NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Sang Iblis ke Kota Azure

Episode 3

Malam telah larut ketika sosok bayangan muncul dari balik kabut hutan di pinggiran Kota Azure. Angin malam yang dingin berhembus kencang, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa hujan badai yang baru saja reda. Di kejauhan, tembok kota yang tinggi dan kokoh berdiri dengan angkuh, diterangi oleh obor-obor yang menyala di setiap menara pengawas.

Bagi penduduk kota, tembok itu adalah lambang keamanan. Namun bagi sosok yang sedang berjalan perlahan menuju gerbang selatan, tembok itu hanyalah monumen pengkhianatan yang memuakkan.

Gu Sheng berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan udara Kota Azure yang kini terasa berbeda di paru-parunya. Udara ini tidak lagi berbau rumah. ia berbau busuk, penuh dengan kemunafikan dan keserakahan.

Penampilannya saat ini jauh dari kata seorang tuan muda. Rambut hitamnya yang panjang tergerai liar, menutupi sebagian wajahnya yang kini memiliki garis-garis ketegasan yang kejam. Jubah putihnya yang dulu mewah kini telah berubah menjadi kain compang-camping berwarna abu-abu gelap, dipenuhi dengan noda darah kering dan lumpur dari dasar jurang. Di punggungnya, terikat sebuah benda raksasa yang dibungkus kain kasar, pedang Penebas Dosa yang beratnya mampu menghancurkan kereta kuda hanya dengan diletakkan di atasnya.

“Kau merasakannya, bocah?” suara Kaisar Iblis bergema di dalam kepalanya, nadanya penuh dengan provokasi. “Qi di kota ini... begitu banyak 'makanan' yang berjalan dengan dua kaki. Dantian-mu sudah mulai meronta, bukan?”

Gu Sheng tidak menjawab. Namun, di dalam perutnya, pusaran hitam Dantian Penelan Langit-nya memang sedang berputar perlahan, memberikan rasa lapar yang konstan. Setiap kali ia melihat penjaga di kejauhan, ia seolah-olah bisa melihat aliran Qi di dalam tubuh mereka energi yang lemah, namun cukup untuk mengganjal rasa laparnya.

Ia melangkah menuju gerbang kota. Gerbang selatan biasanya dijaga oleh prajurit Keluarga Gu. Dulu, setiap kali Gu Sheng lewat, para penjaga ini akan berlutut dengan hormat, memanggilnya "Tuan Muda Jenius" dengan suara gemetar penuh kekaguman.

Namun malam ini, situasinya telah berubah total.

"Berhenti! Hei, pengemis! Kau pikir ini tempat apa?" teriak salah satu penjaga sambil mengacungkan tombaknya.

Gu Sheng mengangkat kepalanya sedikit. Di bawah cahaya obor, ia mengenali wajah penjaga itu. Namanya adalah Zhang Hu, salah satu kapten penjaga yang dulu sering menerima hadiah pil kultivasi dari ayah Gu Sheng. Sekarang, Zhang Hu mengenakan baju zirah dengan lambang baru di dadanya, bukan lagi lambang elang Keluarga Gu, melainkan lambang bunga lili milik Keluarga Mu.

"Zhang Hu, kau sudah berganti majikan dengan sangat cepat," ucap Gu Sheng dengan nada yang sangat datar, namun dinginnya menusuk tulang.

Zhang Hu tertegun sejenak mendengar suaranya. Ia menyipitkan mata, mencoba melihat wajah di balik rambut liar itu. Ketika matanya bertemu dengan mata Gu Sheng, mata yang memiliki lingkaran merah darah yang tipis, jantung Zhang Hu seolah berhenti berdetak sesaat.

"Kau... Gu Sheng?! Tidak mungkin! Kau seharusnya sudah mati di dasar Tebing Keputusasaan!" Zhang Hu berteriak, suaranya pecah karena ketakutan yang tiba-tiba.

Penjaga lain yang mendengar nama itu langsung waspada. Mereka semua tahu apa yang terjadi sebulan lalu. Mereka semua adalah saksi saat Gu Sheng dibuang seperti anjing mati.

Gu Sheng melangkah maju satu langkah. Bum! Langkah kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah batu, akibat beban pedang Penebas Dosa di punggungnya. "Neraka menolakku karena mereka tahu, aku punya urusan yang belum selesai di dunia ini."

