NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 8.

Sore itu, taman istana terlihat damai. Bunga-bunga bermekaran, burung berkicau pelan.

Di salah satu paviliun, suasana jauh dari tenang. Selir Sophia duduk anggun di kursinya. Di depannya, ada tiga wanita lain.

Selir Diana, Selir Elena, dan satu lagi selir yang selama ini selalu diam… Selir Margaret. Mereka semua memiliki satu kesamaan, mata mereka tertuju pada satu orang... Ratu.

Sophia menuangkan teh perlahan, gerakannya lembut. “Kita semua tahu, bahwa ratu sekarang… bukan orang yang sama.”

Diana mendengus. “Dia terlalu berani.”

“Dan terlalu cepat mendapatkan dukungan.” Elena menyipitkan mata.

Margaret tetap diam, namun jari-jarinya mengepal di bawah meja.

Sophia tersenyum tipis. “Kalau dibiarkan, posisi kita tidak akan aman.”

Tidak ada yang menyangkal.

Diana maju sedikit. “Jadi... kita harus menyerang?“

Sophia menggeleng pelan. “Menyerang tanpa rencana… hanya akan membuat kita seperti pelayan yang dihukum mati oleh ratu!”

“Lalu rencananya?” tanya Elena.

Sophia meletakkan cangkirnya. “Aliansi, kita harus bersatu.... karena kita tidak bisa melawannya sendiri. Jika bersama-sama, kita bisa membuatnya jatuh.”

Diana mengangguk. “Aku ikut.”

“Selama aku tidak berada di pihak yang kalah… aku juga ikut.” Elena menyusul.

Semua mata beralih ke Margaret, wanita itu masih terdiam. Lalu, perlahan mengangguk.

Aliansi itu pun terbentuk.

Sophia berdiri, menatap mereka satu per satu.

“Langkah pertama, kita tidak akan menyerang ratu.”

Mereka mengernyit.

Sophia tersenyum. “Kita serang orang-orang di sekitarnya. Mulai dari yang paling lemah…”

Malam itu, angin terasa dingin lebih dari biasanya. Selir Clara duduk di kamarnya, tangannya memegang cangkir teh. Namun pikirannya jauh. Sejak dekat dengan ratu, hidupnya berubah. Tidak lagi hanya bertahan, namun juga berbahaya. Ia tahu, semua mata sekarang tertuju padanya.

Ketukan pelan terdengar.

Tok.

Tok.

“Masuk.”

Seorang pelayan masuk membawa nampan. “Makanan malam, Nyonya.”

Clara mengangguk.

Namun saat pelayan itu meletakkan makanan, ia berhenti.

Ada sesuatu yang aneh.

Clara mengangkat sendok, dan mencium aromanya. Matanya menyipit, ia teringat sesuatu. Perlahan, ia meletakkan sendok itu.

“Siapa yang memasak ini?” tanyanya tiba-tiba.

Pelayan itu sedikit terkejut. “Dari dapur utama, Nyonya…”

Clara tersenyum tipis, Ia mengambil mangkuk itu tapi tidak memakannya. Ia justru berdiri. “Bawa ini ke paviliun ratu.”

Pelayan itu terkejut. “Sekarang, Nyonya?”

Clara menatapnya dengan tegas. “Sekarang!”

Beberapa saat kemudian, di paviliun ratu. Evelyn menatap mangkuk itu. Bernard berdiri di sampingnya, wajahnya tegang. Sementara Clara berdiri tidak jauh, matanya penuh waspada.

Evelyn mengambil sedikit isi mangkuk, mengamatinya dan akhirnya tersenyum tipis.

“Benar.”

Clara menahan napas. “Racun?”

Evelyn mengangguk pelan.

“Dan bukan racun biasa.”

Clara mengepalkan tangan. “Jadi mereka mulai menyerang…”

“Bukan menyerang, ini percobaan.” Evelyn meletakkan mangkuk itu. Ia berdiri, tatapannya berubah. “Dan kau, adalah umpan.”

Kali ini Clara tidak panik, ia justru tersenyum tipis. “Kalau begitu, aku masih hidup karena memilih pihak yang benar. Syukurlah, aku memilih Anda... Ratu.”

“Aliansi…” gumam Evelyn pelan, ia tersenyum tipis. “Semakin banyak yang berkumpul, akan mudah untuk dihancurkan sekaligus.”

Evelyn berdiri di depan meja.

Di atasnya, beberapa mangkuk makanan. Beberapa botol kecil, dan secarik catatan.

Clara berdiri di sampingnya, wajahnya serius. “Jadi… kita akan membalas?”

Evelyn menggeleng pelan.

“Bukan membalas.” Ia mengambil salah satu botol kecil, cairannya bening hampir tidak terlihat. “Kita akan membuat mereka menyerang… lagi.”

Clara terdiam.

Evelyn tersenyum tipis. “Mereka akan mencoba untuk kedua kalinya.”

Bernard mengangguk pelan, ia mengerti arah rencana itu.

“Sebarkan kabar, bahwa aku tidak memakan makanan dari dapur utama.”

Clara sedikit mengernyit. “Mereka akan tahu kita curiga.”

“Memang.” Evelyn menatapnya. “Dan mereka akan mencari cara lain.”

Lalu perlahan Clara tersenyum, ia mulai mengerti.

Di sisi lain istana...

Sophia berdiri di balkon, seorang pelayan datang dan berbisik pelan.

