Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Merampas Harta
Kemunculan Kapal Bayangan Naga yang tiba-tiba melesat membelah ketegangan membuat udara di sekitar Laut Azure seolah membeku.
Tiga faksi raksasa Sekte Pedang Surgawi, Klan Es Suci, dan Istana Laut yang sedari tadi saling mengunci dengan Niat Dao tingkat God King, kini menatap tak percaya pada kapal hitam berpancung naga yang dengan angkuh berlayar lurus menuju pilar cahaya Mutiara Roh Laut Surgawi.
"Kapal siapa itu?! Formasi ilusi macam apa yang bisa menyembunyikan mereka dari pelacakanku?!" raung Jenderal Tua Ras Laut, wajahnya memerah karena merasa wilayah kekuasaannya dilecehkan.
Di atas Pedang Raksasa, Tetua Sekte Pedang Surgawi mendengus dingin, matanya memancarkan Niat Pedang yang siap membunuh. "Tidak peduli siapa mereka, berani memotong ke tengah formasi kita adalah tindakan mencari mati! Hancurkan kapal itu dan jadikan mereka debu!"
"Setuju!" sahut wanita cantik dari Klan Es Suci dengan nada sedingin gletser.
Dalam sekejap mata, kebencian ketiga faksi yang tadinya saling bermusuhan langsung beralih ke musuh bersama yang berani menyerobot antrean ini.
"Teknik Pedang Surgawi!"
"Teknik Es Suci!"
"Teknik Lautan Darah!"
Tiga serangan bertenaga God King Menengah meledak secara bersamaan! Langit malam seketika diterangi oleh ribuan bayangan pedang raksasa, tombak es sepanjang puluhan tombak, dan naga air yang mengaum ganas. Ketiga serangan pamungkas itu melesat dari tiga arah, mengunci setiap rute pelarian Kapal Bayangan Naga!
Di dalam kapal, jika itu adalah kultivator biasa, jiwa dewa mereka pasti sudah hancur hanya karena tekanan Niat Dao gabungan tersebut.
Namun, di anjungan kemudi, Jian Zui yang tangannya berpijak pada kemudi giok justru tertawa terbahak-bahak. Tawa sang Master Pedang itu menggelegar, melepaskan seluruh penderitaan dan pengekangan yang ia alami selama seratus tahun terakhir.
"Hahahaha! Tiga faksi besar Shenzue bergabung hanya untuk menyerang satu kapal kayuku? Kehormatan yang luar biasa!"
Mata Jian Zui memancarkan cahaya perak yang menyilaukan. Ia tidak melepaskan kemudinya, hanya menghentakkan kaki kanannya ke geladak.
"Teknik Pedang Ilusi Angin Musim Gugur!"
ZRAAAAAAAAASH!
Sebuah domain Niat Pedang berwarna perak meledak dari Kapal Bayangan Naga, meluas hingga radius seribu tombak! Niat Pedang Jian Zui, yang kini murni tanpa setetes pun racun, merobek ruang dimensi Shenzue yang kaku.
Saat ribuan pedang ilusi, tombak es, dan naga air itu menyentuh domain perak tersebut, mereka tidak meledak. Sebaliknya, mereka terpotong dengan sangat halus. Energi God King Menengah dari tiga faksi itu langsung tercerai-berai menjadi Qi spiritual tak bertuan yang tersapu oleh angin laut!
"A-Apa?!" Tetua Sekte Pedang Surgawi memuntahkan seteguk darah akibat serangan baliknya. Matanya membelalak ngeri melihat Niat Pedangnya dipatahkan dengan begitu mudah. "Niat Pedang ranah God King Puncak! Siapa monster tua di dalam kapal itu?!"
Wanita dari Klan Es Suci dan Jenderal Ras Laut terhuyung mundur. Wajah mereka pucat pasi. Menghadapi seorang God King Puncak dalam kondisi prima adalah mimpi buruk bagi mereka semua!
Sementara ketiga pemimpin faksi itu masih dalam keadaan syok, Kapal Bayangan Naga telah tiba tepat di tepi pilar cahaya.
