NovelToon NovelToon
A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

A Dangerous Man ( Balas Dendam Sang Mafia )

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Dendam Kesumat / Mafia / Tamat
Popularitas:7.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: DF_14

Tidak ada yang menyangka bahwa dirinya masih hidup, semua orang menganggapnya sudah mati. Padahal dia telah tumbuh dewasa menjadi seorang pria yang berbahaya.

Adam Alvarez atau pria bernama asli Marvin Leonardo, pria berusia 28 tahun itu adalah seorang mafia berdarah dingin, karena kepiawaiannya dalam menaklukkan musuh membuat dia mendapatkan julukan A Dangerous Man. Namun, ada sebuah luka di masa lalu yang membuat dia bisa berbuat kejam seperti itu.

Saat dia masih kecil, dia dan ibunya diterlantarkan oleh sang ayah, hanya karena ayahnya sudah memiliki wanita lain, bahkan wanita itu membawa seorang anak perempuan dari hasil hubungan gelap mereka. Hingga berakhir dengan peristiwa pembunuhan sadis terhadap ibunya.

Karena itu Adam memanfaatkan Nadine Leonardo, putri tercinta ayahnya sebagai alat untuk membalaskan dendam terhadap ayahnya. Adam tidak akan memaafkan siapapun yang telah tega membunuh ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diusir

Marvin Leonardo, saat kecil dia sering dipanggil Marvin, namun setelah dewasa dia mengubah identitasnya menjadi Adam Alvarez, karena nama di masa kecilnya mengingatkan dia pada kisah kelam saat dia masih berusia 10 tahun.

Malam itu adalah malam yang paling tidak bisa dia lupakan, karena malam itu dia melihat ibunya sangat terpukul melihat Tuan Rama Leonardo membawa seorang wanita beserta anak perempuan kecil ke dalam mansion, rupanya diam-diam Tuan Rama telah menikah lagi, bahkan telah memiliki seorang anak dari hasil hubungan gelap mereka.

"Siapa mereka, Mas?" Bu Rena menujuk Sonya dan anak kecil bernama Nadine.

"Dia adalah istri dan anakku, kami sudah menikah 6 tahun yang lalu." Tuan Rama mengatakannya tanpa ada rasa penyesalan.

Bu Rena tercengang mendengarnya, membuat emosinya meledak. "Jadi selama ini kamu khianatin aku? Tega sekali kamu Mas Rama!"

Saking emosinya, Bu Rena hampir saja mau menyerang Sonya. "Dasar wanita murahan, tega sekali kamu merebut suamiku."

Namun dengan sigap Tuan Rama menahan tangan Bu Rena, dia malah berbalik menampar istri pertamanya.

Plakkk...

Marvin terkejut melihatnya, dia langsung berlari menghampiri mamanya. "Mama!"

Marvin tidak terima mamanya ditampar oleh sang ayah, karena ini bukan pertama kalinya, Tuan Rama sering melakukan kekerasan pada Bu Rena, dan Marvin selalu sigap untuk melindungi sang mama walaupun akhirnya dia juga harus mendapatkan penyiksaan dari Tuan Rama. Mungkin karena Tuan Rama sudah dibutakan oleh cinta, makanya dia tega melakukan hal kejam seperti itu.

Nadine, gadis berusia 6 tahun itu sangat ketakutan sekali melihat pemandangan mengerikan seperti itu, dia berdiri di belakang Sonya. Sementara Sonya menyeringai licik, namun dia pura-pura lugu.

"Kenapa papa tega menampar mama?" Anak berusia 10 tahun itu mengatakannya dengan emosi kepada sang ayah.

"Berani sekali kamu membentak ayahmu heuh!" Tuan Rama tak terima dibentak seperti itu oleh anaknya.

Plakk...

Plakk...

Plakk...

Tuan Rama menampar wajah Marvin beberapa kali sampai hidungnya berdarah.

"Shh... arrrggghhh..." Marvin mengerang kesakitan. Dia kehilangan keseimbangan tubuhnya, lalu tubuhnya ambruk ke lantai, tepat di depan Bu Rena.

Bu Rena langsung memeluk Marvin sambil menangis, dia tidak tega melihat Marvin terluka seperti itu. "Astaga, Marvin."

"Kamu selalu memihak mamamu, itu yang membuat papa tidak suka. Aku tidak akan mengakui kamu anakku lagi, Marvin." Tuan Rama rupanya lebih menyayangi Nadine karena Nadine adalah anak yang sangat penurut, terlebih dia adalah anak dari wanita yang sangat dia cintai.

Tuan Rama merasa bersalah karena telah memperlihatkan kekejamannya di depan anak kesayangannya. Dia mendekati Nadine yang sedang bersembunyi di belakang istri keduanya. Dia mengusap lembut pucuk kepala Nadine. "Maafkan papa, Nadine sayang. Mereka memang pantas mendapatkan hukuman seperti itu."

