NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Penjaga Tulang

Gua itu bergetar.

Batu-batu kecil berjatuhan dari langit-langit, memantul di lantai batu. Suara gemuruh rendah bergema dari kedalaman gua, seperti geraman binatang raksasa yang baru terbangun dari tidur panjang. Xiao Fan mematikan api di telapak tangannya—cahaya hanya akan membuat mereka menjadi target yang mudah.

"Di belakangku," bisiknya pada Liu Ruyan.

Gadis itu mundur beberapa langkah, pedang besinya sudah siap di tangan. Matanya menatap ke depan, ke dalam kegelapan gua yang sekarang terasa hidup.

Dua titik api biru menyala di kegelapan. Mata. Besar. Masing-masing seukuran kepala manusia. Lalu suara langkah berat—dug, dug, dug—mendekat perlahan.

Sesosok makhluk melangkah ke dalam cahaya redup dari mulut gua.

Tingginya hampir empat meter. Tubuhnya terbuat dari tulang-belulang yang menyatu menjadi satu bentuk humanoid raksasa. Tengkoraknya bukan manusia—lebih mirip naga atau ular raksasa, dengan rahang panjang dan gigi-gigi runcing. Di dadanya, di antara tulang rusuk yang saling bertautan, sebuah bola hitam berputar pelan—inti kegelapan yang menjadi sumber kekuatannya.

Penjaga Tulang.

[Analisis musuh: Penjaga Tulang. Monster undead tingkat tinggi.]

[Kekuatan: Setara dengan kultivator Inti Emas Menengah.]

[Kelemahan: Inti kegelapan di dadanya. Hancurkan inti itu, dan monster akan mati.]

Inti Emas Menengah. Tiga tingkat di atas Fondasi Inti. Dengan kekuatan Xiao Fan saat ini—Kondensasi Qi Lapis Kelima—pertarungan langsung adalah bunuh diri.

Tapi ia tidak perlu bertarung langsung.

"Liu Ruyan," katanya pelan. "Kau lihat bola hitam di dadanya?"

"Ya."

"Itu intinya. Kita harus menghancurkannya."

Penjaga Tulang mengaum. Suaranya memekakkan telinga, mengguncang dinding gua. Ia mengangkat tangan kanannya yang seukuran batang pohon dan menghantamkan ke lantai.

BRAK!

Lantai batu retak. Gelombang kejut menghempas Xiao Fan dan Liu Ruyan. Xiao Fan menahan kakinya, tapi Liu Ruyan terpeleset, hampir jatuh ke dalam retakan.

"Langkah Bayangan! Bergerak!" teriak Xiao Fan.

Ia melesat ke samping, menghindari hantaman kedua. Penjaga Tulang lambat, tapi setiap pukulannya mematikan. Satu sentuhan dari tinju tulang itu bisa menghancurkan tubuh manusia biasa.

Liu Ruyan mengikuti, kakinya bergerak dengan teknik yang masih kasar tapi cukup untuk menghindar. Ia berlari ke sisi lain gua, mencari celah.

Xiao Fan menghunus Pedang Bintang Jatuh. Bilahnya berkilat diterpa cahaya bulan dari mulut gua. Ia mengalirkan Qi Kematian ke pedang itu—bukan untuk menyerang, tapi untuk sesuatu yang lain.

"Teknik Pedang Bayangan Maut: Tusukan Bayangan."

Ia menusukkan pedangnya ke bayangan Penjaga Tulang yang terhampar di lantai.

Monster itu meraung. Tusukan pada bayangannya terasa seperti tusukan nyata di kakinya. Ia tersandung, kehilangan keseimbangan sejenak.

"Sekarang!" seru Xiao Fan.

Liu Ruyan melompat dari sisi gua, pedangnya terayun ke arah dada monster itu. Tapi Penjaga Tulang lebih cepat. Tangannya yang besar menyapu, menghantam tubuh Liu Ruyan dan melemparkannya ke dinding gua.

BRAK!

Gadis itu jatuh terkulai. Darah menetes dari sudut bibirnya.

"Liu Ruyan!"

Xiao Fan ingin berlari ke arahnya, tapi Penjaga Tulang sudah berdiri tegak lagi. Matanya yang biru menyala menatap Xiao Fan dengan kebencian purba. Ia mengangkat kedua tangannya, siap menghantam.

Xiao Fan bersiap. Ia bisa menghindar, tapi Liu Ruyan di belakangnya tidak akan selamat dari hantaman itu.

Tidak ada pilihan.

Ia mengangkat Pedang Bintang Jatuh, siap menahan hantaman yang jelas akan menghancurkan pedang itu—dan mungkin lengannya juga.

