NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Malam Pengantin Berdarah

Aula besar Sekte Awan Langit dihiasi dengan kemegahan yang tak tertandingi. Ribuan lampion merah tergantung di langit-langit, memancarkan cahaya hangat yang memantul pada pilar-pilar emas murni. Harum dupa cendana bercampur dengan aroma anggur kualitas tertinggi, menciptakan suasana yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan bagi siapa pun.

Di tengah aula, berdiri seorang pemuda tampan dengan jubah merah sulaman naga perak. Dia adalah Xiao Yuan, putra mahkota dari klan Xiao dan jenius nomor satu di Benua Langit Sembilan. Di usianya yang baru dua puluh tahun, ia telah mencapai ranah Kultivasi Langit, sebuah prestasi yang belum pernah terdengar dalam seribu tahun terakhir. Namun, yang membuatnya benar-benar istimewa bukanlah tingkat kultivasinya, melainkan apa yang ada di dalam tubuhnya: Sumsum Naga Suci.

"Yuan-er, akhirnya hari ini tiba," sebuah suara lembut memecah lamunan Xiao Yuan.

Xiao Yuan menoleh dan tersenyum lembut. Di sampingnya berdiri Ling’er, wanita yang telah menjadi tunangannya sejak kecil. Malam ini, Ling’er tampak seperti dewi yang turun dari khayangan. Gaun pengantinnya yang menjuntai indah membingkai lekuk tubuhnya yang sempurna, sementara cadar tipis transparan menutupi sebagian wajahnya yang cantik jelita.

"Benar, Ling’er. Setelah hari ini, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita. Aku akan melindungimu dengan seluruh hidupku," jawab Xiao Yuan sambil menggenggam tangan wanita itu. Tangan Ling’er terasa sedikit dingin, tapi Xiao Yuan hanya menganggapnya sebagai rasa gugup biasa di malam pernikahan.

Acara minum anggur pernikahan dimulai. Di bawah tatapan kagum ribuan tamu dari berbagai sekte besar, Xiao Yuan mengangkat cawan emasnya. Namun, ia tidak menyadari tatapan dingin dan tajam dari para tetua sektenya sendiri, termasuk gurunya, Grandmaster Yun.

Teguk.

Anggur itu mengalir turun ke tenggorokannya. Rasanya manis, namun hanya dalam hitungan detik, rasa manis itu berubah menjadi rasa terbakar yang luar biasa. Xiao Yuan tertegun. Sebagai seorang kultivator tingkat tinggi, tubuhnya seharusnya kebal terhadap racun biasa. Namun, rasa sakit ini seolah-olah ribuan semut api sedang menggerogoti setiap saraf dan jalur energinya meridian.

"Uhuk!" Xiao Yuan terbatuk keras. Darah hitam pekat menyembur dari mulutnya, mengotori jubah merah pengantinnya yang megah.

"Yuan-er! Ada apa?" Ling’er bertanya dengan nada panik, namun ia tidak bergerak untuk menolong. Ia justru melangkah mundur perlahan.

Xiao Yuan mencoba menggerakkan energinya untuk menekan racun tersebut, namun ia justru merasa ngeri. Energi dalam Dantian-nya yang biasanya meluap-luap seperti samudra, kini membeku. "Racun... Racun Penghancur Roh? Siapa... siapa yang berani? raung Xiao Yuan sambil berlutut, menahan rasa sakit yang membelah dadanya.

Tiba-tiba, suara tawa yang sinis terdengar dari arah kursi utama. Grandmaster Yun, guru yang selama ini ia hormati seperti ayahnya sendiri, berdiri dengan wajah datar. Jangan membuang tenagamu, Xiao Yuan. Itu adalah 'Racun Pemutus Naga' yang dibuat khusus dari darah monster iblis tingkat sembilan. Bahkan seorang Dewa sekalipun akan lumpuh jika meminumnya.

Xiao Yuan menatap gurunya dengan mata memerah. Guru... kenapa? Apa salahku?

"Kau tidak salah, Yuan-er," Ling’er tiba-tiba berbicara. Suaranya tidak lagi lembut dan manis, melainkan dingin seperti es kutub. Ia berjalan mendekat, menatap Xiao Yuan yang sedang sekarat dengan tatapan jijik. "Kesalahanmu hanyalah satu: Kau memiliki Sumsum Naga Suci, tapi kau terlalu lemah untuk menyadari bahwa kau hanyalah wadah bagi kami."

Dunia Xiao Yuan seakan runtuh. Ling’er... kau... kau juga?