Zhang Hu menelan ludah. Rasa takutnya dengan cepat berubah menjadi kemarahan defensif. Ia tahu bahwa jika Gu Sheng hidup, maka posisinya saat ini terancam. Apalagi, ia melihat bahwa Gu Sheng tidak memiliki fluktuasi Qi yang kuat Dantian-nya seharusnya masih hancur.

"Hmph! Kau hanyalah hantu yang keras kepala! Beraninya kau menampakkan wajah sampahmu di sini!" Zhang Hu berteriak untuk menutupi gemetar di tangannya. "Keluarga Gu yang lama sudah musnah! Sekarang Kota Azure berada di bawah perlindungan Keluarga Mu dan Sekte Pedang Langit! Pengawal, tangkap pengemis ini! Patahkan kaki dan tangannya, lalu bawa ke hadapan Tuan Muda Lin Tian sebagai hadiah!"

Empat penjaga lainnya, yang semuanya berada di tingkat kedua atau ketiga Body Tempering, segera mengepung Gu Sheng. Mereka menyeringai kejam, mengira ini akan menjadi tugas yang mudah. Bagi mereka, Gu Sheng yang kehilangan Tulang Dewa hanyalah orang cacat yang beruntung bisa bertahan hidup.

"Serahkan nyawamu, sampah!" salah satu penjaga menerjang dengan pedang terhunus.

Gu Sheng bahkan tidak berkedip. Saat pedang itu hanya berjarak beberapa senti dari lehernya, tangan kirinya bergerak dengan kecepatan kilat.

Krak!

Gu Sheng menangkap bilah pedang baja itu dengan tangan kosong. Dengan satu remasan kuat, pedang yang terbuat dari besi pilihan itu hancur berkeping-keping seperti kaca tipis.

"Apa?!" penjaga itu membelalak, namun itu adalah ekspresi terakhirnya.

Tangan Gu Sheng melesat maju, mencengkeram leher penjaga itu. Seketika, Dantian Penelan Langit di dalam tubuhnya bergejolak gembira.

Sruuuuuut!

"AAAGGGHHH!"

Jeritan memilukan pecah di kesunyian gerbang kota. Dalam hitungan detik, tubuh penjaga yang tadinya kekar itu mulai layu. Kulitnya mengering, otot-ototnya menyusut, dan esensi kehidupannya disedot habis melalui telapak tangan Gu Sheng. Hanya dalam lima detik, yang tersisa hanyalah mumi kering yang mengenakan baju zirah.

Gu Sheng melepaskan cengkeramannya, dan mayat kering itu jatuh ke tanah dengan suara berderak pelan.

Ia merasakan aliran energi hangat masuk ke Dantian-nya. Rasa laparnya sedikit mereda, dan kultivasinya yang berada di puncak Body Tempering terasa semakin solid.

Tiga penjaga lainnya membeku di tempat. Senjata di tangan mereka gemetar hebat. Mereka telah melihat banyak kematian, tapi tidak ada yang seburuk dan seaneh ini. Menghisap manusia hingga kering? Itu adalah ilmu iblis yang paling terlarang!

"Iblis... Kau adalah iblis!" teriak Zhang Hu dengan wajah pucat . "Cepat! Bunuh dia! Gunakan panah!"

Namun sebelum mereka bisa bergerak, Gu Sheng meraih kain pembungkus di punggungnya. Dengan satu gerakan sentakan, pedang Penebas Dosa terlepas dari ikatannya. Pedang hitam raksasa itu menghantam tanah dengan kekuatan yang mengerikan.

BOOM!

Getaran hebat merambat di tanah, membuat para penjaga kehilangan keseimbangan. Tanpa memberikan waktu bagi mereka untuk pulih, Gu Sheng mengayunkan pedang tumpul itu secara horizontal.

Meskipun pedang itu tidak tajam, beban seberat ribuan kuintal ditambah dengan kekuatan fisik tingkat puncak Body Tempering membuatnya menjadi alat penghancur massa.

BUM! BUM! BUM!

Tiga penjaga yang terkepung tidak sempat menghindar. Saat bilah hitam besar itu mengenai tubuh mereka, tulang-tulang mereka langsung hancur menjadi bubur. Mereka terlempar puluhan meter ke udara, menabrak tembok kota hingga tembok itu retak. Darah menyembur di udara seperti hujan merah yang mengerikan. Mereka mati seketika tanpa sempat mengeluarkan suara.

