NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Gaun Merah dan Hak Paten Arga

​Malam Gala Dinner Sebasta Group bukan sekadar acara makan malam biasa. Bagi dunia bisnis, ini adalah panggung kekuasaan. Dan bagi Arga, ini adalah pengumuman resmi bahwa Aneska adalah miliknya—sepenuhnya.

​Di kamar hotel yang disewa Arga khusus untuk persiapan Aneska, suasana terasa tegang. Aneska berdiri di depan cermin besar, mengenakan gaun backless berwarna merah marun yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Gaun itu pilihan Papa Hendra, tapi Arga-lah yang menambahkan detail choker berlian di lehernya.

​"Gue ngerasa kayak mau dijual, Arga," gumam Aneska sambil mencoba membenarkan posisi dadanya yang terasa agak sesak karena korset.

​Arga, yang sudah rapi dengan tuksedo hitamnya, berjalan mendekat dari belakang. Ia tidak bicara. Tangannya yang besar dan hangat mendarat di pinggang ramping Aneska, lalu perlahan naik ke punggung polos gadis itu yang terekspos.

​Aneska berjengit. Sentuhan Arga selalu terasa seperti aliran listrik. "Arga... tangan lo dingin."

​"Dan punggungmu sangat hangat, Anes," bisik Arga tepat di telinga Aneska. Ia menatap pantulan mereka di cermin. Arga yang dominan dan tinggi, bersanding dengan Aneska yang tampak mungil namun menantang. "Gue hampir nggak rela bawa lo keluar kamar kalau baju lo seberani ini."

​Aneska berbalik, menatap Arga dengan berani meski jantungnya berdisko. "Kenapa? Takut gue dilirik cowok lain? Lo kan CEO, masa nggak percaya diri?"

​Arga menarik pinggang Aneska hingga tubuh mereka tidak menyisakan jarak. Satu tangannya naik, mencengkeram rahang Aneska dengan lembut namun posesif. Ini bukan lagi "Mas Gani" yang lembut, ini adalah Arga yang sebenarnya.

​"Bukan nggak percaya diri. Gue cuma nggak suka berbagi pemandangan indah ini dengan mata pria lain," ucap Arga dengan suara bariton yang berat dan serak. "Malam ini, lo nggak boleh jauh lebih dari satu meter dari gue. Mengerti?"

​Aneska menelan ludah. Sisi bar-barnya mendadak ciut saat melihat tatapan "lapar" di mata Arga. "I-iya, bawel. Lagian siapa juga yang mau deket-deket kolega lo yang tua-tua itu."

​"Bagus. Anak pintar," Arga mengecup sudut bibir Aneska singkat—sebuah kecupan yang menuntut, bukan sekadar sapaan.

​Begitu mereka memasuki ballroom hotel berbintang lima itu, suasana mendadak hening. Ratusan pasang mata tertuju pada pasangan itu. Arga berjalan dengan langkah tegap, tangannya tidak pernah lepas dari pinggang Aneska, seolah mengumumkan pada dunia bahwa gadis ini adalah hak patennya.

​Namun, di sudut ruangan, Clara Mahendra sudah menunggu dengan segelas red wine di tangannya. Ia memakai gaun emas yang sangat mencolok, namun semua orang tahu, merah marun milik Aneska jauh lebih mematikan malam ini.

​"Lihat saja, gadis kampung itu akan menangis sebentar lagi," bisik Clara pada asistennya.

​Acara dimulai. Arga harus naik ke panggung untuk memberikan pidato pembukaan. Sebelum melepas tangannya, Arga membisikkan sesuatu pada Aneska. "Tunggu di meja VIP. Jangan bicara dengan siapapun kecuali Linda atau orang tua kita. Oke?"

​Aneska mengangguk manja. "Iya, Sayang. Bawel banget sih."

​Baru saja Arga naik ke podium, seorang pelayan berjalan terburu-buru ke arah meja Aneska. Bruakk!

​Pelayan itu sengaja tersandung, dan segelas penuh jus jeruk tumpah tepat di bagian depan gaun merah marun Aneska. Cairan itu meresap cepat, menciptakan noda gelap yang sangat memalukan.

​"Oh my God! Maaf, Nona! Saya tidak sengaja!" seru pelayan itu dengan suara yang sengaja dikeraskan agar menarik perhatian tamu sekitar.