Tapi sebelum tinju tulang itu turun, sesuatu terjadi.

Liu Ruyan berdiri.

Bukan dengan susah payah. Tapi dengan gerakan halus, seolah gravitasi tidak berlaku padanya. Matanya tidak lagi hitam biasa. Keduanya kini berwarna ungu gelap, bersinar redup seperti bintang di langit malam.

"Jangan... sentuh... Guruku."

Suaranya bergema, berlapis—seperti dua orang berbicara bersamaan. Aura yang terpancar dari tubuhnya bukan lagi Qi Kematian pemula. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih tua. Jauh lebih kuat.

Segel itu. Celahnya melebar.

Penjaga Tulang berhenti. Matanya yang biru menatap Liu Ruyan, dan untuk pertama kalinya, monster undead itu menunjukkan sesuatu yang mirip ketakutan.

Liu Ruyan mengangkat tangannya. Telapaknya terbuka menghadap monster itu. "Kau... melukaiku. Tapi lebih penting... kau berani mengancam Guruku."

Dari telapak tangannya, semburan energi ungu gelap melesat. Bukan Qi Kematian. Sesuatu yang lebih murni. Lebih kuno. Energi Kegelapan Sejati.

Energi itu menghantam dada Penjaga Tulang, tepat di inti hitamnya.

Monster itu meraung—kali ini bukan amarah, tapi kesakitan. Inti hitamnya retak. Retakan menjalar seperti sarang laba-laba. Lalu—

KRAAK!

Inti itu pecah.

Penjaga Tulang berdiri terpaku sejenak. Lalu tubuh raksasanya ambruk. Tulang-belulangnya berserakan di lantai gua, tidak lagi disatukan oleh kekuatan kegelapan. Api biru di matanya padam.

Keheningan.

Liu Ruyan berdiri di sana, tangannya masih terulur. Matanya perlahan kembali ke warna hitam biasa. Tubuhnya bergoyang, lalu ia jatuh berlutut.

Xiao Fan sudah di sampingnya dalam sekejap. "Kau baik-baik saja?"

Gadis itu mengangguk lemah. "Aku... tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba ada kekuatan yang mengalir. Seperti... seseorang membisikkan sesuatu di telingaku."

"Itu segelmu. Celahnya melebar saat kau dalam bahaya." Xiao Fan memeriksanya. Tidak ada luka serius, hanya memar dan kelelahan ekstrem. "Istirahat. Jangan paksakan diri."

Ia membantu Liu Ruyan duduk bersandar di dinding gua. Lalu ia berjalan ke tumpukan tulang Penjaga Tulang.

Di antara serpihan tulang, sesuatu berkilau.

Sebuah pedang pendek. Bilahnya hitam pekat, menyerap cahaya di sekitarnya. Gagangnya terbuat dari logam gelap dengan ukiran kuno. Tidak ada karat. Tidak ada kerusakan. Seolah baru ditempa kemarin.

Fragmen kedua Pedang Penelan Surga.

Xiao Fan mengambilnya. Begitu jarinya menyentuh gagang, sistem di kepalanya bergema.

[Fragmen kedua Pedang Penelan Surga diperoleh. 2/7 terkumpul.]

[Mengintegrasikan fragmen...]

Pedang pendek itu meleleh di tangannya, berubah menjadi aliran energi hitam yang mengalir ke dadanya. Di lautan kesadarannya, Pedang Penelan Surga—yang tadinya hanya bayangan samar—kini terlihat lebih solid. Lebih nyata.

[Integrasi selesai. Kemampuan baru terbuka: Tebasan Dimensi—mampu memotong ruang dalam jarak pendek.]

Xiao Fan merasakan kekuatan baru mengalir di nadinya. Alam kultivasinya bergetar.

[Kultivasi meningkat: Kondensasi Qi Lapis Keenam.]

Satu lapis. Tidak banyak. Tapi dengan kemampuan baru Tebasan Dimensi, ia sekarang punya peluang melawan musuh yang lebih kuat.

Ia kembali ke Liu Ruyan. Gadis itu sudah memejamkan mata, napasnya teratur. Tidur karena kelelahan.

Xiao Fan duduk di sampingnya, menjaga. Matanya menatap lukisan di dinding gua—Kaisar Pedang dan Putri Kegelapan berdiri berdampingan.

"Aku akan melindunginya," bisiknya pada lukisan itu. "Apapun yang terjadi."

Di luar gua, malam semakin larut. Dan di Kota Giok, Xue Lang mulai bergerak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!