NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Ruang loker itu sempit, panas, dan dipenuhi oleh aroma adrenalin yang belum tuntas. Di dalam kegelapan bilik loker logam milik Logan, Vivian bisa merasakan setiap inci tubuh atletis pria itu menekan tubuhnya.

Suara langkah kaki Pelatih yang berat di luar sana terdengar seperti dentuman drum yang mengiringi detak jantung mereka yang berpacu liar.

"Logan? Kau di mana, Nak? Rektor mencari mu untuk penyerahan plakat!" suara Pelatih Miller menggema, terdengar semakin dekat dengan barisan loker nomor 20-an.

Vivian menahan napas, tangannya mencengkeram erat kemeja basket ungu milik Logan yang basah kuyup. Ia bisa merasakan otot dada Logan yang naik turun dengan cepat. Di tengah situasi yang menegangkan itu, Logan justru melakukan sesuatu yang sama sekali tidak terduga.

Alih-alih diam membeku, Logan justru kembali menunduk, bibirnya menyapu daun telinga Vivian yang panas. "Kau tahu, Kak... bersembunyi seperti ini membuatku merasa seperti kita sedang melakukan sesuatu yang sangat terlarang."

"Diam, Logan! Kalau kita ketahuan, reputasiku hancur," desis Vivian dengan suara sekecil mungkin.

Namun, Logan tetaplah Logan. Jiwa playboy-nya yang sempat "pensiun" sementara kini bangkit dengan kekuatan penuh karena dipicu oleh situasi yang menantang. Alih-alih melepaskan Vivian, ia justru semakin merapatkan tubuhnya. Tangannya yang besar merayap turun dari pinggang Vivian, melewati lekuk tubuh dan tanpa aba-aba...

PLAK!

Logan memukul bokong Vivian dengan telapak tangannya yang hangat. Tidak keras, namun cukup untuk menghasilkan bunyi yang nyaring di dalam ruang logam yang sempit itu.

Mata Vivian membelalak sempurna. Ia nyaris memekik jika saja ia tidak segera menggigit bibir bawahnya sendiri. "Logan! Kau gila?!" bisiknya dengan nada yang meledak-ledak karena marah sekaligus terkejut.

"Ups," goda Logan dengan suara bariton yang serak dan penuh kemenangan. "Habisnya, dari sudut ini, bagian itu terlihat sangat... mengundang untuk diberi apresiasi. Anggap saja itu selebrasi atas kemenanganku hari ini."

"Aku akan membunuhmu setelah ini, aku bersumpah," ancam Vivian, wajahnya kini merah padam, bukan hanya karena marah, tapi juga karena gairah yang mulai menyelinap di antara rasa kesalnya.

Di luar, suara Pelatih Miller akhirnya menjauh. "Mungkin dia sudah di kantin bersama yang lain. Dasar anak muda, selalu saja menghilang saat dibutuhkan," gerutu sang pelatih sebelum suara pintu utama yang berat itu tertutup dengan bunyi dentum.

Keheningan kembali menyelimuti ruang loker, namun ketegangan di dalam bilik justru semakin memuncak. Logan melepaskan kaitan pintu loker dan membukanya perlahan. Cahaya lampu ruangan masuk, menyilaukan mata mereka sejenak.

Logan keluar lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya pada Vivian dengan gaya gentleman yang dibuat-buat. "Silakan keluar, Nyonya Muda. Area sudah aman dari serangan pelatih yang menyebalkan."

Vivian keluar dengan wajah cemberut, merapikan bajunya yang sedikit kusut. Ia segera berbalik dan memukul lengan Logan dengan tas tangannya yang mungil. "Kau benar-benar tidak punya sopan santun! Bagaimana kalau pelatih tadi mendengar suaranya?!"

Logan tertawa lepas, tawa yang terdengar sangat puas. Ia menyugar rambutnya yang basah ke belakang, menatap Vivian dengan tatapan "buaya" andalannya. "Kalau dia mendengar, dia akan mengira lokerku sedang mengalami masalah teknis. Lagi pula, kau menikmatinya sedikit, kan?"

"Dalam mimpimu, Bocah!"

Logan mendekat lagi, memerangkap Vivian di antara tubuhnya dan pintu loker yang baru saja mereka tinggalkan. Ia menatap Vivian dalam-dalam, lalu tangannya bergerak mengusap pipi Vivian yang masih memerah.

"Kau cantik sekali kalau sedang marah begini," ucapnya lembut, mengubah suaranya menjadi sangat menggoda. "Dan kau jauh lebih cantik saat meneriakkan nama 'Honey' di depan Ratusan orang. Kau tahu, teriakanmu itu membuatku merasa seperti pria paling perkasa di stadion ini."

Vivian mencoba memalingkan muka, namun Logan dengan lembut menahan dagunya.

"Dengar, Sayang," ucap Logan lagi, kali ini nadanya lebih tenang namun tetap penuh godaan. "Aku harus membersihkan diri. Tubuhku penuh keringat dan aku tidak ingin mengotori baju mahal mu lagi saat aku menciummu nanti."

Logan melepaskan Vivian dan berjalan menuju area shower yang hanya dibatasi oleh dinding marmer pendek. Ia berhenti sejenak, melepas kemeja basketnya dengan satu gerakan cepat, memperlihatkan punggungnya yang bidang dan bertato tipis di dekat bahu.

"Tunggu di luar, Sayang. Duduklah di bangku pemain atau di mana pun yang membuatmu nyaman. Aku akan mandi sebentar dan berganti baju," ucap Logan sambil menoleh dengan seringai nakal.

"Jangan mengintip, ya. Aku tahu aku sangat menggoda, tapi tahan dirimu sampai kita sampai di tempat yang lebih privat."

"Siapa juga yang mau mengintip tubuh kerempeng mu!" teriak Vivian, meski matanya tidak bisa berbohong bahwa ia sedang mengagumi pemandangan punggung Logan yang sempurna itu.

"Kerempeng? Tadi malam kau bilang otot-ototku sangat keras, Kak," goda Logan sebelum menghilang di balik pancuran air.

Vivian mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berdebar kencang. Ia berjalan keluar dari ruang loker menuju lorong pemain yang sepi. Sambil duduk di sebuah kursi tunggu kayu, ia menyentuh bagian belakang tubuhnya yang tadi dipukul Logan.

"Benar-benar berandal," gumamnya dengan senyum tipis yang tak bisa ia sembunyikan.

Di dalam sana, suara pancuran air mulai terdengar, beradu dengan siulan riang Logan yang terdengar sangat bahagia. Vivian menyadari satu hal: ia baru saja masuk ke dalam permainan yang sangat berbahaya dengan seorang playboy kampus, dan yang paling menakutkan adalah, ia mulai sangat menikmati setiap detiknya.

Vivian mengeluarkan ponselnya, membatalkan rapat sorenya secara total. Ia memutuskan bahwa melihat Logan keluar dari ruang mandi dengan rambut basah jauh lebih penting daripada proyek interior mana pun di Los Angeles hari ini. Ia sedang menunggu kekasihnya, pahlawannya, dan berandalnya. Dan ia siap untuk apa pun yang akan terjadi di babak selanjutnya.

1
Queen AL
kenapa cuma balas dendam nya ke logan? ke george gak balas dendam?
Ita Putri
kalo gk salah setting ceritanya di los angeles ya Thor
gimana bisa ada gunung Argopuro ya
Ros 🍂: ma'aciww sudah ingat kan kak🙏 Bisa-bisanya jadi ke Jawa Timur 🤣😭🙏🙏🙏
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
Ros 🍂: apa GBU kak🥹🙏
total 9 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!