NovelToon NovelToon
NAFSU SUAMI IMPOTEN

NAFSU SUAMI IMPOTEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Wanita Karir / CEO / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratu Darah

Michelle Valen seorang seniman muda terkenal yang meninggal karena penghianatan sahabat dan tunangannya, ia berpindah jiwa kedalam tubuh Anita Lewis.
Diberikan kesempatan hidup kedua ditubuh orang lain, ia memulai pembalasan dendam dan merebut kembali identitas dirinya yang telah direbut oleh mereka.
Pernikahan dadakan dengan Dion Leach sang CEO gila yang terkena racun aneh, menjadikannya batu loncatan demi bertahan hidup, keduanya sama-sama saling memanfaatkan dan menguntungkan.

Mau tau kelanjutan dan keseruan ceritanya?
Silahkan mampir guys....
Happy reading, semoga cukup menghibur...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Darah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Hanya Permainan

Di ruang operasi yang dingin, Dr. Andrew Morris berkata dengan nada tegas dan tanpa belas kasih kepada asistennya, "Sampaikan kabar kondisi kritis ini kepada keluarga Michelle Valen. Dan setelah dia meninggal, jantungnya harus disumbangkan kepada Vebri."

Michelle Valen terbaring di meja operasi, separuh tersadar dalam pengaruh obat bius, namun cukup sadar untuk mendengar kata-kata yang keluar itu dari mulut tunangannya.

Andrew Morris bukan hanya seorang dokter yang menangani prosedur ini, dia juga tunangannya Michelle Valen.

Pisau bedah yang dingin mulai mengiris kulitnya tanpa anestesi tambahan dan rasa sakit membuat tubuh Michelle menggigil.

Dengan suara tercekik, dia bertanya, "Kenapa, Andrew.... k-kau tega me-melakukan ini?"

Selama ini hubungan mereka terlihat penuh kasih sayang di S City. Namun kini Michelle terbaring lemah tak berdaya, sementara orang yang paling ia percaya justru mulai mengorek luka di hidupnya yang teramat dalam.

Andrew mengayunkan pisau bedahnya dengan rapi, suaranya klise dingin yang tak berperasaan, "Karena Vebri bilang kamu mencintaiku sepenuh hati, dan itu sangat menjijikkan. Dia cemburu karena kamu, jadi aku akan mengambilnya dan memberikannya kepada anjing-anjing jalanan."

Mata Michelle melebar, tekanan darahnya melonjak. "Kenapa kalian berdua tega me-melakukan ini? Mengapa?"

Vebri adalah sahabat masa kecilnya meskipun bukan saudara, tetapi lebih seperti saudara kandung. Pernah suatu waktu, Vebri terjatuh dan Michelle yang menyelamatkannya, sehingga meninggalkan bekas luka kecil di sudut mata Michelle. Saat beranjak dewasa, Vebri pernah hampir menjadi korban saat melawan geng demi menyelamatkan Michelle.

Namun pengkhianatan itu datang dari dua orang yang paling dipercaya, yaitu tunangan dan sahabat dekatnya.

Dalam hitungan menit, dada Michelle dibelah, dan jantungnya yang merah masih berdetak terlihat jelas.

Dengan peralatan medis yang canggih, Michelle tetap bernapas namun rasa sakitnya begitu luar biasa menyayat hatinya.

Tiba-tiba sebuah suara lembut muncul.

"Andrew, lebih baik kau keluar. Biarkan aku yang melakukannya. Aku tak mau tanganmu ternoda oleh darahnya."

Michelle menoleh dan melihat Vebri berdiri di samping meja operasi. Ia mengenakan pakaian rumah sakit, wajahnya pucat tapi tersenyum manis tampak tak berbahaya, padahal kata-katanya begitu tajam menusuk.

Andrew yang semula dingin kini menjadi lembut pada Vebri, "Baiklah, Vebri. Hati-hati. Jangan biarkan darahnya mengotori tanganmu."

