NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Pendaftaran

Walau sebenarnya dirinya tidak ingin menyewa kamar karena itu hanya membuang uangnya Lue Ang terpaksa menempatinya, kalau bukan karena seseorang yang menantangnya Lue Ang memilih tidur di pohon selama satu malam.

Saat keluar dari penginapan semua orang yang ingin mendaftar berjalan ke arah perguruan Langit Tinggi, setibanya Lue Ang di depan gerbang perguruan pintu masih belum terbuka.

Semua orang saling berbicara karena banyak yang datang dari keluarga yang sama, Lue Ang yang tidak memiliki kenalan atau keluarga memilih menyendiri.

Krieeeeeeet.

Setelah gerbang di buka beberapa murid dalam perguruan Langit Tinggi datang menghadang, empat ketua bahkan hadir untuk menyaksikan uji coba calon murid yang mendaftar, bukan hanya sekedar menyaksikan para ketua juga akan memberikan ujian sebelum mendaftar.

Ketua Wa, Ketua Puang Ketua Qiu dan Ketua Pixu yang berdiri di belakang murid senior tiba-tiba tersenyum, ingin memasuki perguruan Langit Tinggi tidak mudah dan tentu saja untuk pendaftarannya juga tidak akan dipermudah.

"Aku yang akan melakukannya lebih dulu, aku tidak akan mempermudah mereka," ucap Wa ketua wanita pertama di perguruan Langit Tinggi.

Tanpa menunggu jawaban ketiga ketua lainnya Ketua Wa memajukan tangannya, saat ketua Wa mengarahkan tangannya ke arah calon murid baru semua murid bisa merasakan badan mereka terasa sangat berat, ketua Wa menggunakan gravitasi untuk menekan tubuh calon murid yang mendaftar.

Braaaaaaaaaaak.

Beberapa murid yang mencoba memprotes langsung ditarik dan dilempar menjauh, sebagai ketua perguruan mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan dan yang tidak bisa mereka lakukan.

"Siapa saja yang terlalu banyak bicara pergi saja," ucap Ketua Wa.

Semua murid langsung terdiam, mereka tidak ingin bernasib sama seperti beberapa orang yang baru saja diusir pergi.

Para murid kembali bersiap karena tahu ujian pendaftaran masih belum berakhir, masih ada tiga ketua lainnya yang akan menguji calon murid sebelum mendaftar.

"Ketua Puang sekarang giliranmu," ucap Ketua Wa.

Tanpa banyak bicara ketua Puang yang menutupi wajahnya langsung menghentakkan kakinya, tepat setelah menghentakkan kaki semua calon murid merasakan betapa beratnya tubuh mereka sendiri, ketua Puang menambah berat gravitasi agar para murid memilih untuk menyerah.

"Lumayan juga mereka," ucap Ketua Puang tepat setelah selesai melakukan tugasnya.

"Kalau begitu sekarang giliranku," sahut Ketua Qiu.

Ketua Qiu yang memiliki wajah cantik dan mempesona mulai melangkahkan kakinya maju, Ketua Qiu memperhatikan satu persatu para murid Sebelum mengeluarkan jurus aslinya.

Tidak banyak berpikir ketua Qiu langsung tersenyum sambil menatap semua calon murid, di dalam senyuman itu mengandung kekuatan yang menambah gaya gravitasi tubuh pada calon murid semakin berat bahkan lebih berat dari dua ketua lainnya.

Calon murid yang terpesona padanya akan langsung terjatuh ke tanah yang berarti mereka gagal mendaftar, sebagai salah satu perguruan terbesar perguruan Langit Tinggi tidak bisa dimasuki oleh sembarang calon murid yang tidak memiliki kualifikasi.

"Haaaah, Kenapa kalian menahan diri, mereka semua masih sangat banyak tidak mungkin kalian ingin meluluskan mereka semua," ucap Ketua Pixu.

Ketua Pixu hanya berdiam sambil memperhatikan semua calon murid, Ketua Pixu mencoba menghitung berapa calon murid yang masih bertahan.

