NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Nate selalu bertindak egois. Dia tidak peduli pada siapa pun selain dirinya sendiri, ah tidak, selain adiknya juga.

Dia sudah lama terbiasa menerima eksploitasi di banyak tempat. Penghinaan dan pelecehan verbal yang datang berulang-ulang sudah membuatnya belajar untuk bersabar dan menahan semuanya.

Hanya saja, ada satu hal yang selalu berhasil membuat kesabarannya habis.

"Kurasa kamu sudah gila."

Nate bergumam tepat di samping Bryan yang membeku. Sabitnya memuntahkan asap ungu yang mengepul pelan. Lalu, di bawah tatapan kerumunan yang tidak sempat bereaksi, Nate menghunus sabitnya dari atas dan menghempaskannya ke bawah dalam satu tebasan tunggal yang bersih.

Sraaang!!

Untuk sesaat tidak ada yang terjadi.

Lalu darah menyembur keluar seperti pancuran, dan lengan Bryan terjatuh ke tanah, memuntahkan begitu banyak darah hingga menggenang di aspal.

"ARGHH!! SAKIT!! SIAL! TOLONG, TOLONG AKU! INI SAKIT SEKALI!!"

Teriakan itu menguasai seluruh kerumunan yang tiba-tiba menjadi sunyi. Nate memperhatikan Bryan yang berguling-guling kesakitan, lalu tatapannya beralih ke Linea yang terjatuh duduk ke belakang, wajahnya pucat dan mual memandang lengan Bryan.

Nate juga menyadari hal lain dari wanita itu, sesuatu yang membuat dia langsung mengalihkan pandangan karena merasa jijik.

Dalam keheningan yang hanya diisi teriakan Bryan, suara Nate bergabung dengan tenang.

"Kamu akan terus kehilangan darahmu, terkuras hingga mati. Kecuali seseorang dengan kemampuan Purify menyembuhkanmu, itu tidak akan pernah berhenti. Kuharap kamu bertahan hidup dan tidak lagi menyebut adikku dengan mulutmu yang menjijikkan itu."

Setelah kalimat itu, Nate melangkah menjauh dan memposisikan dirinya di pojok, mengabaikan tatapan dari begitu banyak orang yang menatapnya dengan berbagai macam reaksi dan emosi.

Di saat yang bersamaan, beberapa orang mulai sadar.

"Ah! Apa yang harus kita lakukan? Orang ini akan mati kalau terus seperti ini!"

"Eh... Tapi apa tidak masalah menolongnya? Pria dengan sabit itu mungkin akan mengarahkan kebenciannya kepada kita."

"Lalu kamu ingin membiarkannya begitu saja?"

"...Ugh... Lagian mengapa pria itu sekejam ini?"

"Sstt!! Nanti dia mendengarmu!"

"A-aku punya kemampuan Purify, aku akan mencobanya."

"Bagus. Kalau pria bersabit itu tak senang, kita bisa melawannya bersama-sama. Jumlah kita jauh lebih banyak."

"Ya! Ayo."

"....."

"Apa itu tidak masalah?"

Nate melirik, menemukan Haron yang datang dan berdiri di sampingnya. Haron sudah menyaksikan semuanya tapi tidak berniat ikut campur dalam urusan pribadi seseorang. Meski begitu, melihat apa yang baru saja terjadi di depan begitu banyak orang membuat Haron agak gelisah, khawatir reputasi pria ini akan rusak karenanya.

Nate hanya mengangkat bahunya.

"Biarkan saja. Itu justru akan membebaskanku dalam banyak hal."

Haron berkedip. "Bebas?"

"Ya. Aku bukan siapa-siapa bagi siapa pun dan itu berlaku sebaliknya. Itulah yang aku sebut kebebasan."

Haron berkedip dua kali lagi, lalu mengangguk. "Jadi begitu... Lalu, apa yang akan kamu lakukan di sini, Tuan Nate? Apakah kamu sudah mencapai level sepuluh dan berniat masuk ke dungeon event?"

Dia berhenti sejenak lalu menambahkan, "Dikatakan bahwa untuk naik ke level sepuluh dibutuhkan EXP yang sangat tinggi..."

"Memang," Nate mengangguk. "Bahkan setelah itu, jumlah EXP untuk naik ke level sebelas jauh lebih gila. Tapi seperti yang aku katakan sebelumnya, dungeon event ini dibuat untuk mengatasi masalah itu. Karena itulah kamu seharusnya berusaha mencapai level sepuluh."

Haron berseru kagum. "Sungguh? Apa itu artinya... kamu adalah salah satu dari empat pemain teratas yang mencapai level sepuluh?!"

