Sore hari pukul 16:00 seorang remaja lelaki bernama cakra baru saja pulang dari sekolahnya dan berniat mampir ke cafe.ketika ia baru saja masuk ke dalam sebuah cafe cakra tak sengaja berpapasan dengan seorang pria tua yang tampak begitu Aneh.namun ia hanya memilih untuk diam memperhatikan pria paruh baya itu.
Di kursi ketiga sebelah kanan dekat jendela disitulah cakra duduk Menunggu Atrean yang panjang mengurang,sambil membaca novel Favoritnya sherlock Holmes karya conan doyle.
18:00
Lama banget udah sampe malam nih gue nunguin nya,"gumam cakra pelan.
sudah setahun kota ini dilanda ketakutan Karna banyak kasus pembunuhan berantai.malam hari ini masih damai dan tenang seperti biasanya tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang wanita di kafe yang begitu histeris,tak berlalu lama kemudian para pelanggan berbondong bondong berlari menuju ke arah suara tersebut termasuk cakra namun ketika ia berlari bersama segerombolan orang,langkahnya terhenti seketika matanya tertuju pada ponsel seseorang di meja yang berdering memangil kontak bernama Detektif Elio.
orang-orang di sekitar berdesak-desakan membuat cakra tidak nyaman,mau tak mau ia harus segera melangkah pergi dari tempat yang menjadi pusat perhatian nya.
di Aula kedua cafe dimana suara teriakan tadi terdengar di temukan seorang mayat pria dengan lengan yang di perban dan secangkir kopi yang masih utuh tanpa ada bukti lainnya.
tim forensik sudah berada disana namun Anehnya detektif yang sedari tadi di panggil oleh pemilik cafe belum juga datang ke tkp.karna tak ada bukti lain kasus ini jadi agak lama terpecahkan.
Korban di temukan pada pukul 18:00.meninggal pada pukul 17:30.
Nama korban= subali
umur=50 tahun.
terdapat tiga orang yang menjadi tersangka pada kejadian pembunuhan tersebut.
Tersangka utama
Nama= Rei
pekerjaan= seorang pelayan kafe
umur= 40 tahun.
ia mengaku menemui korban ketika pukul 16:20 untuk mengantarkan pesanan milik korban.
Tersangka kedua.
Nama= Anna
pekerjaan= seorang ceo kosmetik bos dari korban
umur=30 tahun.
ia mengaku sempat menemui korban sebelum korban meninggal selama 10 menit. dari jam 16:30-40 setelah itu ia meninggalkan korban ke Aula utama kafe hingga korban di temukan.
Tersangka ketiga
Nama= Emilia
umur =49 tahun.
si pemilik cafe
Wanita yang mengaku menemukan mayat korban.
di tengah keributan itu cakra memperhatikan mencari tanda-tanda di sekitar,hidungnya mengendus mencium bau parfum di tubuh korban mencoba mencocokan dengan bau parfum orang-orang yang berada di sekitarnya.
bukankah ini pria yang berpapasan denganku tadi?"batin cakra.
saya hanya mengobrol dengan korban selama 10 menit saat itu ia masih baik-baik saja
saya juga punya saksi saksinya adalah teman saya ini,"ujar seorang wanita yang menjadi tersangka kedua.
Itu benar saya bersaksi bahwa nona Anna bersama saya di Aula utama pada pukul 16:00 dan 17:00 hingga mayat korban di temukan kecuali pada pukul 16:30-16:40,"sambung gadis manis berambut pendek yang menjadi pengawal Anna.
Apa Alibi yang kau punya? ,"tanya detektif berjas cokelat kepada sang pelayan cafe.
saya saya bersumpah tidak berani meracuni korban saya tadi hanya mengantarkan minuman pesanan milik korban setelah itu saya berada di dapur hingga korban di temukan,"jawab Rei gugup.
saya cindy bersaksi bahwa Rei berada di dapur Aula utama cafe bersama saya kecuali 45 menit ketika dia mengantarkan pesanan korban. Dan juga saya bersaksi bahwa nona Emilia juga berada di dapur bersama saya dari pukul 16:00 sampai 17:40,"celetuk pelayan kedua.
Maaf nona cindy butuh berapa waktu dari Aula utama ke Aula kedua cafe ini?"tanya cakra.
20 menit,"jawabannya singkat.
Cakra tersentak kaget ketika membaca papan nama yang berada di jaz detektif yang baru saja tiba-tiba muncul di tkp bola matanya seketika membulat sempurna.
salah satu petugas forensik berlari menuju ke dalam tkp dengan tergesa-gesa mengalihkan perhatian cakra.
inspektur saya sudah menyelidiki minuman
pesanan korban tidak ada racun nya atau apapun yang Aneh disitu,"teriaknya dari kejauhan.
Cakra tersenyum miring mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut seorang petugas forensik yang baru saja datang kembali ke tkp.
lagi pula bagaimana mungkin si korban meningal karna racun minumannya saja jelas-jelas masih utuh belum di minuman sama sekali oleh si korban.itu berarti seharusnya si korban bukan meninggal karena keracunan.