Ling’er berjongkok di depan Xiao Yuan, jemari lentiknya mengusap pipi Xiao Yuan yang pucat. "Tahukah kau? Setiap kali aku memelukmu, aku merasa mual. Aku hanya bersandiwara selama sepuluh tahun ini agar kau mau memberikan segalanya untukku. Dan sekarang, tunanganku yang sebenarnya, Kakak Senior Lu Chen, membutuhkan sumsum nagamu untuk mencapai ranah Dewa."

Dari balik bayangan, muncul seorang pemuda lain, Lu Chen. Ia adalah murid nomor dua di sekte, yang selalu tampak rendah hati di depan Xiao Yuan. Lu Chen tersenyum kemenangan sambil memeluk pinggang Ling’er di depan mata Xiao Yuan.

"Xiao Yuan, terima kasih atas kerja kerasmu selama ini. Sekarang, berikan tulang nagamu padaku!" Lu Chen berteriak dengan penuh nafsu serakah.

Tanpa peringatan, Lu Chen menghunuskan belati hitam ke punggung Xiao Yuan. Jleb!

AAAGHHHHHH!

Jeritan memilukan bergema di seluruh aula. Para tamu undangan hanya menonton dalam diam; ternyata mereka semua telah disuap atau diancam. Xiao Yuan merasakan tangan Lu Chen masuk ke dalam punggungnya, meraba tulang belakangnya. Rasa sakitnya begitu dahsyat hingga Xiao Yuan ingin mati saat itu juga. Secara perlahan dan kejam, Lu Chen menarik keluar sepotong tulang yang bersinar dengan cahaya keemasan yang redup itu adalah Sumsum Naga Suci.

Bersamaan dengan dicabutnya tulang itu, kultivasi Xiao Yuan merosot drastis. Dari puncak Langit, turun ke Bumi, hingga akhirnya ia menjadi manusia biasa yang cacat. Rambut hitamnya berubah menjadi putih dalam seketika.

Buang sampah ini ke Jurang Keputusasaan, perintah Grandmaster Yun dengan dingin. Biarkan dia dimakan oleh binatang buas di sana. Jangan biarkan ada jejak yang tersisa.

Dua penjaga menyeret tubuh Xiao Yuan yang lunglai dan bersimbah darah. Sebelum ia dilempar keluar dari aula, Xiao Yuan sempat melihat Ling’er bersandar di bahu Lu Chen, tertawa bahagia sambil memegang tulang naga miliknya.

Ling’er... Lu Chen... Sekte Awan Langit... Xiao Yuan membatin dengan sisa kesadarannya. Suaranya serak karena darah. Jika aku tidak mati hari ini... aku bersumpah demi leluhur naga... aku akan kembali. Aku akan meratakan sekte ini, dan aku akan membuat kalian memohon kematian sejuta kali!

Bruk!

Tubuh Xiao Yuan dilemparkan ke dalam kegelapan abadi Jurang Keputusasaan, tempat di mana tidak ada seorang pun yang pernah kembali hidup-hidup. Angin kencang menyayat kulitnya yang terluka saat ia jatuh bebas menuju dasar kegelapan.

Namun, di saat jiwanya hampir padam, sebuah getaran kuno muncul dari dalam kalung batu hitam yang ia kenakan sejak kecilsebuah warisan dari ibunya yang misterius. Sebuah raungan naga yang hanya bisa didengar oleh jiwanya mengguncang kesadaran Xiao Yuan.

Darah yang tumpah... Dendam yang membara... Wahai keturunan naga yang terbuang, apakah kau menginginkan kekuatan?

Sebuah suara berat dan purba bergema di dalam kepalanya.

Xiao Yuan, yang sudah berada di ambang kematian, menjawab dalam hatinya dengan api kemarahan yang meluap Aku... aku ingin mereka semua hancur! Berikan aku kekuatan, meskipun aku harus menjadi iblis sekalipun!

Baiklah... Perjanjian Darah dimulai!

Tepat sebelum tubuhnya menghantam dasar jurang, sebuah cahaya ungu kehitaman meledak dari tubuh Xiao Yuan, membungkusnya seperti kepompong. Di dasar jurang yang paling gelap, sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada kematian baru saja terbangun.

Xiao Yuan jatuh ke dasar jurang yang dihuni oleh monster-monster mengerikan. Namun, bukannya mati, tubuhnya justru mulai mengeluarkan sisik-sisik hitam yang berkilau. Di saat yang sama, seorang gadis misterius dengan pakaian kumal namun memiliki aura suci menemukannya.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!