NovelToon NovelToon
The Curious Queen GL Indo

The Curious Queen GL Indo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / GXG
Popularitas:974
Nilai: 5
Nama Author: Benrycia_

Orang yang terlalu penasaran tidak selamanya berakhir indah. Contohnya Kimi Ariana yang kadang dipanggil Kimi Arigato, padahal tidak punya darah Jepang. Saking tak bisa menahan penasaran, Kimi kerap mencoba hal-hal yang di luar nalar.
Dan percobaan paling absurd yang merubah hidupnya?
Mencoba pacaran dengan.. perempuan tampan-ah, bukan, perempuan keren yang justru dijauhi banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benrycia_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Aku pengen pulang aja. Padahal biasanya aku gak sebodoh ini. Kenapa sekarang lemot banget sih? Apa karena aku jenuh?" keluhnya sambil menatap langit-langit.

Ia berbalik cepat, hidungnya kembang-kempis menahan kesal.

"Waktu magang dulu aku termasuk cepat tanggap loh. Apa karena langsung praktek ya? Sekarang cuma tugas doang, tapi berasa kayak disuruh audit negara."

Ia mendesah panjang.

"Padahal udah seneng banget akhirnya lulus kuliah, eh, malah disiksa di pelatihan. Kirain pelatihan itu nyenengin, ternyata..."

Kimi menepuk-nepuk dahinya dengan mata terpejam, sampai akhirnya satu nama muncul di kepalanya. Ruby.

Ia langsung duduk tegak, matanya berbinar seperti lampu sorot.

"Mungkin kalau ngerecokin Ruby, mood-ku bisa balik," gumamnya peruh harapan palsu.

Dengan langkah ringan, ia keluar kamar. Celingak-celinguk sebentar untuk memastikan tak ada yang melihat, lalu melesat ke kamar Ruby.

Tok-tok.

Ketukan pelan dan manja khas Kimi.

Pintu terbuka tak lama kemudian, menampilkan Ruby dengan wajah datarnya yang selalu bikin Kimi penasaran: kapan sih Ruby ngajakin dia bercinta. Eh, bukan. Maksudnya, apan wajah Ruby bisa cerah tiap melihatnya. Kimi mah masih polos.

Kimi tersenyum lebar, siap menghibur diri. Tapi senyum itu beku seketika begitu matanya menangkap sosok lain di dalam kamar. Matanya hampir berputar.

Oh, iya. Dia lupa. Selain Ruby, masih ada satu orang lagi yang tidak pernah nimbrung dengan peserta lain.

"Eh, kim. Tumben gak bareng yang lain," sapa Anela ramah dengan senyum hangat andalannya.

"Aku harus nyamperin temenku yang satu ini. Takut dia lupa sama aku," balas kimi santai, walau nada suaranya lebih mirip sindiran halus.

Ruby melirik sambil duduk di kursi kerja. "Lo kira gw amnesia? Tugas udah kelar?"

"Duh plis deh, By. Aku ke sini mau main, jangan ngomongin tugas dong."

Kimi melirik ke arah Anela yang duduk di karpet depan meja lipat, ada laptop dan file tebal di atasnya. Di meja Ruby juga ada laptop terbuka dan tumpukan file.

"oh.. "batin Kimi, nada sinis dalam pikiranya menari-nari. "Jadi mereka ngerjain tugas bareng, tapi gak deket-deketan. Ya, minimal masih ada jarak aman.

Ia duduk di pinggir kasur, memperhatikan Ruby yang mulai fokus mengetik.

"Terus aku ke sini dicuekin gitu?" keluh kimi setengah jutek.

Ruby menoleh sekilas. "Bukan waktunya main, Kim."

"Tapi aku butuh hiburan."

"Apa gw harus jadi badut biar lo senang?"

Kimi langsung tertawa, tapi tiba-tiba Anela bersuara,

"Ru, tangan aku kram deh, kebanyakan ngetik." Ruby berhenti dan langsung menoleh. "Istirahat dulu lah,"

"Gak bisa, Ru. Deadline-nya mepet. kamu bisa tolong pijetin bentar gak?" Anela mengulurkan tangan ke depan.

"Terus aku yang harus ke situ?"

Anela tertawa kecil. "Tolong ya. Kaki aku juga kaku banget ini kelamaan dilipet."

"Ada-ada aja," Ruby mendengus, tapi tetap bangkit dan duduk di samping Anela. Tangannya mulai bergerak memijat pelan.

Kimi hanya menatap dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Adegan ini membuat genggaman tangannya dengan Ruby waktu itu tiba-tiba terasa seperti remah remah ilusi.

Kalau ini film, pasti ada efek api yang membara di sekeliling Kimi. Perutnya mendadak panas, tapi bukan karena lapar. Dan untungnya pijatan itu tidak berlangsung lama.

"Udah, jangan banyak alesan lagi. Tugasku udah mau kelar, nanti aku bantu," kata Ruby sambil kembali melangkah ke kursinya.

Kalimat itu mampu membuyarkan lamunan Kimi.

"Eh, Uby paham keuangan?"

"Ngerti dikit-dikit lah."

"Merendah kamu, Ru. Kamu lebih jago dari aku. Aku jadi penasaran, jurusan kamu dulu apa sih?" tanya Anela sambil menopang dagu di meja lipat.

