NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Pertemuan Tak Terduga

Suhu di lantai lima Menara Angin Samudera tiba-tiba anjlok hingga mencapai titik beku ekstrem. Niat Membunuh yang bocor dari tubuh Zhao Xuan tidak memancarkan fluktuasi Qi spiritual, melainkan sebuah tekanan primordial yang membuat ruang dimensi di sekitarnya bergetar halus.

Han Lin, Tuan Muda dari Klan Han Kuno, merasakan hawa dingin yang menusuk tulang belakangnya. Ia menghentikan bentakannya pada sang manajer paviliun dan memutar tubuhnya perlahan.

Dua pengawal tua di belakangnya keduanya berada di ranah God King Menengah seketika membuka mata mereka. Niat Dao mereka meledak, mengunci sosok pemuda berjubah hitam yang berdiri di ambang pintu.

"Siapa yang berani melepaskan Niat Membunuh di hadapan Klan Han Kuno?!" bentak salah satu pengawal tua itu, matanya setajam elang yang menatap mangsa.

Han Lin memindai kelompok Zhao Xuan. Melihat Long Chen dan Gu Tianxue menyembunyikan kultivasi mereka, serta Zhao Xuan yang tampak seperti manusia fana tanpa fluktuasi Dantian, keangkuhan Tuan Muda Klan Han itu kembali menguasai dirinya.

"Hanya sekelompok semut tanpa lencana sekte," dengus Han Lin dengan tatapan jijik. "Apakah kalian budak dari manajer gemuk ini? Beraninya kalian menatapku dengan mata kotor itu. Penatua Kiri, cungkil mata mereka dan potong lidah mereka. Jangan biarkan sampah ini mengganggu urusanku."

Manajer gemuk paviliun itu langsung bersembunyi di bawah meja, tidak berani melerai. Di Kota Seribu Layar, menyinggung Menara Angin Samudera adalah satu hal, namun menyinggung Klan Han Kuno adalah tiket langsung menuju reinkarnasi!

"Sesuai perintah Anda, Tuan Muda."

Penatua Kiri melangkah maju. Tidak ada peringatan. Tangan keriputnya berubah menjadi cakar elang emas yang memancarkan Hukum Pemotong Emas tingkat tinggi.

"Teknik Han Kuno: Cakar Pemecah!"

Cakar emas itu melesat membelah udara, mengarah lurus ke wajah Zhao Xuan. Di Planet Shenzue yang memiliki gravitasi kuat, serangan ini cukup untuk meratakan sebuah gunung besi menjadi debu.

Namun, Long Chen yang sedari tadi meretakkan buku jarinya, baru saja akan melompat maju, tiba-tiba dihentikan oleh tangan kiri Zhao Xuan.

"Mundur," kata Zhao Xuan datar. "Ini adalah urusan pribadiku."

Zhao Xuan tidak menghindar. Ia bahkan tidak berkedip melihat cakar bertenaga God King Menengah itu berjarak satu inci dari matanya.

Zhao Xuan hanya mengucapkan satu kata.

"Hilang."

WUSSSSH!

Domain Ketiadaan mekar dalam radius setengah tombak di sekitar tubuh Zhao Xuan. Cakar emas raksasa yang membawa kekuatan penghancur gunung itu... tiba-tiba menguap. Tidak ada ledakan, tidak ada suara benturan. Hukum Pemotong Emas milik Penatua Kiri tertelan sepenuhnya oleh Hukum Ketiadaan, lenyap tanpa menyisakan sebutir debu pun.

"A-Apa?!" Mata Penatua Kiri membelalak ngeri. Ia mencoba menarik tangannya kembali, namun menyadari bahwa bukan hanya tekniknya yang hilang. Dari ujung jari hingga ke sikunya, lengan kanannya telah terhapus dari eksistensi! Tidak ada darah yang menetes, hanya potongan rapi yang berbatasan langsung dengan ketiadaan.

Sebelum Penatua Kiri sempat menjerit, Zhao Xuan mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuk dan jari tengahnya menyatu, membentuk Niat Pedang yang luar biasa pekat.