Dari atas anjungan, Zhao Xuan berjalan menuruni tangga menuju geladak utama dengan langkah pelan yang berirama. Ia tidak memancarkan Qi yang mengguncang surga seperti Jian Zui, namun auranya yang setenang air mati justru memberikan tekanan yang jauh lebih absolut.
Ia melangkah keluar dari batas pelindung kapal, kakinya menginjak udara kosong. Seolah-olah Hukum Gravitasi Planet Shenzue menolak untuk menarik tubuhnya ke bawah.
Zhao Xuan berjalan lurus ke tengah pilar cahaya, mengulurkan tangannya menuju Mutiara Roh Laut Surgawi.
Melihat hartanya akan direbut oleh seorang pemuda yang tampak seperti fana, Jenius Pedang Pertama dari Sekte Pedang Surgawi, Lin Zu, tidak bisa lagi menahan amarah dan kesombongannya. Ia adalah jenius nomor satu! Ia tidak peduli jika ada monster tua di kapal itu, pemuda berjubah hitam ini jelas adalah junior sebayanya!
"Singkirkan tangan kotormu dari mutiara itu, Semut Fana!"
Lin Zu melesat menembus udara, pedang tingkat Surga miliknya terhunus, memancarkan Niat Pedang Yang Murni yang membakar ruang di sekitarnya.
"Teknik Pedang Pemutus Awan!"
Pedang Lin Zu mengarah langsung ke leher Zhao Xuan dengan kecepatan yang melampaui kilat.
Para tetua yang melihat itu menahan napas. "Tebasan Lin Zu sudah mencapai kesempurnaan! Bahkan seorang God King Awal harus menghindar!"
Namun, Zhao Xuan tidak menghindar. Ia bahkan tidak menoleh ke arah jenius pedang tersebut.
Ia hanya melanjutkan gerakan tangannya yang sedang meraih mutiara itu, sementara tangan kirinya yang bebas... menjentikkan dua jarinya (telunjuk dan ibu jari) ke belakang, tanpa melihat ke arah datangnya pedang Lin zu.
KLIK.
Suara yang terdengar bukanlah tebasan daging, melainkan suara logam yang ditahan oleh jepitan capit baja.
Pedang tingkat Surga milik Lin Zu... berhenti total! Ujung bilahnya dijepit dengan sangat santai oleh dua jari fana milik Zhao Xuan!
Niat Pedang Yang Murni yang membakar milik Lin Zu bahkan tidak mampu menghanguskan sehelai rambut pun dari Zhao Xuan.
Mata Lin Zu melebar hingga bola matanya nyaris keluar dari rongganya. "T-Tidak mungkin! Pedang Pemutus Awanku... dijepit dengan jari kosong?!"
Seringai tiranik mekar di wajah Zhao Xuan.
"Jenius pedang?" Zhao Xuan melirik dari sudut matanya, menatap Lin Zu seperti melihat lalat yang sangat menjengkelkan. "Pedangmu terlalu ragu-ragu. Hati Dao mu penuh dengan kesombongan. Kau bahkan tidak layak memegang sepotong ranting, apalagi pedang."
Zhao Xuan memelintir dua jarinya.
KRAAAAAAANG!
Pedang tingkat Surga itu hancur berkeping-keping! Pecahan logamnya terlempar kembali oleh Niat Ketiadaan Zhao Xuan, menusuk tubuh Lin Zu layaknya ratusan jarum mematikan!
"AARRRGHH!"
Jenius Pedang Pertama yang dibanggakan itu menjerit histeris, darah menyembur dari sekujur tubuhnya, dan ia terhempas jatuh ke dalam lautan seperti layang-layang putus.
"LIN ZUU!" teriak Tetua Sekte Pedang dengan panik dan kemurkaan.
Zhao Xuan tidak mempedulikan teriakan itu. Ia dengan santai mengambil Mutiara Roh Laut Surgawi dari pilar cahaya tersebut. Begitu mutiara itu berpindah ke tangannya, pilar cahaya yang menghubungkan langit dan laut langsung memudar.
