NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Inisiasi Sang Pewaris Utama

Udara di dalam Benteng Cendana terasa jauh lebih murni dibandingkan atmosfer mana pun yang pernah Kirana hirup. Di balik tirai air terjun tembaga, laboratorium ini bukan sekadar pusat penelitian, melainkan sebuah ekosistem mandiri yang menggabungkan bioteknologi tingkat tinggi dengan energi spiritual Nusantara yang telah dikristalisasi.

Adyatma berdiri di tengah ruangan, tangannya masih bergetar hebat. Efek dari racun "Darah Kalajengking" Mbok Sum memang telah dinetralkan oleh darah Kirana, namun proses penyatuan energi tadi menyisakan rasa lapar yang luar biasa pada Sang Naga. Mata birunya sesekali berkedip, menatap Kirana dengan intensitas yang melampaui batas kewajaran.

"Jangan mendekat dulu, Kirana," geram Adyatma, suaranya parau. "Naga ini... dia mengenali tempat ini. Energi di sini terlalu padat. Jika aku kehilangan kendali, aku bisa menghancurkan seluruh fasilitas ini."

Kirana tidak mundur. Ia justru melangkah maju, jemarinya yang ramping menyentuh panel kontrol utama yang terbuat dari kristal bening. "Ibu membangun tempat ini justru untukmu, Adyatma. Benteng ini adalah 'kandang' sekaligus 'surga' bagi klan Surya. Lihatlah."

Antarmuka Sastra Cyber

Kirana mengaktifkan protokol utama. Seketika, dinding-dinding laboratorium yang tadinya tampak seperti logam dingin berubah menjadi layar holografik raksasa.

Muncul sebuah diagram rumit yang menggambarkan interaksi antara molekul cendana dan struktur seluler klan Surya.

"Reno, hubungkan sistem ini dengan Cendana-Drive milikku," perintah Kirana.

Reno, yang baru saja selesai mengamankan perimeter luar, masuk dengan laptop militer yang sudah terhubung ke jaringan satelit Surya Corp.

"Sudah terhubung, Nyonya. Seluruh data 'Proyek Cendana' sedang diunggah ke dalam sistem pusat. Tapi ada masalah... Dewan Tetua Langit baru saja meluncurkan serangan siber tingkat global ke server Nusantara Group di Jakarta sebagai pengalihan."

Kirana menyipitkan mata. "Mereka pikir mereka bisa memancingku pulang? Salah besar. Biarkan tim siber di Jakarta bertahan menggunakan Google Workspace yang sudah kita enkripsi. Di sini, kita punya tugas yang lebih penting."

Proses Inisiasi

Kirana melangkah menuju sebuah kapsul kaca di pusat laboratorium yang berisi ekstrak cendana murni berusia ratusan tahun. "Jurnal Ibu menyebutkan bahwa untuk menghentikan kutukanmu secara permanen, kita tidak bisa hanya menggunakan darahku secara eksternal. Aku harus melakukan 'Inisiasi Pewaris'. Aku harus menyatu dengan inti energi benteng ini."

"Apa risikonya?" tanya Adyatma, suaranya dipenuhi kecemasan.

"Risikonya... jiwaku bisa terserap ke dalam jaringan digital benteng ini jika resonansinya tidak stabil," jawab Kirana pelan. "Tapi ini satu-satunya cara agar aku memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungimu dari Dewan Tetua."

Adyatma memegang bahu Kirana, menariknya mendekat. "Jika kau pergi, aku akan mengejarmu sampai ke dasar neraka digital sekalipun, Kirana."

Kirana tersenyum, lalu melangkah masuk ke dalam kapsul tersebut. Cairan keemasan mulai memenuhi tabung. Kirana memejamkan mata, dan seketika kesadarannya ditarik masuk ke dalam aliran data yang sangat masif.

Visi Masa Lalu

Di dalam dunia digital-spiritual tersebut, Kirana melihat bayangan ibunya. Bukan sebagai sosok yang lemah, melainkan sebagai seorang pejuang yang berdiri di depan meja kerja, sedang memprogram algoritma perlindungan untuk Nusantara.

"Kirana, anakku," suara ibunya bergema di dalam benak Kirana. "Jika kau sampai di sini, artinya kau sudah memilih jalan pembalasan yang benar. Tapi ketahuilah, musuhmu bukan hanya Bagas atau Herman. Mereka hanyalah benalu. Musuhmu adalah mereka yang ingin memiliki 'Kunci Nusantara' untuk menguasai siklus hidup dan mati bangsa ini. Gunakan kekuatan ini bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menyeimbangkan."

Tiba-tiba, sebuah serangan hitam muncul di dalam visi tersebut—simbol klan Scorpio. Mereka mencoba meretas proses inisiasi Kirana dari luar.

"Nyonya! Seseorang mencoba menyusup ke frekuensi inisiasi!" teriak Reno dari luar kapsul.

Adyatma tidak menunggu perintah. Ia melepaskan energi naganya sepenuhnya, namun kali ini ia tidak mengarahkannya pada Kirana. Ia menempelkan tangannya pada tabung kaca, menyalurkan energi biru safirnya sebagai tameng pelindung bagi Kirana.

"Jangan berani-berani menyentuhnya!" raung Adyatma.

Kelahiran Sang Ratu Cendana

Ledakan energi terjadi di dalam laboratorium. Cairan keemasan di dalam kapsul menguap seketika, berubah menjadi partikel cahaya yang meresap ke dalam kulit Kirana. Pintu kapsul terbuka dengan desisan udara yang tajam.

Kirana melangkah keluar. Penampilannya tidak banyak berubah, namun ada aura keagungan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Rambut hitamnya kini memiliki kilatan perak tipis di ujungnya, dan setiap langkahnya meninggalkan aroma cendana yang bisa menenangkan badai sekalipun.

Ia menghampiri monitor kontrol dan dengan satu gerakan tangan, ia menghancurkan seluruh virus peretas klan Scorpio yang sedang menyerang server mereka di Jakarta.

"Serangan selesai," ucap Kirana datar. "Reno, beri tahu kepolisian di Jakarta untuk menjemput sisa-sisa anggota klan Scorpio yang lokasinya sudah aku tandai di Google Maps mereka. Sekarang mereka tidak punya tempat untuk bersembunyi."

Kirana menatap Adyatma. Tangannya yang mungil kini mampu menahan tangan Adyatma yang masih memancarkan energi biru tanpa merasa kepanasan sedikit pun. "Kutukanmu belum hilang sepenuhnya, Adyatma. Tapi mulai hari ini, Naga itu adalah peliharaan kita, bukan tuan kita."

Adyatma berlutut di hadapan Kirana, bukan sebagai kontrak bisnis, melainkan sebagai pengakuan setia seorang ksatria kepada ratunya. "Perintahkan aku, Kirana. Ke mana kita harus pergi untuk menghancurkan Dewan Tetua Langit?"

Kirana menatap ke arah peta digital yang kini menampilkan koordinat di lereng Gunung Lawu. "Ke tempat di mana semuanya dimulai. Kita akan mendatangi mereka sebelum mereka sempat menyiapkan teh pagi mereka."

Pembalasan dendam Kirana kini telah berevolusi menjadi sebuah misi suci. Dan dengan kekuatan Benteng Cendana di tangannya, ia siap meratakan siapa pun yang berani menghalangi jalannya.

*** [Bersambung ke Bab 13...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!