SYUUUT!

Sebuah garis hitam melesat menembus udara. Itu bukan cahaya pedang, melainkan garis ruang yang dipotong paksa.

Garis hitam itu menembus dahi Penatua Kiri, langsung menghancurkan Lautan Kesadarannya dan membelah Inti God King nya menjadi dua!

Tubuh Penatua Kiri menegang, matanya kehilangan cahaya kehidupan, lalu rubuh ke lantai giok dengan suara debuman keras. Seorang God King Menengah terbunuh dalam satu tarikan napas, seolah-olah ia hanyalah lalat yang ditepuk hingga mati.

Keheningan yang mencekik menyelimuti ruangan lantai lima.

Han Lin terhuyung mundur hingga punggungnya menabrak pilar kayu. Wajahnya yang arogan kini seputih kertas. Penatua Kanan yang tersisa gemetar hebat, menempatkan dirinya di depan Tuan Mudanya sambil memegang pedang pusaka dengan tangan yang berkeringat dingin.

"K-Kau... kau bukan manusia fana! Teknik macam apa yang kau gunakan?!" raung Penatua Kanan, mencoba menutupi ketakutannya.

Zhao Xuan melangkah masuk dengan santai, jubah hitamnya berkibar pelan. Ia menatap Han Lin dengan Seringai Asura yang akan menjadi mimpi buruk terakhir bagi pemuda itu.

"Tadi kau bilang, klanmu sedang mencari 'seseorang dari alam bawah yang menyinggung garis darah kalian?" suara Zhao Xuan bergema rendah, penuh dengan nada ejekan yang tiranik. "Kau mencari di tempat yang salah, Tuan Muda Han. Seseorang itu... baru saja mengetuk pintumu."

Mata Han Lin melebar hingga batas maksimalnya. Jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Z-Zhao Xuan?! K-Kau adalah Penguasa Asura dari planet bawah itu?!" Han Lin menjerit histeris. Ingatannya kembali pada dekrit perburuan yang dikeluarkan oleh Patriark Klan Han. Pemuda ini adalah iblis yang membunuh tetua mereka di alam bawah!

"Cepat panggil bantuan! Pecahkan Jimat Transmisi!" teriak Han Lin panik kepada Penatua Kanan. Ia sendiri buru-buru merogoh cincin spasialnya untuk mengeluarkan Jimat Pelindung Dewa.

"Di hadapanku, bahkan dewa sejatimu harus meminta izin untuk bernapas. Apalagi jimat murahan," bisik Zhao Xuan sedingin es.

Mata kanan Zhao Xuan memancarkan kilatan petir ungu.

BZZZZZT!

Dua rantai Petir Kesengsaraan Surgawi meledak dari udara kosong, mengikat tangan dan kaki Penatua Kanan, lalu membakarnya hidup-hidup dari luar ke dalam! Raungan penderitaan sang penatua bergema menyayat hati saat Inti Dewa-nya dimurnikan paksa oleh Hukuman Surga.

Di saat yang sama, Zhao Xuan menggunakan Langkah Ketiadaan. Ia berteleportasi dan bermanifestasi tepat di depan wajah Han Lin.

Tangan kanannya yang berbalut sisik naga ilusi langsung mencengkeram tenggorokan Tuan Muda Klan Han tersebut, mengangkatnya dari lantai hingga kakinya meronta-ronta di udara. Jimat transmisi di tangan Han Lin jatuh dan hancur terinjak oleh Zhao Xuan.

"T-Tolong... ampuni aku..." Han Lin merintih, Dantiannya sepenuhnya terkunci oleh Niat Ketiadaan. Segala kebanggaan sebagai keturunan klan kuno telah runtuh menjadi debu.

"Ampunan adalah hak istimewa yang tidak pernah dimiliki oleh Klan Han," ucap Zhao Xuan datar.

Mata Zhao Xuan berubah menjadi jurang hitam legam. Ia menatap lurus ke dalam pupil mata Han Lin.

"Teknik Jiwa!"

