NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: keras kepala

Y/n] tidak membiarkan Ariel membuang muka terlalu lama. Dia melangkah satu tindak lebih dekat, membuat Ariel terpaksa menoleh kembali padanya.

"Dan... untuk uangnya, gua bakalan ganti kalau udah ada uang," ucap [y/n] dengan nada tegas yang tidak bisa dibantah. Matanya menatap lurus ke arah Ariel, menantang tatapan gelap cowok itu. "Gua nggak suka berutang... lo nggak boleh nolak ya."

Wajah [y/n] sedikit mendongak untuk bisa menatap Ariel dengan jelas. Perbedaan tinggi badan mereka cukup mencolok; kepala [y/n] bahkan tidak sampai ke bahu Ariel, membuat gadis itu terlihat kecil dan rapuh di hadapan si berandalan sekolah.

Tapi sorot matanya menunjukkan keras kepala yang luar biasa—sesuatu yang sangat mirip dengan watak Ariel sendiri.

Ariel terdiam sejenak. Dia bisa melihat binar tekad di mata cokelat [y/n], juga pantulan sinar matahari yang menerpa wajah gadis itu.

Dari jarak sedekat ini, Ariel baru sadar betapa mungilnya [y/n] di balik jaket varsity kebesarannya.

Ariel mendengus, tapi kali ini bukan dengusan meremehkan. Dia sedikit menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya ke arah [y/n] sampai ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

Aroma parfum buah dari rambut biru [y/n] mendadak menyerang indranya.

"Keras kepala banget sih lu," bisik Ariel rendah. Suaranya serak, terdengar seperti geraman tapi lebih lembut. "Terserah. Ganti kalau lu udah kaya. Gua nggak bakal nagih, tapi kalau lu maksa... ya udah."

Ariel kemudian menegakkan tubuhnya kembali, mencoba mengusir rasa panas yang mulai menjalar ke pipinya.

Ariel kemudian menegakkan tubuhnya, membuang muka ke arah lain untuk menyembunyikan rasa canggungnya.

"Gua gak nyangka lu tau itu gua semalem...," lanjut Ariel datar, suaranya rendah. "Nggak usah masang muka bingung. Gua nggak sengaja liat lu lari ke angkot dengan muka kacau, ya udah... gua ikutin aja. Cuma mastiin lu nggak mati konyol di jalan."

[y/n] tersenyum tipis. Dia sudah menduga itu sejak melihat uang di kursi terasnya tengah malam tadi, tapi mendengar pengakuan langsung dari Ariel rasanya beda. Ada rasa hangat yang aneh menjalar di hatinya—rasa dilindungi yang sudah lama tidak ia rasakan.

"Makasih ya, Riel. Buat semuanya," ucap [y/n] pelan.

Ariel berdecak, dia memutar kunci pintu besi rooftop dan membukanya dengan sekali sentak. "Udah, nggak usah drama lagi. Ayok turun. Lu mau Pak Budi beneran bikin lu jadi penghuni tetap rooftop gara-gara bolos?"

Ariel berjalan mendahului, tapi langkahnya melambat saat mereka menuruni tangga, sengaja menunggu [y/n] agar tetap berada di belakangnya. Dia seolah menjadi tameng bagi [y/n] kalau-kalau ada guru yang memergoki mereka.

Begitu sampai di lantai kelas, suasana koridor sudah mulai sepi karena pelajaran sudah dimulai. Tapi tiba-tiba...

"Y/N?! RIEL?! DARI MANA AJA LU BERDUA?!"

Suara lengkingan Yupi menggelegar di ujung lorong.

Ternyata Yupi dan Amu lagi berdiri di depan pintu kelas 12-D, mukanya kelihatan panik campur bingung melihat [y/n] jalan bareng sama Ariel.

Yupi dan Amu masih berdiri mematung di depan pintu kelas 12-D. Mata mereka berdua serentak turun, melirik ke arah tangan [y/n] yang kini terbungkus perban putih bersih. Kemudian, pandangan mereka perlahan naik, beralih ke wajah Ariel yang berdiri di samping [y/n].

Ariel yang biasanya terlihat pucat dan menyeramkan, entah kenapa pagi ini punya semburat kemerahan yang samar di tulang pipi dan telinganya.

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!