Setelah itu Andrew pergi bersama dokter anestesi dan asistennya , semua yang berada di pihaknya juga ikut pergi. Tinggallah Michelle sendirian dengan Vebri di ruang operasi.

Vebri berdiri di dekat meja, menatap Michelle dengan senyum polosnya, "Michelle, apa kau marah karena hal kecil seperti ini? Santai saja!"

Dia mulai mengambil pisau bedah, memantau detak jantung Michelle sambil tetap tersenyum manis.

Vebri tertawa pelan, "Ahaha.... Apa kau tahu? Andrew dan aku yang menyebabkan Paman dan Bibi tewas. Kami juga yang melempar saudaramu ke laut untuk dimakan ikan hiu."

Kata-kata itu keluar dari mulut Vebri bak belati tajam, membuat Michelle terpaku membisu.

Michelle menggeram penuh kebencian,"Kau... kau... kejam sekali, aku akan membunuh kalian berdua!"

Vebri hanya tersenyum dingin dan memasang ventilator, "Tenang. Ada acara kecil nanti yang akan membuatmu sangat membenciku sampai kau menjadi hantu."

Michelle memperhatikan ketika Vebri mengambil perekam dan mulai berbicara, benda itu menghasilkan rekaman suara yang menirukan suara Michelle sendiri.

Vebri berkata sambil menekan tombol, "Saya Michelle Valen, 25 tahun, perempuan. Hari ini saya sedang membuat surat wasiat, dan tunangan saya, Andrew Morris, yang menuliskannya untuk saya..."

Dengan ventilator terpasang, mata Michelle membesar. Suara Vebri meniru Michelle dengan begitu persis, sehingga jika Michelle menutup matanya, dia mungkin tidak bisa membedakannya.

Vebri mendekatkan perekam itu ke bibirnya, lalu tersenyum manis ke arah Michelle.

"…aku, Michelle Valen, menyatakan bahwa semua aset keluargaku termasuk saham penuh Grup Valen , akan kuserahkan sepenuhnya kepada tunanganku, yaitu Andrew Morris. Aku percaya, hanya dia yang pantas menjaga warisan orang tuaku…"

Air mata Michelle mulai mengalir. Tubuhnya tidak bisa bergerak, tetapi batinnya meraung memohon keajaiban yang tidak kunjung datang.

Vebri memiringkan kepalanya, seolah sedang menggoda, "Michelle, kamu tahu apa yang paling tragis dari semua ini?"

Ia merendahkan suaranya ,terdengar begitu lembut dan manis.

"Bahkan di ambang kematianmu, kamu masih tidak menyadari satu hal."

Michelle menatapnya dengan mata penuh darah dan amarah.

Vebri mendekat , saking dekatnya sampai Michelle bisa mencium aroma ringan parfum lavender yang dulu sering mereka pakai bersama.

"Ayah kandungmu tidak mati karena kecelakaan," bisik Vebri.

"Dia mati karena aku memintanya dibunuh, haha..."

Dunia Michelle seolah pecah dan runtuh dalam sekejap. Napasnya terasa sesak. Ventilator meraung pelan.

"Aku bosan kamu selalu lebih dicintai dari aku," lanjut Vebri tenang, seolah ini hanya obrolan sore biasa.

"Kau selalu jadi putri kesayangan semua orang. Padahal dunia ini, Michelle, selalu milik orang yang berani mengambilnya dengan darah."

Lalu dengan pose anggun bagai seorang pianis , Vebri mengarahkan pisau bedah tepat ke dada Michelle.

Dan tersenyum bahagia.

"Apa kau sudah siap, sahabatku sayang yang malang?"

Rekaman suara itu terdengar begitu nyata, Vebri menirukan suara Michelle seolah benar-benar itu dirinya, lalu membacakan “surat wasiat terakhir” yang menyatakan bahwa sebagian besar aset keluarga Valen akan diberikan kepada Andrew, dan sebagian sisanya disumbangkan ke Yayasan Sekolah Hope.