Zhao Xuan tidak membuang waktu dengan interogasi. Ia langsung memasukkan Niat Spiritualnya yang tiranik secara brutal ke dalam Lautan Kesadaran Han Lin. Ia merobek segel perlindungan memori klan tersebut, membaca setiap ingatan, rahasia, dan rencana klan musuhnya seperti membolak-balik halaman buku yang terbuka.

Han Lin kejang-kejang hebat. Buih putih bercampur darah keluar dari mulutnya. Penelusuran jiwa secara paksa adalah siksaan yang lebih buruk dari neraka, karena jiwa nya dicabik-cabik untuk mengekstrak informasi murni.

Sepuluh tarikan napas kemudian, Zhao Xuan menarik Niat Spiritualnya.

Tubuh Han Lin kini hanyalah cangkang kosong tak bernyawa, jiwanya telah hancur total. Zhao Xuan melepaskan cengkeramannya, membiarkan tubuh Tuan Muda itu jatuh.

Zhao Xuan memejamkan mata sejenak, memproses informasi yang baru saja ia curi. Seringainya semakin dalam dan berbahaya.

"Ternyata begitu," gumam Zhao Xuan. Ia menoleh ke arah Gu Tianxue yang sedang menunggu dengan tegang. "Tianxue, firasatmu benar. Klan Han Kuno bekerja sama dengan Klan Iblis Darah. Mereka mendukung faksi pemberontak di dalam klanmu dengan Pil Korupsi tingkat Dewa untuk melemahkan Patriarkmu."

Gu Tianxue mengepalkan tangannya hingga berdarah. "Tuan, kita harus segera menuju Benua Utara!"

"Sabar," Zhao Xuan mengangkat tangannya. "Untuk menyeberangi Laut Azure yang sedang diblokade secara aman, kita tetap membutuhkan peta rahasia dan Kapal Bayangan Naga itu."

Zhao Xuan menoleh ke bawah meja, tempat manajer paviliun sedang bergetar hebat sambil menutup mulutnya agar tidak berteriak melihat dua God King dan satu Tuan Muda Klan Han dibantai dalam waktu kurang dari satu menit.

"Keluar," perintah Zhao Xuan santai.

Manajer itu merangkak keluar, langsung bersujud di kaki Zhao Xuan hingga dahinya berdarah. "A-Ampun, Yang Mulia! Hamba tidak melihat apa-apa! Menara Angin Samudera tidak akan ikut campur!"

Zhao Xuan mengambil cincin spasial dari mayat Han Lin, melemparkan isinya ke lantai giok. Ratusan ribu Giok Abadi dan puluhan artefak tumpah ruah.

"Bersihkan sampah-sampah ini, dan uang di lantai itu adalah biaya pembersihanmu," kata Zhao Xuan sambil menunjuk mayat orang-orang Klan Han. "Sekarang, beri tahu aku. Siapa orang tua yang baru saja membeli Peta Jalur Laut Rahasia dan Kapal Bayangan Naga itu? Ke mana dia pergi?"

Manajer gemuk itu menelan ludah, matanya melirik tumpukan kekayaan itu, namun ketakutannya lebih besar.

"O-Orang tua itu... dia mengenakan jubah abu-abu compang-camping dan membawa sebuah labu arak raksasa di punggungnya," jawab sang manajer dengan suara gemetar. "Beliau menutupi wajahnya dengan caping bambu, namun aura yang ia pancarkan adalah aura Kultivator Pedang Liar. Beliau mengatakan akan pergi ke Kedai Arak Seribu Mabuk di distrik kumuh pelabuhan untuk menguji kapalnya malam ini!"

"Pendekar Pedang Liar dengan labu arak?" Long Chen mengusap dagunya. "Kedengarannya seperti orang tua yang misterius."

"Misterius atau bukan, dia memegang tiket kita menuju Benua Utara," Zhao Xuan berbalik, jubahnya menyapu udara dingin di ruangan itu. "Mari kita temui orang tua ini. Jika dia menolak menjualnya... aku akan mengajarinya cara berenang di Laut Azure tanpa kapal."

1
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!