Hey nona Anna saksimu hanya bersaksi bersama mu ketika 16:00 dan 17:00 hingga mayat korban ditemukan itu berarti dia tidak bersaksi selama 50 menit ketika kau berinteraksi dengan korban dan berjalan dari aula utama cafe ke aula kedua begitu juga saat kembali dari aula kedua ke aula utama.kau memiliki 10 menit jeda waktu paling memungkinkan membunuh korban ini bisa berkemungkinan kau adalah pelakunya.
tidak ada yang tau jika ada seseorang yang membuat Bukti palsu diantara kalian bertiga,"tuduh sang detektif berjas coklat,berhasil membuat seluruh manusia yang ada disana memusatkan perhatian nya kepada si detektif itu.
Bukankah tadi.para tim forensik sudah mengecek tas dan saku ku tidak ada rancun atau benda tajamnya,"sanggah Anna.
lihat tidak ada bercak darah mungkin ini bukan metode membunuh dengan pisau.korban hanya memesan minuman si pelaku tidak akan bisa meracuni korban tanpa adanya makanan atau minuman.dan tadi minuman korban sudah di teliti ternyata tidak ada racunnya ini berarti motif pelaku juga bukan membunuh korban dengan cara menggunakan racun tapi menggunakan metode lainnya.si pelayan dan si pemilik cafe juga tidak membawa racun atau benda tajam seperti mu,"sahutnya.
Perdebatan semakin memanas sementara cakra mematung di tempat, menyimak percakapan orang-orang dan tetap setia memperhatikan lingkungan di sekitarnya dengan cermat.
sepertinya cakra mulai menyadari sesuatu.ia memejamkan matanya sejenak,mengatur isi Kepala,mencoba meyakinkan dirinya,bahwa kesimpulan yang ia buat sudah tepat dan logis
jeda waktunya terlalu rumit.perban ini gue baru sadar Bau parfum dan papan namanya ada yang tidak beres baiklah dimengerti sekarang,"ucap cakra dalam hatinya.
Woy mau sampe kapan lu mau cosplay jadi detektif?"pelakunya itu Elu,"teriak cakra.
"Deg..."seketika hal itu membuat semua mata tertuju pada cakra dan juga detektif berjas coklat tadi secara bersamaan.
perkataan itu sontak membuat semua orang yang berada di tkp terkejut bukan main,bagaimana tidak?"bisa bisanya seorang detektif dituduh sebagai pembunuh bukankah ini terdengar gila? tentu saja karna hal ini jarang terjadi jika di pikir pikir hal ini juga sepertinya tak masuk akal.
Coba jelaskan mengapa aku adalah pelakunya dan buktikan jika kau memang benar,"jawab detektif itu menantang cakra.
sementara itu orang-orang yang lainnya hanya diam,tak tau harus berkata apa menyaksikan kejadian tersebut bahkan juga termasuk para tim forensik.
Cakra mengangkat bahu menatap lurus ke depan mata lawan bicaranya dengan penuh percaya diri,seolah memulai berperan sebagai sherlock holmes.
"Mari kita lihat Alibi Rei. Dia berangkat dari dapur (Aula Utama) pukul 16:00. Butuh waktu 20 menit perjalanan, sehingga dia sampai di Aula Kedua pukul 16:20 sesuai pengakuannya. Setelah meletakkan kopi selama 5 menit, dia berjalan kembali selama 20 menit. Artinya, pada pukul 16:45, Rei sudah sampai kembali di dapur dan terus diawasi oleh saksi Cindy. Karena korban meninggal pukul 17:30, Rei sudah berada di dapur selama 45 menit sebelum kematian terjadi. Dia bersih."
"Lalu Alibi Nona Anna. Dia berangkat dari Aula Utama pukul 16:10 dan butuh 20 menit perjalanan, sehingga sampai di sini pukul 16:30. Dia berinteraksi dengan korban selama 10 menit hingga pukul 16:40. Setelah itu, dia butuh 20 menit lagi untuk berjalan kembali. Artinya, pada pukul 17:00, Nona Anna sudah sampai di Aula Utama dan kembali bersama pengawalnya. Dari pukul 17:00 hingga waktu kematian 17:30, Nona Anna terus berada di bawah pengawasan saksinya.Dia tidak mungkin berada di sini saat korban tewas."
"Sedangkan nona Emilia, dia berada di dapur sampai pukul 17:40 menurut saksi Cindy. Padahal korban sudah meninggal sejak 17:30. Dengan jarak tempuh 20 menit,Emilia baru sampai di sini pukul 18:00 saat mayat ditemukan.Itu artinya korban sudah meninggal lebih dulu sebelum nona Emilia meninggalkan dapur."
Dan yang tersisa sekarang adalah Anda
bau parfummu sama persis seperti di tubuh korban tadi aku melihat bahwa yang di panggil pemilik cafe adalah detektif Elio tapi yang berada di sini justru detektif yang menggunakan name tag Ryu yaitu Anda.
sebelum korban meningal aku sempat berpapasan dengannya tapi dia tidak memakai perban,ketika ia di kabarkan meningal entah bagaimana perban itu sudah terpasang di tangannya.