Bukan itu keinginannya. Sama sekali bukan.

Michelle ingin menolak, ingin berteriak, tetapi tubuhnya sudah terlalu lemah. Kesadarannya meredup perlahan, seperti api kecil yang sekarat tertiup angin. Rasa tidak terima membakar dirinya lebih kuat daripada rasa sakit fisik.

Sebelum pandangannya benar-benar gelap, Vebri tersenyum dan mendekat.

“Oh yeah, aku lupa bilang,” ucapnya ringan, seolah ini hanya permainan. “Aku seorang pengisi suara profesional… dan aku sudah habiskan sepuluh tahun untuk menyempurnakan tiruan suaramu.”

Michelle tidak bisa bergerak. Tapi air matanya menetes.

Sepuluh tahun… hanya untuk menghancurkan hidupnya?

Vebri melanjutkan dengan nada manis,

“Dan aku akan memakai suaramu untuk meninggalkan ‘permintaan terakhir’… agar Dion Leach menikah denganku , wanita yang akan membunuhmu.”

Michelle membeku ketika nama Dion Leach disebut.

Nama itu bagaikan pisau baru yang menikam jantungnya.

Andrew hanya alat sementara bagi Vebri. Sasaran utamanya… selalu Dion.

Vebri terkekeh. “Bayangkan ekspresi Dion… ketika dia tahu ‘penawar racun’ yang selama ini ia jaga untuk melindungi kamu… sebenarnya adalah racun mematikan yang kuberikan untuk membunuhmu.”

Ia mendekat. “Dan dia justru menikahi pembunuh itu. Wah, bukankah itu… sangat indah?”

Michelle mengerang marah, dengan napas yang nyaris tak bersuara.

“Vebri…”

Semakin lemah Michelle melawan, semakin puas tawa Vebri.

“Mulai hari ini,” bisiknya sambil menatap Michelle dengan sorot mata predator, “hidupmu adalah milikku. Identitasmu yang selama ini kau rahasiakan… semua akan kupakai.”

Dia tahu segalanya, bahwa Michelle adalah peretas internasional yang jenius. Bahwa Michelle punya izin operasi medis level tertinggi di S City. Bahwa Michelle… bahkan lebih berbahaya dari apa pun bila dia mau.

Semua itu… akan menjadi topeng yang dipakai oleh Vebri.

Namun sebelum sempat melanjutkan, Vebri mendadak menjerit pelan, “Ahhhh......”

Michelle dengan seluruh sisa kekuatannya berhasil mencakar wajah Vebri.

Darah segar mengalir. Bekasnya terlihat lumayan dalam.

Vebri membeku sepersekian detik. Lalu amarah meledak.

Tanpa peringatan, dia mencengkeram dada Michelle dan meremukkan jantungnya.

Michelle terbelalak, napasnya terhenti saat itu juga. Tubuhnya kejang, lalu semuanya tiba-tiba hening dan gelap total.

···

Suara laki-laki. Berat, dingin, penuh paksaan.

“Anita. Keluarga Leach sudah memberikan nama mereka padamu. Bahkan kalau kau mati pun kau tetap milik mereka.”

Kalimat itu adalah suara pertama yang Michelle dengar saat kembali membuka mata.

Butuh waktu lama sampai kesadarannya pulih…

sampai ia menyadari bahwa dia masih hidup.

Bukan sebagai Michelle Valen.

Tapi ia hidup di tubuh Anita Lewis.

Putri tertua keluarga Lewis di Kota F.

Seorang gadis dua puluh lima tahun lebih muda…

dengan reputasi yang rusak, liar, dan tak berguna.

Anita versi publik yang diceritakan putus sekolah, sering berkelahi, menghabiskan uang untuk kesenangan dan pria-pria sementara… semua karena pria yang ia cintai tidak pernah membalas perasaannya. Dan hari ini, Anita berhasil kabur, melompat ke sungai… dan diselamatkan.