“Nyonya… target tidak memakan makanannya.”

Hening.

Sophia menutup mata sebentar, lalu tersenyum. “Bagus...”

Pelayan itu bingung.

Sophia membuka mata, tatapannya dingin. “Artinya… mereka sudah mulai bermain serius. Dan permainan seperti ini, baru menyenangkan.”

...*****...

Keesokan harinya, rumor menyebar cepat.

“Ratu tidak lagi makan dari dapur utama…”

“Semua makanannya diperiksa…”

“Dia curiga ada racun…”

Informasi itu sampai ke paviliun Sophia, wanita itu mendengarkan tanpa ekspresi.

Jarinya mengetuk meja pelan. “Seperti yang kuduga… kalau begitu, kita ubah caranya.”

“Apa rencananya?” tanya Selir Diana.

Sophia tersenyum tipis. “Kalau dia tidak mau makan, kita buat dia… minum.”

Beberapa hari kemudian, sebuah undangan datang ke paviliun ratu. Jamuan teh kecil, diselenggarakan oleh Selir Elena.

Clara membaca undangan itu, lalu menatap Evelyn. “Ini jebakan.”

“Dan kita akan datang.” Evelyn tersenyum menyeringai.

Sore itu, taman istana dipenuhi aroma teh. Para selir berkumpul, semua tersenyum. Semua terlihat damai, padahal di balik itu... semua sedang menunggu.

Evelyn datang terakhir, langkahnya tenang. Tatapannya menyapu seluruh meja.

Sophia tersenyum lembut. “Terima kasih sudah datang, Yang Mulia.”

“Undangan seperti ini… jarang terjadi.” Evelyn duduk.

Teh disajikan, cangkir-cangkir diletakkan. Semua mata… diam-diam tertuju pada satu hal.

Apakah ratu akan minum?

Evelyn mengangkat cangkirnya, dan mendekatkannya ke bibir. Namun ia berhenti, menatap teh itu sebentar.

“Menarik.” Ia menurunkan cangkir. “Siapa yang menyiapkan teh ini?”

Semua sedikit tegang.

“Saya sendiri, Yang Mulia.” Elena menjawab.

Evelyn mengangguk.

“Kalau begitu…” Ia mendorong cangkir itu ke depan. “Silakan minum dulu.”

Sunyi.

Elena membeku, Sophia sedikit menyipitkan mata.

Evelyn tersenyum tipis. “Bukankah sopan jika tuan rumah mencicipi lebih dulu?”

Jebakan, berbalik arah.

Ketegangan di taman belum selesai, sebelum situasi semakin buruk, suara kasim terdengar.

“Yang Mulia Alexander tiba!”

Semua langsung berdiri.

Raja Alexander masuk, tatapannya tajam dan ia langsung menangkap suasana aneh.

“Sepertinya aku datang di waktu yang tepat.” Raja melirik meja, pada cangkir-cangkir teh wajahnya menegang. “Ada apa?”

Tidak ada yang langsung menjawab.

“Hanya jamuan kecil.” Evelyn yang akhirnya bicara, Ia melirik ke arah Elena. “Namun tampaknya… ada sedikit keraguan.”

Alexander menyipitkan mata. “Keraguan?”

“Apakah aman untuk diminum.” Evelyn mengangkat cangkir teh itu.

Hening.

Tatapan Alexander langsung berubah, Ia menoleh ke arah Elena dengan pandangan dingin. “Minum!”

Satu kata, dan tidak ada pilihan untuk menolak perintah Raja Alexander.

Elena gemetar, tangannya sedikit bergetar saat mengangkat cangkir. Sophia tidak bergerak, tapi matanya menatap tajam. Elena akhirnya meminum teh itu, tidak terjadi apa-apa. Namun tak berapa lama, wajahnya memucat. Cangkir jatuh dari tangannya, tubuhnya kemudian goyah.

Semua orang terkejut. “Racun!”

Kekacauan langsung terjadi.

“Siapa yang berani melakukan ini?!” Wajah Alexander dingin.

Tidak ada yang menjawab.

Evelyn berdiri perlahan. “Sepertinya… kami punya masalah yang sama, Yang Mulia. Orang yang ingin membunuh… tidak hanya menargetkan saya.”

Alexander menatap Evelyn dengan pandangan penuh perhitungan. Ia benar-benar bisa melihatnya sekarang, wanita itu tidak hanya bertahan. Evelyn benar-benar mengendalikan situasi.

Raja menoleh ke seluruh selir. “Mulai hari ini… tidak ada satu pun dari kalian yang bertindak tanpa pengawasan. Dan jika aku menemukan pelakunya… hukuman mati baginya!”

Sunyi total.

Sophia menunduk, rahangnya menegang. Rencananya gagal lagi, dan lebih dari itu... Raja Alexander juga sudah ikut masuk ke dalam permainan.

Malam itu di balkon, Alexander berdiri sendirian lagi.

“Dia tahu semuanya, dan tetap datang. Ratu... kau benar-benar berubah dan membuatku semakin penasaran.”

Di sisi lain, Evelyn berdiri di depan jendela.

“Sekarang, raja akhirnya sudah ikut ke dalam permainan. Dan aku… tidak akan melepaskannya.” Senyum tipis terukir di bibir wanita itu.

1
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
Rita
saling terbuka 👍👍👍👍apa yg dirasakan apa yg dipikirkan
Rita
wajar Eve
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!