Jika benar begitu, maka Server 86 jauh lebih luar biasa dari yang diperkirakan siapa pun. Ada salah satu pemain peringkat global di sini. Hal itu membuat Haron merasa jauh lebih menghormati pria di depannya dari sebelumnya, dan dia benar-benar bersyukur tidak pernah menjadikan pria ini sebagai musuhnya.

'Pantas saja tadi dia bisa bergerak secepat itu,' pikir Haron, teringat betapa tiba-tiba Nate sudah berada tepat di samping Bryan tanpa ada yang menyadarinya.

Tanpa menjawab, Nate melirik ke arah dungeon event. Perubahan akhirnya terjadi.

[Dungeon Event Segera Terbuka.]

Pengumuman global muncul di sistem masing-masing pemain. Portal dungeon event itu tiba-tiba beriak seperti permukaan air yang diganggu, lalu diikuti energi dahsyat yang meledak keluar dan menciptakan efek kejut yang membuat banyak pemain seketika merasa lumpuh berdiri di tempat mereka.

Bahkan Nate untuk sesaat tertegun di tempatnya sebelum energi itu mereda, memperlihatkan portal dengan pusaran hitam yang kini dipenuhi garis-garis kemerahan.

[Dungeon Event Telah Terbuka.]

Nate sedikit menundukkan kepalanya, lalu dengan sabit terhunus, dia melangkah mendekati portal itu. Kerumunan di sekitarnya menatap dengan terkejut.

"A-apa yang orang itu lakukan?"

"Hei... Dia tidak mungkin sudah berada di level sepuluh kan?"

"Apa kamu ingin bilang bahwa... Dia adalah satu dari empat orang yang sudah mencapai level sepuluh?"

"Wah... Pria dan wanita itu sangat sial. Ternyata mereka punya masalah dengan seseorang yang berada di peringkat global..."

"Itu belum tentu. Dia mungkin cuma menggertak saja."

Nate tidak repot-repot melirik ke belakang. Begitu mencapai portal tersebut, tanpa mengatakan apa pun, dia melangkah masuk.

Tubuhnya seketika terasa seperti tersedot ke dalam pusaran yang berputar, memuntir seluruh kesadarannya sebelum segalanya lenyap.

Dia menghilang dari tempat itu, meninggalkan kerumunan yang diam di tempatnya, menatap titik kosong di mana Nate baru saja berdiri.

"Dia... Benar-benar masuk kan?"

"...Dia benar-benar salah satu top global."

"Luar biasa... Kita punya satu pemain top global di sini. Kalau aku bisa satu tim dengannya untuk berburu, hidupku pasti akan jadi sangat nyaman."

Di satu sisi, Bryan yang sudah disembuhkan tampak tertegun dengan mata yang melebar. Linea melakukan hal yang sama, wajahnya pucat pasi dan keringat mengalir deras.

"Hah... Bagaimana bisa sampah itu... Ini tidak mungkin... Jangan bercanda denganku... Dia hanya anak yatim piatu... Hanya anak hasil perselingkuhan!"

Bryan berteriak keras, lalu menyeringai kesakitan begitu lengannya yang baru disembuhkan berdenyut kuat. Air mata kembali mengalir di wajahnya. Di sampingnya, Linea tampak mulai kehilangan ketenangan yang tersisa.

Saat itu seseorang mendekat, membuat keduanya menoleh.

"Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan Tuan Nate. Tapi jika aku harus memberimu saran, sebaiknya jangan pernah muncul lagi di depannya."

Bryan mengeraskan rahangnya dan tertawa dengan gelap, air mata dan ingus mengalir tanpa dia peduli.

"Haa... ahaha! Jangan bercanda, lihat saja! Aku pasti akan membunuh bajingan itu! Pasti! Bahkan jika itu berarti aku harus mengerahkan segalanya!"

Player 397 memandang keadaan keduanya dengan tatapan yang sudah tidak bisa lagi disebut kasihan.

"Sungguh disayangkan. Bahkan jika aku berniat menyelamatkan manusia sebanyak mungkin, beberapa tetap harus dibiarkan karena terkadang itu justru menyelamatkan lebih banyak nyawa lainnya."

Dia tidak berniat ikut campur lebih jauh. Player 397 melangkah menjauh, tidak ingin tahu apa yang akan terjadi pada keduanya ketika saatnya mereka berurusan dengan Nate lagi.

Sementara itu, Nate sudah membuka matanya.

Dia berada di dalam dungeon event itu sekarang.

***

1
Ironside
Langsung disuguhi dengan Sistem /Grin/
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
blueby
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!