Namun di mata ayahnya, Gerry Lewis — semua itu hanya drama agar Anita tidak perlu menikah dengan pria yang ditakuti semua orang: Dion Leach.

Michelle yang kini satu tubuh dengan Anita masih menyesuaikan napasnya.

Selama kira-kira setengah jam hanya diam… memproses.

Gerry mulai kehilangan kesabarannya.

“Anita, mau kau hidup atau mati, aku tak peduli. Malam ini kau akan AKU DORONG pergi ke keluarga Leach. Kalau perlu DENGAN PETI MATI sekalipun.”

Michelle dengan mata Anita akhirnya mengangkat wajah.

Tatapannya tenang. Bukan tatapan Anita. Bukan gadis lemah yang diketahui Gerry.

“…Aku akan menikah dengannya.”

Gerry membeku. Bingung.

Akhirnya Michelle membuat keputusan logis.

Hanya ada dua keluarga paling berkuasa di Negara X: Greene di utara. Leach di selatan.

Dan satu-satunya jalan balas dendam terhadap Andrew dan Vebri…

…adalah masuk ke keluarga Leach, memakai kekuatan mereka.

Bukan sebagai Michelle Valen.

Tapi sebagai Anita Lewis calon nyonya Leach.

Sejak detik itu Michelle tidak ada lagi.

Yang hidup… adalah Anita dengan jiwa Michelle Valen didalamnya. Yang akan kembali ke S City,

bukan sebagai korban melainkan penguasa.

Gerry mungkin tidak mengerti mengapa anaknya yang ingin mati demi menghindari Dion, tiba-tiba berkata bersedia menikah.

Namun ia tidak peduli, yang penting ia setuju.

Gerry Lewis berbicara dengan nada penuh tekanan, seolah sedang berbuat baik padahal memaksa putrinya sendiri.

“Dion Leach memang temperamental… dan dokter bilang umurnya mungkin tak akan lama. Tapi keluarga Leach adalah yang terkaya di seluruh Kota F. Kelas mereka… di atas semua orang.”

Ia melanjutkan tanpa rasa bersalah,

“Kalaupun Dion Leach meninggal dalam setahun… kau tetap akan menjadi Nyonya Leach. Kau akan hidup nyaman, dijaga, dihormati, sampai mati pun nama itu tidak hilang.”

Gerry menarik napas.

“Anita… kau ini tak berpendidikan, reputasi kamu hancur. Ayah sedang MENYELAMATKAN wajahmu. Bersyukurlah kau masih diinginkan......”

Anita berbaring membalikkan badan, membelakanginya. Tenang. Dingin.

“Bangunkan aku… kalau mobil keluarga Leach sudah di depan pintu.”

Urat di pelipis Gerry mengencang tapi ia tahu takkan menang melawan keras kepala anak ini.

Tanpa kata lagi, ia keluar dan memerintahkan dua pembantu menjaga di depan kamar.

“Kunci pintunya. Kalau dia kabur atau nekat bunuh diri lagi , aku pastikan kalian yang mati duluan.”

Pintu pun tertutup.

Anita yang sejatinya kini adalah Michelle meraih ponsel yang tergeletak di meja.

Berita utama langsung menyambutnya.

MICHELLE VALEN, SOSIALITA TERKAYA DI S CITY, MENINGGAL PAGI INI — SELURUH ASET DISERAHKAN KEPADA TUNANGANNYA…

Ia tidak membaca detail. Ia langsung menekan video.

Wajah Andrew memenuhi layar.

Wajah yang dulu ia cintai.

Sekarang wajah seorang penghianat.

Andrew tampak kelelahan. Sorot mata merah. Seolah menangis, seolah hancur, padahal munafik.

Michelle dalam tubuh Anita mengepalkan tangan.

Andrew berkata gemetar,“Nama Grup Valen tidak akan diganti. Itu satu-satunya warisan… satu-satunya bukti bahwa Michelle pernah hidup bersamaku.”

