_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Info Valid.
Petang harinya, di kost putra sanjaya.
Louis tengah bersantai duduk setengah rebahan, menemani kakak kost nya yang tengah sibuk dengan streaming game nya.
Ryonald namanya, tapi maunya dipanggil roy, ia satu angkatan dengan Galih, kelas 12 tapi beda sekolah.
Mereka bersahabat sejak SD hingga sekarang satu kost bersama, ditambah dengan 2 anak kost yang tiap hari ngintilin mereka terus menerus, siapa lagi kalau bukan Louis dan willy.
Kedatangan Galih dan willy yang baru saja pulang dari membeli barang membuat roy dan Louis serempak menoleh.
" Beli apaan lu?" Tanya roy.
Galih mengangkat plastik hasil belanjaannya.
" Makanan kucing.." Ucapnya seraya menaruh barang-barangnya ke atas lemari penyimpanan.
" Kucing mulu di otak lu, disuruh rawat satu aja kagak mau." Cibir roy.
Willy pun mengangguk setuju. " Tau ah, ngerepotin diri sendiri nyari kucing luar buat dikasih makan."
Galih menoleh dan berucap. " Biar bisa bedain kucing sama manusia setelah kumpul sama makhluk yang ga ada bedanya sama kucing."
" What? P maksud bang leo?" Tanya willy tak terima.
Galih pun tak kuasa menahan tawanya, terlebih saat willy berdiri mendekatinya seakan menantang gelut, padahal jelas willy tak pernah seberani itu pada Galih.
Mendapat senyuman penuh misteri dari Galih membuat willy cengengesan dan langsung menggeleng.
" Canda bro, becandaa.. Hehe.."
" Woy.. Holy shit brow!"
Seruan heboh Louis mengalihkan fokus mereka bertiga, Louis pun menatap ketiga kakaknya itu begitu speechless, hingga membuat Ryo dan Galih heran.
" Kenapa lu? Teriak gajelas." Sinis roy.
Louis pun terbangun dengan antusias untuk menunjukkan ponselnya pada galuh.
" Siapa itu?" Tanya willy mengintip.
" Gue, apa ada yang salah sama foto ini?" Tanya Galih pada Louis.
Louis pun menggeleng setelah sedikit lebih tenang.
" Ga ada sih bang, gue cuma kaget aja sama ayya yang post foto lo.." Ucap Louis seraya mengambil alih ponselnya.
" Lo follow ayya?" Tukas galih.
Louis pun mengangguk. " Yoi bang, temen lama gue di SD yang bener-bener baik sama gue, ayya selalu nemenin gue dulu karena sekelas pada bully gue karena gue paling tinggi diantara mereka."
Oh, Galih hanya mengangguk paham.
" Kirain suka, keliatan deket banget soalnya, dan tiap ceritain ayya lo selalu senyum." Ucap galih membuat Louis tertawa.
" Hahaha, nggak kok, cuma seneng aja bisa satu sekolah lagi sama ayya, btw.. gue perhatiin lagi ayya ternyata follow IG lo ya bang?" Tanya Louis mengernyit.
Senyum smirk tiba-tiba, Galih pun berucap. " Ya, biasa namanya juga cowok hits ya, jadi wajar kalo ayya kepo sama gue.. Lo ga usah cemburu, pasti mau nangis kan?" Ledek galih.
Willy tergelak saat melihat Louis merengut, untungnya Louis tahan dengan ledekan abang-abang kost nya itu.
" ga cemburu, soalnya gue bisa deket ayya kapanpun, privilege boy.." Louis berpose swag, sombongnya!
Roy pun mengernyit. " Ayya? Ayah? Ayah siapa woy? daritadi ngomongin aya-aya wae.." Ucapnya tak sabar.
Willy pun menoleh dan menjawa. " Adek kelas, kemaren sempet nongki sih kita."
Roy pun menyeringai dan menoleh pada Galih, rasanya sudah lama dirinya menginterogasi Galih tentang cewek, namun respon Galih hanya memutar matanya malas hingga membuat Roy berdecih.
" Ga jelas kalian semua bahas cewek, mending balik kamar masing-masing, malah kumpul kebo di kamar gue semua." Cetus Galih.
" Lah kan gue udah bilang semalem, udah tau tetanggaan sama ayya, pulangnya pun ngikut, malah kagak ada niatan buat anter balik si ayya." Ujar willy kesal.
Sontak Louis pun mengerjap tak percaya, lalu memegang pundak Galih.
" Bang? Lo tetanggaan sama ayya? why bro?" Tanyanya penuh pertanyaan.
Galih yang kesal itu semakin tak sabar, ia menepis tangan Louis dari pundaknya dan berucap.