Zhao Xuan berbalik, melemparkan mutiara surgawi yang nilainya bisa memicu perang antar-benua itu layaknya melempar sebutir permen ke arah kapal.
"Tianxue, tangkap," ucap Zhao Xuan datar.
Gu Tianxue, yang sedari tadi berdiri di haluan kapal, merentangkan tangannya dan menangkap mutiara tersebut. Niat Yin dari mutiara itu langsung beresonansi dengan Sayap Iblis Malamnya, memancarkan cahaya dingin yang luar biasa murni.
"Terima kasih, Tuan," Gu Tianxue membungkuk dalam, lalu tanpa ragu sedikit pun, langsung menelan mutiara itu dan duduk bersila di geladak untuk menyerap esensinya.
Ketiga pemimpin faksi yang melihat adegan itu nyaris memuntahkan darah karena marah. Pusaka alam yang mereka perebutkan hingga rela mati... diberikan kepada seorang pemuda pengawal seperti pil murahan?!
"BAJINGAN! KEMBALIKAN MUTIARA ITU!"
Ketiga ahli God King Menengah (Tetua Pedang, Wanita Klan Es, dan Jenderal Laut) kehilangan akal sehat mereka. Mengabaikan keberadaan Jian Zui, mereka bertiga membakar Esensi Darah mereka, bersiap menerjang Zhao Xuan yang masih melayang di udara secara serentak.
Zhao Xuan menghela napas pelan, seolah-olah ia sedang berhadapan dengan sekumpulan anak kecil yang terlalu berisik.
Mata hitam legamnya tiba-tiba menajam. Hukum Penindasan Tiran yang dipadukan dengan Niat Ketiadaan meledak dari tubuhnya, tanpa menggunakan setetes Qi spiritual pun.
Hanya melalui kemauan absolutnya, Zhao Xuan menurunkan beban ruang di atas mereka sejuta kali lipat!
BOOOOOOOOOOM!
Udara meledak! Tiga God King Menengah yang sedang menerjang itu seketika merasa seolah-olah sebuah bintang menimpa bahu mereka!
Mereka bertiga terhempas ke bawah secara paksa, membentur Pedang Raksasa, Kereta Es, dan Punggung Kura-kura mereka masing-masing hingga pusaka transportasi mereka retak parah!
KRAAAK!
Tulang kaki mereka berderit, memaksa ketiga ahli tingkat tinggi Planet Shenzue itu berlutut dengan lutut membentur lantai pusaka mereka. Darah mengucur dari hidung, mata, dan telinga mereka.
Ratusan murid dan prajurit elit di belakang mereka bahkan lebih parah; mereka semua tergeletak pingsan atau muntah darah di bawah tekanan mengerikan yang tidak masuk akal tersebut.
"Ranah... ranah apa ini?!" wanita dari Klan Es Suci merintih, wajahnya yang sedingin es kini dipenuhi teror. Ini bukanlah kekuatan God King Puncak, ini adalah tekanan dari penguasa sejati!
Zhao Xuan mendarat perlahan kembali ke atas geladak Kapal Bayangan Naga. Ia berdiri di haluan, menatap rendah ke arah faksi-faksi yang kini menunduk tak berdaya di hadapannya.
"Ingatlah nama Zhao Xuan," suara Sang Tiran bergema rendah, menyusup ke dalam Lautan Kesadaran mereka seperti kutukan abadi. "Mulai malam ini, apa pun yang kuinginkan di Planet Shenzue adalah milikku. Jika ada yang merasa keberatan... persiapkan klan dan sekte kalian untuk dimakamkan."
Zhao Xuan membalikkan tubuhnya, mengibaskan jubah hitamnya.
"Jian Zui, lanjutkan perjalanan kita ke Utara."
"Sesuai keinginan Anda, Tuan!" sahut Jian Zui dengan tawa penuh semangat.
Kapal Bayangan Naga kembali melesat, meninggalkan tiga faksi raksasa yang hancur, berlutut, dan terhina di tengah lautan yang kembali sunyi. Nama Zhao Xuan kini terukir dalam ketakutan terdalam mereka.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️