"Seratus lima puluh orang, kalau begitu aku akan membuat jatuh setengahnya," gumam Ketua Pixu.

Deeerrrrrtt.

Getaran yang sangat hebat membuat semua calon murid hampir terjatuh menyentuh tanah, setelah semua merasa sudah berakhir tekanan yang sangat besar sekali memaksa tubuh para Calon Murid untuk menyentuh tanah.

Hanya dalam hitungan menit puluhan calon murid terjatuh dan menyentuh tanah, semua yang terjatuh dan menyentuh tanah diminta keluar.

Walau banyak yang sangat kecewa tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara, mereka tidak ingin kehilangan kesempatan lain hari hanya karena perkataan mereka.

Sembilan puluh orang yang tersisa terlepas begitu saja dari tekanan yang memaksa tubuh mereka ke tanah, Lue Ang, Pangeran Zuan dan delapan puluh tujuh orang lainnya merasa sangat lega karena tubuh mereka sudah kembali seperti semula.

Semua orang berjalan maju mengikuti arahan para ketua, Pangeran yang berada di depan Lue Ang malah memutar badan, tak banyak bicara Pangeran langsung membungkukkan badannya.

"Terima kasih karena sudah menolongku saat aku hampir terjatuh tadi," ucap Pangeran Zuan.

"Tidak perlu berterima kasih," sahut Lue Ang.

Di saat-saat terakhir Pangeran Zuan yang sudah berusaha bertahan hampir terjatuh, Lue Ang yang melihatnya tanpa sadar menggenggam tangannya dan menariknya agar tidak terjatuh.

"Aku ucapkan selamat untuk kalian semua yang berhasil lolos tahap awal menuju pendaftaran, sekarang kalian bisa menuliskan nama kalian masing-masing ke dalam buku sebelum kita menguji spirit masing-masing," ucap Ketua Wa.

Semua calon murid yang sudah menulis nama di atas kertas bergegas menuju tempat pengujian spirit, Lue Ang yang juga sudah menulis namanya langsung menyusul.

Di tengah lapangan semua calon murid menatap ke arah batu hitam yang sangat besar, mereka yang baru pertama kali melihat batu sebesar itu merasa sangat takjub.

"Yang perlu kalian lakukan saat ini adalah berbaris rapi, satu persatu dari kalian akan memegang batu hitam ini untuk pengujian," ucap Ketua Puang.

"Hasilnya kami para ketua lah yang mengetahuinya dan tidak akan memberitahu pada murid lainnya," sambung Ketua Puang.

Satu persatu para calon murid maju untuk memegang batu hitam besar, setelah memegang batu hitam cahaya berbagai warna keluar.

"Warna hijau, lanjut," ucap ketua Qiu.

"Menurutmu apa mereka akan mengetahui jika di dalam tubuhku memiliki dua spirit?" Tanya Lue Ang

"Mungkin saja, aku sendiri baru Melihat alat uji yang seperti itu," ucap Ameng.

Setelah menunggu beberapa orang selesai Lue Ang maju ke depan batu, Lue Ang memegang batu hitam seperti yang dilakukan para calon murid lain sebelumnya.

Tepat setelah Lue Ang memegang batu hitam dua warna merah dan putih terlihat sangat jelas dan terang, para ketua yang melihatnya tertegun karena mereka baru pertama kali melihat batu hitam mengeluarkan dua warna.

Keempat ketua sama-sama berpikir mungkinkah anak muda di depannya memiliki dua spirit di satu tubuh, jika benar mereka harus menjaganya agar tidak di ambil perguruan lain.

"Apa kalian berpikir seperti yang aku pikirkan?" Tanya Ketua Wa bertelepati pada ketiga ketua lainnya.

"Tentu saja, anak muda ini harus kita beritahu pada ketua utama, biar ketua utama yang memutuskannya," ucap Ketua Puang.

Kempat ketua meloloskan Lue Ang dan murid-murid lainnya, walau mereka semua sudah lolos pendaftaran dan ujian sebelum mendaftar mereka masih harus mengikuti seleksi penentuan siapa saja yang bisa menjadi murid perguruan Langit Tinggi.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!