di sekitar mereka.

Ye Chen berjalan lurus menuju meja administrasi di sudut barat. Gao Meng, pria kekar berbekas luka yang kemarin meremehkannya, sedang duduk dengan postur tegang.

Kantung mata sang Pengawas Pendaftaran itu tampak menghitam. Hal ini jelas menandakan bahwa ia sama sekali tidak tidur semalaman.

Melihat Ye Chen mendekat, tubuh Gao Meng sedikit tersentak. Tidak ada lagi tatapan arogan di matanya; yang tersisa hanyalah kewaspadaan yang bercampur dengan rasa takut yang berusaha ia tekan.

Tadi malam, ia menerima pesan rahasia dari Tuan Zhao. Pesan itu memberitahukan bahwa gudang bawah tanah mereka telah disusupi oleh seorang kultivator muda yang mengerikan.

"Misi penyelidikan telah selesai," ucap Ye Chen memecah keheningan, suaranya datar. Ia melemparkan sebuah kantong kecil berisi beberapa potong taring serigala biasa ke atas meja.

"Tiga konvoi logistik itu dihancurkan oleh kawanan Serigala Tulang Putih yang bermigrasi melintasi rute. Aku telah membersihkan sarang mereka."

Gao Meng menelan ludah dengan susah payah. Matanya melirik taring serigala palsu itu, lalu menatap wajah Ye Chen yang sama sekali tidak menunjukkan emosi.

Ia tahu itu adalah kebohongan yang dirancang dengan rapi, sebuah alasan formalitas yang harus ia terima.

"B-Benar... Kerja yang sangat bagus," jawab Gao Meng dengan suara sedikit serak. Ia segera mengambil sebuah stempel besi dan mengecap perkamen misi Ye Chen.

Tangan Gao Meng yang sedikit gemetar kemudian menyodorkan sebuah pelat besi berwarna perunggu dengan ukiran gagak. Bersamaan dengan itu, ia juga menyodorkan kantong kulit berukuran sedang yang terasa cukup berat.

"Ini adalah Pelat Perunggu milikmu. Kau kini resmi menjadi anggota aktif tingkat perunggu," ucap Gao Meng merendahkan suaranya hingga nyaris berbisik.

"Dan kantong ini... berisi lima puluh keping perak hadiah misi, beserta 'jatah keuntungan bulan pertama' dari Tuan Zhao, sesuai dengan kesepakatan."

Ye Chen mengambil pelat perunggu dan kantong kulit itu dengan gerakan santai. Ia sama sekali tidak menghitung isinya di depan Gao Meng.

"Sampaikan pada Tuan Zhao, kolaborasi yang efisien akan menjamin umur yang panjang. Pastikan aliran jatah bulan depan tidak mengalami keterlambatan."

Tanpa menunggu balasan dari Gao Meng, Ye Chen berbalik. Namun, sebelum ia menyewa kamar, langkahnya terhenti di depan sebuah papan ukiran kayu raksasa.

Papan ukiran kayu itu menempel kokoh di pilar tengah aula. Itu adalah peta wilayah berskala besar yang biasa digunakan oleh para pemburu bayaran untuk merencanakan rute ekspedisi.

Sebagai seorang analis, Ye Chen menyadari bahwa selama dua bulan terakhir, ia bergerak murni berdasarkan insting lokal. Ia sama sekali buta terhadap letak astronomis dan geopolitik dunia ini.

Hal tersebut adalah kesalahan fatal yang harus segera dikoreksi agar ia tidak salah langkah.

"Sistem, pindai peta ukiran kayu ini. Ekstrak informasi dari berbagai perkamen misi di sekitar ruangan ini," perintah Ye Chen di dalam hatinya.

"Gunakan data itu untuk menyusun topografi wilayah, letak kekaisaran, dan posisiku saat ini," tambahnya sambil menyapu ukiran kayu tersebut dengan matanya secara saksama.

[Memproses data topografi dan referensi literatur lokal...]

[Penyusunan Peta Geografis Makro selesai.]

[Informasi Lokasi Saat Ini:]

[Benua: Benua Awan Timur. (Satu dari empat benua besar di dunia ini).]

[Faksi Penguasa: Kekaisaran Yan Hitam. Sebuah kekaisaran raksasa yang memuja kekuatan kultivasi, membentang sejauh jutaan kilometer.]

[Lokasi Spesifik: Kota Daun Gugur terletak di Provinsi Ujung Selatan. Ini adalah wilayah perbatasan yang sangat terpencil dan minim sumber daya, berbatasan langsung dengan hamparan hutan monster tak bertuan.]

Ye Chen mengangguk pelan. "Jadi, aku saat ini berada di wilayah pinggiran dari sebuah kekaisaran raksasa di Benua Awan Timur," batinnya menganalisis.

"Pantas saja kultivator Alam Kondensasi Qi sudah bisa menjadi komandan penjaga gerbang di sini. Kota ini tidak lebih dari sekadar titik debu di peta kekaisaran."

"Wilayah yang sempurna untuk membangun fondasi tanpa menarik perhatian entitas tingkat dewa."

Setelah mendapatkan peta jalan yang jelas, Ye Chen menyewa sebuah kamar kultivasi privat kelas bawah. Kamar di lantai dua gedung serikat itu disewanya seharga lima keping perak.

Ia membutuhkan ruang tertutup untuk membedah hasil operasinya secara leluasa. Begitu pintu kayu tebal kamar itu terkunci, Ye Chen duduk bersila di atas ranjang bambu dan menuangkan isi kantong kulit dari Tuan Zhao.