​Clara, yang berdiri tak jauh dari sana, menutup mulutnya dengan pura-pura kaget. "Aduh, Aneska? Ya ampun, gaun semahal itu... sekarang kelihatan seperti kain pel. Malu sekali ya, baru pertama kali ikut acara besar langsung kena sial."

​Tamu-tamu mulai berbisik. Beberapa sosialita teman Clara mulai tertawa kecil.

​Aneska berdiri. Ia melihat noda di gaunnya, lalu melihat ke arah Clara yang tampak sangat puas. Arga di atas panggung sempat terhenti bicaranya, matanya menatap tajam ke arah kekacauan itu, hendak turun dari podium.

​Tapi Aneska memberikan kode tangan pada Arga: Tetap di sana.

​Aneska mengambil serbet putih di meja, mengelap noda itu dengan tenang. Ia tidak menangis. Ia justru mengambil gelas wine milik Clara yang ada di meja dekat sana.

​Byurrr!

​Aneska menyiramkan sisa wine merah itu ke gaun emas Clara.

​"ANESKA! APA-APAAN KAMU?!" teriak Clara histeris.

​Aneska tersenyum miring, wajah bar-barnya keluar. "Ups, maaf Mbak Clara. Saya juga nggak sengaja. Kayaknya lantai di sini emang licin banget ya buat orang yang hatinya busuk?"

​Aneska melangkah mendekat ke arah Clara, membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar wanita itu. "Gaun gue bisa dicuci, atau Arga bisa beliin pabriknya sekalian buat gue. Tapi muka lo yang udah malu di depan semua kolega Arga malam ini? Nggak akan bisa ditutupin pakai make-up setebal apa pun."

​Aneska berbalik, berjalan menuju arah panggung dengan kepala tegak. Ia tidak peduli dengan noda di gaunnya. Di atas sana, Arga menatapnya dengan senyum bangga yang tidak bisa disembunyikan.

​Begitu sampai di bawah panggung, Arga mengulurkan tangannya. Aneska menyambutnya. Arga menarik Aneska naik ke atas podium, tepat di sampingnya, di depan ribuan orang.

​"Seperti yang kalian lihat," suara Arga menggema lewat mikrofon, "calon istri saya bukan hanya cantik, tapi dia juga tahu bagaimana menangani 'sampah' dengan benar. Malam ini, saya ingin mengumumkan bahwa pernikahan kami akan dipercepat bulan depan."

​Aneska melongo. Bulan depan?! Arga nggak nanya dulu?!

​Arga menoleh ke arah Aneska, lalu di depan semua orang, ia menarik tengkuk Aneska dan mencium keningnya lama, seolah sedang menyegel kepemilikannya.

​"Nggak ada bantahan, Aneska. Kamu milikku bulan depan," bisik Arga posesif di sela riuh tepuk tangan tamu.

​Aneska hanya bisa pasrah. Ternyata mempunyai calon suami yang dominan dan hyper-protective seperti Arga berarti dia harus siap dengan kejutan-kejutan yang menguras jantung... dan tentu saja, kehidupan ranjang yang mungkin akan jauh lebih menantang setelah ini.

1
Ayusha
benci. benar benar cinta maksudnya 🤣
Ariska Kamisa: aslinya mah begitu🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
mantan perjaka kali🤭
Ariska Kamisa: hehehe betul juga 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak jempol nya🙏
total 1 replies
aditya rian
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
Aditya Rian
seru juga ternyata
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Anes sangat beruntung
Ariska Kamisa: tapi anes nge gas terus yaa🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
didunia nyata apakah ada yang seperti Arga 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: seperti nya 1001 kak🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
ya Allah Arga ... 😱
umie chaby_ba
so sweet
umie chaby_ba
👍👍👍👍
umie chaby_ba
satria oh satria bikin Arga kesurupan
umie chaby_ba
arga nyebut ga !
umie chaby_ba
anes iiih 🤭
umie chaby_ba
astagfirullah...🤣🤣🤣
umie chaby_ba
arga 🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ya Allah Arga udh kebelet banget 🤭
umie chaby_ba
suka suka suka
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gercep Amayyy
umie chaby_ba
gemas banget sih arga🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ada siangan nih.
Ariska Kamisa: saingan kali... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!