ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 — Labirin Informasi
Aula makam yang tadinya dipenuhi kekacauan kini mendingin seiring dengan detak jantung Ahli Alkimia Su yang semakin tak beraturan. Ye Chen berdiri di depannya, bayangan tubuh pemuda itu memanjang di lantai batu, seolah-olah kegelapan makam ini tunduk pada kehadirannya. Ye Chen tidak terburu-buru; setiap detik yang berlalu digunakannya untuk memproses tumpukan data yang baru saja masuk ke dalam sistemnya.
"Lantai kedua dan ketiga," Ye Chen mengulang kata-katanya, suaranya pelan namun mengandung tekanan yang membuat napas Su tercekat. "Menurut informasi yang kau sembunyikan, struktur makam ini tidak sekadar vertikal. Ada mekanisme penguncian Qi yang hanya bisa dibuka dengan frekuensi tertentu. Katakan, siapa sebenarnya pemilik makam ini?"
Ahli Alkimia Su gemetar, tangannya yang keriput mencengkeram lantai. "I-ini adalah makam Jenderal Tanpa Nama dari era pemberontakan Kekaisaran Yan Hitam lima ratus tahun lalu. Dia bukan sekadar kultivator, dia adalah seorang ahli formasi perang. Lantai kedua bukan berisi harta fisik... melainkan Ujian Tekad."
Ye Chen menyipitkan mata. Ia meraih kerah jubah Su dan mengangkatnya dengan satu tangan, memaksa pria tua itu berdiri meski kakinya masih lemas akibat hantaman Qi tadi. Mereka berjalan menuju bagian belakang aula, di mana sebuah lubang tangga melingkar menuju kegelapan yang lebih dalam telah terbuka sejak fragmen pedang tadi diamankan.
"Turun," perintah Ye Chen singkat.
Saat mereka melangkah menuruni tangga batu, udara di sekitar mereka mulai berubah. Bukan lagi dingin yang membekukan, melainkan aura yang terasa berat, seolah-olah ada ribuan ton beban yang menekan pundak mereka. Ye Chen segera mengaktifkan Pupil Penembus Ilusi dan melihat pemandangan yang menakjubkan. Seluruh dinding tangga ini dilapisi oleh barisan karakter kuno yang memancarkan cahaya merah darah yang redup.
"Sistem, lakukan enkripsi data pada tulisan dinding. Identifikasi fungsi dari susunan karakter ini," perintah Ye Chen.
[Memulai proses dekripsi... Terdeteksi 1.204 variabel karakter unik. Analisis selesai: Ini adalah Formasi Penekan Jiwa. Fungsi: Menguji stabilitas kesadaran subjek. Peringatan: Beban mental akan meningkat 10% setiap sepuluh langkah ke bawah.]
Ahli Alkimia Su mulai merintih, darah segar mengalir dari hidungnya. Bagi seorang praktisi yang hanya fokus pada pengolahan obat dan memiliki tekad yang lemah, tekanan jiwa ini adalah racun yang mematikan. Namun, Ye Chen justru merasa otaknya menjadi lebih jernih.
Sebagai mantan analis yang terbiasa bekerja di bawah tekanan tinggi dan tenggat waktu yang mustahil, stabilitas mentalnya berada di level yang berbeda.
"Terus jalan," Ye Chen mendorong Su dengan dingin. "Jika kau mati di sini, aku akan menggunakan mayatmu sebagai pemantik energi untuk membuka gerbang berikutnya."
Mereka akhirnya tiba di dasar tangga. Di depan mereka membentang sebuah jembatan batu sempit yang melintasi jurang berisi lautan api berwarna hitam. Api itu tidak memancarkan panas, melainkan rasa putus asa yang luar biasa. Di ujung jembatan, berdiri sebuah patung raksasa berbaju zirah lengkap yang memegang perisai besar.
"Itu adalah Penjaga Lantai Kedua," bisik Su dengan suara parau. "Dia tidak akan menyerang fisikmu, tapi dia akan memproyeksikan kegagalan terburuk dalam hidupmu ke dalam pikiranmu. Jika kau goyah, jiwamu akan terbakar oleh api hitam itu."
Ye Chen melepaskan cengkeramannya pada Su dan melangkah maju ke jembatan. "Kegagalan terburuk? Masa lalu bagiku hanyalah kumpulan informasi yang sudah diproses. Tidak ada gunanya menyimpan sampah emosional di dalam memori aktif."