Selain kepingan perak fana, terdapat tiga puluh butir kristal seukuran ibu jari yang memancarkan pendaran biru redup. Itu adalah Batu Spiritual Kualitas Rendah, mata uang utama para kultivator sekaligus sumber energi murni.

Di sinilah letak kejeniusan strategi yang Ye Chen rancang. Di masa lalu, ia harus memburu binatang buas secara fisik untuk ditukar menjadi poin.

Namun kini, ia berhasil menciptakan taktik 'Keuntungan Ganda'. Ia memeras aset faksi lokal menggunakan posisi formalnya di serikat untuk mendapatkan batu spiritual.

Batu-batu itu kemudian bisa ia konversikan secara langsung ke dalam Sistem tanpa perlu meneteskan keringat di lapangan.

"Sistem, konversikan ketiga puluh Batu Spiritual Kualitas Rendah ini menjadi Poin Kenaikan," perintah Ye Chen.

[Memproses konversi sumber daya energi murni...]

[30 Batu Spiritual Kualitas Rendah diterima (Nilai Konversi: 50 Poin/batu).]

[Memperoleh 1.500 Poin Kenaikan.]

[Saldo saat ini: 1.500 Poin Kenaikan.]

Ye Chen tersenyum tipis melihat deretan angka di antarmuka sistemnya. Hanya dalam waktu satu malam menggunakan manipulasi informasi, ia mendapatkan poin yang setara dengan memburu puluhan binatang buas tingkat tinggi.

"Dengan dana sebesar ini, aku sudah bisa mengaktifkan Ruang Simulasi Mental," batin Ye Chen. Namun, logikanya kembali menahan keinginan tersebut.

Mengurung diri di dalam kamar sesaat setelah mendaftar sebagai anggota baru hanya akan menarik kecurigaan. Seorang tentara bayaran normal pasti akan haus akan misi untuk mencari nama dan uang.

Ia harus mempertahankan penyamarannya sebagai pengembara pekerja keras. Di sisi lain, Kota Daun Gugur dipenuhi oleh manusia licik. Ia butuh kemampuan intelijen tambahan.

"Sistem, buka Toko Sistem. Aku butuh teknik pemindaian informasi yang bisa membaca fluktuasi emosi, kebohongan, atau niat membunuh dari manusia lain. Tampilkan rekomendasi di bawah 1.000 Poin."

[Memuat Modul Toko Sistem... Menampilkan hasil filter:]

[Pupil Penembus Ilusi (Teknik Visual Tingkat Fana Puncak)]

[Harga: 800 Poin Kenaikan.]

[Fungsi: Memfokuskan energi Qi ke selaput mata. Memungkinkan pengguna untuk melihat aliran sirkulasi Qi orang lain dan mendeteksi suhu emosi (merah untuk niat membunuh/marah, biru untuk tenang, kuning untuk kebohongan/kegugupan).]

[Catatan: Teknik ini sepenuhnya pasif dan tidak memancarkan fluktuasi energi, sehingga aman digunakan tanpa memicu kewaspadaan lawan.]

"Teknik intelijen yang sempurna," nilai Ye Chen tanpa ragu. "Beli dan transmisikan."

[Transaksi berhasil. Saldo dikurangi 800 Poin Kenaikan.]

[Sisa Saldo: 700 Poin Kenaikan.]

[Mentransmisikan aliran data teknik ke jaringan saraf optik Tuan Rumah...]

Sensasi dingin dan sedikit perih menyengat kedua bola mata Ye Chen selama beberapa detik. Saat ia membuka matanya kembali, pandangannya terasa jauh lebih jernih.

Ia mengalirkan sedikit Qi ke matanya, dan dunia di sekitarnya seketika dilapisi oleh filter cahaya yang halus. Untuk mengujinya, ia melangkah keluar dari kamar dan berjalan santai menyusuri lorong lantai dua.

Ia menatap para tentara bayaran yang sedang berlalu-lalang. Seorang pria besar yang tertawa keras bersama temannya memancarkan aura biru stabil—ia jujur dan santai.

Namun, ketika Ye Chen menatap seorang pelayan kedai yang sedang membungkuk meminta maaf kepada pelanggan karena menumpahkan arak, pandangannya berubah.

Ye Chen melihat denyut aura kuning pucat di dada pelayan itu.

Pelayan itu sama sekali tidak menyesal. Ia hanya gugup karena sedang menyembunyikan sesuatu, kemungkinan dompet pelanggan yang baru saja ia curi secara diam-diam.

"Dunia manusia kini tiada bedanya seperti barisan data yang terbuka lebar," batin Ye Chen menyeringai tipis.

Dengan Pupil Penembus Ilusi, tidak ada satu pun jebakan verbal atau negosiasi palsu yang bisa mengecohnya.

Ye Chen kembali turun ke aula utama dan berjalan menuju Papan Permintaan Reguler.

Dengan santai, ia mencabut sebuah kertas misi tingkat menengah.

(Tugas: Mengawal seorang Ahli Alkimia ke area Rawa Racun Hitam untuk mencari Teratai Pembeku Darah.

Hadiah: 100 Keping Perak dan 20 Poin Kontribusi.)

Misi ini cukup berbahaya, namun sangat masuk akal bagi anggota tingkat perunggu. Ini adalah alibi yang sempurna untuk menunjukkan kepada serikat bahwa ia adalah pekerja keras.

Sekaligus, misi ini memberinya alasan untuk memburu monster liar demi tambahan poin kecil-kecilan. Sambil menempelkan Pelat Perunggunya ke meja registrasi, Ye Chen bersiap memulai kehidupan gandanya.

Menjadi seorang tentara bayaran biasa di mata publik, sekaligus seorang perencana yang menyerap kekayaan dari balik layar.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!