Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Saya akan memberikan energi kepada Anda, Dok. Agar Anda bisa melakukan operasi dengan lebih tenang dan kuat," kata Abram dengan suara yang menenangkan dan penuh keyakinan.
Dokter Rahmat menggeleng dengan khawatir. "Tidak bisa, Abram! Kalau kamu melakukannya lagi, kamu bisa pingsan seperti yang terjadi saat menyelamatkan pasien tadi itu. Kondisi kamu belum pulih sepenuhnya."
"Tidak apa-apa, Dok," jawab Abram dengan senyum lembut.
"Saya telah banyak menerima energi selama saya tertidur tadi. Saya merasakan tubuh saya jauh lebih kuat. Selain itu, pasien adalah prioritas utama kita, bukan?" Ia memberikan semangat dengan menatap mata Dokter Rahmat langsung.
"Dokter, saya yakin dengan apa yang saya lakukan. Mari kita selamatkan Pak Joko bersama!" tegas Abram.
Setelah melihat keyakinan pada wajah pemuda itu, Dokter Rahmat akhirnya mengangguk. "Baiklah, Abram. Tapi jika kamu merasa tidak enak badan sedikit pun, segera berhenti!"
Setelah itu, seutas cahaya keemasan tipis mulai muncul dari telapak tangan Abram. Energi spiritual tersebut perlahan mengalir ke dalam tubuh Dokter Rahmat, membuatnya merasakan kekuatan baru yang mengalir ke seluruh tubuhnya.
Kelelahan yang tadinya menghantui lenyap begitu saja, dan pikirannya menjadi lebih jernih. "Wah... rasanya seperti baru saja minum kopi paling kuat di dunia," gumam Dokter Rahmat dengan senyum lega.
Dengan kekuatan baru tersebut, operasi ulang berjalan sangat lancar. Hanya dalam waktu tiga puluh menit, Dokter Rahmat berhasil memperbaiki pembuluh darah yang pecah dan menjahit semua lapisan dengan lebih sempurna dibandingkan operasi pertama.
Tidak hanya itu, warna kulit Pak Joko yang tadinya sangat pucat mulai kembali berwarna merah muda sehat, menandakan bahwa kondisi vitalnya sudah stabil.
Baru saja tim medis menyelesaikan semua tahapan operasi dan membersihkan area bekas sayatan, Pak Joko tiba-tiba bangun dan mengerjipkan matanya.
Ia melihat sekeliling ruang operasi dengan wajah penuh kebingungan. "Eh, Dokter... ada apa ini? Kenapa saya ada di sini?" tanyanya dengan suara yang tenang, seolah tidak pernah mengalami sesuatu yang menyakitkan.
Dokter Rahmat mendekat dan menjelaskan dengan sabar. "Anda mengalami kecelakaan parah. Kami harus melakukan operasi darurat selama lima jam, dan kemudian operasi kedua selama tiga puluh menit yang baru saja selesai."
Pak Joko mengerutkan kening. "Benarkah saya kecelakaan? Tapi kenapa saya tidak merasakan sakit sama sekali? Rasanya seperti saya hanya tertidur lelap saja," ujarnya sambil melihat kedua tangannya dan mencoba menggerakkan tubuhnya dengan mudah.
"Oh itu karena..." Dokter Rahmat melihat ke arah Abram yang kini sedang duduk kembali di kursinya, wajahnya sedikit lelah namun masih menunjukkan senyum lega.
Ia tahu bahwa hal yang tidak biasa ini tidak bisa dijelaskan dengan ilmu kedokteran konvensional.
Energi spiritual dari Abram tidak hanya membantu operasi berjalan sukses, tapi juga menghilangkan rasa sakit pada Pak Joko dan mempercepat proses penyembuhan.
"Oh, itu karena Anda sangat beruntung, Pak Joko. Ada orang luar biasa yang datang ke rumah sakit ini dan telah membantu Anda dengan cara yang tidak bisa saya jelaskan. Sekarang Anda hanya perlu beristirahat agar tubuh bisa pulih dengan cepat."kata Dokter Rahmat dengan senyum tulus.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya