Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 1
"Bu, di luar ada nona Sahara,"ujar Bi Minah kepada majikannya yang sedang bersantai di taman belakang sambil menikmati secangkir teh dan mengscroll sosial media. Melihat update dari teman-teman sosialitanya.
"Mau apa dia datang lagi kesini? Apa peringatanku selama ini tak membuat dia sadar? Dia selalu menantang seorang Wanda, nyonya dari seorang Sandy Sbastian,"kesal Wanda dan bangkit dari duduknya.
"Mau apa lagi kamu datang kemari Sahara? Bukannya suamiku sudah mengatakan untuk tidak datang kemari lagi? Apalagi sekarang alasanmu datang kemari? Biaya rumah sakit ibumu? Biaya sekolahmu? Atau untuk makan kalian? Apa kalian tidak bisa bekerja dan mencari uang sendiri untuk hidup? Dasar para benalu!"tanya Wanda dengan nada sinis, dia adalah ibu tiri Sahara.
Bahkan Wanda berdiri sambil berkacak pinggang di depan pintu rumah. Setelah Sahara dan ibunya terusir dari istana yang dia bangun bersama dengan suaminya itu, mereka tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam rumah. Dia hanya boleh menginjak teras rumah saja.
Rumah yang dahulunya dia tempati bersama dengan Papa dan Mamanya. Rumah ternyaman dan rumah penuh kebahagiaan pada awalnya. Sebelum Papanya membawa wanita itu.
Awalnya dia membawa temannya itu untuk membantu dia bekerja di kantor, tapi lama-kelamaan wanita itu malah berubah fikiran dan mencoba untuk merebut Sandy dari istrinya. Apalagi setelah melihat Sandy begitu meratukan Rianty. Semakin membuat dirinya iri. Sehingga pada akhirnya dia melakukan segala cara untuk bisa merebut Sandy.
Kedua tangan Sahara terkepal mendengar ucapan dari Wanda. Di saat dia datang akan selalu melarangnya bertemu dengan Papanya. Jika bukan karena keinginan mamanya yang meminta dia datang menemui Sandy. Sahara tak akan pernah mau menginjakkan lagi kakinya di rumah yang meninggalkan banyak kenangan manis maupun menyakitkan untuk dirinya dan ibunya.
Entah apa yang di inginkan ibunya, hanya saja dia meminta bertemu dengan mantan suaminya itu. Bahkan saat ini dia kembali sakit. Wanita paling kuat dan tegar yang menjadi panutan bagi Sahara. Dan alasan dia tetap bertahan menjadi anak yang baik dan wanita yang lebih kuat dan tangguh. Walau dia harus mengalami luka fisik dan batin dari cinta pertamanya.
"Dengar ini! Aku dan ibuku tak pernah butuh uang kalian... Aku hanya ingin bertemu dengan Papa... Mama ingin bertemu dengan Papa. Dimana Papa berada sekarang?"jawab Sahara menekan emosinya.
Dia kembali teringat akan wajah ibunya yang begitu berharap besar bisa bertemu dengan mantan suaminya. Walau Rianty sudah ikhlas dengan nasib pernikahannya. Tapi dia perlu meluruskan satu hal kepada Sandy. Agar pria itu tak menyesal suatu saat nanti. Apalagi melihat perlakuan dia kepada anak kandungnya. Bahkan anak perempuannya sendiri.
"Aku tak akan pernah mengizinkan suamiku bertemu dengan wanita seperti ibumu untuk bertemu dengannya. Karena wanita itu nantinya akan menjadi pembawa sial dalam kehidupan kami. Pergilah dan katakan pada ibumu, jangan menganggu kami yang sudah bahagia. pergilah dengan pria pilihan ibumu itu! Para manusia tak tau diri! Wanita pendosa dan pen-zina! Pergi kau. Jangan sampai rumahku menjadi ko-tor karena adanya kamu. Keturunan wanita pen-zina,"jawab Wanda terkesan merendahkan dan mencibir dirinya dan ibunya.
Tangan Sahara terkepal dengan kuat mendengarnya. Rasanya dia ingin sekali menam-par mulut wanita itu sampai han-cur. Karena mulutnya itu pintar sekali mengeluarkan fit-na-han dan ujaran kebencian untuk dirinya dan ibunya.