Kimi menegakkan telinga, kepo setengah mati. Bahkan nama lengkap Ruby pun ia belum tahu, karena tak ada akses untuk mencari tahu latar belakang peserta lain. Yah, kecuali bertanya langsung.

Ruby terkekeh. "Jurusan otomotif."

"Tuh, kan. Kalau ditanya serius malah becanda," keluh Anela pura-pura sebal.

Oke, sekarang giliran Kimi. Ia harus minta bantuan Ruby. Tapi gimana cara menyingkirkan si pengganggu ini? Belum juga Kimi selesai berpikir, Anela lagi-lagi cari perhatian,

"Ru, aku nginep di sini ya. Tugasku masih banyak banget."

"Tidur di atas lemari?" balas Ruby tanpa menoleh.

"Kasurnya gede, Ru. Lagian aku kan tidurnya anteng."

Kimi hampir mendelik. Nginep katanya? Bukannya ini sudah keterlaluan? Atau Anela memang sering nebeng di kamar Ruby?

Kimi yang makin badmood akhirnya berdiri dan mendekat ke Ruby yang masih fokus mengetik. Bukan mau tanya-tanya, tapi dia juga hampir putus asa dengan tugasnya.

"Aku juga. mau dibantu dong, By."

"Gak gratis ya."

Kimi mendengus. Pilih kasih banget, batinnya kesal. Anela ditawarin, giliran dia malat disuruh bayar.

"Yaudah, kamu mau apa?"

"Kayak bisa ngasih aja."

"Makanya bilang dulu, biar aku bisa pikir-pikir lagi," balas Kimi mulai nyolot.

Ruby akhirnya terkekeh geli. "Gak deh. Sekarang diem dulu. Kalau tugasku kelar, baru aku bantu kalian."

"Serius?"

Ruby mengangguk, matanya tetap ke layar. Dan entah karena lega, senang, atau sekedar refleks melampiaskan emosi, Kimi langsung memeluk Ruby erat sambil berseru.

"Yey, makasih Uby!"

Anela langsung berdiri. Mulutnya diam, tapi tatapannya jelas bilang: Jangan sentuh Ruby!

Kimi melirik dan akhirnya sadar, lalu cepat-cepat melepaskan pelukan sambil cengengesan.

"Sorry ya, gak maksud nempel-nempel ke pacar kamu kok "

Setelah itu, Kimi kabur balik ke kamar dengan langkah ringan. Rasa malu dan bersalah? Nggak sempat. Yang penting tugasnya bakal kelar.

Sementara itu, Ruby masih duduk bengong. Dia tahu Kimi cuma bercanda. Tapi yang ia tak tahu, kenapa dadanya deg-degan sendiri?

Aroma kimi, hembusan nafas nya, tubuh lembut dan hangat yang sempat menempel di lengannya. Dan sial nya, Ruby malah merasa... terpancing. Serius? Semudah itu?

Mata Ruby membelalak, lalu berkedip cepat. Ia menghela napas panjang, mengusap wajahnya, lalu mencoba fokus lagi ke layar. "Ini bukan apa-apa. Sama sekali bukan apa-apa," gumamnya dalam hati.

Anela masih berdiri, tatapannya tak lepas dari Ruby. Meski hanya sebentar, ia bisa melihat perubahan itu. Perlahan ia mendekat, lalu menyentuh bahu Ruby pelan.

"Ru, Kimi itu straight," bisiknya.

Ruby menoleh dengan alis terangkat. "Ngapain ngomong gitu?"

"Cuma gak mau kamu salah paham. Pelukan Kimi tuh biasa. Dia ramah, tapi bukan berarti-"

"Ramah di saat dia tau aku beda?" sela Ruby cepat.

Anela tersenyum tipis. "Kimi itu orangnya polos. Dia nganggep kamu teman, sama kayak ke yang lain."

Ruby kembali menatap layar, "Aku gak salah paham. Cuma kaget aja. Udah lama gak ada yang meluk tiba-tiba gitu."

Anela bersedekap. "kalau cuma. butuh pelukan, aku bisa kasih kapan aja. Maksudku, kamu harusnya tau kalau pelukan sesama teman itu wajar. Tapi kenapa kamu tiba-tiba baper?"

"Baper?" Ruby terkekeh santai. "Kalau aku se gampang itu, di luar sana pacarku udah puluhan, Nel. Lagian kamu bawel banget malam ini. Selesain tugas sana."

Anela mengusap punggung Ruby sebelum kembali duduk lesehan di karpet. Meski mencoba fokus, pikirannya tetap tak tenang.

Kenapa Kimi terlihat begitu penasaran ke Ruby? Logikanya, untuk apa Kimi ambil resiko dijauhi teman-temannya cuma demi deket dengan Ruby?

Malam itu, Anela tidak menginap seperti sesumbarnya di depan Kimi. Ruby jelas tidak akan mengizinkan. Tapi satu hal yang pasti: kalau Kimi terlalu dekat dengan Ruby, siap-siap saja bakal ada drama di asrama ini.

1
filusi
ceritanya bagus bet semoga cepat update
Benrycia_: Makasih
total 1 replies
Anonim
Up terus thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!