Dari sini Aku mulai paham cara kerja metode ini adalah.langkah awal tentu saja si pelaku mencuri rekaman cctv atau merusak cctv jika ada.untuk melancarkan Aksinya Agar tidak ada bukti yang bisa menunjukkan kejadian tersebut.kedua yang harus di lakukan si pelaku adalah menyetrum korban menggunakan Alat kejut listrik agar korban pingsan sementara waktu dan tidak bisa melawan.langkah ketika membedah tangan korban dan memotong urat nadinya.setelah itu si pelaku membalut nya menggunakan perban.
dan membuang atau menyembunyikan semua bukti dan Alat membunuhnya untuk memutus peninggalan jejak,"jelas cakra panjang lebar.
Tadinya aku tidak ingin mengaku tapi kau memang benar siapa sangka Akan ada orang seperti mu yang bisa membuka topeng si pembunuh berantai profesional ini,"sahut ryu dengan seringai Mengerikan yang membentang lebar di wajahnya.
hahahha yah memang akulah pelakunya aku tidak menyagka jika akan ada orang yang dapat membuka topengku ini,"imbuhnya.
Kenapa kau melakukan semua ini dasar sialan hampir saja kau membuatku menjadi pelaku,"protes Anna.
jika kau bisa melihat masa lalu ku Maka kau akan tahu,"balas ryu.
lalu apa tujuanmu?"tanya cakra.
Tujuanku?.."Manusia yang tak dapat bersikap adil itu harus belajar bukan? tuhan menciptakan akhirat karna tidak ada keadilan di dunia ini karna di akhirat ada keadilan maka dari itu aku mengirimnya ke akhirat agar dia belajar dan mengetahui apa itu keadilan,"kelakar Ryu.
oh jadi begitu lalu untuk apa kau rela bersusah payah membunuh orang hanya untuk menciptakan keadilan.percuma balas dendam hanya Akan membuatmu terjerumus ke dalam dosa dan tak menguntungkan apapun bagimu dan yang lebih buruknya lagi kau juga menjadi jahat sama seperti musuhmu,"ucap cakra tegas.
kau bisa mudah berkata begitu mungkin karna kau tak merasakan apa yang ku rasakan.keadilan yang serahusnya aku miliki di rengut paksa oleh seseorang yang aku bunuh,tadi,semua orang mau keadilan bukan?"tapi belum tentu semua orang itu bisa adil,jadi aku mempertemukannya dengan kematian dan aku hanya ingin menjadi cermin untuk mereka yang dapat memantulkan perilaku mereka kepada ku,"lanjut Ryu.sorot matanya terlihat penuh rasa kebencian.
semua orang di sekitar yang berada di tkp hanya bugkam, terpaku oleh kejadian di hadapan mereka sekarang.
Cakra terdiam seribu bahasa mencerna perumpamaan Ryu,ia paham betul dengan pengalaman seperti itu, karena dulu ia juga pernah merasakan penderitaan yang serupa namun karna dirinya memilih jalan untuk tetap terus belajar bersabar jadi cakra menahan diri agar tak menjadi sama seperti musuhnya yang ia anggap bejat.
Baiklah kasus di tutup cepat bawa pelakunya ke kantor polisi,"sela seorang inspektur berbadan kekar dengan suara beratnya
Hey Anak muda terimakasih kasih telah membantu kami menyelesaikan kasus ini
deduksi mu hebat sekali tadi,"ucapnya seraya menepuk-nepuk bahu cakra membuat ia tersadar dari lamunannya.
Tidak masalah,"jawab cakra singkat.
Kamu punya jiwa seorang detektif hebat,"pujinnya.
pipinya merona cakra tersenyum tipis menerima pujian dari seorang inspektur.
paman berlebihan saya hanya seorang Anak SMA yang sering membaca cerita detektif.Yasudah kalau gitu paman saya pamit pulang ya.
Tapi tetap saja deduksi kamu hebat tadi.Baiklah hati-hati ya ini nomor paman semoga kita bertemu lagi,"ujarnya lagi seraya menyodorkan sebuah kertas yang berisi Angka nomor ponsel miliknya kepada cakra.
Baik paman terimakasih sampai jumpa lagi,"pamit cakra.
Begitu selesai berpamitan,Cakra melangkahkan kakinya keluar dari cafe berjalan di pinggir trotoar jalan.
Kaya ada yang janggal apa ya?"
Aduh oh iya gua lupa kan tadi mau beli minuman.duh gara-gara kasus tadi jadi gak sempat deh. balik lagi aja kali ya?"Ah gak gak gua malu banget. padahal udah nungu dari sore malah kelupaan sialan emang,"gerutu cakra.
Alih-alih kesal cakra menendang botol kaleng kosong yang berada tepat di depannya hingga memantul ke sebuah pohon besar,Alhasil malah berakhir mengenai dahinya.
Ia berdecak kesal mengusap Jidatnya yang baru saja terhantam oleh kaleng minuman kosong karena tingkah laku konyolnya sendiri.
"Arghh."
untung gak ada yang lihat"lirihnya sembari menengok ke kanan kiri.