Nadine dengan ketakutan menganggukkan kepalanya, dia tidak berani melawan, karena sekali saja dia berbuat kesalahan maka dia akan disiksa oleh Sonya, tanpa sepengetahuan Tuan Rama.

Sonya pura-pura peduli pada istri pertama suaminya, "Kasian mereka lho, Mas."

"Gak apa-apa sayang, kamu jangan terlalu baik, mereka pantas mendapatkannya, mereka tidak mau menuruti semua keinginanku." Kemudian Tuan Rama menatap dengan sangar kepada Marvin dan Bu Rena, "Mulai detik ini juga kalian pergi dari mansion ini!"

Bu Rena menghampus air matanya, dia membantu Marvin berdiri, dia rasa lebih baik dia pergi dari mansion ini, padahal sebenarnya dulu dia dan suaminya berjuang bersama merintis perusahaan Leon Grup, hingga bisa sebesar sekarang. Namun setelah sukses suaminya malah lupa diri. "Baiklah, ayo kita pergi, Marvin"

"Aku bersumpah suatu saat nanti hidup kamu akan hancur, Rama. Dan kamu akan berada di dalam hidup yang penuh dengan penyesalan." Bu Rena mengatakannya dengan menatap tajam pada suaminya.

Tuan Rama terpancing kembali emosinya, dia melayangkan tangannya untuk menampar Bu Rena kembali, beruntung Marvin segera menahan tangan sang ayah.

"Jangan pernah berani menyakiti mamaku lagi!" Marvin menatap tajam pada ayahnya, kemudian pandangannya beralih ke Nadine. Dia sangat membenci gadis kecil itu, sampai dia mengepalkan tangannya

Tuan Rama memanggil tiga bodyguard untuk menghadapnya, "Cepat seret mereka ke jalan, jangan pernah biarkan mereka menginjakkan kaki lagi di mansion ini."

...****************...

Malam itu hujan turun begitu deras, Marvin dan Bu Rena berteduh di depan sebuah toko kuno yang sudah tutup, Marvin melihat mamanya menangis, matanya berkaca-kaca, tidak tega melihat mamanya menangis seperti itu.

Marvin mengepalkan tangannya, dia bersumpah suatu saat nanti dia akan membuat ayahnya menangis seperti itu.

Bu Rena menghapus air matanya, dia tidak boleh terlihat sedih di depan Marvin. Kemudian dia mengobati luka di wajah Marvin dengan salep luka.

"Malam ini kita akan kemana, Ma?" tanya Marvin, dia berusaha untuk tidak meringis, walaupun luka di wajahnya sangat terasa sakit sekali.

"Mama, tidak tau sayang. Malam ini kita tidur saja disini ya." Bu Rena memang tidak membawa uang satu persen pun karena suaminya mengusirnya begitu saja tanpa mengizinkan dia untuk membawa pakaian atau uang yang dia punya.

Suara guntur menggelegar di angkasa, dan cahaya kilat memancar di atas langit, hujan tak kunjung reda, jalanan begitu sepi, ibu dan anak itu hanya tidur di depan toko beralaskan dus yang telah usang.

1
Mamy Bayuk
tq karyanya,tetap semangat berkarya..good luck n faithing!!!!
Sofie Ariyani
kok Nadine blm hamil ya pdhl mereka sdh ninaninu berkali2 😄
fulana anonymous
wine di gelas wine. klo gelas seloki biasanya yg keras² kyk whiskey, vodka, tequila
YANI AHMAD
ini komen apa ya, perasaan banyak yg g nyambung deh antara komen dg ceritanya 🤣🤣
YANI AHMAD
kalo senjata yg dipake sniper itu bedil alias senjata laras panjang yg pake loop atau teropong, bukan pistol emang mo nembak anjing 🐕🐕, author kalo buat cerita perbanyak baca lah biar ngawur
YANI AHMAD
kalo senjata yg dipake sniper itu bedil alias senjata laras panjang yg pake loop atau teropong, bukan pistol emang mo nembak anjing 🐕🐕, author kalo buat cerita perbanyak baca lah biar ngawur
YANI AHMAD
karena ancamannya bila Aline kabur maka Nadine akan dibunuh, kau ngikutin ceritanya g sih
Arsyila Syafika
👍
aryuu
seruuu bangetttt.........
cuman agak keselll Napa ga tes DNA /Facepalm//Facepalm/
Ananda
wkwkwkwk....
Ananda
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda
modar o ue erza...
Ananda
hhhhh....tau aja kmu....🤣
Ananda
🤣🤣🤣🤣 rasakno ue...
Ananda
🤣🤣🤣🤣
Ananda
🤣🤣🤣🤣🤣 cemburu ya ...
Ananda
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda
😭😭😭😭
Ananda
tapi boong....🤣🤣
Ananda
modar o....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!