NovelToon NovelToon
Berjodoh Dengan CEO Cantik

Berjodoh Dengan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romantis / Cintamanis
Popularitas:519
Nilai: 5
Nama Author: anjarthvk

Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.

Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.

"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Tidak Sebanding

...Selamat membaca semuanya...

............

............

Boris William, seorang pria tampan dan berkharisma dengan umur 30 tahun menjadi Asisten dari CEO cantik berumur 29 tahun, bernama Rania Queenzhi. Sebuah Perusahaan Berlian dengan nama yang indah, Diamond Victory Company.

Perusahaan dengan bisnis berlian terkenal dan memiliki penghasilan terkaya di Negara ini. Boris sudah bekerja di Perusahaan tersebut selama 10 tahun, semenjak Perusahaan masih dipimpin oleh Papah dari Rania. Beliau juga sebagai pemilik pembentuk awal bisnis tersebut, Frederick Antonio.

......................

"Baik, saya siapkan jadwalnya segera." Rania memutuskan sambungan telepon dengan rekan kerja bisnis yang ingin mengajaknya kerja sama.

Tepat setelah sambungan telepon mati, Boris mengetuk pintu ruangan Rania, lalu masuk membawa beberapa berkas. Dia menyerahkan jadwal pertemuan dengan kolega dan customer. Rania menumpu kepalanya di meja besar dengan diringi hembusan napas panjang yang terdengar lelah. Sedangkan Boris hanya diam menatapnya.

Rania mengangkat kepalanya sambil menopang pada tangan, lalu menatap Boris. "Ris, capek banget. Mau nikah.." adunya dengan nada manja dan tatapan memelas.

Boris ikut merasa bingung, lalu mendekati Rania memberikan daftar nama rekan kerja atau customer yang masih single dan sekiranya cocok untuk menjadi suami Rania.

"Kamu tidak tertarik mendaftar, Ris?"

Boris tidak menjawab pertanyaan itu, melainkan.. "jika tidak ada yang cocok, biar saya carikan yang lainnya." Rania memasang wajah cemberut saat mendengar itu.

Dia bukannya tidak mau. Dia hanya tidak ingin berkenalan atau menjalin hubungan dengan orang baru.

"Lupakan! Aku jadi malas denganmu. Mending kamu keluar saja sana!" Rania memasang wajah kesalnya mengusir Boris.

"Saya permisi" Boris beranjak keluar ruangan. Tetapi sebelum benar-benar pergi, Rania sudah berteriak mengancam.

"Kalau kamu berani keluar, awas saja. Aku aduin ke Papah." Langkah Boris berhenti, mengurungkan niatnya untuk keluar ruangan.

Dia kembali mendekat, diam berdiri menunggu perintah dari wanita cantik yang sedang merenggut kesal menatap ke arahnya.

"Temani aku. Aku bosan." Rania berjalan mendekati Boris, menarik tangan membawanya agar duduk di sofa ruangan tersebut. "Tunggu di sini dulu." Boris mengangguk mendengar perintah tersebut, matanya fokus melihat Rania, atasannya itu terlihat sedang membuat kopi.

Rania kembali membawa dua gelas kopi ditangannya. Dia memberikan segelas kopi tersebut pada Boris dan segelas untuk dirinya sendiri. Boris menatap atasannya sedikit canggung, namun dia masih terlihat tenang. Wanita itu tersenyum manis menatap Boris tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

"Ris, bagaimana menurutmu tentang aku?" Pertanyaan Rania yang bisa mengubah suasana sangat cepat. Jika tadi terasa lebih seperti atasan dan bawahan. Saat ini berubah seperti layaknya pria dan wanita yang memiliki kedudukan yang sama.

Boris memberikan senyuman tipis menatap lekat wanita cantik di depannya saat ini. Wanita yang sangat dia kagumi, tanpa ada niatan untuk memiliki. Karena dia menyadari bahwa mereka tidak sama. Boris merasa bahwa dirinya tidak sepadan bersanding dengan wanita cantik, pintar, dan luar biasa seperti Rania.

"Menurut saya, kinerja Nona Rania sudah berkembang sangat baik. Tetapi, banyak hal yang harus Nona perhatikan dan pelajari kedepannya. Jika dibandingkan dengan Tuan Frederick, dari kinerja Nona masih kalah jauh. Harus banyak belajar lagi agar bisa menyeimbangi Papah Nona."

Mendengar jawaban Boris yang tidak dia inginkan membuat Rania semakin kesal, "bukan itu maksudku. Kalau kamu membandingkan kinerja aku sama Papah, kemana-mana juga pasti aku masih kalah", nada sewot dan tatapan kesalnya terlampiaskan.

" Maksudku, saat kamu melihat aku. Menurut kamu tentang aku, bukan kinerjaku, Boris..." lanjutnya penasaran mengulangi pertanyaannya lebih jelas, bermaksud agar Boris mengerti dan menjawab sesuai keinginannya.

...Bersambung......

Tunggu bab selanjutnya ya guys..

Kalian bisa kasih like dan komen komennya di bawah sini ya!

Jangan lupa di subscribe..😗

Mantap uhuy!! Terima kasih sudah mampir ke warung aku..🤭

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!