Lalu dengan suara nyaris pecah,

“Selain perusahaan dan properti keluarga, saya akan menyumbangkan 100 juta dolar milik Michelle bagi mereka yang membutuhkan.”

“Dan......” Andrew menarik napas. “Saya sangat mencintai Michelle. Saya tidak akan menikah dengan wanita manapun… atau menjalin hubungan dengan siapapun… selama tiga tahun ke depan.”

Anita menatap layar tanpa berkedip.

Pria itu duduk anggun. Jas putih , kacamata yang bertengger di hidungnya, sekilas terlihat tampak tulus. Seolah ia tak bersalah, seolah ia lelaki paling suci.

Padahal dialah… yang menyaksikan hatinya dicabut.

Dan tidak melakukan apa-apa.

Dialah pria yang berkata: “Cintamu menjijikkan.”

Dan Vebri lah yang memakai mulut yang sama untuk membunuhnya.

Michelle akhirnya menutup video itu.

Nafas yang panjang, terasa dingin tapi stabil.

Balas dendam bukan sekarang.

Ia butuh kekuatan dulu.

Ia menelusuri berita tentang Dion Leach, pria yang rela mati demi Michelle. Laki-laki satu-satunya yang tulus mencintainya.

Tidak ada satu pun laporan tentang dia.

Tentu saja. Keluarga Leach terlalu berkuasa, semua informasi tentangnya terkubur dengan rapi.

Dan pikirannya langsung teringat pada Vebri.

Vebri seorang pengisi suara profesional. Yang bisa meniru SUARANYA juga.

Pikiran Michelle spontan menegang.

Jika dia menipu Dion menggunakan suaranya…

Tidak. Terlalu berbahaya.

Jika keluarga Leach tahu keluarga Lewis tak akan lolos hidup-hidup.

Leach mungkin bisa melindungi…

Tapi ia belum menjadi istri Leach. Statusnya belum diakui.

Kesalahan sekecil apapun bisa fatal sebelum ia menyentuh S City.

Tidak, saat ini hidup adalah prioritas.

Ia menggenggam jarinya perlahan, senyum tajam menyelinap di sudut bibirnya.

“Vebri… aku kembali.”

“Dan aku tidak akan membiarkan rencanamu berjalan mulus.”

···

Pukul 17:30.

Suara mobil berhenti di halaman.

Gerry membuka pintu kamar dengan tergesa.

“Anita , mobil keluarga Leach sudah sampai.”

Anita berdiri, wajahnya polos tanpa makeup, bergaun putih pucat. Rambut tergerai tak tersisir dan berantakan. Anita terlihat seperti arwah yang baru bangkit dari kubur.

Gerry sontak marah.

“BISAKAH KAU SETIDAKNYA BERDANDAN SEPERTI MANUSIA?! KAU ITU MAU MENAKUTI MEREKA?!”

Anita tidak menoleh. Tidak menjawab sepatah kata pun.

Ia hanya mulai melangkah turun tangga perlahan-lahan.

Gerry hendak menahan tapi tidak sempat.

Mobil Leach sudah tiba. Tak ada ruang untuk mempermalukan diri sendiri lebih lama.

Di dasar tangga seorang gadis sedang menunggu.

Yaitu Selene Lewis, adik tiri Anita Lewis.

Bergaun satin putih tipis, wangi parfum mahal menguar dari tubuhnya. Ia terlihat manis, cantik sempurna.

Kontras dari segala sisi dengan Anita Lewis.

---

Bersambung......

1
Maycosta
Tetap sehat dan semangat sukses selalu ya
Noona Manis Manja: Terimakasih kk 😍
Salam sukses untukmu juga 🤗
total 1 replies
Binay Aja
tetap semangat nulisnya 💚
Noona Manis Manja: Terimakasih kk , tetap semangat juga untukmu ... salam kenal juga 🙏🏻
total 1 replies
Binay Aja
Hai, kak. Salam kenal cerita nya seru. jika berkenan singgah ke rumah ku yuk, Sentuhan Takdir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!