Zhang Hu, yang berdiri sedikit lebih jauh, jatuh terduduk. Celananya basah karena rasa takut yang tak tertahankan. Di depannya, Gu Sheng berdiri dengan pedang hitam raksasanya yang tertancap di tanah, dikelilingi oleh mayat-mayat yang hancur.

Gu Sheng berjalan perlahan menuju Zhang Hu. Setiap langkah kaki Gu Sheng terasa seperti lonceng kematian di telinga Zhang Hu.

"Tuan... Tuan Muda Gu... Ampun... Saya hanya menjalankan perintah..." Zhang Hu merangkak mundur, air mata dan ingus mengalir di wajahnya. "Keluarga Mu... mereka mengancam keluarga saya... saya tidak punya pilihan..."

Gu Sheng berhenti di depan Zhang Hu. Ia menatap kapten penjaga itu dengan tatapan kosong. "Di mana Qing Er?"

Zhang Hu gemetar hebat. "Qing... Qing Er... Gadis pelayan itu? Dia... dia ada di penjara bawah tanah kediaman Keluarga Gu. Penatua Gu Lie... dia... dia ingin menjadikannya sebagai budak tungku untuk latihannya..."

Mata Gu Sheng seketika berubah menjadi merah menyala. Gu Lie. Dia adalah sepupu ayahnya, orang yang selama ini selalu bersikap baik di permukaan namun ternyata adalah ular yang paling berbisa. Menggunakan Qing Er sebagai budak tungku berarti dia ingin menghisap energi Yin dari tubuh Qing Er hingga gadis itu mati secara perlahan dalam penderitaan.

"Gu Lie... kau benar-benar tahu cara mencari mati," desis Gu Sheng. Suaranya mengandung niat membunuh yang begitu pekat sehingga suhu di sekitar gerbang turun drastis.

"Tuan Muda... saya sudah memberitahu semuanya... tolong biarkan saya hidup..." Zhang Hu memohon sambil bersujud hingga dahinya berdarah.

Gu Sheng menatap Zhang Hu sejenak, lalu meletakkan tangannya di atas kepala pria itu.

"Kau benar, Zhang Hu. Kau tidak punya pilihan," ucap Gu Sheng lembut, namun di detik berikutnya, matanya berkilat kejam. "Dan aku pun tidak punya pilihan selain memuaskan rasa lapar Dantian-ku."

Sruuuuuuuuuut!

Zhang Hu bahkan tidak sempat menjerit saat seluruh Qi tingkat keempat Body Tempering miliknya disedot habis tanpa sisa. Tubuh Zhang Hu ambruk, kering kerontang seperti kayu bakar yang sudah lama dijemur.

Gu Sheng menarik napas panjang. Ia bisa merasakan energi di dalam tubuhnya meluap.

Krak!

Sebuah penghalang di dalam tubuhnya pecah.

Qi Refinement - Tingkat Pertama.

Hanya dengan menyerap esensi dari lima orang penjaga, ia berhasil menyeberangi celah besar antara Body Tempering dan Qi Refinement. Kini, ia bukan lagi hanya memiliki kekuatan fisik, ia mulai bisa memanipulasi energi Qi yang berwarna hitam pekat di dalam jalur meridiannya.

Gu Sheng mengambil kain compang-camping dari salah satu mayat dan membungkus kembali pedang Penebas Dosa di punggungnya. Ia tidak masuk melalui gerbang utama; sebaliknya, ia melompat ke atas tembok kota setinggi sepuluh meter dengan satu lompatan ringan, sebuah kemampuan yang hanya dimiliki oleh praktisi Qi Refinement tingkat tinggi.

Dari atas tembok, ia menatap ke arah pusat kota, di mana kediaman Keluarga Gu berada. Dulu, tempat itu adalah rumah yang penuh dengan kenangan hangat. Sekarang, tempat itu adalah sarang ular yang harus dibersihkan dengan darah.

"Qing Er, tunggu aku. Jika ada yang berani menyentuh sehelai rambutmu, aku akan meratakan seluruh kediaman ini dengan tanah," janji Gu Sheng.

Sosoknya melesat di atas atap-atap bangunan Kota Azure, bergerak seperti hantu hitam yang tidak terlihat oleh mata biasa. Malam itu, Kota Azure masih terlelap dalam kemewahan palsunya, tidak menyadari bahwa sang Iblis telah kembali untuk menagih hutang darahnya.

Dan hutang itu akan dibayar dengan bunga yang sangat mahal.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!