" Ga penting tau gue tetanggan sama siapapun, serah gue mau anter apa nggak, udah deh gue mau istirahat jadi gue minta kalian bertiga keluar sekarang."
Perintah Galih menjadi suatu kemutlakan untuk Roy, willy, dan Louis laksanakan.
Mereka adalah sirkel dalam bentukan Galih sendiri, menjadi yang tertua sudah pasti mereka mematuhi galih, terutama sebagai leader dalam band bentukan mereka Galih sangat disegani, sikapnya yang kritis dan penuh perhitungan itu benar-benar menjadi batas ego galih pada mereka.
_
Beberapa hari berlalu, kabar tentang rumah ayya yang ternyata hanya beberapa langkah dari rumah kakek-nenek Galih hanya diketahui oleh Louis, willy, dan kania dari seluruh warga sekolah.
Beberapa kali kania meminta kejelasan pada ayya, ayya sendiri cukup bingung untuk menjelaskan kenapa bisa?
" Ya, namanya juga kebetulan.." Ucap ayya sembari bersender di kursi kantin.
" Eh tapi, masak kalian ga pernah tegur sapa selama ketemu di sekitar halaman rumah?" Tanya kania penasaran.
Ayya pun menarik napas panjangnya, sudah dari awal dia bilang kalau dirinya jarang keluar rumah, bahkan untuk sekedar mencari udara pun.
" Kak Galih ga pernah keluar juga?" Tanya kania antusias.
Ayya langsung menepuk jidat. " Kenapa? kamu mau tau keadaan dia dariku? Nggak ada ya, jangan nyuruh hal ilegal itu padaku."
" Ih suudzon deh, gue cuma kepo aja ayy.. Emang dari awal MPLS kalian ga kenal satu sama lain? saking ga pernah ketemu, sekedar papasan gitu?"
" Hmm.. Udah pernah pas awal dateng ke rumah baruku, cuma ya gitu ada kejadian ga ngenakin kak galih sama yaya.."
" Yaya??"
" Eh anjing ku, yaya namanya, hehe.."
Oh, kania pun menganggukkan kepala, lanjut ayya berujar.
" Kayaknya pertemuan pertama kesannya ga enak, jadi ga terlalu ngeh satu sama lain, aku juga baru tau pas eyang nya ngundang kita sekeluarga buat makan malam bersama."
" Oh, apa itu juga jadi alesan kak galih ga ngeh kalo kamu tetangga samping rumahnya kali ya?"
Hmm, ayya hanya menggedik tak tau, ia pasrah dan sudahlah biarlah semua berlalu, biarkan ayya melanjutkan hidup dengan tenang tanpa harus memikirkan teka-teki pertemuannya dengan Galih tersebut.
Kembali terdiam setelah menghabiskan jus masing-masing, tak lama kemudian ayya menoleh dan berucap.
" Aku perhatiin secara ga sengaja pas liat lak Galih di rumah eyangnya, kemarin sore dia pulang sambil bawa dua anak kecil, mungkin itu adiknya.." Ucap ayya.
Kania pun menganga dan menunjuk ayya setuju, kelihatannya kania mengetahui sesuatu.
" Itu adiknya breee.. Adik tiri sih, ih kok gue jadi pengen berkunjung ke rumah lo ya ayy, siapa tau ga sengaja ketemu kak Galih, plus dua adiknya yang masih kicik itu.."
Ayya mengernyit aneh. " Pemikiran macam apa ini? Ga ah, aku bakal rilis plang nama di pager dengan kata-kata, cewek bernama kania dilarang masuk cluster ini. Hahaha.. mampus kau!"
" Ayyaaa, mohon kerja samanya ya.." Kania menyeringai, jelas itu membuat ayya tergelak.
" Anyway, kamu kok tau kalo kak Galih punya dua adik tiri?" Tanya ayya setelahnya.
" Biasalah, info valid dari sumbernya, siapa lagi kalo bukan Louis..? Hahaha, tuh anak informatif banget tau.." Kekeh kania.
Ayya pun menggeleng heran. " Louis emang suka bocor mulutnya, coba tanya dia apa kasih info kak Galih ke selain kamu? Bahaya banget, bisa bikin celah cewek-cewek obses ke kak galih."
" Hmm, ntar gue tanya deh, eh tapi... Lo punya pemikiran begini antara peduli apa suka nih?"
" Kenapa tanya gitu? Jelas aku peduli, bukan hanya kak galih sih, semuanya bakal aku omelin kalo sebar info pribadi orang lain, ga baik kaniaa.."
Kania pun mengerucutkan bibirnya, nampak setuju namun sedikit tak terima karena dia termasuk salah satu penerima info pribadinya, hihihi.
_