LANGIT PAGI YANG RETAK
Pintu itu didobrak tepat saat aku akan menyuap sendok terakhir bubur ayamku. Suara keras itu memecah keheningan pagi yang baru saja hendak kutelan bersama suapan terakhir sarapan sederhana itu. Bubur
0
0
Kampungku rumahku
Ada tempat yang selalu kurindukan meski aku belum pernah benar-benar meninggalkannya. Tempat itu bukan kota besar dengan gedung menjulang, bukan pula tempat mewah dengan cahaya gemerlap di malam har
0
7
Seperti Ice Cream
Pagi ini langit tampak cerah, matahari bersinar dengan hangat, suasana pagi yang indah. Kemudian ibuku datang membawakan sarapan ke kamar ku. Aku merasa aneh karena ini pertama kali ibuku membawa kan
0
3
Saat Lembayung Menyapa Ayah
Lembayung senja membawa suasana indah yang sangat memanjakan mata. Keindahan yang rasanya tak akan mampu ditolak oleh siapapun yang menatapnya. Namun, kali ini semua tampak terasa berbeda. Suasana ter
0
1
Bayang yang Menolak Menjadi Wujud
Angin sore menyisir pelan rambutnya yang terurai, membawa aroma laut dan kenangan yang tak kunjung reda. Di ujung dermaga Pelabuhan Loktuan, ia berdiri diam seperti patung yang menunggu waktu. Langit
0
2
Seruling dari Lembah Hijau
Kabut tipis masih menggantung di atas perbukitan saat suara seruling bambu terdengar lembut dari arah lembah. Nada-nadanya merambat di udara pagi yang sejuk, melewati pepohonan meranti dan sungai keci
0
9
KARMA JANJI
Langit sore tampak keemasan, seperti menyimpan kenangan yang tak sempat diselesaikan. Di pinggir danau yang tenang, seorang lelaki muda sedang berdiri menatap permukaan air. Wajahnya nampak sayu, ta
0
0
Tangis ku, Bahagia Mertua
Hari ini adalah hari ke-7 setelah aku resmi menjadi istri dari seorang pria yang selama ini aku pikir adalah jawaban dari segala doa panjangku—Raka. Aku masih bisa merasakan aroma bunga melati yang
0
0
Panggilan Terakhir dari Kos Blok C
Malam itu, angin berembus dingin lewat jendela kamar kosku di Blok C. Jam di dinding menunjuk pukul 00.47. Aku baru saja menutup laptop setelah menyelesaikan revisi tulisan artikel kriminal—ironis ban
0
0
Pacar Onlineku Seorang Penipu
Aku mengenal Rakabumi Aryo Sembodo di salah satu platform media sosial bernama Trik Top. Dia seorang konten kreator dengan materi pelajaran bahasa Jawa halus–dengan ratusan ribu pengikut. Wajahnya t
0
21
Di Bawah Lampu Sinar Pudar
Saya tidak pernah berniat mengambil mobil ini; saya bersumpah. Namun, kondisi memaksa tangan saya. Seandainya bukan karena pandangan mata putri saya yang memelas, dengan demam yang membara dan tarikan
0
4
Di Bawah Derasnya hujan
Di bawah derasnya hujan dan gemuruh riuh petir, dua orang kembar—laki-laki dan perempuan—berdiri saling menggenggam. Air mata mereka menyatu dengan hujan yang jatuh tanpa henti. Dunia seolah berhenti
0
0
Dua Tahun yang Tersisa di Hujan
Sudah dua tahun sejak Neza melihat wajah Aldyan untuk terakhir kalinya—hari itu di stasiun, di bawah langit mendung yang menggantung berat. Ia masih ingat dengan jelas: Aldyan tersenyum samar, memel
0
0
Badai yang tak diundang
Kampung ini telah dikutuk badai datang tanpa diundang, membawa duka. Kalimat itu bukan sekadar legenda bagi warga Kampung Lembah Hening, melainkan kenyataan yang diwariskan dari generasi ke generas
1
6
Langit tak selalu mendung
Setiap pagi, Kiara menatap cermin dengan doa sederhana “semoga hari ini tidak seburuk kemarin.” Tapi harapan itu jarang jadi nyata. Di sekolah, tawa sering berarti luka, dan kata-kata bisa lebih tajam
0
5
SAHABAT SEJATI
Mentari pagi menyapa lembut di halaman sekolah. Aina dan Laila berjalan seiring menuju ke kelas. Sejak darjah satu, mereka tidak pernah berpisah. Segala suka dan duka dikongsi bersama. Aina seorang p
1
1
KUTUKAN LOKTUAN
Desa kami dikutuk oleh kabut. Ia datang tanpa diundang dan selalu membawa cerita duka. Setiap kali kabut turun dari bukit Loktuan, orang-orang akan menutup jendela rapat-rapat dan menyalakan dupa di s
0
8
Wisada Wadhana: Racun Di Wajah Rupa
Gerbang Majapahit menjulang, terbuat dari batu merah yang kokoh, seolah mengejek kesengsaraan yang Ratri bawa dalam kain sutra halusnya. Ratri di usianya yang baru menginjak tujuh belas tahun, bukan d
0
7
Salah Alamat Tapi Demen
Karya:Fitri Annisya Semuanya berawat dari Surat yong Salah alamat Pada bulan april. Rani baru saja Pulang dari kampus ketika menemukan Sebuah amplop Putih dan Kolak Surat rumah kontrakkannya Tidak a
1
4
Kenangan yang tersimpam di masa kecil
Dulu sekali sebelum desa Talia mengenal listrik, bintang-bintang di langit adalah satu satunya penerang di keluarga Talia namun itu sudah tidak dapat lagi, karena sekarang sudah ada cahaya yang lebih
0
10