"Jangan pernah mengatakan ibuku sebagai pen-zina. Karena yang pen-zina itu adalah anda. Wanda! Anda yang sudah dengan sengaja menginginkan da meng-goda Papa saya, yang jelas-jelas sudah hidup bahagia. Jangan pernah sekali lagi anda memfitnah Mama saya. Sebelum kesabaranku habis!" jawab Sahara dengan mata yang sudah di penuhi dengan kilatan amarah kepada Wanda.
Wanda hanya tersenyum remeh ke arah Sahara. Seolah melihat kemarahan Sahara adalah kesenangan untuknya. Melihat kemarahan Sahara seolah adalah hiburan untuknya di kala suntuk berada di rumah seharian. Wanda mendekat ke arah Sahara yang menatap tajam ke arahnya.
"Ibumu memang seorang penzi-na. Dan kau juga sama. Wanita yang hidup di jalanan dengan para preman sudah pasti menjadi piala bergi-lir bagi mereka. Betul kan apa yang aku katakan? Kau jal*ng kecil mu-rah*n yang men-ju-al diri kepada para preman jalanan." Bisik Wanda.
Sahara mengepalkan tangan dan mengeratkan rahangnya. Wanda dengan cepat menarik tangan Sahara dan memukulkan tangan Sahara padanya. kemudian wanita itu tiba-tiba jatuh dan menangis histeris kesakitan.
Apa yang dilakukan oleh Wanda itu membuat Sahara kebingungan. Wanita itu sedang berakting. Wanda sengaja melakukan itu karena melihat kedatangan suaminya yang berdiri dari kejauhan di ambang gerbang rumah. Dia turun disana saat melihat apa yang tadi mereka berdua.
"Saharaaa... Apa yang sudah kau lakukan pada ibumu?" Triak Sandy sambil berjalan mendekat ke arah mereka.
Sedangkan Wanda masih berakting menangis kesakitan di depan Sahara. Bi Minah sebenarnya ingin mengatakan apa yang terjadi kepada Sandy. Tapi dia juga ketakutan, karena mengetahui jika Wanda bukanlah wanita yang lemah lembut seperti yang Sandy tau. Bahkan Wanda berani bermain tangan dan ancaman kepadanya dan pekerja lainnya.
Sahara berbalik dan tersenyum sinis mendengar teriakan dari Ayahnya. Teriakan yang sudah mulai terbiasa dia dengar dari pria yang dahulu sangat lembut saat memanggil dirinya. Tapi sekarang tak pernah ada lagi panggilan manis itu.
Apa yang ada dalam fikiran Sahara ternyata benar. Wanita itu sedang berakting dan dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri. Seolah dialah yang sudah melakukan hal itu kepada Wanda.
Sandy berjalan dengan tergesa lalu mendekat kearah Wanda yang masih menangis dan memegang pipinya. Pintar sekali memang wanita itu berakting. Dan betapa bodohnya Papanya itu karena percaya kepada wanita siluman seperti dia. Wanita yang sudah membuat papanya gelap mata dan tidak bisa membedakan mana permata dan mana sampah.
Wanda malah semakin kencang menangis saat Sandy mendekat. Seolah apa yang sudah terjadi kepadanya adalah sebuah kejadian yang bisa membuat nya-wanya melayang saat itu. Memang definisi wanita iblis ular codot.
"Mas, kaki dan pipiku sakit,"adu Wanda kepada Sandy saat suaminya mencoba membantu Wanda bangun.
"Maafkan aku Mas, aku benar-benar tidak bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk Sahara. Karena Sahara sepertinya memang tak pernah suka padaku, apa yang aku lakukan selalu salah di mata dia. Aku hanya meminta dia untuk masuk dan berbicara di dalam rumah dan jangan berbicara sambil berteriak di luar. Malu di dengar tetangga,"bohong Wanda sambil menangis sesenggukan.
Mendengar aduan bohong dari Wanda membuat Sahara tertawa hambar. Sedangkan Sandy menatap tajam ke arah anak perempuannya yang bertingkah seperti itu. Membuat Sandy tersulit emosinya.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