Begitu kaki Ye Chen menyentuh jembatan, patung itu membuka matanya yang memancarkan cahaya ungu. Seketika, lingkungan di sekitar Ye Chen berubah. Ia tidak lagi berada di makam kuno, melainkan kembali ke ruang kantor modernnya yang dingin. Ia melihat dirinya sendiri sedang duduk di depan layar komputer, dikelilingi oleh tumpukan berkas kegagalan proyek yang membuatnya dipecat dan dikhianati oleh rekan kerjanya.
Rasa lelah, frustrasi, dan pengkhianatan yang dulu ia rasakan kini membanjir kembali dengan intensitas sepuluh kali lipat. Lautan api hitam di bawah jembatan mulai berkobar, mencoba menarik kesadarannya jatuh ke dalam depresi absolut.
Namun, di tengah simulasi mental itu, sebuah jendela antarmuka biru transparan muncul di depan matanya.
[Deteksi Serangan Mental... Mengaktifkan Protokol Firewall Kesadaran.]
[Menyaring rangsangan emosional tidak relevan... Mengembalikan fokus Tuan Rumah ke realitas objektif.]
"Cukup," ucap Ye Chen di dalam simulasi tersebut. Suaranya bergema seperti guntur yang meretakkan ruang kantor fiktif itu. "Ini hanyalah manipulasi gelombang otak. Sistem, lokalisasi titik pusat formasi pada patung tersebut. Hancurkan sumber proyeksi energinya."
[Target Teridentifikasi: Inti Kristal Ungu di balik pelindung dada patung. Melakukan kalkulasi vektor serangan...]
Ye Chen kembali ke realitas makam dalam sekejap. Matanya berkilat dengan cahaya Pupil Penembus Ilusi. Tanpa ragu, ia melesat maju melintasi jembatan.
Tekanan jiwa yang mampu menghancurkan kultivator biasa tidak mampu memperlambat langkahnya sedikit pun. Ia mengepalkan tangan kanannya, mengonsentrasikan seluruh Qi murni ke dalam satu titik pusat di tinjunya.
"Pecah!"
BANG!
Pukulan Ye Chen menghantam dada patung zirah itu dengan kekuatan 6.000 jin yang terkonsentrasi. Bukan hanya kekuatan fisik, tapi ia menyuntikkan Qi dengan frekuensi yang berlawanan dengan formasi patung tersebut, sebuah teknik manipulasi energi yang hanya bisa dilakukan dengan bantuan Sistem.
Kristal ungu di dada patung itu meledak berkeping-keping. Seketika, api hitam di bawah jembatan padam dan patung raksasa itu hancur menjadi debu. Pintu raksasa di belakang patung perlahan terbuka, mengungkapkan sebuah ruangan yang berisi ribuan rak buku tua dan gulungan kulit.
Lantai kedua bukan berisi emas atau senjata, melainkan pengetahuan. Bagi Ye Chen, ini adalah harta karun yang jauh lebih berharga daripada batu spiritual.
"Sistem, aktifkan Mode Pemindaian Massal. Salin seluruh isi gulungan dan buku di ruangan ini ke dalam database pengetahuan. Aku ingin semua teknik alkimia, formasi, dan sejarah Kekaisaran Yan Hitam tersedia dalam sekali klik," perintah Ye Chen sambil berjalan masuk ke perpustakaan kuno itu.
[Memulai Pemindaian Informasi Massal... Kecepatan transfer: 100 gulungan per detik.]
[Proses ini akan memakan waktu 10 menit. Disarankan Tuan Rumah untuk tetap waspada terhadap sisa-sisa jebakan di antara rak buku.]
Ye Chen menoleh ke arah Ahli Alkimia Su yang merangkak masuk dengan wajah tak percaya. "Tuan Su, kau ingin resep alkimia kuno, bukan? Silakan baca. Tapi setiap informasi yang kau lihat, aku sudah memilikinya dalam salinan yang sempurna. Kau sekarang hanyalah 'pembaca' di perpustakaanku."
Senyum tipis Ye Chen kembali muncul. Dengan pengetahuan dari lima ratus tahun lalu ini, ia tidak hanya akan menjadi kuat secara fisik, tapi ia akan memahami kelemahan struktur kekuasaan di kekaisaran ini. Jalan menuju lantai ketiga kini mulai terlihat jelas, dan di sana, Ye Chen yakin terdapat inti dari makam ini—sesuatu yang akan mengubah sistem kultivasinya selamanya.
ada usul tidak jelas