NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Menerobos Belenggu

Inti monster Klipan Besi Hitam tingkat tiga di tangan Ye Chen terasa berdenyut, memancarkan gelombang hawa dingin yang jauh lebih pekat daripada serigala sebelumnya. Warna hitam keunguan dari kristal itu tampak berkilau di bawah temaramnya kabut Lembah Ratapan. Ye Chen tidak membuang waktu. Dia langsung mengambil posisi bersila di atas tanah batu yang membeku, meletakkan inti seukuran telur ayam itu di atas pangkuannya, dan menempelkan kedua telapak tangannya.

"Energi di dalam inti ini sangat masif untuk ukuran kultivator Qi Condensation tingkat ketiga," Yue-Jian mengingatkan, sosok spiritualnya melayang melingkar di atas kepala Ye Chen bagai pelindung tak kasat mata. "Jangan terburu-buru menelannya sekaligus. Pecah energinya menjadi aliran-aliran kecil, lalu bimbing mereka masuk melalui titik akupunktur utama di telapak tanganmu. Jika kamu ceroboh, pusaran Dantianmu bisa pecah."

Ye Chen mengangguk pelan dalam meditasinya. Wajahnya tampak tenang, namun fokus mentalnya berada dalam tingkat ketegangan tertinggi. Dia menarik napas dalam-dalam, memicu sisa-sisa benih Energi Es Yin di dalam Dantiannya untuk mulai berputar.

Wuuush...

Begitu Meridian Es Yin mulai menarik energi dari kristal keunguan tersebut, seberkas aliran energi dingin yang kental laksana merkuri langsung merangsek masuk ke dalam lengannya. Berbeda dengan inti Serigala Mata Darah yang terasa panas terbakar, energi Klipan Besi Hitam ini justru terasa sedingin es kutub yang mencoba membekukan seluruh jaringan daging dan organ dalamnya dari dalam ke luar.

"Ugh..." Ye Chen melenguh rendah.

Lapisan es hitam yang sangat tebal mulai merayap dari telapak tangannya, naik ke pergelangan tangan, lengan, hingga membungkus seluruh pundak dan dadanya. Dalam hitungan menit, tubuh Ye Chen telah sepenuhnya tertutup oleh cangkang es hitam yang tebal, membuatnya tampak seperti sebongkah kristal es raksasa yang membeku di tengah kesunyian dasar lembah.

Di dalam ruang kesadarannya, Ye Chen merasa seolah jiwanya sedang dilemparkan ke dalam lautan es tanpa dasar. Rasa dingin itu mencoba menidurkan kesadarannya, memikatnya untuk menyerah pada rasa kantuk yang mematikan. Namun, di tengah kegelapan spiritual itu, api dendam di hatinya justru berkobar semakin terang. Bayangan wajah Bai Long yang angkuh dan tawa licik Tetua Mo Feng menjadi obor yang menjaga kesadarannya tetap terjaga.

Aku tidak boleh tertidur... Aku harus mendaki! Aku harus menghancurkan mereka! raung jiwa Ye Chen di dalam kegelapan.

Dengan sentakan kemauan yang luar biasa, Ye Chen memaksakan pusaran Dantiannya berputar ke arah yang berlawanan. Putaran terbalik ini menciptakan daya hisap yang luar biasa dahsyat. Energi dingin keunguan dari Klipan Besi Hitam yang semula liar dan mencoba membekukan jiwanya, kini dipaksa menyerah. Energi itu ditarik, diperas, dan disaring oleh Meridian Es Yin menjadi tetesan-tetesan cairan energi es murni yang menetes ke dalam Dantiannya.

KREEEEK...

Di dunia nyata, cangkang es tebal yang membungkus tubuh Ye Chen mulai retak. Retakan-retakan kecil itu menjalar dengan cepat seperti sarang laba-laba, memancarkan cahaya keperakan yang sangat terang dari celah-celahnya.

BOOM!

Sebuah ledakan energi spiritual yang sangat murni meledak dari tubuh Ye Chen, menghancurkan cangkang es tersebut menjadi serpihan debu kristal yang beterbangan di udara. Angin kencang berhawa es murni menyapu kabut hitam di radius dua puluh meter di sekitarnya, menyisakan kliring yang bersih untuk sejenak.

Ye Chen membuka kedua matanya. Pupil matanya kini memancarkan kilatan cahaya biru es yang sangat pekat, dengan lingkaran keperakan tipis di bagian luarnya. Napas yang diembuskannya kini begitu dingin hingga mampu langsung membekukan kerikil di depannya.

Dia telah berhasil. Hambatan besar yang membelenggunya telah hancur. Dengan bantuan inti monster tingkat tiga tersebut, Ye Chen tidak hanya menembus ranah baru, melainkan langsung melompati batas dan memantapkan dirinya di Qi Condensation tingkat keempat seutuhnya.

"Menerobos ke tingkat keempat dalam waktu sesingkat ini... bawaan Meridian Es Yin memang tidak bisa diremehkan," suara Yue-Jian terdengar di sampingnya. Roh pedang wanita itu menatap Ye Chen dengan tatapan penuh penghargaan yang mendalam. "Kini, kapasitas Dantianmu telah meluas hingga tiga kali lipat. Kamu tidak akan lagi kehabisan energi setelah melepaskan beberapa Tebasan Embun Beku."

Ye Chen bangkit berdiri, merasakan gelombang kekuatan baru yang mengalir deras di setiap jengkal otot dan tulang perunggunya. Dia mengulurkan tangan kanannya ke samping, dan dengan satu pikiran, Pedang Hitam yang menancap di tanah langsung melesat terbang ke dalam genggamannya seolah memiliki nyawanya sendiri. Pedang raksasa ratusan kilogram itu kini terasa seringan pedang kayu biasa di tangannya.

"Terima kasih atas bimbingannya, Senior Yue-Jian," ucap Ye Chen sambil mengayunkan Pedang Hitamnya secara horizontal, menciptakan tebasan angin dingin yang memotong udara dengan bunyi mendesing tajam. "Dengan kekuatan saya saat ini, apakah saya sudah siap untuk keluar dari tempat ini?"

Yue-Jian melayang mendekat, menatap ke arah atas tebing tempat Ye Chen dilemparkan ke bawah beberapa minggu yang lalu.

"Fisikmu sudah sekeras perunggu, teknik gerakmu sudah setingkat refleks insting, dan kamu sudah menguasai jurus pertama Pedang Hitam. Di wilayah pinggiran Sekte Azure Cloud, murid-murid biasa tidak akan lagi menjadi tandinganmu," jawab Yue-Jian dengan nada suara yang perlahan berubah menjadi tajam dan mematikan.

"Namun ingat, tujuanmu bukan hanya bertahan hidup, melainkan pembantaian total dan pembalasan dendam. Kita akan menghabiskan beberapa hari terakhir di lembah ini untuk mematangkan taktik infiltrasi. Setelah itu, kamu akan kembali ke atas sana secara diam-diam, seperti hantu malam yang siap mencabut nyawa mereka satu demi satu."

Ye Chen menatap ke atas tebing yang tertutup kabut tebal. Senyum dingin yang penuh amarah terukir di wajahnya yang tegas.

"Bai Long, Mo Feng... tunggu aku. Sang hantu dari Lembah Ratapan akan segera pulang untuk menagih hutang darah kalian," bisik Ye Chen dengan nada suara yang sedingin es abadi.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!